<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Google Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/google/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/google</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 May 2026 04:06:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>Google Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/google</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Google Storage 15GB Kini Berubah, Ini Syarat Baru untuk Pengguna</title>
		<link>https://www.seketika.com/google-storage-15gb-kini-berubah-ini-syarat-baru-untuk-pengguna</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 May 2026 04:06:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[AI Pro]]></category>
		<category><![CDATA[Cloud Storage]]></category>
		<category><![CDATA[gmail]]></category>
		<category><![CDATA[Gmail storage terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Google Drive]]></category>
		<category><![CDATA[Google Drive 5GB]]></category>
		<category><![CDATA[Penyimpanan Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Verifikasi Nomor]]></category>
		<category><![CDATA[verifikasi nomor telepon Google]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=36191</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/google-storage-15gb-kini-berubah-ini-syarat-baru-untuk-pengguna">Google Storage 15GB Kini Berubah, Ini Syarat Baru untuk Pengguna</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Teknologi – Google mulai mengubah kebijakan penyimpanan cloud gratis untuk akun baru. Jika sebelumnya setiap pengguna otomatis mendapat 15GB, kini sebagian pengguna hanya memperoleh 5GB kecuali menambahkan nomor telepon saat pendaftaran akun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perubahan ini mulai terlihat sejak Maret 2026 dan memicu perhatian pengguna Gmail, Google Drive, hingga Google Photos.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Google diam-diam mengubah sistem pembagian storage gratis untuk akun baru. Pengguna yang membuat akun tanpa menambahkan nomor telepon kini hanya mendapatkan kapasitas 5GB.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, kuota penuh 15GB tetap tersedia bagi pengguna yang melakukan verifikasi nomor telepon saat proses registrasi akun Google.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perubahan tersebut mulai terdeteksi sekitar 18 Maret 2026 setelah Google memperbarui halaman dukungannya. Kalimat yang sebelumnya menyebut “15GB gratis” kini berubah menjadi “hingga 15GB gratis”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kebijakan baru ini berdampak langsung pada pengguna Gmail, Google Drive, dan Google Photos karena seluruh layanan tersebut berbagi satu kapasitas penyimpanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan kuota hanya 5GB, ruang penyimpanan bisa lebih cepat penuh, terutama bagi pengguna yang sering menerima email besar atau menyimpan foto dan video di cloud.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/google-storage-15gb-kini-berubah-ini-syarat-baru-untuk-pengguna">Google Storage 15GB Kini Berubah, Ini Syarat Baru untuk Pengguna</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Google YouTube Ditegur Kemkomdigi, Ini Dampaknya bagi Pengguna Indonesia</title>
		<link>https://www.seketika.com/google-youtube-ditegur-kemkomdigi-ini-dampaknya-bagi-pengguna-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 23:47:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kemkomdigi]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Meta]]></category>
		<category><![CDATA[Perlindungan anak]]></category>
		<category><![CDATA[PP Tunas]]></category>
		<category><![CDATA[Regulasi Digital]]></category>
		<category><![CDATA[YouTube]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=35504</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/google-youtube-ditegur-kemkomdigi-ini-dampaknya-bagi-pengguna-indonesia">Google YouTube Ditegur Kemkomdigi, Ini Dampaknya bagi Pengguna Indonesia</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melayangkan surat teguran resmi kepada Google terkait platform digital YouTube yang dinilai belum memenuhi regulasi PP Tunas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan langkah tersebut diambil setelah hasil pemeriksaan menunjukkan adanya ketidakpatuhan dari pihak platform digital. </p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Jadi harus dibuka semua bahwa pemerintah memberikan catatan merah kepada pihak Google yang menaungi YouTube,&#8221; kata Meutya Hafid di Kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital pada 7 April 2026, YouTube belum memenuhi kewajiban kepatuhan serta belum menunjukkan iktikad untuk segera menyesuaikan dengan hukum yang berlaku di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Sehingga tidak ada pilihan, pemerintah tidak bisa memberi toleransi lagi untuk kemudian bergerak dari ranah pemeriksaan ke ranah sanksi. Sanksi yang kita jatuhkan hari ini, sesuai dengan surat yang dikeluarkan, adalah sanksi surat teguran kepada Google,&#8221; tegas Menkomdigi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meutya berharap, pemberian sanksi tersebut dapat mendorong perubahan sikap dan percepatan pemenuhan kewajiban oleh pihak Google. </p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami juga mengimbau kepada platform-platform lainnya untuk kemudian segera memberikan kepatuhan dan juga rencana implementasi aksi sebagaimana sudah kita sampaikan sebelumnya kepada para platform lainnya,&#8221; ujar dia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, ia meminta seluruh platform digital untuk segera melaporkan hasil asesmen profil risiko secara mandiri dalam waktu paling lama tiga bulan.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/google-youtube-ditegur-kemkomdigi-ini-dampaknya-bagi-pengguna-indonesia">Google YouTube Ditegur Kemkomdigi, Ini Dampaknya bagi Pengguna Indonesia</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Google Diam-Diam Upgrade Find Hub di Android, Fitur Baru Ini Bikin Lacak Perangkat Hilang Jauh Lebih Mudah</title>
		<link>https://www.seketika.com/google-diam-diam-upgrade-find-hub-di-android-fitur-baru-ini-bikin-lacak-perangkat-hilang-jauh-lebih-mudah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2026 04:08:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Android]]></category>
		<category><![CDATA[Find Hub]]></category>
		<category><![CDATA[gadget]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[google maps]]></category>
		<category><![CDATA[Pelacakan Perangkat]]></category>
		<category><![CDATA[Update Android]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=35291</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/google-diam-diam-upgrade-find-hub-di-android-fitur-baru-ini-bikin-lacak-perangkat-hilang-jauh-lebih-mudah">Google Diam-Diam Upgrade Find Hub di Android, Fitur Baru Ini Bikin Lacak Perangkat Hilang Jauh Lebih Mudah</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Teknologi – Google kembali menghadirkan inovasi pada ekosistem Android melalui pembaruan aplikasi Find Hub yang kini dilengkapi fitur lapisan peta baru untuk meningkatkan pengalaman pelacakan perangkat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pembaruan ini menambahkan tiga opsi tampilan peta baru, yakni satelit, medan, dan lalu lintas. Sebelumnya, Find Hub hanya menyediakan tampilan peta jalan standar yang terbatas dalam memberikan konteks visual.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fitur ini ditujukan bagi seluruh pengguna Android, khususnya mereka yang kerap menggunakan Find Hub untuk melacak perangkat, termasuk ponsel dan wearable.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengutip laporan 9to5Google, pembaruan ini mulai digulirkan secara bertahap melalui versi 3.1.485-2 dan diperkirakan akan tersedia luas dalam beberapa hari ke depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fitur dapat diakses langsung di tampilan peta utama aplikasi Find Hub pada perangkat Android setelah pembaruan aktif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penambahan lapisan peta membuat Find Hub semakin mendekati pengalaman yang ditawarkan Google Maps, sehingga pengguna mendapatkan informasi visual yang lebih kaya saat melacak perangkat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengguna cukup mengetuk tombol aksi mengambang (FAB) baru di pojok kanan atas layar peta. Menu pop-up kemudian akan menampilkan pilihan Default, Satelit, Medan, serta opsi detail peta untuk menampilkan lalu lintas.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/google-diam-diam-upgrade-find-hub-di-android-fitur-baru-ini-bikin-lacak-perangkat-hilang-jauh-lebih-mudah">Google Diam-Diam Upgrade Find Hub di Android, Fitur Baru Ini Bikin Lacak Perangkat Hilang Jauh Lebih Mudah</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Android 17 Resmi Hadirkan Fitur Handoff ala Apple! Google Tantang Ekosistem Apple dengan Kontinuitas Lintas Perangkat</title>
		<link>https://www.seketika.com/android-17-resmi-hadirkan-fitur-handoff-ala-apple-google-tantang-ekosistem-apple-dengan-kontinuitas-lintas-perangkat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Feb 2026 19:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[Android 17]]></category>
		<category><![CDATA[ChromeOS]]></category>
		<category><![CDATA[ekosistem Android]]></category>
		<category><![CDATA[fitur baru Android]]></category>
		<category><![CDATA[fitur handoff Android]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Pixel]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[update Android terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=34018</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/android-17-resmi-hadirkan-fitur-handoff-ala-apple-google-tantang-ekosistem-apple-dengan-kontinuitas-lintas-perangkat">Android 17 Resmi Hadirkan Fitur Handoff ala Apple! Google Tantang Ekosistem Apple dengan Kontinuitas Lintas Perangkat</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Teknologi – Google akhirnya menghadirkan fitur yang selama ini identik dengan ekosistem Apple ke perangkat Android. Lewat pembaruan Android 17, raksasa teknologi tersebut memperkenalkan sistem &#8220;handoff&#8221; lintas perangkat yang memungkinkan pengguna melanjutkan aktivitas aplikasi dari satu perangkat ke perangkat lain secara mulus bahkan hingga ke web.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah ini dinilai sebagai strategi besar Google untuk memperkuat ekosistem Android sekaligus menantang dominasi fitur Handoff milik Apple Inc..</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fitur handoff di Android 17 memungkinkan pengguna memindahkan aktivitas aplikasi secara real-time antar perangkat yang terhubung dengan akun Google yang sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Artinya, pengguna bisa:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Melanjutkan browsing produk dari ponsel ke tablet</li>
</ul>



<ul class="wp-block-list">
<li>Meneruskan penulisan dokumen di laptop</li>
</ul>



<ul class="wp-block-list">
<li>Membuka kembali percakapan pesan di perangkat berbeda</li>
</ul>



<ul class="wp-block-list">
<li>Bahkan melanjutkan sesi melalui browser web</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Sistem ini dirancang untuk bekerja lintas ponsel Android, tablet, Chromebook, hingga peramban berbasis akun Google.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/android-17-resmi-hadirkan-fitur-handoff-ala-apple-google-tantang-ekosistem-apple-dengan-kontinuitas-lintas-perangkat">Android 17 Resmi Hadirkan Fitur Handoff ala Apple! Google Tantang Ekosistem Apple dengan Kontinuitas Lintas Perangkat</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ancaman Meksiko ke Google Soal Nama &#8220;Teluk Amerika&#8221; yang Kontroversial</title>
		<link>https://www.seketika.com/ancaman-meksiko-ke-google-soal-nama-teluk-amerika-yang-kontroversial</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Feb 2025 19:38:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Claudia Sheinbaum]]></category>
		<category><![CDATA[donald trump]]></category>
		<category><![CDATA[Geopolitik]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[kedaulatan]]></category>
		<category><![CDATA[meksiko]]></category>
		<category><![CDATA[nama geografis]]></category>
		<category><![CDATA[peta digital]]></category>
		<category><![CDATA[Teluk Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Teluk Meksiko]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=24279</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/ancaman-meksiko-ke-google-soal-nama-teluk-amerika-yang-kontroversial">Ancaman Meksiko ke Google Soal Nama &#8220;Teluk Amerika&#8221; yang Kontroversial</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Internasional – Pemerintah Meksiko, yang dipimpin oleh Presiden Claudia Sheinbaum, telah menyampaikan pernyataan tegas mengenai penggunaan nama &#8220;Teluk Amerika&#8221; untuk wilayah yang secara internasional dikenal sebagai Teluk Meksiko. Sheinbaum mengungkapkan kemungkinan gugatan perdata terhadap Google jika perusahaan teknologi tersebut tetap mempertahankan penamaan yang dianggap kontroversial ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perubahan nama ini muncul setelah pernyataan dari mantan Presiden AS, Donald Trump, yang mengusulkan perubahan nama Teluk Meksiko menjadi &#8220;Teluk Amerika.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nama Teluk Meksiko, yang telah digunakan selama lebih dari 400 tahun, mendapat perhatian internasional menyusul perubahan ini. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Presiden Sheinbaum menegaskan bahwa Meksiko memiliki kedaulatan penuh atas landas kontinen di wilayah tersebut, yang sebagian besar terletak di bawah kendali negara tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meksiko sebelumnya telah mengirim surat kepada Google, menekankan bahwa perusahaan itu keliru dalam menggunakan nama &#8220;Teluk Amerika&#8221; dan mengingatkan bahwa nama &#8220;Teluk Meksiko&#8221; sudah diakui secara global, termasuk oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/ancaman-meksiko-ke-google-soal-nama-teluk-amerika-yang-kontroversial">Ancaman Meksiko ke Google Soal Nama &#8220;Teluk Amerika&#8221; yang Kontroversial</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apple Ganti Nama Teluk Meksiko Jadi Teluk Amerika, Ikuti Google dan Microsoft</title>
		<link>https://www.seketika.com/apple-ganti-nama-teluk-meksiko-jadi-teluk-amerika-ikuti-google-dan-microsoft</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Feb 2025 21:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[berita internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Bing]]></category>
		<category><![CDATA[donald trump]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Microsoft]]></category>
		<category><![CDATA[Pembaruan Peta Digital]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan nama geografis]]></category>
		<category><![CDATA[peta digital]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Informasi Nama Geografis]]></category>
		<category><![CDATA[Teluk Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Teluk Meksiko]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=24163</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/apple-ganti-nama-teluk-meksiko-jadi-teluk-amerika-ikuti-google-dan-microsoft">Apple Ganti Nama Teluk Meksiko Jadi Teluk Amerika, Ikuti Google dan Microsoft</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Internasional &#8211; Apple baru-baru ini mengganti nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika di peta mereka, setelah perintah resmi dari Presiden Donald Trump yang diumumkan melalui Sistem Informasi Nama Geografis AS. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Pembaruan ini dilakukan pada hari Selasa dan mengikuti langkah serupa yang diambil oleh Google sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada bulan lalu, Google mengumumkan bahwa mereka akan melakukan perubahan serupa setelah daftar resmi diperbarui. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam sebuah posting blog pada Minggu, Google mengungkapkan bahwa mereka telah mulai menerapkan perubahan tersebut. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengguna di AS akan melihat Teluk Amerika, sementara pengguna di Meksiko akan melihat Teluk Meksiko. Namun, kedua nama tersebut akan tetap terlihat oleh semua pengguna di seluruh dunia.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/apple-ganti-nama-teluk-meksiko-jadi-teluk-amerika-ikuti-google-dan-microsoft">Apple Ganti Nama Teluk Meksiko Jadi Teluk Amerika, Ikuti Google dan Microsoft</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Benarkah Google Search Mulai Ditinggalkan?</title>
		<link>https://www.seketika.com/benarkah-google-search-mulai-ditinggalkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jan 2025 06:33:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[mesin pencari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=23308</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/benarkah-google-search-mulai-ditinggalkan">Benarkah Google Search Mulai Ditinggalkan?</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Teknologi &#8211; Perkembangan teknologi terus mengubah cara orang mencari informasi. Google Search, yang selama bertahun-tahun menjadi andalan pencarian, kini mulai ditinggalkan oleh sejumlah pengguna. Salah satu penyebab utamanya adalah adopsi kecerdasan buatan (AI) generatif yang menawarkan pengalaman pencarian lebih interaktif dan personal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Platform berbasis AI seperti Perplexity dan ChatGPT milik OpenAI menjadi alternatif yang diminati oleh masyarakat. Teknologi ini memungkinkan pengguna mendapatkan jawaban secara langsung dan spesifik tanpa perlu menyaring berbagai link atau artikel.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, bukan hanya AI generatif yang mengguncang dominasi Google Search. Kehadiran aplikasi berbagi video, TikTok, juga memengaruhi kebiasaan pencarian, terutama di kalangan generasi muda. TikTok menawarkan pengalaman pencarian yang visual dan relevan, menjadikannya pilihan utama bagi Generasi Z (mereka yang lahir antara 1997 hingga 2012).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan laporan analis internet dari Bernstein Research, Mark Scmulik, banyak Gen Z yang lebih memilih mencari informasi melalui TikTok dibandingkan Google Search. Misalnya, mereka cenderung menggunakan TikTok untuk mencari rekomendasi hotel, restoran, atau tempat wisata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai langkah strategis, TikTok bahkan telah mengintegrasikan tautan pencarian ke Google Search sejak awal 2024. Pengujian ini menunjukkan potensi sinergi antara kedua platform, meskipun Google Search tetap menghadapi tantangan dalam mempertahankan relevansinya di era digital yang semakin visual dan berbasis AI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fenomena ini menegaskan bahwa preferensi pengguna dalam mencari informasi terus berkembang, dengan AI dan media sosial menjadi dua kekuatan utama yang membentuk pola baru tersebut. Google Search kini menghadapi tantangan besar untuk tetap relevan di tengah perubahan ini.</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/benarkah-google-search-mulai-ditinggalkan">Benarkah Google Search Mulai Ditinggalkan?</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Google Digugat Class Action Terkait Pengumpulan Data Pribadi</title>
		<link>https://www.seketika.com/google-digugat-class-action-terkait-pengumpulan-data-pribadi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jan 2025 07:49:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Class Action]]></category>
		<category><![CDATA[Data Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=23127</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/google-digugat-class-action-terkait-pengumpulan-data-pribadi">Google Digugat Class Action Terkait Pengumpulan Data Pribadi</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Teknologi &#8211; Google kembali menjadi sorotan terkait pengumpulan data pribadi pengguna. Sebuah gugatan class action menuduh raksasa teknologi ini diam-diam mengumpulkan data pribadi dari ponsel pengguna, baik perangkat Android maupun non-Android. Gugatan tersebut mengklaim bahwa tindakan Google melanggar undang-undang privasi California dengan menyadap dan menyimpan riwayat penjelajahan pengguna tanpa izin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam persidangan terbaru, Hakim Richard Seeborg dari pengadilan federal San Francisco menolak permintaan Google untuk membatalkan gugatan ini. Hakim menyebut bahwa tindakan Google bisa dianggap ofensif oleh pengguna, terutama karena adanya bukti komunikasi internal yang menunjukkan kekhawatiran karyawan terkait pengumpulan data tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hakim juga menyoroti bahwa Google tampaknya sengaja membuat ambigu perbedaan antara data yang dikumpulkan melalui akun Google dan data di luar akun. &#8220;Mengenai interpretasi Google atau penggugat yang berlaku adalah masalah fakta yang dapat diadili,&#8221; tulis Seeborg dalam keputusan 20 halaman yang dirilis pekan ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Google berdalih bahwa pengumpulan data telah melalui persetujuan pengguna yang diatur dalam syarat dan ketentuan layanan mereka. Perusahaan juga mengklaim bahwa fitur kontrol privasi sudah lama diterapkan untuk melindungi pengguna. &#8220;Kami akan terus mengajukan kasus kami ke pengadilan terhadap klaim yang jelas-jelas salah,&#8221; ujar perwakilan Google dalam sebuah pernyataan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, gugatan ini tidak berdiri sendiri. Pada Agustus lalu, pengadilan banding federal di San Francisco juga menghidupkan kembali kasus yang menuduh Google melacak pengguna browser Chrome meskipun mereka telah memilih untuk tidak menyinkronkan browser dengan akun Google. Empat bulan sebelumnya, Google setuju untuk menghancurkan miliaran catatan data sebagai bagian dari penyelesaian gugatan serupa, dengan nilai penyelesaian mencapai lebih dari $5 miliar atau setara Rp 81 triliun.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/google-digugat-class-action-terkait-pengumpulan-data-pribadi">Google Digugat Class Action Terkait Pengumpulan Data Pribadi</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Google dan Apple Kalah dalam Gugatan Melawan Uni Eropa</title>
		<link>https://www.seketika.com/google-dan-apple-kalah-dalam-gugatan-melawan-uni-eropa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Sep 2024 07:56:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Uni Eropa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=19216</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/google-dan-apple-kalah-dalam-gugatan-melawan-uni-eropa">Google dan Apple Kalah dalam Gugatan Melawan Uni Eropa</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, World – Raksasa teknologi dunia, Google dan Apple, mengalami kekalahan besar dalam kasus hukum mereka melawan Uni Eropa. Pada Selasa (10/9/2024), pengadilan tertinggi Uni Eropa menolak banding Google terhadap denda sebesar 2,4 miliar euro (Rp40,8 triliun) yang dijatuhkan oleh Komisi Eropa terkait pelanggaran aturan antitrust.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Denda ini diberikan setelah Google terbukti melanggar aturan dengan menyalahgunakan dominasinya di pasar melalui layanan Google Shopping, yang dianggap mengarahkan pengguna secara tidak adil ke layanan miliknya sendiri dibandingkan pesaing lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Apple juga gagal dalam upaya terakhirnya untuk menghindari pembayaran pajak sebesar 13 miliar euro (Rp221,1 triliun) kepada Irlandia. Kasus ini bermula dari tuduhan Komisi Eropa yang menyatakan bahwa Irlandia memberikan bantuan negara tidak sah kepada Apple melalui kesepakatan pajak yang menguntungkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keputusan pengadilan ini menandai kemenangan besar bagi Komisaris Eropa Margrethe Vestager, yang selama ini menjadi pengawas utama persaingan bisnis di Uni Eropa. Vestager menegaskan bahwa keputusan ini membuktikan bahwa bahkan perusahaan teknologi terbesar pun dapat dimintai pertanggungjawaban atas praktik bisnis mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kasus Google merupakan satu dari tiga kasus besar terkait antitrust yang dihadapi perusahaan tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2017, Google dijatuhi denda karena mengarahkan lalu lintas pengguna secara tidak adil ke layanan Google Shopping. Google menyatakan kekecewaannya atas keputusan ini, tetapi mengklaim telah melakukan penyesuaian yang diminta oleh Komisi Eropa dengan menawarkan daftar pencarian belanja kepada layanan perbandingan lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kelompok konsumen Eropa, BEUC, menyambut keputusan ini sebagai kemenangan penting bagi pasar digital yang lebih adil. Menurut Vestager, kasus Google Shopping merupakan langkah awal dalam upaya mengatur perusahaan-perusahaan digital besar.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/google-dan-apple-kalah-dalam-gugatan-melawan-uni-eropa">Google dan Apple Kalah dalam Gugatan Melawan Uni Eropa</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Google Perkenalkan Fitur Pelacak Maling Terbaru di Android</title>
		<link>https://www.seketika.com/google-perkenalkan-fitur-pelacak-maling-terbaru-di-android</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 May 2024 16:50:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Android]]></category>
		<category><![CDATA[Fitur Pelacak Maling]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=14640</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/google-perkenalkan-fitur-pelacak-maling-terbaru-di-android">Google Perkenalkan Fitur Pelacak Maling Terbaru di Android</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Jakarta – Google telah memperkenalkan fitur baru yang inovatif untuk meningkatkan keamanan pengguna ponsel Android mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fitur baru ini, yang disebut Theft Detection Look, menggunakan teknologi sensor dan kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi momen mencurigakan yang mengindikasikan upaya pencopetan atau jambret.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika Theft Detection Look mengenali situasi seperti pencopet merampas ponsel dari tangan pengguna atau mencuri ponsel dari atas meja, layar ponsel akan terkunci secara otomatis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tujuan dari fitur ini adalah untuk melindungi data yang tersimpan di dalam ponsel dari akses yang tidak sah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, Theft Detection Look juga akan aktif ketika ada upaya untuk memutuskan koneksi internet dari ponsel.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini dapat terjadi ketika pencuri mencoba mencegah pemilik ponsel mengaksesnya dari jarak jauh. Dengan adanya fitur ini, pengguna Android akan merasa lebih aman dan terlindungi dari ancaman pencurian ponsel.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fitur Theft Detection Look akan tersedia bagi pengguna Android pada versi Android 15 yang akan diluncurkan beberapa bulan mendatang. Google juga berencana untuk membuat fitur ini tersedia pada versi Android yang lebih lama dalam waktu yang akan datang.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/google-perkenalkan-fitur-pelacak-maling-terbaru-di-android">Google Perkenalkan Fitur Pelacak Maling Terbaru di Android</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
