<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Africa Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/africa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/africa</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Apr 2025 13:12:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>Africa Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/africa</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sudan Darurat: 25 Juta Terancam Kelaparan di Tahun Kedua Perang Saudara</title>
		<link>https://www.seketika.com/sudan-darurat-25-juta-terancam-kelaparan-di-tahun-kedua-perang-saudara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2025 19:06:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Africa]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan Kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Darfur]]></category>
		<category><![CDATA[kelaparan di Sudan]]></category>
		<category><![CDATA[Khartoum]]></category>
		<category><![CDATA[konflik Afrika]]></category>
		<category><![CDATA[krisis kemanusiaan Sudan]]></category>
		<category><![CDATA[PBB Sudan]]></category>
		<category><![CDATA[pengungsi Sudan]]></category>
		<category><![CDATA[perang saudara Sudan]]></category>
		<category><![CDATA[RSF vs militer Sudan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=26232</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/sudan-darurat-25-juta-terancam-kelaparan-di-tahun-kedua-perang-saudara">Sudan Darurat: 25 Juta Terancam Kelaparan di Tahun Kedua Perang Saudara</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Internasional – Perang saudara di Sudan telah memasuki tahun kedua pada 15 April 2025, membawa penderitaan yang semakin mendalam bagi jutaan warga sipil. Dalam laporan terbaru, Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut kondisi ini sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia saat ini, dengan lebih dari 25 juta orang menghadapi kelaparan akut dan hampir 4 juta terpaksa mengungsi ke negara-negara tetangga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah militer Sudan merebut kembali ibu kota Khartoum dari Pasukan Dukungan Cepat (RSF) bulan lalu, konflik malah memasuki fase baru yang lebih brutal. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Di wilayah Darfur Barat, RSF dan sekutunya menyerang dua kamp pengungsi besar Zamzam dan Abu Shouk menewaskan sedikitnya 300 orang. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Kamp-kamp ini menjadi pusat kelaparan di Sudan, dengan lebih dari 700.000 orang terjebak tanpa akses bantuan kemanusiaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Program Pangan Dunia (WFP), kelaparan parah telah dikonfirmasi di 10 lokasi, dan jumlah ini diperkirakan akan meningkat karena pertempuran menghambat distribusi bantuan. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/sudan-darurat-25-juta-terancam-kelaparan-di-tahun-kedua-perang-saudara">Sudan Darurat: 25 Juta Terancam Kelaparan di Tahun Kedua Perang Saudara</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Netumbo Nandi-Ndaitwah Terpilih Sebagai Presiden Perempuan Pertama Namibia: Kontroversi Pemilu dan Tantangan Ke Depan</title>
		<link>https://www.seketika.com/netumbo-nandi-ndaitwah-terpilih-sebagai-presiden-perempuan-pertama-namibia-kontroversi-pemilu-dan-tantangan-ke-depan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Dec 2024 22:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Africa]]></category>
		<category><![CDATA[Demokrasi Afrika]]></category>
		<category><![CDATA[hak pilih]]></category>
		<category><![CDATA[Namibia]]></category>
		<category><![CDATA[Netumbo Nandi-Ndaitwah]]></category>
		<category><![CDATA[pemberdayaan perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu Kontroversial]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu Namibia]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Namibia]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[SWAPO]]></category>
		<category><![CDATA[Tantangan Ekonomi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=22186</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/netumbo-nandi-ndaitwah-terpilih-sebagai-presiden-perempuan-pertama-namibia-kontroversi-pemilu-dan-tantangan-ke-depan">Netumbo Nandi-Ndaitwah Terpilih Sebagai Presiden Perempuan Pertama Namibia: Kontroversi Pemilu dan Tantangan Ke Depan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Internasional &#8211; Namibia, negara di Afrika Selatan yang terkenal dengan stabilitas demokrasinya, baru saja membuat sejarah dengan pemilihan Presiden Netumbo Nandi-Ndaitwah sebagai pemimpin perempuan pertama. Nandi-Ndaitwah, yang juga Wakil Presiden sebelumnya, meraih kemenangan dalam pemilu yang berlangsung minggu lalu, meski ditandai dengan gangguan teknis yang memicu ketegangan. Kemenangan ini menandai tonggak penting bagi negara yang merdeka pada 1990 dari rezim apartheid Afrika Selatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nandi-Ndaitwah, yang berusia 72 tahun, memenangkan pemilu dengan perolehan suara 57%, mengalahkan pesaing utama, Panduleni Itula dari partai oposisi, yang meraih 25% suara. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun kemenangan ini membuktikan kepopulerannya, pemilu tersebut diwarnai dengan masalah teknis yang serius. Pemungutan suara semula direncanakan berlangsung satu hari pada hari Rabu, namun akibat kekurangan surat suara dan masalah lainnya, pemungutan suara diperpanjang hingga Sabtu. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini menimbulkan kritik keras dari partai oposisi yang menyebut perpanjangan waktu tersebut sebagai langkah ilegal dan tidak konstitusional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Komisi Pemilihan Umum Namibia (CNE) menanggapi protes tersebut dengan menolak untuk mengulang pemilu. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa partai oposisi bahkan mengancam untuk mengajukan banding secara hukum terhadap hasil pemilu tersebut, dengan alasan ribuan pemilih mungkin tidak bisa memberikan suara karena keterbatasan tempat pemungutan suara.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/netumbo-nandi-ndaitwah-terpilih-sebagai-presiden-perempuan-pertama-namibia-kontroversi-pemilu-dan-tantangan-ke-depan">Netumbo Nandi-Ndaitwah Terpilih Sebagai Presiden Perempuan Pertama Namibia: Kontroversi Pemilu dan Tantangan Ke Depan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
