<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>cuaca Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/cuaca/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/cuaca</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 02 Jan 2026 13:08:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>cuaca Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/cuaca</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cuaca Ekstrem Masih Mengintai, Pemprov Sumbar Imbau Warga Waspada Awal 2026</title>
		<link>https://www.seketika.com/cuaca-ekstrem-masih-mengintai-pemprov-sumbar-imbau-warga-waspada-awal-2026</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2026 17:01:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Awal 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[mitigasi bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Sumbar Waspada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=32932</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/cuaca-ekstrem-masih-mengintai-pemprov-sumbar-imbau-warga-waspada-awal-2026">Cuaca Ekstrem Masih Mengintai, Pemprov Sumbar Imbau Warga Waspada Awal 2026</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Padang – Memasuki awal tahun 2026, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mengimbau seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di berbagai wilayah. Curah hujan yang relatif tinggi, ditambah kondisi geografis Sumbar yang didominasi perbukitan serta sungai-sungai pendek dan terjal, meningkatkan risiko banjir dan longsor.</p>



<p>Imbauan tersebut disampaikan dalam dialog interaktif bertema “Prediksi Cuaca Awal Tahun 2026 dan Mitigasinya” yang disiarkan melalui RRI Pro 1 Padang, Jumat (2/1/2026).</p>



<p>Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumbar, Erasukma Munaf, menjelaskan bahwa karakteristik wilayah Sumbar menjadikannya sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi. </p>



<p>Sungai-sungai yang pendek, berbatu, dan berlereng curam menyebabkan aliran air bergerak sangat cepat saat hujan deras mengguyur.</p>



<p>“Struktur wilayah kita ini bukit, sawah, dan sungai. Sungai kita pendek tapi terjal. Aliran yang muncul sekarang sejatinya adalah alur sungai lama. Alam sedang mengambil kembali miliknya,” ujar Erasukma.</p>



<p>Ia mengimbau masyarakat yang bermukim di bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dan berlangsung lama. </p>



<p>Dalam kondisi tertentu, warga diminta mempertimbangkan evakuasi sementara demi keselamatan jiwa.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/cuaca-ekstrem-masih-mengintai-pemprov-sumbar-imbau-warga-waspada-awal-2026">Cuaca Ekstrem Masih Mengintai, Pemprov Sumbar Imbau Warga Waspada Awal 2026</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemecatan Ratusan Peramal Cuaca NOAA: Gelombang Terbaru Pemotongan DOGE</title>
		<link>https://www.seketika.com/pemecatan-ratusan-peramal-cuaca-noaa-gelombang-terbaru-pemotongan-doge</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Feb 2025 20:14:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[bencana alam]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[Efisiensi Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Karyawan NOAA]]></category>
		<category><![CDATA[Keselamatan Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Meteorologi]]></category>
		<category><![CDATA[NOAA]]></category>
		<category><![CDATA[Pemecatan Pegawai]]></category>
		<category><![CDATA[Peramal Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[Prakiraan Cuaca]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=24675</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/pemecatan-ratusan-peramal-cuaca-noaa-gelombang-terbaru-pemotongan-doge">Pemecatan Ratusan Peramal Cuaca NOAA: Gelombang Terbaru Pemotongan DOGE</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Internasional – Pada Kamis lalu, ratusan karyawan Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA), termasuk peramal cuaca yang bekerja di Dinas Cuaca Nasional (NWS), diberhentikan dalam gelombang pemecatan besar-besaran. Pemecatan ini terjadi pada pegawai federal yang berstatus percobaan, dengan jumlah keseluruhan mencapai sekitar 1.300 orang, yang setara dengan 10% dari total tenaga kerja NOAA. </p>



<p>Langkah ini menimbulkan keprihatinan besar, terutama karena para ahli meteorologi yang diberhentikan memiliki peran krusial dalam memberikan prakiraan cuaca lokal dan peringatan bahaya yang sangat penting bagi keselamatan publik.</p>



<p>Pemecatan ini terjadi dalam dua tahap, yakni satu tahap yang melibatkan 500 karyawan dan tahap berikutnya dengan 800 karyawan. </p>



<p>Sebagian besar dari mereka adalah karyawan masa percobaan yang bekerja di Badan Cuaca Nasional, yang sehari-hari bertanggung jawab memberikan informasi cuaca yang dapat menyelamatkan nyawa dan harta benda. </p>



<p>Pemecatan ini menjadi sorotan publik setelah anggota parlemen seperti Grace Meng dan Jared Huffman menyampaikan kecaman mereka terhadap keputusan ini, yang dianggap tidak bijaksana dan berpotensi membahayakan keselamatan warga Amerika di masa depan.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/pemecatan-ratusan-peramal-cuaca-noaa-gelombang-terbaru-pemotongan-doge">Pemecatan Ratusan Peramal Cuaca NOAA: Gelombang Terbaru Pemotongan DOGE</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gelombang Panas Ekstrem di India Menelan 77 Korban Jiwa dan Memicu Kekhawatiran Besar</title>
		<link>https://www.seketika.com/gelombang-panas-ekstrem-di-india-menelan-77-korban-jiwa-dan-memicu-kekhawatiran-besar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jun 2024 09:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Gelombang Panas]]></category>
		<category><![CDATA[India]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=15266</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/gelombang-panas-ekstrem-di-india-menelan-77-korban-jiwa-dan-memicu-kekhawatiran-besar">Gelombang Panas Ekstrem di India Menelan 77 Korban Jiwa dan Memicu Kekhawatiran Besar</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Jakarta – Gelombang panas ekstrem yang melanda India dalam beberapa pekan terakhir telah mengakibatkan 77 orang meninggal dunia dan menimbulkan kekhawatiran besar di tengah musim panas yang terik. Suhu di beberapa wilayah bahkan mencapai 52,9 derajat Celcius, menjadikannya salah satu yang tertinggi yang pernah tercatat di negara ini.</p>



<p>Gelombang panas ini telah melanda berbagai wilayah di India, termasuk ibu kota New Delhi dan negara bagian Rajasthan. Daerah yang paling parah terkena dampak adalah Rajasthan, Gujarat, dan Madhya Pradesh. Di Rajasthan, 41 orang telah meninggal dunia akibat sengatan panas, sementara di Gujarat dan Madhya Pradesh masing-masing tercatat 23 dan 13 korban jiwa.</p>



<p>Dampak dari gelombang panas ekstrem ini sangat dahsyat, mencakup gagal panen, kesulitan bekerja, penutupan sekolah, dan masalah kesehatan yang serius. Pemerintah India telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi situasi ini, seperti membuka tempat-tempat penampungan darurat dan mendistribusikan air minum kepada masyarakat yang terkena dampak. Namun, banyak pihak yang menilai bahwa upaya tersebut masih belum memadai untuk menangani krisis kemanusiaan ini.</p>



<p>Gelombang panas di India ini merupakan salah satu contoh nyata dari dampak perubahan iklim. Kenaikan suhu global telah menyebabkan cuaca ekstrem seperti gelombang panas menjadi lebih sering dan parah, dengan konsekuensi yang fatal bagi manusia dan lingkungan.</p>



<p>Pemerintah India telah membuka beberapa tempat penampungan darurat dan mendistribusikan air minum kepada masyarakat yang terkena dampak. Namun, kritik muncul mengenai ketidakcukupan langkah-langkah ini dalam menghadapi krisis yang semakin parah. Banyak yang berpendapat bahwa diperlukan tindakan yang lebih komprehensif dan terkoordinasi untuk mengurangi dampak dari gelombang panas ini.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/gelombang-panas-ekstrem-di-india-menelan-77-korban-jiwa-dan-memicu-kekhawatiran-besar">Gelombang Panas Ekstrem di India Menelan 77 Korban Jiwa dan Memicu Kekhawatiran Besar</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
