<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>budaya Bali Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/budaya-bali/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/budaya-bali</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 01 Nov 2024 04:23:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>budaya Bali Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/budaya-bali</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Inisiasi Pariwisata Regeneratif: Wamenpar Ni Luh Puspa Apresiasi Samsara Living Museum di Bali</title>
		<link>https://www.seketika.com/inisiasi-pariwisata-regeneratif-wamenpar-ni-luh-puspa-apresiasi-samsara-living-museum-di-bali</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Nov 2024 17:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[budaya Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Karangasem]]></category>
		<category><![CDATA[Living Museum]]></category>
		<category><![CDATA[Ni Luh Puspa]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata Berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata Regeneratif]]></category>
		<category><![CDATA[Pemberdayaan Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Samsara Living Museum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=21225</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/inisiasi-pariwisata-regeneratif-wamenpar-ni-luh-puspa-apresiasi-samsara-living-museum-di-bali">Inisiasi Pariwisata Regeneratif: Wamenpar Ni Luh Puspa Apresiasi Samsara Living Museum di Bali</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, memberikan apresiasi kepada Ida Bagus Agung Gunartha, Pendiri Samsara Living Museum, atas inisiatifnya dalam mengembangkan prototipe pariwisata regeneratif berbasis budaya di Bali. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan distribusi pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Samsara Living Museum, yang terletak di Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Bali, menawarkan kesempatan bagi masyarakat dan wisatawan untuk memahami siklus kehidupan masyarakat Bali yang tetap terjaga keautentikannya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Ni Luh Puspa menyatakan bahwa inisiatif ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk melibatkan pemberdayaan masyarakat dan pelestarian budaya lokal di era modern.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Budaya Bali tidak boleh hilang di tengah modernitas. Kami berharap budaya ini terus berkembang. Konsep prototipe seperti ini harus terus dikembangkan dan diperluas,&#8221; ungkap Wamenpar Ni Luh Puspa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendiri Samsara Living Museum, Ida Bagus Agung Gunartha, menekankan perlunya pendekatan kreatif dalam pengembangan pariwisata di Kabupaten Karangasem, yang kaya akan tantangan. &#8220;Setiap aset di Karangasem memiliki nilai humanis dan spiritual yang autentik,&#8221; jelas Ida Bagus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konsep pariwisata regeneratif ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pariwisata di Kabupaten Karangasem dengan melibatkan aktivitas masyarakat Bali, seperti prosesi upacara adat dan kerajinan tangan. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/inisiasi-pariwisata-regeneratif-wamenpar-ni-luh-puspa-apresiasi-samsara-living-museum-di-bali">Inisiasi Pariwisata Regeneratif: Wamenpar Ni Luh Puspa Apresiasi Samsara Living Museum di Bali</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengalaman Budaya Bali untuk Delegasi Konferensi Pariwisata PBB</title>
		<link>https://www.seketika.com/pengalaman-budaya-bali-untuk-delegasi-konferensi-pariwisata-pbb</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 May 2024 03:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[ARMA Museum & Resort]]></category>
		<category><![CDATA[Asia]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Baparekraf]]></category>
		<category><![CDATA[budaya Bali]]></category>
		<category><![CDATA[delegasi]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenparekraf]]></category>
		<category><![CDATA[Konferensi Pariwisata PBB]]></category>
		<category><![CDATA[Pasifik]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan dalam pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi Bali]]></category>
		<category><![CDATA[tur budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=13759</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/pengalaman-budaya-bali-untuk-delegasi-konferensi-pariwisata-pbb">Pengalaman Budaya Bali untuk Delegasi Konferensi Pariwisata PBB</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Harapannya, para delegasi akan mempertimbangkan Indonesia, khususnya Bali telah menjadi top of mind mereka atau sebagai pilihan untuk bepergian&#8221;</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, ubud – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mempersembahkan pengalaman budaya Bali kepada delegasi Konferensi Regional Pariwisata PBB ke-2 tentang Pemberdayaan Perempuan dalam Pariwisata di Asia dan Pasifik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemenparekraf mengundang delegasi Konferensi Regional Pariwisata PBB ke-2 tentang Pemberdayaan Perempuan dalam Pariwisata di Asia dan Pasifik untuk mengikuti Tur Budaya dan Alam Interaktif di ARMA Museum &amp; Resort, Ubud, pada hari Sabtu (4/5/2024).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama tur ini, para peserta diajak untuk merasakan langsung keberagaman budaya dan tradisi Bali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka akan berkesempatan untuk menyaksikan dan mempelajari proses pembuatan serta penyusunan sesajen untuk ritual, proses pahat kayu, latihan menari, serta mengapresiasi lukisan dan karya seni yang menggambarkan nuansa Bali di museum tersebut. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, para peserta juga akan diajak untuk belajar memainkan gamelan dan memasak hidangan khas Pulau Dewata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ni Wayan Giri Adnyani, Sesmenparekraf/Sestama Baparekraf yang turut serta dalam tur ini, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan yang ideal untuk mempromosikan kekayaan lokal serta warisan budaya Indonesia, khususnya Bali.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/pengalaman-budaya-bali-untuk-delegasi-konferensi-pariwisata-pbb">Pengalaman Budaya Bali untuk Delegasi Konferensi Pariwisata PBB</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
