<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Opini Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/berita/opini/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/berita/opini</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Apr 2026 03:33:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>Opini Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/berita/opini</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rahasia Sederhana Awal Tahun: Ternyata Bersyukur Bisa Bikin Lebih Sehat dan Panjang Umur</title>
		<link>https://www.seketika.com/rahasia-sederhana-awal-tahun-ternyata-bersyukur-bisa-bikin-lebih-sehat-dan-panjang-umur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2026 03:33:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>
		<category><![CDATA[awal tahun]]></category>
		<category><![CDATA[bersyukur]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Fisik]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan mental]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[self improvement]]></category>
		<category><![CDATA[wellbeing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=35330</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/rahasia-sederhana-awal-tahun-ternyata-bersyukur-bisa-bikin-lebih-sehat-dan-panjang-umur">Rahasia Sederhana Awal Tahun: Ternyata Bersyukur Bisa Bikin Lebih Sehat dan Panjang Umur</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Kesehatan – Setiap awal tahun, banyak orang memulai dengan semangat baru untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Berbagai target disusun, baik yang belum tercapai di tahun sebelumnya maupun harapan baru ke depan. Namun dalam perjalanannya, tidak sedikit yang merasa hidup tetap penuh kekurangan dan tantangan.</p>



<p>Di tengah tekanan tersebut, ada satu hal sederhana yang sering diabaikan, yakni bersyukur. Meski terdengar mudah diucapkan, praktiknya dalam kehidupan sehari-hari justru tidak selalu mudah dilakukan.</p>



<p>Menurut kajian dalam The Wiley Encyclopedia of Health Psychology oleh Kristin Layous, rasa syukur memiliki dampak signifikan terhadap kesejahteraan psikologis.</p>



<p>Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas sederhana seperti menuliskan hal-hal yang disyukuri atau membuat surat terima kasih secara rutin dapat meningkatkan kebahagiaan dan kepuasan hidup, memperkuat emosi positif dan membentuk karakter yang lebih optimis.</p>



<p>Hal ini terjadi karena rasa syukur membantu individu memfokuskan perhatian pada hal-hal positif dalam hidup.</p>



<p>Tidak hanya berdampak pada mental, kesejahteraan psikologis yang baik juga berpengaruh langsung pada tubuh. </p>



<p>Beberapa manfaat yang ditemukan antara lain meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mngurangi stres, yang menjadi pemicu berbagai penyakit dan berpotensi memperpanjang usia.</p>



<p>Selain itu, individu yang memiliki tingkat rasa syukur tinggi juga cenderung memiliki kualitas tidur lebih baik. Mereka lebih cepat terlelap, tidur lebih nyenyak, dan tidak mudah merasa lelah di siang hari.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/rahasia-sederhana-awal-tahun-ternyata-bersyukur-bisa-bikin-lebih-sehat-dan-panjang-umur">Rahasia Sederhana Awal Tahun: Ternyata Bersyukur Bisa Bikin Lebih Sehat dan Panjang Umur</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bolehkah Tidak Puasa Saat Mudik? Ini Penjelasan Kemenag yang Sering Disalahpahami</title>
		<link>https://www.seketika.com/bolehkah-tidak-puasa-saat-mudik-ini-penjelasan-kemenag-yang-sering-disalahpahami</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2026 03:19:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[adab puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Al Baqarah 185]]></category>
		<category><![CDATA[hadis puasa]]></category>
		<category><![CDATA[hukum safar]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[Mudik 2026]]></category>
		<category><![CDATA[musafir]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa Ramadan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=35072</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/bolehkah-tidak-puasa-saat-mudik-ini-penjelasan-kemenag-yang-sering-disalahpahami">Bolehkah Tidak Puasa Saat Mudik? Ini Penjelasan Kemenag yang Sering Disalahpahami</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama, Kementerian Agama, Arsad Hidayat, mengatakan, seseorang yang melakukan perjalanan jauh atau safar, termasuk saat mudik, diperbolehkan tidak menjalankan ibadah puasa. Namun, ada adab yang perlu dijaga selama bulan Ramadan.</p>



<p>Arsad mengingatkan pentingnya menghormati orang lain yang tetap menjalankan puasa. </p>



<p>“Sebisa mungkin tidak makan dan minum secara terbuka di hadapan orang yang sedang berpuasa. Itu bagian dari adab dan etika yang perlu dijaga,” ujar Arsad di Jakarta, Sabtu (14/3/2026).</p>



<p>Arsad menjelaskan, kebolehan berbuka bagi musafir memiliki dasar dalam Al-Qur’an, salah satunya ayat 185 Surah Al-Baqarah. </p>



<p>Ayat tersebut menyebutkan bahwa orang yang sakit atau sedang dalam perjalanan diperbolehkan tidak berpuasa dan menggantinya pada hari lain di luar bulan Ramadan.</p>



<p>Meski demikian, ia menilai tetap berpuasa saat safar memiliki keutamaan apabila kondisi fisik masih memungkinkan. </p>



<p>&#8220;Apabila seseorang masih mampu berpuasa saat mudik, maka itu lebih baik dan memiliki keutamaan tersendiri,” kata Arsad.</p>



<p>Ia menambahkan, hal tersebut juga didukung sejumlah riwayat hadis yang menunjukkan bahwa Rasulullah Saw. pernah tetap berpuasa dalam perjalanan. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/bolehkah-tidak-puasa-saat-mudik-ini-penjelasan-kemenag-yang-sering-disalahpahami">Bolehkah Tidak Puasa Saat Mudik? Ini Penjelasan Kemenag yang Sering Disalahpahami</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rahasia Kemenangan 313 Pasukan di Perang Badar: Strategi, Musyawarah, dan Disiplin yang Mengubah Sejarah Islam</title>
		<link>https://www.seketika.com/rahasia-kemenangan-313-pasukan-di-perang-badar-strategi-musyawarah-dan-disiplin-yang-mengubah-sejarah-islam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2026 05:40:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[Kepemimpinan Rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[Perang Badar]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa 17 Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Nabi Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi Perang Badar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=34621</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/rahasia-kemenangan-313-pasukan-di-perang-badar-strategi-musyawarah-dan-disiplin-yang-mengubah-sejarah-islam">Rahasia Kemenangan 313 Pasukan di Perang Badar: Strategi, Musyawarah, dan Disiplin yang Mengubah Sejarah Islam</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Opini – Ramadan dikenal sebagai bulan ibadah. Bulan puasa, bulan qiyamul lail, dan bulan Al-Qur’an. Namun Ramadan juga merupakan bulan sejarah dan perjuangan. Pada bulan inilah terjadi salah satu peristiwa paling menentukan dalam perjalanan umat Islam: Perang Badar al-Kubra yang terjadi pada 17 Ramadan tahun kedua Hijriah.</p>



<p>Perang Badar bermula ketika Rasulullah ﷺ memperoleh informasi bahwa Abu Sufyan bin Harb sedang membawa kafilah dagang Quraisy dari Syam dengan harta yang sangat besar. Saat itu hubungan antara kaum Muslimin dan Quraisy berada dalam situasi perang. </p>



<p>Sebelumnya Quraisy telah merampas harta kaum Muslimin di Makkah dan memaksa mereka meninggalkan tanah kelahirannya. Karena itu sebagian harta dalam kafilah tersebut pada hakikatnya adalah milik kaum Muslimin yang dahulu dirampas.</p>



<p>Namun Perang Badar bukan sekadar kisah peperangan. Ia adalah peristiwa yang sarat dengan pelajaran kepemimpinan. </p>



<p>Badar adalah madrasah yang mengajarkan tentang strategi, musyawarah, kedisiplinan, dan tawakal. Pasukan kaum Muslimin saat itu hanya berjumlah sekitar 313 orang dengan persenjataan terbatas dan kondisi ekonomi yang lemah. </p>



<p>Tetapi mereka memiliki iman yang kokoh, kepemimpinan yang bijak, dan barisan yang terorganisasi.</p>



<p>Al-Qur’an mengingatkan peristiwa itu dengan firman Allah: “Dan sungguh Allah telah menolong kalian di Badar ketika kalian dalam keadaan lemah.” (QS. Ali ‘Imran: 123) Kemenangan Badar bukan sekadar kemenangan militer. </p>



<p>Ia adalah kemenangan nilai: kemenangan iman yang berpadu dengan strategi yang matang, musyawarah yang sehat, dan kedisiplinan yang kuat.</p>



<p><strong>Ikhtiar dan Strategi</strong></p>



<p>Pelajaran pertama dari Perang Badar adalah pentingnya ikhtiar yang cerdas dan terencana. Rasulullah ﷺ tidak bergerak tanpa informasi. Beliau terlebih dahulu mengutus para sahabat untuk mengumpulkan berita, membaca situasi, dan memetakan kekuatan lawan. Bahkan Rasulullah ﷺ sendiri bersama Abu Bakar turun melakukan pengintaian. </p>



<p>Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa keduanya bertemu seorang lelaki tua dan menanyakan kepadanya tentang pasukan Quraisy. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/rahasia-kemenangan-313-pasukan-di-perang-badar-strategi-musyawarah-dan-disiplin-yang-mengubah-sejarah-islam">Rahasia Kemenangan 313 Pasukan di Perang Badar: Strategi, Musyawarah, dan Disiplin yang Mengubah Sejarah Islam</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Neraka Bukan di Akhirat, Tapi Saat Kita Tak Mampu Mencintai</title>
		<link>https://www.seketika.com/neraka-bukan-di-akhirat-tapi-saat-kita-tak-mampu-mencintai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jul 2025 09:07:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Dostoevsky]]></category>
		<category><![CDATA[Filsafat Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Kurikulum Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Nasaruddin Umar]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Karakter]]></category>
		<category><![CDATA[Pilihan Moral #Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Retret]]></category>
		<category><![CDATA[Surga Dan Neraka]]></category>
		<category><![CDATA[Toleransi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=28425</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/neraka-bukan-di-akhirat-tapi-saat-kita-tak-mampu-mencintai">Neraka Bukan di Akhirat, Tapi Saat Kita Tak Mampu Mencintai</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – &#8220;<em>What is hell? I maintain that it is the suffering of being unable to love</em>&#8221; Fyodor Dostoevsky</p>



<p>Kata orang bijak, hidup adalah pilihan. Tuhan telah memberi anugerah kepada kita kapasitas untuk menimbang berbagai pilihan yang ada di depan kita. Dengan seluruh perangkat anugerah itu, Tuhan memberi kebebasan bagi kita untuk memilih.</p>



<p>Dalam hidup, pilihan yang ada tidak selalu hitam putih. Tak jarang pilihan yang tersedia penuh dengan dilema. Bahkan mungkin inilah yang sering tersedia. Kita dihadapkan pada situasi dilematis untuk menentukan sebuah pilihan. </p>



<p>Kisah pasangan kekasih yang memilih bunuh diri adalah contoh pahit bagaimana dilema antara ketulusan cinta dan restu orang tua menyudutkan seseorang hingga tak ada ruang untuk membuat pilihan selain &#8220;memilih&#8221; mengakhiri hidupnya.</p>



<p>Kita bisa mendapatkan banyak kasus dilema dalam hidup ini. Di rumah, di kantor, di ruang pergaulan, hingga kasus-kasus besar skala global, seringkali pilihan yang pada akhirnya kita ambil bukan karena yang tidak kita pilih sepenuhnya buruk.</p>



<p>Orang bisa memandang kasus-kasus di atas dari berbagai sudut pandang. </p>



<p>Namun, semua pasti setuju bahwa kita akan mengambil pilihan yang menguntungkan kita. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/neraka-bukan-di-akhirat-tapi-saat-kita-tak-mampu-mencintai">Neraka Bukan di Akhirat, Tapi Saat Kita Tak Mampu Mencintai</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kontak Manusia dalam Penggunaan Internet sebagai Media Penanganan Gangguan Depresi</title>
		<link>https://www.seketika.com/kontak-manusia-dalam-penggunaan-internet-sebagai-media-penanganan-gangguan-depresi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Oct 2024 18:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Akses Pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[Depresi]]></category>
		<category><![CDATA[Gangguan Mental]]></category>
		<category><![CDATA[Intervensi Berbasis Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan mental]]></category>
		<category><![CDATA[Naufal Al Harist]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan Depresi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Terapi Online]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=20834</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kontak-manusia-dalam-penggunaan-internet-sebagai-media-penanganan-gangguan-depresi">Kontak Manusia dalam Penggunaan Internet sebagai Media Penanganan Gangguan Depresi</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Tak dapat dipungkiri, depresi merupakan salah satu gangguan mental yang paling umum terjadi di dunia. Dengan perkiraan sekitar 280 juta individu di seluruh dunia terdiagnosis depresi, permasalahan gangguan mental ini tidak bisa dipandang dengan sebelah mata. </p>



<p>Meski telah banyak dikembangkan metode pengobatan dan penanganan yang efektif, tidak semua orang dapat dengan mudah mengakses hal tersebut. </p>



<p>Akses terhadap penanganan dan pengobatan gangguan mental yang tidak merata masihlah menjadi permasalahan utama dalam penanggulangan kasus depresi.</p>



<p>Salah satu solusi terhadap permasalahan akses penanganan ini adalah dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, yaitu Intervensi Berbasis Internet (<em>Internet-Based Intervension</em>) (IBI). </p>



<p>IBI adalah program yang dirancang untuk membantu orang mengatasi depresi melalui modul-modul online yang dapat diakses secara mandiri. Program-program ini biasanya mencakup sekitar 6 hingga 12 minggu sesi terapi, yang terdiri dari materi berbasis teks, video, atau audio, serta latihan yang bisa dilakukan sendiri. </p>



<p>Keuntungan dari IBI adalah aksesibilitasnya yang tinggi pengguna dapat mengikuti program di mana saja dan kapan saja. Program IBI ini memungkinkan pengguna untuk mengikuti serangkaian sesi secara mandiri melalui komputer atau ponsel.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kontak-manusia-dalam-penggunaan-internet-sebagai-media-penanganan-gangguan-depresi">Kontak Manusia dalam Penggunaan Internet sebagai Media Penanganan Gangguan Depresi</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengurangi Jumlah Perokok: Cara Efektif Menghadapi Tantangan Kesehatan Global</title>
		<link>https://www.seketika.com/mengurangi-jumlah-perokok-cara-efektif-menghadapi-tantangan-kesehatan-global</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Oct 2024 07:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Anti Rokok]]></category>
		<category><![CDATA[Kampanye Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesadaran Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kukuh Setyo Pambudi]]></category>
		<category><![CDATA[Larangan Merokok]]></category>
		<category><![CDATA[pajak rokok]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi Universitas Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Tembakau]]></category>
		<category><![CDATA[UM]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=20221</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/mengurangi-jumlah-perokok-cara-efektif-menghadapi-tantangan-kesehatan-global">Mengurangi Jumlah Perokok: Cara Efektif Menghadapi Tantangan Kesehatan Global</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Kesehatan – Tembakau merupakan salah satu ancaman kesehatan terbesar di dunia, menyebabkan 8,7 juta kematian setiap tahun. Banyak negara telah menerapkan kebijakan untuk mengurangi konsumsi tembakau, namun efektivitasnya beragam. </p>



<p>Salah satu intervensi paling efektif adalah kampanye anti-rokok. Kampanye ini, terutama melalui media massa, mampu meningkatkan upaya berhenti merokok hingga 16%. Menurut penelitian, semakin sering dan intensif kampanye dilakukan, semakin besar dampaknya. </p>



<p>Kampanye yang didukung oleh peringatan kesehatan bergambar pada kemasan rokok juga terbukti meningkatkan niat berhenti merokok hingga 69%.</p>



<p>Peringatan kesehatan, terutama yang grafis, efektif meningkatkan kesadaran perokok terhadap risiko kesehatan. Negara seperti Kanada telah melihat perubahan signifikan, di mana 90% perokok memperhatikan peringatan tersebut, dan 44% mengaku berniat berhenti merokok. </p>



<p>Di negara lain, efeknya bervariasi, tetapi peringatan tetap menjadi salah satu cara yang paling murah dan efektif.</p>



<p>Kebijakan lain yang sangat efektif adalah kenaikan pajak rokok. Ketika harga rokok naik, konsumsi cenderung turun, terutama di kalangan anak muda dan kelompok berpenghasilan rendah. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/mengurangi-jumlah-perokok-cara-efektif-menghadapi-tantangan-kesehatan-global">Mengurangi Jumlah Perokok: Cara Efektif Menghadapi Tantangan Kesehatan Global</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kecerdasan Finansial: Mengenal Kecerdasan Finansial dan Cara Meningkatkannya</title>
		<link>https://www.seketika.com/kecerdasan-finansial-mengenal-kecerdasan-finansial-dan-cara-meningkatkannya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Sep 2024 01:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Kecerdasan Finansial]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi Finansial]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Rayhan I’tisham]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Perilaku Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi Universitas Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[UM]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=19321</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kecerdasan-finansial-mengenal-kecerdasan-finansial-dan-cara-meningkatkannya">Kecerdasan Finansial: Mengenal Kecerdasan Finansial dan Cara Meningkatkannya</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Bisnis – Kecerdasan finansial adalah diksi yang sering terdengar dan digunakan pada beberapa dekade belakangan ini. Meningkatnya jumlah investor terutama investor muda di Indonesia pasca pandemi dan melalui upaya sosialisasi dan tren nabung saham menjadikan kecerdasan finansial menjadi salah satu bagian dari kecerdasan yang dianggap penting. </p>



<p><strong>Namun, apa itu kecerdasan finansial?</strong></p>



<p>Sebetulnya, kecerdasan finansial adalah topik yang cukup baru dan belum dianalisis secara akademis dan secara luas. Selama ini kecerdasan finansial dimaknai sebatas pengetahuan tentang keuangan, yang mana ini menimbulkan tumpang tindih dengan literasi finansial yang sudah eksis lebih lama sebelumnya.</p>



<p>Namun baru-baru ini, mahasiswa Fakultas Psikologi UM (Universitas Negeri Malang) melakukan penelitian untuk mendefinisikan dan menyelesaikan masalah tumpang tindih antara kecerdasan finansial dan literasi finansial. </p>



<p>Di bawah bimbingan utama dari Dr. Tutut Chusniyah, S.Psi., M.Si. yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Psikologi UM, kecerdasan finansial didefinisikan sebagai kemampuan mental dalam mengelaborasikan pengetahuan dan emosi untuk memecahkan masalah-masalah finansial. </p>



<p>Menurut definisi ini, posisi kecerdasan finansial tidak hanya sebatas pengetahuan finansial saja, tapi juga kemampuan mental, terutama emosi. </p>



<p>Hal itu karena perilaku pengelolaan keuangan, seperti keputusan keuangan sangat melibatkan emosi. Meski berdasar ilmu ekonomi, perilaku ekonomi melibatkan hitungan angka rasional, namun pada kenyataannnya perilaku ekonomi manusia merupakan perilaku yang irasional.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kecerdasan-finansial-mengenal-kecerdasan-finansial-dan-cara-meningkatkannya">Kecerdasan Finansial: Mengenal Kecerdasan Finansial dan Cara Meningkatkannya</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Politik Gentong Babi dan Dinasti: Mengurai Dinamika Pemilihan Kepala Daerah di Indonesia Menjelang 2024</title>
		<link>https://www.seketika.com/politik-gentong-babi-dan-dinasti-mengurai-dinamika-pemilihan-kepala-daerah-di-indonesia-menjelang-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Sep 2024 21:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Demonstrasi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[DPR Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Integritas Demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kampanye Pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Mahkamah Konstitusi]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Izzudin Haq]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilihan Gubernur DKI Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Pencalonan Kepala Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Polarisasi Pemilih]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Gentong Babi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=18831</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/politik-gentong-babi-dan-dinasti-mengurai-dinamika-pemilihan-kepala-daerah-di-indonesia-menjelang-2024">Politik Gentong Babi dan Dinasti: Mengurai Dinamika Pemilihan Kepala Daerah di Indonesia Menjelang 2024</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Politik – Baru-baru ini, Indonesia mengalami gelombang demonstrasi besar yang dipicu oleh keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang persyaratan pencalonan kepala daerah. Banyak orang melihat keputusan ini sebagai langkah yang kontroversial karena diduga akan diubah oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk memuluskan jalan bagi Kaesang Pangarep, putra Presiden Joko Widodo, agar bisa maju dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. </p>



<p>Keputusan ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat bahwa ada upaya untuk mengubah aturan demi kepentingan politik keluarga presiden.</p>



<p>Demonstrasi ini menunjukkan ketidakpuasan masyarakat terhadap indikasi bahwa lembaga-lembaga negara seperti MK dan DPR semakin terpengaruh oleh kepentingan politik tertentu. </p>



<p>Kondisi ini mencerminkan ketidakpercayaan yang semakin meluas terhadap integritas demokrasi di Indonesia, terutama dalam hal pemilu yang seharusnya berlangsung adil dan bebas dari campur tangan politik yang berlebihan.</p>



<p><strong>Politik Gentong Babi dan Polarisasi Pemilih</strong></p>



<p>Dalam konteks politik gentong babi, Woo Chang Kang dalam penelitiannya &#8220;Presidential Pork Barrel Politics with Polarized Voters&#8221; mengeksplorasi bagaimana presiden di Amerika Serikat mengalokasikan dana federal untuk menarik dukungan di daerah-daerah tertentu, terutama yang dikuasai oposisi, selama masa kampanye pemilihan ulang. </p>



<p>Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa presiden cenderung memberikan lebih banyak dana kepada kabupaten yang tidak mendukung mereka dalam pemilu sebelumnya, terutama di negara bagian yang kompetitif.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/politik-gentong-babi-dan-dinasti-mengurai-dinamika-pemilihan-kepala-daerah-di-indonesia-menjelang-2024">Politik Gentong Babi dan Dinasti: Mengurai Dinamika Pemilihan Kepala Daerah di Indonesia Menjelang 2024</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Asia Tengah: Bagaimana Indonesia Bisa Mengatasi Dampak Feodalisme dalam Pertumbuhan Ekonomi</title>
		<link>https://www.seketika.com/belajar-dari-asia-tengah-bagaimana-indonesia-bisa-mengatasi-dampak-feodalisme-dalam-pertumbuhan-ekonomi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Sep 2024 04:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Desentralisasi]]></category>
		<category><![CDATA[ECO Countries]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Feodalisme]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Ketimpangan Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Izzudin Haq]]></category>
		<category><![CDATA[pakistan]]></category>
		<category><![CDATA[partisipasi politik]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Penelitian Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Redistribusi Lahan]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi Agraria]]></category>
		<category><![CDATA[transparansi]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=18741</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/belajar-dari-asia-tengah-bagaimana-indonesia-bisa-mengatasi-dampak-feodalisme-dalam-pertumbuhan-ekonomi">Belajar dari Asia Tengah: Bagaimana Indonesia Bisa Mengatasi Dampak Feodalisme dalam Pertumbuhan Ekonomi</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Bisnis – Penelitian Muhammad Ayub Mehar yang berjudul<em> Feudalism, ethnic conflicts and economic geography: political economy of ECO countries</em> membahas bagaimana praktik feodalisme di negara-negara Economic Cooperation Organization (ECO) yang terdiri dari negara kawasan Asia Tengah seperti negara Pakistan. </p>



<p>Muhammad Ayub Mehar menyoroti bagaimana kekuasaan dan penguasaan sumber daya oleh kelompok-kelompok elit mempengaruhi ekonomi dan politik, yang dapat menyebabkan ketimpangan ekonomi yang signifikan. </p>



<p>Dalam konteks Indonesia, feodalisme modern memiliki pola yang mirip, di mana segelintir elit menguasai lahan, sumber daya alam, dan institusi politik, sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi dan memperburuk ketimpangan sosial.</p>



<p>Dalam sistem feodalisme modern di Indonesia, penguasaan lahan dan sumber daya oleh kelompok elit menciptakan hambatan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif. </p>



<p>Sebagaimana dijelaskan dalam artikel tersebut, feodalisme menghalangi distribusi yang adil atas sumber daya, sehingga mempersempit kesempatan bagi masyarakat luas untuk berpartisipasi dalam ekonomi. </p>



<p>Penguasaan lahan yang besar oleh elit menyebabkan ketimpangan dalam akses terhadap tanah, yang menjadi penghalang utama bagi peningkatan produktivitas pertanian dan usaha kecil, yang merupakan tulang punggung ekonomi lokal.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/belajar-dari-asia-tengah-bagaimana-indonesia-bisa-mengatasi-dampak-feodalisme-dalam-pertumbuhan-ekonomi">Belajar dari Asia Tengah: Bagaimana Indonesia Bisa Mengatasi Dampak Feodalisme dalam Pertumbuhan Ekonomi</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menemukan Jejak Ritual Kuno: Memahami Budaya Abadi dan Dampaknya bagi Psikologi di Indonesia</title>
		<link>https://www.seketika.com/menemukan-jejak-ritual-kuno-memahami-budaya-abadi-dan-dampaknya-bagi-psikologi-di-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Aug 2024 05:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Cloggs Cave]]></category>
		<category><![CDATA[GunaiKurnai]]></category>
		<category><![CDATA[Identitas Psikologis]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kesejahteraan Psikologis]]></category>
		<category><![CDATA[Kukuh Setyo Pambudi]]></category>
		<category><![CDATA[Penelitian Arkeologi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Ritual Kuno]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Kuno]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Malang]]></category>
		<category><![CDATA[warisan budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=18685</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/menemukan-jejak-ritual-kuno-memahami-budaya-abadi-dan-dampaknya-bagi-psikologi-di-indonesia">Menemukan Jejak Ritual Kuno: Memahami Budaya Abadi dan Dampaknya bagi Psikologi di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Gaya Hidup – Ritual kuno yang tertanam dalam budaya masyarakat adat seringkali menjadi jendela yang membuka pemahaman mendalam tentang warisan psikologis yang diwariskan turun-temurun. Temuan baru dari Cloggs Cave di Australia Tenggara, yang diungkapkan melalui penelitian arkeologi mutakhir, memberikan wawasan tak ternilai tentang daya tahan budaya dan relevansinya bagi para psikolog di Indonesia.</p>



<p>Studi ini membuka peluang baru untuk memahami bagaimana warisan budaya dapat membentuk identitas psikologis individu dan masyarakat.</p>



<p><strong>Jejak Budaya yang Bertahan 12.000 Tahun</strong></p>



<p>Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Human Behaviour menunjukkan bagaimana tradisi ritual masyarakat adat GunaiKurnai bertahan selama lebih dari 12.000 tahun. </p>



<p>Temuan ini mencakup instalasi ritual yang tersembunyi di dalam gua, terdiri dari perapian mini dengan artefak kayu yang dilumuri lemak hewan atau manusia. Yang luar biasa, konfigurasi ini sangat mirip dengan deskripsi ritual yang didokumentasikan oleh etnografer pada abad ke-19.</p>



<p>Bagi para psikolog di Indonesia, penelitian ini menggarisbawahi pentingnya memahami konteks budaya dalam menilai perilaku individu. </p>



<p>Seperti halnya ritual GunaiKurnai yang berhasil diwariskan dari generasi ke generasi, budaya Indonesia yang kaya dan beragam juga memiliki lapisan-lapisan tradisi yang terus mempengaruhi psikologi modern masyarakatnya.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/menemukan-jejak-ritual-kuno-memahami-budaya-abadi-dan-dampaknya-bagi-psikologi-di-indonesia">Menemukan Jejak Ritual Kuno: Memahami Budaya Abadi dan Dampaknya bagi Psikologi di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
