<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BMKG Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/bmkg/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/bmkg</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Jun 2026 03:42:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>BMKG Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/bmkg</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Karhutla Riau Meningkat, Puan Maharani Minta Pemerintah Siapkan Perlindungan Warga dari Kabut Asap</title>
		<link>https://www.seketika.com/karhutla-riau-meningkat-puan-maharani-minta-pemerintah-siapkan-perlindungan-warga-dari-kabut-asap</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2026 03:42:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peduli]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[BPJS Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Kabut Asap]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla Riau]]></category>
		<category><![CDATA[Puan Maharani]]></category>
		<category><![CDATA[Riau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=36469</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/karhutla-riau-meningkat-puan-maharani-minta-pemerintah-siapkan-perlindungan-warga-dari-kabut-asap">Karhutla Riau Meningkat, Puan Maharani Minta Pemerintah Siapkan Perlindungan Warga dari Kabut Asap</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong agar pemerintah menyiapkan langkah-langkah strategis pengendalian dampak bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau, termasuk dari kabut asap yang mengancam kesehatan warga. Hal ini seiring dengan masih fluktuatifnya jumlah titik panas (hotspot) di Riau, meluasnya area yang terbakar, serta proyeksi musim kemarau yang lebih kering pada 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pastikan perlindungan bagi warga dari dampak Karhutla selalu siap, terutama bagi kelompok paling rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil/menyusui, warga dengan penyakit komorbid, dan penyandang disabilitas,” tutur Puan dalam rilis yang diterima Parlementaria di Jakarta, Kamis (4/6/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya itu, ia mendorong agar pemerintah membuka pos perlindungan udara bersih (clean air shelters) di titik-titik padat penduduk dan sekitar sekolah/posyandu dengan filtrasi partikulat memadai, bukan sekadar ruang evakuasi umum. Pun, dirinya meminta instansi terkait menerapkan protokol otomatis saat Karhulta masih terus melanda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ketika Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) harian melampaui ambang, Pemerintah harus cepat memberikan rekomendasi untuk aktivitas harian warga,” ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, Puan menyoroti laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut kondisi iklim global berpotensi berkembang menuju fenomena El Nino lemah hingga moderat pada semester kedua 2026 dengan peluang sekitar 50-80 persen, sehingga meningkatkan risiko kekeringan dan karhutla di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kita tahu adanya potensi peningkatan Karhutla berarti juga menimbulkan ancaman bagi kesehatan dan keselamatan warga, khususnya dari dampak kabut asap. Hal ini harus diatasi dengan mitigasi yang lengkap termasuk dari sisi pelayanan kesehatan,” sebut Puan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, ia meminta pemerintah untuk memastikan agar biaya kesehatan akibat Karhutla tidak jatuh ke rumah tangga. Menurut Puan, masalah kesehatan yang dialami warga akibat dampak dari Karhutla harus bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Fasilitas kesehatan di setiap daerah terdampak Karhutla juga perlu dimaksimalkan. Stok obat inhalasi harus selalu siap, oksigen portabel tersedia di puskesmas dan klinik keliling, dan distribusikan masker berstandar SNI dengan prioritas balita, ibu hamil, dan lansia,” paparnya.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/karhutla-riau-meningkat-puan-maharani-minta-pemerintah-siapkan-perlindungan-warga-dari-kabut-asap">Karhutla Riau Meningkat, Puan Maharani Minta Pemerintah Siapkan Perlindungan Warga dari Kabut Asap</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Operasi Modifikasi Cuaca Jadi Strategi BMKG Hadapi Banjir dan Kemarau</title>
		<link>https://www.seketika.com/operasi-modifikasi-cuaca-jadi-strategi-bmkg-hadapi-banjir-dan-kemarau</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 May 2026 09:14:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Danau Toba]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan Buatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kekeringan]]></category>
		<category><![CDATA[mitigasi bencana]]></category>
		<category><![CDATA[OMC BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Operasi Modifikasi Cuaca]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=36245</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/operasi-modifikasi-cuaca-jadi-strategi-bmkg-hadapi-banjir-dan-kemarau">Operasi Modifikasi Cuaca Jadi Strategi BMKG Hadapi Banjir dan Kemarau</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kembali menjadi sorotan setelah BMKG menegaskan bahwa teknologi tersebut bukan sekadar “hujan buatan”. OMC disebut sebagai metode pengelolaan curah hujan untuk membantu mitigasi bencana, menjaga cadangan air, hingga mendukung sektor energi dan pangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">BMKG meluruskan anggapan masyarakat terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang selama ini identik dengan hujan buatan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut BMKG, OMC bukan teknologi untuk menciptakan hujan dari kondisi cuaca kosong, melainkan mengatur distribusi hujan berdasarkan kondisi atmosfer yang sudah ada.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menjelaskan bahwa OMC dilakukan dengan pendekatan ilmiah dan rekayasa awan agar curah hujan dapat diarahkan sesuai kebutuhan wilayah tertentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Teknologi ini dipakai untuk berbagai kepentingan, mulai dari pengurangan risiko banjir, penanganan kekeringan, hingga penguatan cadangan air di kawasan strategis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">OMC dinilai penting karena berkaitan langsung dengan pengelolaan sumber daya air nasional. BMKG menyebut teknologi ini mendukung keterkaitan antara sektor pangan, energi, dan kebutuhan air masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu wilayah yang rutin memanfaatkan OMC adalah kawasan Danau Toba di Sumatra Utara. Air di kawasan tersebut digunakan untuk pembangkit listrik tenaga air, kebutuhan industri, hingga irigasi pertanian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, OMC juga diterapkan di sejumlah daerah aliran sungai besar seperti DAS Brantas dan DAS Citarum yang mencakup waduk Saguling, Cirata, dan Jatiluhur.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/operasi-modifikasi-cuaca-jadi-strategi-bmkg-hadapi-banjir-dan-kemarau">Operasi Modifikasi Cuaca Jadi Strategi BMKG Hadapi Banjir dan Kemarau</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Puncak Musim Kemarau 2026 Terungkap, Ini Dampak yang Harus Diwaspadai Masyarakat</title>
		<link>https://www.seketika.com/puncak-musim-kemarau-2026-terungkap-ini-dampak-yang-harus-diwaspadai-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 May 2026 03:54:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Ardhasena]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca panas Indonesia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[El Nino]]></category>
		<category><![CDATA[Iklim]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kekeringan]]></category>
		<category><![CDATA[Musim kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[puncak kemarau Agustus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=36089</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/puncak-musim-kemarau-2026-terungkap-ini-dampak-yang-harus-diwaspadai-masyarakat">Puncak Musim Kemarau 2026 Terungkap, Ini Dampak yang Harus Diwaspadai Masyarakat</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Musim kemarau 2026 di Indonesia diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus. Saat ini, sebagian wilayah masih berada dalam masa peralihan dari musim hujan ke kemarau dengan kondisi cuaca yang mulai terasa lebih panas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">BMKG memprediksi puncak musim kemarau tahun 2026 akan terjadi pada Agustus. Namun, awal kemarau berlangsung bertahap dan tidak bersamaan di seluruh wilayah Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa daerah diperkirakan mengalami puncak lebih awal di Juli, sementara lainnya bisa mundur hingga September.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tahun ini, karakter kemarau bukan ditandai suhu ekstrem, melainkan kondisi yang lebih kering dari biasanya. Hal ini berpotensi berdampak pada ketersediaan air dan sektor pertanian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, fenomena El Nino diperkirakan ikut memperkuat kekeringan. Penurunan curah hujan bisa terjadi di berbagai wilayah Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">BMKG menjelaskan cuaca gerah yang dirasakan saat ini adalah bagian dari fase transisi musim. Kenaikan suhu masih tergolong normal dan tidak mencapai level ekstrem seperti di beberapa negara lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemungkinan terjadinya gelombang panas di Indonesia juga dinilai kecil. Faktor geografis sebagai negara kepulauan membuat panas ekstrem sulit terakumulasi.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/puncak-musim-kemarau-2026-terungkap-ini-dampak-yang-harus-diwaspadai-masyarakat">Puncak Musim Kemarau 2026 Terungkap, Ini Dampak yang Harus Diwaspadai Masyarakat</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemarau Ekstrem 2026 Mengintai! BMKG Ungkap Ancaman El Nino dan Lonjakan Karhutla hingga 20 Kali Lipat</title>
		<link>https://www.seketika.com/kemarau-ekstrem-2026-mengintai-bmkg-ungkap-ancaman-el-nino-dan-lonjakan-karhutla-hingga-20-kali-lipat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 01:32:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[El Nino]]></category>
		<category><![CDATA[FDRS]]></category>
		<category><![CDATA[hotspot Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[karhutla 2026]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran hutan]]></category>
		<category><![CDATA[mitigasi bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Musim kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[OMC]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan iklim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=35491</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kemarau-ekstrem-2026-mengintai-bmkg-ungkap-ancaman-el-nino-dan-lonjakan-karhutla-hingga-20-kali-lipat">Kemarau Ekstrem 2026 Mengintai! BMKG Ungkap Ancaman El Nino dan Lonjakan Karhutla hingga 20 Kali Lipat</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menekankan pentingnya kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Karhutla yang diselenggarakan di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup (LH) RI, Jakarta, Selasa (7/4/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam paparannya, Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa kondisi iklim tahun 2026 berpotensi lebih kering dibandingkan normal. Ia menyebutkan adanya indikasi musim kemarau akan datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menyampaikan bahwa saat ini kondisi ENSO masih berada pada fase netral, namun pada semester kedua 2026 diprediksi berkembang menuju El Nino lemah hingga moderat dengan peluang sekitar 50–80 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Perlu dipahami bahwa kemarau dan El Nino adalah dua fenomena berbeda. Kemarau merupakan siklus klimatologis, namun jika terjadi bersamaan dengan El Nino, curah hujan akan jauh berkurang dan kondisi menjadi lebih kering,” jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejalan dengan kondisi tersebut, hingga awal April 2026 jumlah titik panas (hotspot) di Indonesia tercatat mencapai 1.601 titik, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut, Faisal menjelaskan bahwa potensi karhutla diprediksi mulai meningkat di wilayah Riau pada bulan Juni, kemudian meluas ke Jambi dan Sumatera Selatan, serta berlanjut ke Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan pada periode Juli hingga Agustus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai upaya mitigasi, BMKG terus memperkuat pendekatan preventif melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan metode pembasahan lahan (rewetting). </p>



<p class="wp-block-paragraph">Faisal menjelaskan bahwa ketika tinggi muka air tanah di lahan gambut mulai menurun, BMKG segera melakukan modifikasi cuaca untuk menjaga kelembapan agar tidak mudah terbakar.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kemarau-ekstrem-2026-mengintai-bmkg-ungkap-ancaman-el-nino-dan-lonjakan-karhutla-hingga-20-kali-lipat">Kemarau Ekstrem 2026 Mengintai! BMKG Ungkap Ancaman El Nino dan Lonjakan Karhutla hingga 20 Kali Lipat</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Prediksi BMKG El Nino 2026: Musim Kemarau Diprediksi Lebih Kering dan Panjang, Wilayah Ini Sudah Terdampak</title>
		<link>https://www.seketika.com/prediksi-bmkg-el-nino-2026-musim-kemarau-diprediksi-lebih-kering-dan-panjang-wilayah-ini-sudah-terdampak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 02:35:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[El Nino]]></category>
		<category><![CDATA[ENSO]]></category>
		<category><![CDATA[IOD]]></category>
		<category><![CDATA[Kekeringan]]></category>
		<category><![CDATA[Musim Kemarau 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Musim Kemarau Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Prediksi Iklim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=35400</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/prediksi-bmkg-el-nino-2026-musim-kemarau-diprediksi-lebih-kering-dan-panjang-wilayah-ini-sudah-terdampak">Prediksi BMKG El Nino 2026: Musim Kemarau Diprediksi Lebih Kering dan Panjang, Wilayah Ini Sudah Terdampak</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Pasca Konferensi Pers untuk Prediksi Musim Kemarau dan Prediksi El Nino tanggal 4 Maret 2026 yang lalu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga akhir Maret 2026, sebanyak 7% Zona Musim (Z0M) di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Jumlah ini akan terus bertambah secara signifikan dengan sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada April, Mei, dan Juni 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa beberapa wilayah yang telah memasuki musim kemarau adalah sebagian kecil wilayah Aceh, sebagian kecil wilayah Sumatera Utara, sebagian kecil Riau, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Tenggara, sebagian kecil NTB, sebagian kecil NTT dan Maluku, serta sebagian kecil Papua Barat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“BMKG akan terus memantau perkembangan dinamika iklim global dan regional serta menyampaikan pembaruan informasi secara berkala. Masyarakat diharapkan terus mengikuti informasi resmi yang disampaikan BMKG melalui berbagai kanal komunikasi yang tersedia,” kata Faisal di Jakarta, Minggu (5/4).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan BMKG juga memprediksi peluang berkembangnya fenomena El Niño pada semester kedua tahun ini. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Hingga akhir Maret 2026, kondisi El Niño-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) terpantau masih berada pada fase Netral. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, pemodelan iklim menunjukkan bahwa ENSO dapat berkembang menjadi fase El Niño pada semester kedua tahun 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pada saat ini, prediksi BMKG untuk intensitas El Niño berada pada kategori lemah hingga moderat dengan peluang 50-80%, dan mencatat adanya kemungkinan kecil (kurang dari 20%) fenomena ini berkembang menjadi kategori kuat” ujarnya.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/prediksi-bmkg-el-nino-2026-musim-kemarau-diprediksi-lebih-kering-dan-panjang-wilayah-ini-sudah-terdampak">Prediksi BMKG El Nino 2026: Musim Kemarau Diprediksi Lebih Kering dan Panjang, Wilayah Ini Sudah Terdampak</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gempa Bumi M 5,2 Guncang Laut Maluku, Warga Diminta Waspada Gempa Bumi Susulan</title>
		<link>https://www.seketika.com/gempa-bumi-m-52-guncang-laut-maluku-warga-diminta-waspada-gempa-bumi-susulan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Apr 2026 02:11:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[berita terkini]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa 2026]]></category>
		<category><![CDATA[gempa bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa Bumi Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[info gempa]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Ternate]]></category>
		<category><![CDATA[Tsunami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=35372</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/gempa-bumi-m-52-guncang-laut-maluku-warga-diminta-waspada-gempa-bumi-susulan">Gempa Bumi M 5,2 Guncang Laut Maluku, Warga Diminta Waspada Gempa Bumi Susulan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Gempa bumi berkekuatan 5,2 Skala Richter mengguncang perairan 102 km Barat Laut Ternate, pada 03 April 2026 pukul 08:44 WIB, menurut data resmi dari BMKG. Gempa ini tercatat memiliki kedalaman 10 km dengan koordinat 1,00 LU – 126,47 BT.</p>



<p class="wp-block-paragraph">BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami, namun masyarakat dihimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gempa dirasakan di beberapa wilayah di Maluku Utara. Masyarakat diminta tidak panik, tetapi tetap mengikuti arahan keselamatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gempa bumi ini kemungkinan besar disebabkan oleh aktivitas tektonik di zona subduksi Laut Maluku, wilayah yang memang rawan gempa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">BMKG menyarankan agar warga tetap tenang dan jangan panik dan siapkan jalur evakuasi jika diperlukan serta waspadai gempa susulan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/gempa-bumi-m-52-guncang-laut-maluku-warga-diminta-waspada-gempa-bumi-susulan">Gempa Bumi M 5,2 Guncang Laut Maluku, Warga Diminta Waspada Gempa Bumi Susulan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gempa Hari Ini: M 7,3 Guncang Laut Tenggara Bitung, Getarannya Dirasakan Warga</title>
		<link>https://www.seketika.com/gempa-hari-ini-m-73-guncang-laut-tenggara-bitung-getarannya-dirasakan-warga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2026 02:29:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[3]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[gempa 2 April 2026]]></category>
		<category><![CDATA[gempa Bitung]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[gempa Sulawesi Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Info Gempa Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[magnitudo 7]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=35321</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/gempa-hari-ini-m-73-guncang-laut-tenggara-bitung-getarannya-dirasakan-warga">Gempa Hari Ini: M 7,3 Guncang Laut Tenggara Bitung, Getarannya Dirasakan Warga</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Bitung – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,3 mengguncang wilayah laut di tenggara Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4/2026) pagi. Peristiwa ini terjadi tepat pukul 05.48 WIB dan sempat dirasakan oleh masyarakat di sejumlah daerah sekitar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan data yang dihimpun, pusat gempa berada di laut dengan jarak sekitar 127 kilometer tenggara Bitung. Titik koordinat gempa tercatat pada 1,21 Lintang Utara dan 126,25 Bujur Timur, dengan kedalaman 18 kilometer.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Getaran gempa dilaporkan terasa oleh warga, meskipun hingga saat ini belum ada informasi resmi terkait potensi kerusakan maupun korban jiwa. Otoritas terkait masih terus melakukan pemantauan dan pengumpulan data lanjutan pasca kejadian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gempa diduga akibat aktivitas tektonik di wilayah tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Getaran dirasakan, namun dampak lanjutan masih dalam pemantauan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada, serta mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang untuk menghindari hoaks terkait gempa ini.</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/gempa-hari-ini-m-73-guncang-laut-tenggara-bitung-getarannya-dirasakan-warga">Gempa Hari Ini: M 7,3 Guncang Laut Tenggara Bitung, Getarannya Dirasakan Warga</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hujan Lebat Mengintai hingga Awal April 2026, BMKG Ungkap Wilayah Paling Terdampak</title>
		<link>https://www.seketika.com/hujan-lebat-mengintai-hingga-awal-april-2026-bmkg-ungkap-wilayah-paling-terdampak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 03:47:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Arus Balik Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[hujan lebat]]></category>
		<category><![CDATA[La Nina]]></category>
		<category><![CDATA[MJO]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan dini]]></category>
		<category><![CDATA[Prakiraan Cuaca]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=35187</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/hujan-lebat-mengintai-hingga-awal-april-2026-bmkg-ungkap-wilayah-paling-terdampak">Hujan Lebat Mengintai hingga Awal April 2026, BMKG Ungkap Wilayah Paling Terdampak</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Curah hujan tinggi diprakirakan masih akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hingga awal April 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mencatat sejumlah daerah mengalami hujan lebat dalam beberapa hari terakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prakirawan BMKG, Abdillah, pada Jumat (27/3/2026) melaporkan, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di berbagai wilayah Indonesia, juga mewarnai periode arus balik Lebaran pada 23–25 Maret 2026, dengan curah hujan tertinggi tercatat di Papua Tengah mencapai 119,2 mm per hari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan data pengamatan, hujan dengan intensitas signifikan juga terjadi di sejumlah wilayah lain, antara lain Papua 64,6 mm/hari, Jawa Tengah 63 mm/hari, Jawa Barat 53,8 mm/hari, Nusa Tenggara Timur 44,9 mm/hari, Jawa Timur 42 mm/hari, dan Lampung 36 mm/hari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi tersebut dipengaruhi oleh masih aktifnya gelombang Rossby ekuatorial dan Madden-Julian Oscillation (MJO) secara spasial di wilayah Indonesia bagian timur. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, adanya pola pertemuan dan perlambatan angin di beberapa wilayah, serta pemanasan kuat pada siang hari, turut mendukung pertumbuhan awan konvektif penyebab hujan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Khusus wilayah Jabodetabek, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga terpantau dalam beberapa hari terakhir. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Curah hujan tertinggi tercatat di Jakarta Utara sebesar 60 mm/hari, Jakarta Barat 54 mm/hari, Bogor 53,8 mm/hari, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur masing-masing 40 mm/hari, serta Jakarta Pusat 39 mm/hari.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/hujan-lebat-mengintai-hingga-awal-april-2026-bmkg-ungkap-wilayah-paling-terdampak">Hujan Lebat Mengintai hingga Awal April 2026, BMKG Ungkap Wilayah Paling Terdampak</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BMKG Ungkap Peta Hujan Akhir Maret 2026: Mayoritas Wilayah Diguyur Hujan Menengah</title>
		<link>https://www.seketika.com/bmkg-ungkap-peta-hujan-akhir-maret-2026-mayoritas-wilayah-diguyur-hujan-menengah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2026 02:01:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[hujan Maret 2026]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Musim Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan dini]]></category>
		<category><![CDATA[Prakiraan Cuaca]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=35107</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/bmkg-ungkap-peta-hujan-akhir-maret-2026-mayoritas-wilayah-diguyur-hujan-menengah">BMKG Ungkap Peta Hujan Akhir Maret 2026: Mayoritas Wilayah Diguyur Hujan Menengah</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan kategori menengah pada periode Dasarian III atau 21–31 Maret 2026. Meski demikian, tidak terdapat wilayah dengan potensi hujan ekstrem pada level peringatan tertinggi atau status awas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan informasi iklim dasarian yang dirilis BMKG, Rabu (25/3/2026), curah hujan dengan kriteria menengah (50–150 mm) diprediksi terjadi di berbagai wilayah. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebaran tersebut meliputi sebagian kecil Sumatra, sebagian besar Jawa dan Bali, serta sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sebagian kecil Nusa Tenggara Barat (NTB).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, hujan kategori menengah juga diprakirakan mengguyur sebagian wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan, sebagian besar wilayah Papua diprediksi mengalami curah hujan dalam kategori ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, untuk kategori hujan tinggi hingga sangat tinggi (>150 mm), BMKG mencatat potensi hanya terjadi di wilayah terbatas. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Di antaranya sebagian kecil NTT, sebagian kecil Sulawesi Selatan, serta sebagian kecil Papua bagian tengah.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/bmkg-ungkap-peta-hujan-akhir-maret-2026-mayoritas-wilayah-diguyur-hujan-menengah">BMKG Ungkap Peta Hujan Akhir Maret 2026: Mayoritas Wilayah Diguyur Hujan Menengah</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gempa Bumi Terkini Magnitudo 4,0 Guncang Lampung Barat, Pusat Gempa di Darat Kedalaman 2 Km</title>
		<link>https://www.seketika.com/gempa-bumi-terkini-magnitudo-40-guncang-lampung-barat-pusat-gempa-di-darat-kedalaman-2-km</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2026 08:02:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[gempa bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[gempa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[gempa lampung barat]]></category>
		<category><![CDATA[gempa sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa terkini]]></category>
		<category><![CDATA[info gempa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=34612</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/gempa-bumi-terkini-magnitudo-40-guncang-lampung-barat-pusat-gempa-di-darat-kedalaman-2-km">Gempa Bumi Terkini Magnitudo 4,0 Guncang Lampung Barat, Pusat Gempa di Darat Kedalaman 2 Km</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Gempa bumi dengan magnitudo 4,0 mengguncang wilayah Kabupaten Lampung Barat dan sekitarnya pada Sabtu (7/3/2026) siang. Getaran gempa terjadi pada pukul 13.42.03 WIB.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat sekitar 35 kilometer tenggara Lampung Barat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Koordinat gempa tercatat pada 5,25 Lintang Selatan dan 104,28 Bujur Timur dengan kedalaman hanya 2 kilometer di bawah permukaan tanah.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Detail Gempa</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Magnitudo: 4,0<br>Waktu: Sabtu, 7 Maret 2026 pukul 13.42.03 WIB<br>Lokasi: 5,25 LS – 104,28 BT<br>Pusat Gempa: Darat, 35 km tenggara Lampung Barat<br>Kedalaman: 2 km</p>



<p class="wp-block-paragraph">BMKG mengimbau masyarakat di sekitar wilayah Lampung Barat agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang dapat terjadi setelah gempa utama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski magnitudonya relatif kecil, gempa dengan kedalaman dangkal berpotensi terasa lebih kuat di sekitar pusat gempa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tetap mengikuti informasi resmi dari kanal komunikasi BMKG guna menghindari hoaks atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/gempa-bumi-terkini-magnitudo-40-guncang-lampung-barat-pusat-gempa-di-darat-kedalaman-2-km">Gempa Bumi Terkini Magnitudo 4,0 Guncang Lampung Barat, Pusat Gempa di Darat Kedalaman 2 Km</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
