<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Desa Adat Kemiren Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/desa-adat-kemiren/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/desa-adat-kemiren</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Nov 2023 03:34:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>Desa Adat Kemiren Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/desa-adat-kemiren</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ngopi Sepuluh Ewu, Sekali Seduh Kita Bersaudara</title>
		<link>https://www.seketika.com/ngopi-sepuluh-ewu-sekali-seduh-kita-bersaudara</link>
					<comments>https://www.seketika.com/ngopi-sepuluh-ewu-sekali-seduh-kita-bersaudara#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Nov 2023 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Adat Kemiren]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Ngopi Sepuluh Ewu]]></category>
		<category><![CDATA[Irlandia]]></category>
		<category><![CDATA[Kopi]]></category>
		<category><![CDATA[Ngopi Sepuluh Ewu]]></category>
		<category><![CDATA[pakaian adat Osing]]></category>
		<category><![CDATA[Patrick O’Brien]]></category>
		<category><![CDATA[sak corot dadi seduluran]]></category>
		<category><![CDATA[suku Osing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=4021</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/ngopi-sepuluh-ewu-sekali-seduh-kita-bersaudara">Ngopi Sepuluh Ewu, Sekali Seduh Kita Bersaudara</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Kopinya gratis, kami hanya meminta pengunjung cukup membayar makanan saja sebagai ganti bahan saja. Ini adalah filosofi kami; lungguh, gupuh, dan suguh. Kalau ada tamu kami mempersilakan duduk (lungguh), menyiapkan dan menyuguhkan makanan (gupuh dan suhuh),”</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Banyuwangi – Ribuan orang memadati jalan utama Desa Kemiren untuk menikmati kopi yang disuguhkan masyarakat <a href="https://www.seketika.com/?s=suku+Osing&amp;post_type%5B%5D=post">suku Osing</a>, dalam tradisi <a href="https://www.seketika.com/?s=Ngopi+Sepuluh+Ewu&amp;post_type%5B%5D=post">Ngopi Sepuluh Ewu</a>, di Desa Adat Kemiren Banyuwangi, Sabtu malam (4/11/2023). Menariknya, sajian kopi tergelar di setiap halaman rumah warga Desa Kemiren sepanjang 2 Km.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sepanjang jalan dengan mengenakan pakaian adat Osing, warga desa menyuguhkan kopi kepada para tamu dengan menggunakan cangkir khusus yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Kopi yang disajikan beragam, mulai dari arabika, robusta, hingga house blend. Disajikan pula beragaman jajanan tradisional untuk menemani nyruput kopi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Festival ini juga memiliki filosofi &#8220;sak corot dadi seduluran&#8221;, yang artinya sekali seduh kita bersaudara. Dengan ngopi bersama, warga desa merekatkan tali persaudaraan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tradisi yang masuk rangkaian Banyuwangi Festival itu bukan sekadar acara minum kopi bersama, melainkan pertunjukan budaya yang menggambarkan keramahan dan kemurahan hati warga Osing. Pengunjung yang hadir diajak minum kopi sambil lesehan ataupun duduk di teras halaman yang disulap menjadi ruang tamu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kopinya gratis, kami hanya meminta pengunjung cukup membayar makanan saja sebagai ganti bahan saja. Ini adalah filosofi kami; lungguh, gupuh, dan suguh. Kalau ada tamu kami mempersilakan duduk (lungguh), menyiapkan dan menyuguhkan makanan (gupuh dan suhuh),” kata Ahmad, salah seorang warga setempat.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/ngopi-sepuluh-ewu-sekali-seduh-kita-bersaudara">Ngopi Sepuluh Ewu, Sekali Seduh Kita Bersaudara</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.seketika.com/ngopi-sepuluh-ewu-sekali-seduh-kita-bersaudara/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
