<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bangkalan Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/bangkalan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/bangkalan</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 13 Mar 2024 08:45:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>Bangkalan Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/bangkalan</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Polres Bangkalan Beri Klarifikasi Atas Dugaan Malpraktik Persalinan</title>
		<link>https://www.seketika.com/polres-bangkalan-beri-klarifikasi-atas-dugaan-malpraktik-persalinan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Mar 2024 08:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum dan Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Bangkalan]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Panpajung]]></category>
		<category><![CDATA[kepala bayi tertinggal di rahim]]></category>
		<category><![CDATA[malpraktik dalam persalinan]]></category>
		<category><![CDATA[penyelidikan Polres Bangkalan]]></category>
		<category><![CDATA[persalinan kontroversial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=11199</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/polres-bangkalan-beri-klarifikasi-atas-dugaan-malpraktik-persalinan">Polres Bangkalan Beri Klarifikasi Atas Dugaan Malpraktik Persalinan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Bangkalan – Sebuah peristiwa persalinan yang menimpa seorang ibu di Desa Panpajung, Kecamatan Modung, Bangkalan, telah menjadi perbincangan di media daring dan media sosial belakangan ini. Mukarromah (25), ibu tersebut, mengalami kondisi langka di mana kepala bayinya tertinggal di dalam rahim saat proses <a href="https://www.seketika.com/?s=persalinan&amp;post_type%5B%5D=post">persalinan</a> pada Senin (4/3/2024). Kasus ini saat ini tengah diselidiki oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Bangkalan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Polres Bangkalan memutuskan untuk mengambil alih penanganan kasus ini setelah menerima laporan dari Sulaiman, suami dari Mukarromah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut laporan yang disampaikan oleh suami korban, peristiwa tersebut terjadi pada Senin, (04/03/2024), sekitar pukul 03.00 WIB. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat itu, suami mengantarkan istrinya untuk melahirkan di Puskesmas Kedundung, didampingi oleh bibinya. Setibanya di Puskesmas, sang istri menerima penanganan dari bidan di sana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada awalnya, rencananya sang istri akan dirujuk ke RSUD Syamrabu Bangkalan untuk menjalani operasi sesar.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/polres-bangkalan-beri-klarifikasi-atas-dugaan-malpraktik-persalinan">Polres Bangkalan Beri Klarifikasi Atas Dugaan Malpraktik Persalinan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seorang Santri Tewas Dengan Luka Lebam, Wapres Minta Sistem Pengawasan Diperketat</title>
		<link>https://www.seketika.com/seorang-santri-tewas-dengan-luka-lebam-wapres-minta-sistem-pengawasan-diperketat</link>
					<comments>https://www.seketika.com/seorang-santri-tewas-dengan-luka-lebam-wapres-minta-sistem-pengawasan-diperketat#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Sep 2023 05:32:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum dan Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Bangkalan]]></category>
		<category><![CDATA[Emil E. Dardak]]></category>
		<category><![CDATA[K.H. M. Muchlis Muhsin]]></category>
		<category><![CDATA[KH Ma’ruf Amin]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Pesantren Tarbiyatul Tolabah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=1152</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/seorang-santri-tewas-dengan-luka-lebam-wapres-minta-sistem-pengawasan-diperketat">Seorang Santri Tewas Dengan Luka Lebam, Wapres Minta Sistem Pengawasan Diperketat</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com">Seketika.com</a>,  Bangkalan – Dugaan kasus kekerasan di pesantren kembali terjadi. Kali ini di <a href="https://www.seketika.com/?s=Pondok+Pesantren&amp;post_type%5B%5D=post">Pondok Pesantren</a> Tarbiyatul Tolabah, Paciran, Lamongan, dimana seorang santri tewas dengan luka lebam di anggota tubuhnya. Berkenaan dengan hal tersebut, Wakil Presiden (Wapres) <a href="https://www.seketika.com/?s=K.H.+Ma%E2%80%99ruf+Amin&amp;post_type%5B%5D=post">K.H. Ma’ruf Amin</a> menegaskan bahwa lembaga pendidikan, termasuk pesantren, harus memiliki sistem pengawasan yang ketat terhadap seluruh aktivitas yang dilakukan di pesantren.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya minta pesantren itu mengetatkan kembali sistem pengawasan dan keamanan,” jawab Wapres saat ditanya awak media usai melakukan pertemuan dengan ulama pesantren dan tokoh agama se-Madura di <a href="https://www.seketika.com/?s=Pondok+Pesantren&amp;post_type%5B%5D=post"><a href="https://www.seketika.com/?s=Pondok+Pesantren&amp;post_type%5B%5D=post"><a href="https://www.seketika.com/?s=Pondok+Pesantren&amp;post_type%5B%5D=post"><a href="https://www.seketika.com/?s=Pondok+Pesantren&amp;post_type%5B%5D=post">Pondok Pesantren</a> </a></a></a> Al Anwar, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Kamis (31/08/2023).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut Wapres menyampaikan, saat dahulu dirinya menjadi santri, terdapat petugas-petugas khusus yang fokus menangani tentang keamanan para santri maupun keamanan aktivitas belajar mengajar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dulu zaman saya pesantren, ada pengawas, ada ketua keamanan yang dia mengawasi santrinya itu supaya tidak terjadi konflik, kalau ada konflik sudah bisa di tengahi,” terangnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, Wapres kembali menegaskan agar fungsi keamanan ini lebih diperketat lagi ke depannya agar kejadian tidak menyenangkan, terutama yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, tidak terulang kembali.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/seorang-santri-tewas-dengan-luka-lebam-wapres-minta-sistem-pengawasan-diperketat">Seorang Santri Tewas Dengan Luka Lebam, Wapres Minta Sistem Pengawasan Diperketat</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.seketika.com/seorang-santri-tewas-dengan-luka-lebam-wapres-minta-sistem-pengawasan-diperketat/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
