<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hilal Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/hilal/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/hilal</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Mar 2026 03:08:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>Hilal Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/hilal</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>4 Negara MABIMS Lebaran Serentak, Indonesia Idulfitri 2026 Jatuh pada 21 Maret</title>
		<link>https://www.seketika.com/4-negara-mabims-lebaran-serentak-indonesia-idulfitri-2026-jatuh-pada-21-maret</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2026 03:08:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[1 Syawal 1447 H]]></category>
		<category><![CDATA[Hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Idulfitri 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Kalender Hijriah]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran Serentak]]></category>
		<category><![CDATA[MABIMS]]></category>
		<category><![CDATA[Sidang Isbat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=35025</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/4-negara-mabims-lebaran-serentak-indonesia-idulfitri-2026-jatuh-pada-21-maret">4 Negara MABIMS Lebaran Serentak, Indonesia Idulfitri 2026 Jatuh pada 21 Maret</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Negara anggota Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) kompak menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah bertepatan dengan Sabtu, 21 Maret 2026. </p>



<p class="wp-block-paragraph">“Negara-negara MABIMS, yaitu Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura, secara umum menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada tanggal yang sama, yaitu Sabtu, 21 Maret 2026,” ujar Dirjen Bimas Islam Abu usai Konferensi Pers Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H di Jakarta, Kamis (19/3/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menjelaskan, kesamaan penetapan dipengaruhi penggunaan kriteria visibilitas hilal yang sama, yaitu kriteria MABIMS dengan parameter tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Abu Rokhmad, data hisab yang dipaparkan dalam seminar posisi hilal menunjukkan bahwa pada 29 Ramadan 1447 H, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia berada pada kisaran 0 derajat 54 menit 27 detik (0,91 derajat) hingga 3 derajat 7 menit 52 detik (3,13 derajat), dengan sudut elongasi antara 4 derajat 32 menit 40 detik (4,54 derajat) hingga 6 derajat 6 menit 11 detik. (6,1 derajat).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menambahkan, meskipun sebagian wilayah telah memenuhi parameter tinggi hilal, secara keseluruhan kriteria visibilitas belum terpenuhi karena elongasi masih di bawah batas minimal. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan kondisi tersebut, secara astronomis hilal tidak memungkinkan untuk dirukyat. Hal ini terkonfirnasi dengan hasil rukyat yang melaporkan tidak melihat hilal di semua titik  pemantauan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasil hisab dan rukyat ini menjadi dasar penetapan awal Syawal dengan nenyempurnakan Ramadan menjadi 30 hari (istikmal)</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Karena hilal tidak memenuhi kriteria visibilitas dan tidak berhasil dirukyat, maka penetapan awal Syawal dilakukan dengan istikmal, sehingga jatuh pada 21 Maret 2026,” ujarnya.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/4-negara-mabims-lebaran-serentak-indonesia-idulfitri-2026-jatuh-pada-21-maret">4 Negara MABIMS Lebaran Serentak, Indonesia Idulfitri 2026 Jatuh pada 21 Maret</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lebaran 2026 Jatuh Kapan? Kemenag Tunggu Hasil Sidang Isbat, Ini lokasi Pemantauan Hilal</title>
		<link>https://www.seketika.com/lebaran-2026-jatuh-kapan-kemenag-tunggu-hasil-sidang-isbat-ini-lokasi-pemantauan-hilal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2026 01:38:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Awal Syawal]]></category>
		<category><![CDATA[Hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Idulfitri 1447 H]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan 2026]]></category>
		<category><![CDATA[rukyatul hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Sidang Isbat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=35003</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/lebaran-2026-jatuh-kapan-kemenag-tunggu-hasil-sidang-isbat-ini-lokasi-pemantauan-hilal">Lebaran 2026 Jatuh Kapan? Kemenag Tunggu Hasil Sidang Isbat, Ini lokasi Pemantauan Hilal</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat penetapan awal Syawal 1447 Hijriah pada 19 Maret 2026. Sidang ini dilaksanakan bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jalan M.H. Thamrin No. 6, Jakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sidang isbat akan dihadiri berbagai pihak, antara lain perwakilan duta besar negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, para pakar falak dari organisasi kemasyarakatan Islam, serta anggota Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menjelaskan, sidang isbat merupakan mekanisme pemerintah dalam menentukan awal bulan Hijriah, khususnya Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Seperti biasa, sidang isbat diawali dengan seminar pemaparan posisi hilal oleh Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama. Setelah itu dilanjutkan dengan sidang tertutup untuk membahas hasil rukyatulhilal yang masuk dari berbagai daerah, sebelum akhirnya diumumkan kepada masyarakat,” ujar Abu Rokhmad di Jakarta, Senin (16/3/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menjelaskan, berdasarkan perhitungan astronomi (hisab), pada hari rukyat atau 29 Ramadan 1447 H yang bertepatan dengan Kamis, 19 Maret 2026, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia berada di atas ufuk dengan kisaran antara 0°54’27’’ hingga 3°7’52’’. Sementara itu, sudut elongasi hilal berkisar antara 4°32’40’’ hingga 6°06’11’’.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, seluruh sistem hisab juga menunjukkan bahwa ijtimak menjelang Syawal 1447 H terjadi pada 19 Maret 2026 sekitar pukul 08.23 WIB. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski demikian, penentuan awal Syawal tetap menunggu hasil rukyatul hilal yang dilakukan di berbagai wilayah Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Penetapan awal Syawal 1447 H akan menunggu laporan hasil rukyatulhilal dari seluruh daerah yang kemudian dibahas dalam sidang isbat,” jelasnya.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/lebaran-2026-jatuh-kapan-kemenag-tunggu-hasil-sidang-isbat-ini-lokasi-pemantauan-hilal">Lebaran 2026 Jatuh Kapan? Kemenag Tunggu Hasil Sidang Isbat, Ini lokasi Pemantauan Hilal</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Resmi! Hasil Sidang Isbat Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026, Pemerintah Ajak Umat Jaga Persatuan</title>
		<link>https://www.seketika.com/resmi-hasil-sidang-isbat-tetapkan-1-ramadan-1447-h-jatuh-19-februari-2026-pemerintah-ajak-umat-jaga-persatuan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 05:00:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[1 Ramadan 1447 H]]></category>
		<category><![CDATA[Awal Ramadan 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Hasil Sidang Isbat]]></category>
		<category><![CDATA[Hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Hisab Rukyat]]></category>
		<category><![CDATA[Kalender Hijriah]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi VIII DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Sidang Isbat 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=34080</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/resmi-hasil-sidang-isbat-tetapkan-1-ramadan-1447-h-jatuh-19-februari-2026-pemerintah-ajak-umat-jaga-persatuan">Resmi! Hasil Sidang Isbat Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026, Pemerintah Ajak Umat Jaga Persatuan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Pemerintah resmi menetapkan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan ini diambil dalam Sidang Isbat yang digelar oleh Kementerian Agama bersama Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Selasa (17/2/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penetapan tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dalam konferensi pers usai sidang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Sidang Isbat menyepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026,” tegas Menag.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Nasaruddin, keputusan diambil melalui mekanisme yang telah digunakan selama bertahun-tahun, yakni menggabungkan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan langsung hilal).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan paparan Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia saat matahari terbenam masih berada di bawah ufuk, dengan ketinggian antara -2,41 derajat hingga -0,93 derajat. Sudut elongasi tercatat berkisar 0,94 derajat sampai 1,89 derajat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Angka tersebut belum memenuhi kriteria visibilitas hilal yang ditetapkan oleh MABIMS, yakni tinggi minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Secara astronomis hilal belum mungkin terlihat. Artinya, belum memenuhi kriteria imkan rukyat,” jelas Menag.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rukyat dilakukan di 96 titik pengamatan yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Hasilnya, tidak ada satu pun laporan hilal terlihat.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/resmi-hasil-sidang-isbat-tetapkan-1-ramadan-1447-h-jatuh-19-februari-2026-pemerintah-ajak-umat-jaga-persatuan">Resmi! Hasil Sidang Isbat Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026, Pemerintah Ajak Umat Jaga Persatuan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sidang Isbat Ramadan 1447 H Tetap Digelar! Menag Tegas: Posisi Hilal Masih Minus, Puasa Berpotensi Mundur?</title>
		<link>https://www.seketika.com/sidang-isbat-ramadan-1447-h-tetap-digelar-menag-tegas-posisi-hilal-masih-minus-puasa-berpotensi-mundur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2026 03:17:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[awal puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Imkanur Rukyat]]></category>
		<category><![CDATA[Kalender Hijriah]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[MABIMS]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasaruddin Umar]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan 1447 H]]></category>
		<category><![CDATA[Sidang Isbat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=34057</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/sidang-isbat-ramadan-1447-h-tetap-digelar-menag-tegas-posisi-hilal-masih-minus-puasa-berpotensi-mundur">Sidang Isbat Ramadan 1447 H Tetap Digelar! Menag Tegas: Posisi Hilal Masih Minus, Puasa Berpotensi Mundur?</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa sidang isbat tetap menjadi mekanisme resmi pemerintah dalam menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah. Hal ini disampaikan Menag dalam wawancara online bersama TVOne terkait dinamika penentuan awal puasa tahun ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menag menjelaskan, secara historis sidang isbat selalu menjadi rujukan bangsa Indonesia dalam menentukan awal Ramadan dan Idul Fitri. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam dua tahun terakhir memang terjadi dinamika perbedaan penentuan awal Ramadan di tengah masyarakat, namun Kemenag terus mencoba untuk mempertemukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau kita lihat sejarah bangsa Indonesia, memang sidang isbat selalu jadi faktor penentu lebaran dan puasa. Dalam dua tahun terakhir memang ada perkembangan dan perbedaan, tetapi kita berusaha menjadi media penyatu dalam penentuan hari penting keagamaan,” ujar Menag, Jakarta, Selasa (17/2/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menjelaskan bahwa perbedaan metode antara ormas Islam merupakan bagian dari khazanah fikih yang telah lama dikenal. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Muhammadiyah, misalnya, dulu menggunakan hisab sebagai penentu utama dan rukyat sebagai konfirmasi. Sementara ormas Islam lainnya menjadikan rukyat sebagai dasar utama dengan dukungan hisab.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kementerian Agama sebagai perwakilan pemerintah tentunya perlu konfirmasi secara langsung dengan melihat posisi hilal dan diputuskan melalui sidang isbat,” tegasnya. Tahun ini, pemantauan hilal dilakukan di 96 titik di seluruh Indonesia sebagai bagian dari ikhtiar ilmiah dan syar’i.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/sidang-isbat-ramadan-1447-h-tetap-digelar-menag-tegas-posisi-hilal-masih-minus-puasa-berpotensi-mundur">Sidang Isbat Ramadan 1447 H Tetap Digelar! Menag Tegas: Posisi Hilal Masih Minus, Puasa Berpotensi Mundur?</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tok! Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1446 Hijriah: Sabtu, 1 Maret 2025</title>
		<link>https://www.seketika.com/tok-pemerintah-tetapkan-1-ramadan-1446-hijriah-sabtu-1-maret-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Feb 2025 13:29:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[1 Ramadan 1446]]></category>
		<category><![CDATA[bulan Ramadan 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[MABIMS]]></category>
		<category><![CDATA[penetapan Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[perbedaan Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan 1446]]></category>
		<category><![CDATA[rukyah]]></category>
		<category><![CDATA[Sidang Isbat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=24662</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/tok-pemerintah-tetapkan-1-ramadan-1446-hijriah-sabtu-1-maret-2025">Tok! Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1446 Hijriah: Sabtu, 1 Maret 2025</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Sidang Isbat yang dipimpin oleh Menteri Agama, Nasarudin Umar, telah menetapkan bahwa 1 <a href="https://www.seketika.com/puasa-tanggal-berapa-jadwal-awal-puasa-2025-penetapan-ramadan-nu-dan-muhammadiyah" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Ramadan </a>1446 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 1 Maret 2025. Penetapan ini didasarkan pada hasil pemaparan Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama (Kemenag) serta laporan rukyatul hilal yang diterima dari berbagai titik di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sidang Isbat yang digelar pada Jumat, 27 Februari 2025, menyepakati keputusan ini setelah mempertimbangkan dua faktor utama. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertama, kriteria baru yang disepakati oleh Menteri Agama negara-negara anggota MABIMS, yakni hilal dengan tinggi minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua, laporan dari perukyah yang tersebar di 125 titik di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua, yang berhasil mengamati hilal. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini membuktikan bahwa secara astronomis, hilal sudah dapat dilihat dan menjadi dasar penetapan awal Ramadan.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/tok-pemerintah-tetapkan-1-ramadan-1446-hijriah-sabtu-1-maret-2025">Tok! Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1446 Hijriah: Sabtu, 1 Maret 2025</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa Itu Hilal, Pahami Pentingnya dalam Penentuan Awal Bulan Kalender Islam</title>
		<link>https://www.seketika.com/apa-itu-hilal-pahami-pentingnya-dalam-penentuan-awal-bulan-kalender-islam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Mar 2024 11:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Awal Bulan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kalender Hijriah]]></category>
		<category><![CDATA[Penentuan Awal Bulan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengamatan Hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Keagamaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=11023</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/apa-itu-hilal-pahami-pentingnya-dalam-penentuan-awal-bulan-kalender-islam">Apa Itu Hilal, Pahami Pentingnya dalam Penentuan Awal Bulan Kalender Islam</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Jakarta –&nbsp; Dalam kalender Islam, konsep Hilal memegang peranan penting dalam menentukan awal bulan baru. Hilal merujuk pada sabit bulan baru yang muncul setelah hilangnya bulan sabit sebelumnya. Pengamatan Hilal menjadi praktek yang penting dalam menetapkan awal bulan dalam kalender Hijriah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengamatan <a href="https://www.seketika.com/?s=+Hilal&amp;post_type%5B%5D=post">Hilal</a> tidak hanya memiliki implikasi astronomis, tetapi juga signifikan dalam konteks keagamaan dan sosial. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Di seluruh dunia, umat Islam mengandalkan pengamatan<a href="https://www.seketika.com/?s=+Hilal&amp;post_type%5B%5D=post"> Hilal</a> untuk memulai bulan Ramadan, bulan puasa yang penuh berkah, dan juga untuk menentukan awal perayaan Idul Fitri, yang menandai akhir bulan puasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam Islam, pengamatan <a href="https://www.seketika.com/?s=+Hilal&amp;post_type%5B%5D=post">Hilal</a> merupakan suatu ibadah yang dianjurkan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Rasulullah SAW pernah menganjurkan umatnya untuk mengamati <a href="https://www.seketika.com/?s=+Hilal&amp;post_type%5B%5D=post">Hilal</a> untuk menentukan awal bulan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Tradisi ini berlanjut hingga saat ini di mana umat Islam masih melaksanakan pengamatan <a href="https://www.seketika.com/?s=+Hilal&amp;post_type%5B%5D=post">Hilal</a> secara global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, pengamatan <a href="https://www.seketika.com/?s=+Hilal&amp;post_type%5B%5D=post">Hilal</a> juga melibatkan ilmu falak (astronomi Islam) yang memerlukan pengetahuan khusus dan teknologi modern. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/apa-itu-hilal-pahami-pentingnya-dalam-penentuan-awal-bulan-kalender-islam">Apa Itu Hilal, Pahami Pentingnya dalam Penentuan Awal Bulan Kalender Islam</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
