<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Explainable AI Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/explainable-ai/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/explainable-ai</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Aug 2024 04:42:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>Explainable AI Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/explainable-ai</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Terungkap! Ini Alasan Mengejutkan Mengapa Kecerdasan Buatan Tak Selalu Bisa Diandalkan dalam Dunia Medis</title>
		<link>https://www.seketika.com/terungkap-ini-alasan-mengejutkan-mengapa-kecerdasan-buatan-tak-selalu-bisa-diandalkan-dalam-dunia-medis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Aug 2024 03:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[AI]]></category>
		<category><![CDATA[Diagnosis Medis]]></category>
		<category><![CDATA[Explainable AI]]></category>
		<category><![CDATA[Integrasi AI]]></category>
		<category><![CDATA[Kecerdasan Buatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kognitif AI]]></category>
		<category><![CDATA[Kukuh Setyo Pambudi]]></category>
		<category><![CDATA[Medis]]></category>
		<category><![CDATA[Perawatan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Radiologi]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Medis]]></category>
		<category><![CDATA[The Lancet 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=18433</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/terungkap-ini-alasan-mengejutkan-mengapa-kecerdasan-buatan-tak-selalu-bisa-diandalkan-dalam-dunia-medis">Terungkap! Ini Alasan Mengejutkan Mengapa Kecerdasan Buatan Tak Selalu Bisa Diandalkan dalam Dunia Medis</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Teknologi – Kecerdasan buatan (AI) semakin banyak digunakan dalam dunia medis, terutama dalam bidang radiologi. Namun, meskipun teknologi ini berkembang pesat, tantangan besar masih ada: bagaimana AI dan dokter dapat bekerja sama secara efektif untuk memberikan diagnosis yang tepat dan perawatan terbaik bagi pasien? </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebuah temuan yang dimuat dalam jurnal The Lancet pada tahun 2024 menjelaskan mengapa memahami cara kerja pikiran dokter sangat penting dalam integrasi AI di dunia medis.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Mengapa Dokter dan AI &#8220;Berpikir&#8221; dengan Cara yang Berbeda?</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam dunia medis, dokter sering kali membuat keputusan berdasarkan pengalaman dan intuisi yang mereka kembangkan selama bertahun-tahun. Mereka menggunakan &#8220;petunjuk&#8221; atau isyarat dari lingkungan klinis, seperti gejala pasien atau hasil tes tertentu, untuk membuat diagnosis. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Proses ini disebut <em>cue utilization</em>—di mana dokter menyaring informasi yang tidak relevan dan fokus pada aspek paling penting yang dapat membantu mereka membuat keputusan cepat dan akurat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebaliknya, AI bekerja dengan cara yang sangat berbeda. AI didesain untuk menganalisis sejumlah besar data dan menemukan pola yang mungkin tidak terlihat oleh manusia. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, karena AI tidak &#8220;mengerti&#8221; konteks klinis seperti dokter, ia cenderung menggunakan semua informasi yang tersedia, bahkan yang tidak relevan dengan situasi medis yang sebenarnya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Proses ini dikenal sebagai debounding, yang berarti AI cenderung terlepas dari konteks klinis yang sering kali menjadi kunci dalam pengambilan keputusan dokter.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/terungkap-ini-alasan-mengejutkan-mengapa-kecerdasan-buatan-tak-selalu-bisa-diandalkan-dalam-dunia-medis">Terungkap! Ini Alasan Mengejutkan Mengapa Kecerdasan Buatan Tak Selalu Bisa Diandalkan dalam Dunia Medis</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
