<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bencana Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/bencana/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/bencana</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 24 Dec 2025 05:36:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>Bencana Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/bencana</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Korban Longsor Sibolga Ditemukan Setelah 29 Hari Pencarian</title>
		<link>https://www.seketika.com/korban-longsor-sibolga-ditemukan-setelah-29-hari-pencarian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2025 05:36:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peduli]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[bencana longsor Sibolga]]></category>
		<category><![CDATA[evakuasi korban longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Keselamatan Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[longsor Sibolga 2025]]></category>
		<category><![CDATA[operasi pencarian longsor]]></category>
		<category><![CDATA[penemuan jenazah Sofia]]></category>
		<category><![CDATA[Sibolga]]></category>
		<category><![CDATA[SUMUT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=32768</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/korban-longsor-sibolga-ditemukan-setelah-29-hari-pencarian">Korban Longsor Sibolga Ditemukan Setelah 29 Hari Pencarian</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Sibolga &#8211; Setelah 29 hari melakukan operasi pencarian, tim gabungan berhasil menemukan jenazah seorang anak perempuan korban bencana longsor di Sibolga. Penemuan itu terjadi pada Selasa (23/12/2025) di belakang Masjid Budi Sehati, Jalan S.M. Raja, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Sambas.</p>



<p>Korban, bernama Sofia Anggraini, seorang gadis berusia 12 tahun, tertimbun material longsor sejak kejadian pada 25 November 2025. </p>



<p>Proses pencarian dilakukan secara hati-hati mengingat lokasi merupakan kawasan padat penduduk dan tanahnya labil.</p>



<p>Pencarian dan evakuasi dipimpin langsung oleh IPTU Marwa, Kapolsek Sibolga Sambas, dengan melibatkan personel Polri, TNI, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Sibolga, serta warga sekitar. </p>



<p>Sinergi ini memastikan proses pencarian berjalan aman dan terkontrol.</p>



<p>Proses evakuasi berlangsung sejak pukul 09.00 WIB di belakang Masjid Budi Sehati, Jalan S.M. Raja, Sibolga Sambas. </p>



<p>Jenazah ditemukan setelah sekitar lima jam pencarian dan penggalian.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/korban-longsor-sibolga-ditemukan-setelah-29-hari-pencarian">Korban Longsor Sibolga Ditemukan Setelah 29 Hari Pencarian</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pertamina Tanggap Banjir Aceh, Gelar Evakuasi dan Bantuan Logistik</title>
		<link>https://www.seketika.com/pertamina-tanggap-banjir-aceh-gelar-evakuasi-dan-bantuan-logistik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2025 03:48:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Peduli]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[banjir Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan Logistik]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[energi]]></category>
		<category><![CDATA[ESG]]></category>
		<category><![CDATA[evakuasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pelita Air Service]]></category>
		<category><![CDATA[Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[SDGs]]></category>
		<category><![CDATA[Tanggap Darurat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=32308</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/pertamina-tanggap-banjir-aceh-gelar-evakuasi-dan-bantuan-logistik">Pertamina Tanggap Banjir Aceh, Gelar Evakuasi dan Bantuan Logistik</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta &#8211; PT Pertamina (Persero) melalui operasi tanggap daruratnya menyalurkan bantuan logistik serta melakukan evakuasi terhadap pekerja dan keluarga Pertamina Group yang terdampak banjir di wilayah Aceh.</p>



<p>Bantuan dikirimkan setiap hari. Pada hari ini, Minggu (30/11) melalui empat kali penerbangan menggunakan armada milik anak usaha Pertamina, Pelita Air Service, dari Bandara Internasional Kualanamu, Medan menuju Pangkalan Susu dan Rantau di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. </p>



<p>Frekuensi pengiriman bantuan juga akan segera ditambah dan diperluas jangkauannya.</p>



<p>Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron menyampaikan, pendistribusian bantuan ini merupakan komitmen Pertamina untuk cepat tanggap dalam mendukung penanganan bencana.</p>



<p>“Upaya tanggap darurat ini menunjukkan komitmen Pertamina dalam membantu masyarakat di wilayah terdampak dengan menyalurkan bantuan logistik yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Baron.</p>



<p>Menurut Baron, Pertamina menyalurkan berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat bagi warga yang terdampak banjir meliputi makanan dan perlengkapan bayi dan perempuan, makanan siap saji, peralatan sehari-hari, obat-obatan, peralatan listrik, dan lain-lain.</p>



<p>Untuk mengangkut bantuan tersebut, Pertamina mengerahkan armada Pelita Air Service, menggunakan Heli B 412 kode PK-PUJ.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/pertamina-tanggap-banjir-aceh-gelar-evakuasi-dan-bantuan-logistik">Pertamina Tanggap Banjir Aceh, Gelar Evakuasi dan Bantuan Logistik</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jepang Naikkan Prediksi Peluang Terjadinya Gempa Megathrust Menjadi 82 Persen</title>
		<link>https://www.seketika.com/jepang-naikkan-prediksi-peluang-terjadinya-gempa-megathrust-menjadi-82-persen-dalam-30-tahun-ke-depan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jan 2025 06:28:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Tsunami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=23305</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/jepang-naikkan-prediksi-peluang-terjadinya-gempa-megathrust-menjadi-82-persen-dalam-30-tahun-ke-depan">Jepang Naikkan Prediksi Peluang Terjadinya Gempa Megathrust Menjadi 82 Persen</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Internasional – Panel pemerintah Jepang pada Kamis (16/1/2025) mengungkapkan bahwa mereka telah menaikkan sedikit estimasi kemungkinan terjadinya gempa megathrust besar di sepanjang Palung Nankai hingga mencapai 82 persen dalam 30 tahun ke depan.</p>



<p>Gempa ini diperkirakan memiliki magnitudo antara 8 hingga 9 dan berpotensi memicu tsunami dahsyat, menewaskan ratusan ribu orang, serta menyebabkan kerugian miliaran dolar, menurut para ahli.</p>



<p>Komite Penelitian Gempa Bumi melaporkan bahwa perkiraan probabilitas gempa ini meningkat dari sebelumnya 74–81 persen menjadi 75–82 persen. Palung Nankai, sebuah lembah bawah laut sepanjang 800 kilometer di pantai Pasifik Jepang, menjadi fokus prediksi ini.</p>



<p>Wilayah ini merupakan tempat pertemuan lempeng tektonik laut Filipina yang menyusup ke bawah lempeng benua Jepang. Energi yang terjebak di antara kedua lempeng ini dapat dilepaskan sewaktu-waktu, memicu gempa besar yang sangat merusak.</p>



<p>Selama 1.400 tahun terakhir, gempa besar di Palung Nankai tercatat terjadi setiap 100 hingga 200 tahun. Gempa terakhir di wilayah ini terjadi pada tahun 1946.</p>



<p>&#8220;Sudah 79 tahun sejak gempa terakhir, dan kemungkinan terjadinya gempa lain meningkat setiap tahun sekitar satu persen,&#8221; ujar seorang pejabat dari Komite Penelitian Gempa Bumi kepada AFP.</p>



<p>Menurut estimasi pemerintah Jepang pada 2012, tsunami setinggi lebih dari 30 meter dapat menenggelamkan pulau-pulau kecil di lepas pantai utama Jepang. Sementara itu, wilayah padat penduduk di Honshu dan Shikoku dapat diterjang gelombang besar hanya dalam hitungan menit setelah gempa terjadi.</p>



<p>Ancaman ini semakin nyata setelah pada Agustus 2024, Asosiasi Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan peringatan megaquake pertama di bawah aturan baru yang diberlakukan pasca gempa dan tsunami Tohoku 2011.</p>



<p>Peringatan tersebut dikeluarkan setelah gempa magnitudo 7,1 melanda, melukai 15 orang. Meski peringatan dicabut setelah seminggu, hal itu memicu kepanikan publik yang berimbas pada kekurangan beras dan kebutuhan pokok lainnya karena warga bergegas menimbun stok darurat.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/jepang-naikkan-prediksi-peluang-terjadinya-gempa-megathrust-menjadi-82-persen-dalam-30-tahun-ke-depan">Jepang Naikkan Prediksi Peluang Terjadinya Gempa Megathrust Menjadi 82 Persen</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Badan Geologi ESDM Kirim Tim Siaga Bencana Tindak Lanjuti Gempa 5,0 di Bandung</title>
		<link>https://www.seketika.com/badan-geologi-esdm-kirim-tim-siaga-bencana-tindak-lanjuti-gempa-50-di-bandung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Sep 2024 01:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Geologi]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[ESDM]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Penanganan Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Tim Siaga Bencana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=19375</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/badan-geologi-esdm-kirim-tim-siaga-bencana-tindak-lanjuti-gempa-50-di-bandung">Badan Geologi ESDM Kirim Tim Siaga Bencana Tindak Lanjuti Gempa 5,0 di Bandung</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Jakarta – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengirimkan Tim Siaga Bencana ke lokasi terdampak gempa magnitudo 5,0 yang terjadi di Bandung. Menurut informasi dari laman resmi Kementerian ESDM pada Kamis (19/9/2024), gempa ini disebabkan oleh aktivitas sesar aktif dan diperkirakan tidak akan memicu sesar permukaan atau bahaya ikutan seperti retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah, dan likuefaksi.</p>



<p>Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid, menyatakan, &#8220;Tim Siaga Bencana Badan Geologi telah tiba di lokasi terdampak untuk melakukan pemeriksaan, mencari penyebab gerakan tanah, memberikan rekomendasi teknis penanganan bencana, serta mensosialisasikan kondisi gempa kepada masyarakat.&#8221;</p>



<p>Tim Siaga Bencana terdiri dari anggota Tim Saintis dan Tim Humas yang bekerja sama untuk mengumpulkan informasi mengenai dampak gempa. </p>



<p>Menurut laporan, gempa ini telah menyebabkan kerusakan pada dua fasilitas kesehatan, dua gedung pemerintah di Kabupaten Bandung, serta rumah penduduk di Desa Cihawuk, Desa Cibeureum, dan Desa Tarumajaya.</p>



<p>&#8220;Permukiman yang terdampak gempa umumnya berada di kawasan rawan bencana gempa bumi menengah. Kami juga memastikan bahwa kejadian ini tidak memicu tsunami, karena pusat gempa berada di darat,&#8221; jelas Wafid.</p>



<p>Wafid mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/badan-geologi-esdm-kirim-tim-siaga-bencana-tindak-lanjuti-gempa-50-di-bandung">Badan Geologi ESDM Kirim Tim Siaga Bencana Tindak Lanjuti Gempa 5,0 di Bandung</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemanasan Global, Satu Miliar Metrik Ton Es Mencair Setiap 40 Jam</title>
		<link>https://www.seketika.com/pemanasan-global-satu-miliar-metrik-ton-es-mencair-setiap-40-jam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jul 2024 11:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[antartika]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[bencana alam]]></category>
		<category><![CDATA[Pemanasan Global]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=16383</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/pemanasan-global-satu-miliar-metrik-ton-es-mencair-setiap-40-jam">Pemanasan Global, Satu Miliar Metrik Ton Es Mencair Setiap 40 Jam</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Jakarta – Dunia tengah menghadapi krisis iklim yang semakin nyata dan mengancam. Dalam laporan terbaru, dilaporkan bahwa sekitar satu miliar metrik ton es telah berkurang setiap 40 jam. Fenomena ini telah meningkatkan permukaan laut global karena suhu yang terus naik.</p>



<p>Penelitian menunjukkan bahwa lapisan es di Bumi menipis dari bawah, sebuah proses yang terjadi jauh lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Satelit telah menangkap perubahan drastis ini dari luar angkasa, namun beberapa perubahan terbesar sebagian besar tidak terlihat karena terjadi di bawah permukaan. Lapisan es yang menipis menekan dan mengukir tanah selama ribuan tahun saat es meluncur.</p>



<p>Es menampung lebih dari tiga perempat air tawar dunia. Ketika mencair, ini dapat mengancam kehidupan dan mata pencaharian miliaran orang. Lebih dari sepertiga umat manusia hidup dalam jarak 60 mil (100 kilometer) dari garis pantai. Suhu yang lebih hangat mencairkan es padat menjadi air cair yang mengalir ke laut, sementara lautan yang memanas menyebabkan air mengembang. Kedua faktor ini mendorong kenaikan permukaan laut lebih tinggi.</p>



<p>Menurut Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA), 30 tahun ke depan dapat menyebabkan kenaikan air laut di pesisir Amerika Serikat sebanyak yang terjadi pada abad lalu, sekitar 10 hingga 12 inci (25 hingga 30 cm).</p>



<p>&#8220;Pada tahun 2050, banjir diperkirakan akan terjadi lebih dari 10 kali lebih sering daripada hari ini,&#8221; kata Nicole LeBoeuf, direktur layanan laut nasional NOAA, dalam siaran persnya. &#8220;Angka-angka ini berarti perubahan dari satu peristiwa setiap 2-5 tahun menjadi beberapa peristiwa setiap tahun di beberapa tempat,&#8221; sambungnya.</p>



<p>Mencairnya es laut tidak mengubah jumlah keseluruhan air di lautan, namun es laut yang mencair mempercepat pemanasan dengan menyerap lebih banyak panas matahari. Ini juga berkontribusi pada ekspansi termal air, yang dapat menaikkan permukaan laut.</p>



<p>Lapisan es di Antartika dan Greenland memainkan peran penting dalam mengatur iklim global. Di Antartika, lapisan es rata-rata setebal 1,5 mil (2,4 km) dan mencapai hingga 3 mil (5 km) di beberapa daerah. Lapisan es Greenland rata-rata memiliki ketebalan satu mil. Ketika es darat mencair dan menciptakan lapisan es mengambang, ini mempercepat aliran gletser ke laut.</p>



<p>Dilaporkan oleh YouTube &#8220;Kok Bisa?&#8221;, setiap 40 jam, Antartika kehilangan satu miliar metrik ton es, dan setidaknya setengahnya berasal dari lapisan es. Studi pada 2018 menemukan bahwa Antartika telah kehilangan 2,71 triliun ton es. Di Kutub Selatan, perairan yang lebih hangat di kedalaman Samudra Selatan bersentuhan dengan bagian bawah rak es, menyebabkan pencairan.</p>



<p>Penelitian terbaru di Geophysical Research Letters menemukan bahwa rak es yang mencair dari bawah cenderung memiliki permukaan yang lebih kasar. Mengukur kekasaran permukaan rak es bisa menjadi cara untuk mengukur pencairan basal yang terjadi jauh di bawah.</p>



<p>Greenland, rumah bagi lapisan es terbesar kedua di Bumi, juga mencair dengan cepat. Kehilangan es di Greenland berbeda dari Antartika dalam hal-hal penting, namun dampaknya sama-sama mengkhawatirkan.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/pemanasan-global-satu-miliar-metrik-ton-es-mencair-setiap-40-jam">Pemanasan Global, Satu Miliar Metrik Ton Es Mencair Setiap 40 Jam</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penanganan Darurat Banjir Lahar Dingin di Sumatera Barat oleh Kementerian PUPR</title>
		<link>https://www.seketika.com/penanganan-darurat-banjir-lahar-dingin-di-sumatera-barat-oleh-kementerian-pupr</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2024 02:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[alat berat]]></category>
		<category><![CDATA[banjir lahar dingin]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian PUPR]]></category>
		<category><![CDATA[koordinasi bencana]]></category>
		<category><![CDATA[pemulihan infrastruktur]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan darurat]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=14322</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/penanganan-darurat-banjir-lahar-dingin-di-sumatera-barat-oleh-kementerian-pupr">Penanganan Darurat Banjir Lahar Dingin di Sumatera Barat oleh Kementerian PUPR</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>&#8220;Penanganan darurat terhadap jalan putus/amblas/longsor masih berlangsung,”</p>
</blockquote>



<p><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bergerak cepat dalam menangani darurat bencana banjir lahar dingin yang melanda Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), pada Sabtu, 11 Mei 2024. Banjir terjadi akibat intensitas hujan tinggi di kawasan Gunung Merapi, menyebabkan luapan empat sungai, yaitu Sungai Batang Malana, Sungai Batang Bangkahan, Sungai Batang Bengkawas, dan Sungai Batang Katiak, yang menggenangi permukiman warga.</p>



<p>Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Keterpaduan Pembangunan, Maulidya Indah Junica, menyatakan bahwa alat berat difokuskan untuk membersihkan material lumpur dan vulkanik dari Gunung Marapi serta membuka akses jalan untuk aliran bantuan dan logistik.</p>



<p>“Penanganan dan langkah-langkah antisipasi dilaksanakan oleh seluruh Unit Organisasi Kementerian PUPR. Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, Ditjen Sumber Daya Air memobilisasi lima unit excavator standar PC 200 untuk membersihkan material lumpur dan vulkanik Gunung Marapi. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Ditjen Bina Marga, memobilisasi delapan unit excavator untuk membersihkan material banjir,” kata Maulidya Indah.</p>



<p>Satuan Tugas Tanggap Darurat Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Barat telah melakukan penilaian terhadap kebutuhan sarana dan prasarana untuk memenuhi kebutuhan air minum dan sanitasi bagi masyarakat terdampak. </p>



<p>Tim Tanggap Darurat Kementerian PUPR telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar untuk memantau kondisi terkini.</p>



<p>“Hasil monitoring Tim Tanggap Darurat BPPW Sumatera Barat mengidentifikasi kebutuhan sarana dan prasarana. BPPW Sumatera Barat terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar untuk memenuhi permintaan sarana dan prasarana,” kata Maulidya.</p>



<p>BWS Sumatera V juga berkoordinasi dengan BPJN Sumatera Barat untuk penanganan jalan yang longsor di Lembah Anai, yang mengganggu lalu lintas terutama pada jalur penghubung Kota Padang-Bukit Tinggi.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/penanganan-darurat-banjir-lahar-dingin-di-sumatera-barat-oleh-kementerian-pupr">Penanganan Darurat Banjir Lahar Dingin di Sumatera Barat oleh Kementerian PUPR</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>FOTO: Perjuangan Petani Filipina Hadapi Kekeringan</title>
		<link>https://www.seketika.com/foto-perjuangan-petani-filipina-hadapi-kekeringan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 May 2024 11:43:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Filipina]]></category>
		<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Kekeringan]]></category>
		<category><![CDATA[kemarau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=13688</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/foto-perjuangan-petani-filipina-hadapi-kekeringan">FOTO: Perjuangan Petani Filipina Hadapi Kekeringan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Jakarta – Lebih dari separuh provinsi di Filipina, termasuk Nueva Ecija, mengalami kekeringan karena El Nino memperburuk kondisi panas dan kering yang biasa terjadi pada bulan Maret, April, dan Mei.</p>



<p>Suhu di beberapa wilayah di negara ini telah mencapai sekitar 40 derajat Celcius (104 derajat Fahrenheit) dalam beberapa hari terakhir, dengan indeks panas seperti apa suhunya, dengan mempertimbangkan kelembapan di satu wilayah mencapai 53C.</p>



<p>Di Filipina, yang merupakan salah satu negara paling rentan terhadap dampak perubahan iklim, hasil panen mendatang kemungkinan besar akan “di bawah rata-rata”, demikian peringatan PBB.</p>



<p>Kerugian panen diperkirakan lebih dari empat miliar peso ($69 juta) dan para petani akan menghadapi kesulitan lebih lanjut jika kekeringan tidak segera teratasi.</p>



<p>Banyak petani di Nueva Ecija biasanya mengandalkan Bendungan Pantabangan untuk irigasi, namun ketinggian air telah turun hampir 50 meter (164 kaki) dan bendungan tersebut tidak lagi mencapai ladang mereka.</p>



<p>Ada petani yang beralih dari padi ke sayuran yang membutuhkan lebih sedikit air, tapi malah mati karena air tanah mengering.</p>



<p>Seiring dengan menurunnya permukaan bendungan, beberapa daerah perkotaan tidak mempunyai air. Lebih dari 100 kota dan kota telah menyatakan kekeringan sebagai bencana untuk mengakses dana darurat. (Foto: AFP/@jamstarosa)</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/foto-perjuangan-petani-filipina-hadapi-kekeringan">FOTO: Perjuangan Petani Filipina Hadapi Kekeringan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lestari Moerdijat : Segera Antisipasi Dampak Kekeringan di Tanah Air</title>
		<link>https://www.seketika.com/lestari-moerdijat-segera-antisipasi-dampak-kekeringan-di-tanah-air</link>
					<comments>https://www.seketika.com/lestari-moerdijat-segera-antisipasi-dampak-kekeringan-di-tanah-air#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Aug 2023 08:49:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Air Bersih]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Lestari Moerdijat S.S.]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[Kekeringan]]></category>
		<category><![CDATA[M.M.]]></category>
		<category><![CDATA[MPR RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=992</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/lestari-moerdijat-segera-antisipasi-dampak-kekeringan-di-tanah-air">Lestari Moerdijat : Segera Antisipasi Dampak Kekeringan di Tanah Air</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com">Seketika.com,</a> <a href="https://www.seketika.com/?s=Jakarta&amp;post_type%5B%5D=post">Jakarta</a> &#8211; Dampak <a href="https://www.seketika.com/?s=kekeringan&amp;post_type%5B%5D=post">kekeringan</a> mulai terlihat di Pulau Jawa. Bahaya kekurangan <a href="https://www.seketika.com/?s=air+bersih&amp;post_type%5B%5D=post">air bersih</a> dan kebakaran yang mengancam masyarakat harus segera diantisipasi.</p>



<p>&#8220;Ancaman <a href="https://www.seketika.com/?s=kekeringan&amp;post_type%5B%5D=post">kekeringan</a> dan kebakaran mulai terlihat sebagai dampak dari perubahan iklim yang terjadi. Upaya antisipasi untuk menekan dampak tersebut meluas harus segera dilakukan,&#8221; kata Wakil Ketua <a href="https://www.seketika.com/?s=MPR+RI&amp;post_type%5B%5D=post">MPR RI</a>, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Minggu (27/8).</p>



<p>Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga 23 Agustus 2023 sejumlah wilayah di Jawa Barat mengalami bencana hidrometeorologi kekeringan di 28 kecamatan yang tersebar di 11 kabupaten, Provinsi Jabar. Bencana serupa juga terjadi di lima kabupaten di Jawa Tengah dan satu kabupaten di Jawa Timur.</p>



<p>Menurut Lestari, ancaman <a href="https://www.seketika.com/?s=kekeringan&amp;post_type%5B%5D=post">kekeringan</a> tersebut harus segera mendapat perhatian para pemangku kebijakan di tingkat pusat dan daerah, mengingat kekurangan air bersih bisa berdampak pada aspek kesehatan masyarakat.</p>



<p>Merujuk catatan UNESCO, rata-rata hak manusia atas air yaitu sebesar 60 liter per orang per hari.<br>Sedangkan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum juga membagi standar kebutuhan air bersih berdasarkan wilayah.</p>



<p>Standar kebutuhan air bersih masyarakat perdesaan misalnya rata-rata 60 liter per kapita per hari, warga kota kecil kebutuhan air bersihnya 90 liter per kapita per hari, warga kota sedang dengan kebutuhan air bersih 110 liter per kapita per hari, warga kota besar dengan kebutuhan air bersih 130 liter per kapita per hari, dan warga metropolitan dengan kebutuhan air bersih 150 liter per kapita per hari.</p>



<p>Berdasarkan angka kebutuhan air bersih itu, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, warga metropolitan merupakan kelompok yang paling terancam bila menghadapi <a href="https://www.seketika.com/?s=kekeringan&amp;post_type%5B%5D=post">kekeringan</a>.</p>



<p>Meski begitu, Rerie yang juga legislator dari Dapil II Jawa Tengah itu berpendapat, dengan mulai <a href="https://www.seketika.com/?s=kekeringan&amp;post_type%5B%5D=post">kekeringannya</a> 16 kabupaten di Pulau Jawa, ancaman kekurangan air bersih mulai menghampiri perdesaan, kota kecil dan kota sedang.</p>



<p>Karena itu, Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, sangat berharap masyarakat dan para pemangku kepentingan di daerah mulai mengambil langkah untuk mengatasi ancaman kekurangan air bersih itu.</p>



<p>Selain itu, Rerie juga mendorong agar perencanaan pengembangan wilayah di setiap daerah juga harus mengantisipasi sejumlah potensi ancaman bencana, sebagai dampak perubahan iklim yang terjadi.</p>



<p>Setiap daerah, ujar Rerie, harus memiliki kawasan tangkapan air hujan, menggencarkan penghijauan dan sosialisasi penghematan pemanfaatan air bersih, sehingga ketersediaan air bersih bagi daerah tersebut tetap terjaga.</p>



<p>Rerie juga mendorong masyarakat menerapkan pola hidup yang bijaksana dalam memanfaatkan air bersih dalam keseharian, sehingga dampak perubahan iklim dapat ditekan secara signifikan. *** <br>Dr. Lestari Moerdijat S.S., M.M.</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/lestari-moerdijat-segera-antisipasi-dampak-kekeringan-di-tanah-air">Lestari Moerdijat : Segera Antisipasi Dampak Kekeringan di Tanah Air</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.seketika.com/lestari-moerdijat-segera-antisipasi-dampak-kekeringan-di-tanah-air/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
