<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Aturan Digital Indonesia Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/aturan-digital-indonesia/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/aturan-digital-indonesia</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 14 Aug 2025 14:11:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>Aturan Digital Indonesia Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/aturan-digital-indonesia</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Roblox Terancam Diblokir? Menkomdigi Desak Perbaikan demi Lindungi Anak Indonesia</title>
		<link>https://www.seketika.com/roblox-terancam-diblokir-menkomdigi-desak-perbaikan-demi-lindungi-anak-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2025 18:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Aturan Digital Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[gim daring anak]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan Anak Online]]></category>
		<category><![CDATA[konten tidak layak Roblox]]></category>
		<category><![CDATA[kontrol orang tua Roblox]]></category>
		<category><![CDATA[Menkominfo Meutya Hafid]]></category>
		<category><![CDATA[Perlindungan Anak Digital]]></category>
		<category><![CDATA[regulasi PSE Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Roblox Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ruang digital aman anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=29371</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/roblox-terancam-diblokir-menkomdigi-desak-perbaikan-demi-lindungi-anak-indonesia">Roblox Terancam Diblokir? Menkomdigi Desak Perbaikan demi Lindungi Anak Indonesia</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan pentingnya perlindungan anak di platform digital, khususnya dalam platform gim daring Roblox. Dalam pertemuan dengan perwakilan Roblox Asia Pacific di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya meminta Roblox segera melakukan pembenahan sistem sesuai dengan aturan perlindungan anak yang berlaku di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami menekankan pentingnya menghormati dan menjalankan aturan perlindungan anak yang berlaku di sini,” ujar Meutya usai pertemuan di Jakarta Pusat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meutya mengungkapkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, banyak kekhawatiran dari orang tua dan pendidik mengenai paparan konten tidak layak di Roblox, serta interaksi yang berpotensi membahayakan anak-anak. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sempat mengeluarkan imbauan agar siswa tidak memainkan Roblox karena risiko konten dan komunikasi yang tidak sesuai untuk anak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai tindak lanjut, Kementerian Komdigi meminta Roblox melakukan langkah-langkah konkret, di antaranya membatasi akses komunikasi antar pengguna anak, menyaring konten user-generated yang bersifat vulgar atau berbahaya dan memperjelas dan mengoptimalkan fitur kontrol orang tua (parental control) untuk mendukung pengawasan orang tua di Roblox.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pembenahan ini memastikan anak-anak Indonesia terlindungi dari konten dan interaksi yang berpotensi membahayakan di ruang digital,” tegas Meutya.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/roblox-terancam-diblokir-menkomdigi-desak-perbaikan-demi-lindungi-anak-indonesia">Roblox Terancam Diblokir? Menkomdigi Desak Perbaikan demi Lindungi Anak Indonesia</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Resmi! PP Tunas Wajibkan Batas Usia Media Sosial Anak: Akses Penuh Baru di Atas 18 Tahun!</title>
		<link>https://www.seketika.com/resmi-pp-tunas-wajibkan-batas-usia-media-sosial-anak-akses-penuh-baru-di-atas-18-tahun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2025 17:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Aturan Digital Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Batas Usia Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi Digital Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Meutya Hafid]]></category>
		<category><![CDATA[Online Safety]]></category>
		<category><![CDATA[Pelindungan Anak Digital]]></category>
		<category><![CDATA[PP 17 Tahun 2025]]></category>
		<category><![CDATA[PP Tunas]]></category>
		<category><![CDATA[Regulasi Digital]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=27081</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/resmi-pp-tunas-wajibkan-batas-usia-media-sosial-anak-akses-penuh-baru-di-atas-18-tahun">Resmi! PP Tunas Wajibkan Batas Usia Media Sosial Anak: Akses Penuh Baru di Atas 18 Tahun!</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Pemerintah Indonesia resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik Dalam Pelindungan Anak, atau dikenal sebagai PP Tunas. Regulasi ini menjadi langkah strategis negara dalam memberikan pelindungan anak di ruang digital, terutama dari risiko penggunaan media sosial secara tidak terkendali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa penyusunan PP Tunas dilakukan dengan mengacu pada praktik terbaik dari negara lain, seperti Australia, yang telah lebih dahulu menerapkan regulasi serupa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kita belajar dari Australia tentang cara mengimplementasikan pembatasan media sosial untuk anak. Fokusnya adalah bagaimana PP Tunas ini bisa dilaksanakan secara optimal di lapangan,&#8221; ujar Meutya Hafid usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (15/05/2025).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam regulasi digital anak ini, PP Tunas menetapkan klasifikasi penggunaan media sosial berdasarkan usia anak dan tingkat risiko platform. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Berikut rincian batas usia penggunaan media sosial menurut PP Tunas:</p>



<p class="wp-block-paragraph">1. Usia di bawah 13 tahun: Hanya boleh mengakses platform dengan risiko rendah, dan harus dengan persetujuan orang tua.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/resmi-pp-tunas-wajibkan-batas-usia-media-sosial-anak-akses-penuh-baru-di-atas-18-tahun">Resmi! PP Tunas Wajibkan Batas Usia Media Sosial Anak: Akses Penuh Baru di Atas 18 Tahun!</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
