<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gender Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/gender/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/gender</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 Feb 2025 01:55:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>Gender Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/gender</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Imam Masjid yang Terang-terang Ngaku Gay Tewas Ditembak OTK</title>
		<link>https://www.seketika.com/imam-masjid-yang-terang-terang-ngaku-gay-tewas-ditembak-otk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Feb 2025 13:52:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Gay]]></category>
		<category><![CDATA[Gender]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Masjid]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=24420</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/imam-masjid-yang-terang-terang-ngaku-gay-tewas-ditembak-otk">Imam Masjid yang Terang-terang Ngaku Gay Tewas Ditembak OTK</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Kriminal &#8211; Imam Masjid yang secara blak-blakan mengaku gay, Muhsin Hendricks tewas ditembak di dalam mobil di Kota Gqeberha, Afrika Selatan, Sabtu (15/2) waktu setempat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam CCTV yang beredar viral di media sosial, terlihat mobil yang ditumpangi Hendricks dicegat oleh satu mobil lainnya. Kemudian, ada 2 pelaku yang keluar dari dalam mobil dan langsung melepaskan tembakan beberapa kali ke mobil Hendricks. Pria bertopeng tak dikenal tersebut lalu melarikan diri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peristiwa penembakan yang menewaskan Hendricks dikonfirmasi oleh Juru Bicara Kepolisian setempat. Motif pembunuhan hingga kini belum diketahui dan masih dalam penyelidikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Imam Muhsin Hendricks, yang diakui sebagai imam gay pertama di dunia, juga merupakan seorang aktivis LGBTQ+ dan pemimpin agama terkemuka, menghadapi pertentangan sepanjang kariernya karena mempromosikan interpretasi Islam yang inklusif. la juga mendirikan Masjid yang menampung para LGBTQ bernama Al-Ghurbaah di Wynberg, dekat kota Cape Town sebagai perlindungan mereka.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/imam-masjid-yang-terang-terang-ngaku-gay-tewas-ditembak-otk">Imam Masjid yang Terang-terang Ngaku Gay Tewas Ditembak OTK</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Memahami Bias Sosial dalam Bahasa: Mengapa Kita Cenderung Menyebut yang “Seperti Kita” Terlebih Dahulu?</title>
		<link>https://www.seketika.com/memahami-bias-sosial-dalam-bahasa-mengapa-kita-cenderung-menyebut-yang-seperti-kita-terlebih-dahulu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Aug 2024 06:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Bias Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Gender]]></category>
		<category><![CDATA[Kecerdasan Buatan]]></category>
		<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kukuh Setyo Pambudi]]></category>
		<category><![CDATA[Like Me Effect]]></category>
		<category><![CDATA[Nature Human Behaviour]]></category>
		<category><![CDATA[Penelitian Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Persepsi Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Ras]]></category>
		<category><![CDATA[UM]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=18121</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/memahami-bias-sosial-dalam-bahasa-mengapa-kita-cenderung-menyebut-yang-seperti-kita-terlebih-dahulu">Memahami Bias Sosial dalam Bahasa: Mengapa Kita Cenderung Menyebut yang “Seperti Kita” Terlebih Dahulu?</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Gaya Hidup – Bahasa adalah alat komunikasi yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Namun, tahukah Anda bahwa cara kita menggunakan bahasa sehari-hari dapat mencerminkan bias sosial, terutama terkait ras dan gender?. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Nature Human Behaviour mengungkapkan bahwa bias ini muncul secara otomatis ketika kita memproduksi bahasa. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Fenomena ini dikenal sebagai &#8220;like me&#8221; effect, di mana seseorang lebih cenderung menyebut orang yang mirip dengan dirinya terlebih dahulu dalam sebuah kalimat.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Apa Itu &#8220;Like Me&#8221; Effect?</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Like me&#8221; effect adalah kecenderungan manusia untuk menyebutkan orang yang memiliki karakteristik sosial yang sama dengan dirinya, seperti ras atau gender, di awal kalimat. Misalnya, ketika dua orang, satu pria dan satu wanita, berinteraksi dalam sebuah kejadian, seorang pria lebih cenderung untuk menyebut pria tersebut terlebih dahulu. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Begitu juga sebaliknya dengan wanita. Penelitian ini menunjukkan bahwa efek ini tidak hanya terjadi pada satu kelompok sosial saja, tetapi juga terlihat di berbagai kelompok demografis dan lintas bahasa, termasuk bahasa Inggris dan Mandarin.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Mengapa &#8220;Like Me&#8221; Effect Terjadi?</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Efek ini terjadi karena cara otak kita bekerja saat memproduksi bahasa. Proses ini bersifat inkremental, artinya kita tidak merencanakan seluruh kalimat secara utuh sebelum mengucapkannya. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/memahami-bias-sosial-dalam-bahasa-mengapa-kita-cenderung-menyebut-yang-seperti-kita-terlebih-dahulu">Memahami Bias Sosial dalam Bahasa: Mengapa Kita Cenderung Menyebut yang “Seperti Kita” Terlebih Dahulu?</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
