<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>identitas budaya Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/identitas-budaya/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/identitas-budaya</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 29 Jan 2025 04:06:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>identitas budaya Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/identitas-budaya</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mayoritas Warga Tionghoa di RI Tak Gunakan Nama Asli</title>
		<link>https://www.seketika.com/mayoritas-warga-tionghoa-di-ri-tak-gunakan-nama-asli</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jan 2025 05:42:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Abdurrahman Wahid]]></category>
		<category><![CDATA[diskriminasi]]></category>
		<category><![CDATA[identitas budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Imlek]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kebebasan berbudaya]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan rasialis]]></category>
		<category><![CDATA[Orde Baru]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Tionghoa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=23638</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/mayoritas-warga-tionghoa-di-ri-tak-gunakan-nama-asli">Mayoritas Warga Tionghoa di RI Tak Gunakan Nama Asli</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>,&nbsp;Jakarta &#8211; Mayoritas warga Tionghoa di Indonesia kini lebih dikenal dengan nama khas Indonesia yang berbau Jawa, seperti Budi Hartono atau Djoko Susanto. Namun, di balik nama-nama tersebut, ada sejarah panjang yang mengungkapkan perjuangan mereka menghadapi diskriminasi di era Orde Baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Banyak warga Tionghoa yang lahir sebelum tahun 2000 lebih memilih menggunakan nama Indonesia daripada nama Tionghoa asli mereka. Contohnya adalah Sudono Salim, pendiri Indomie, yang memiliki nama asli Liem Sioe Liong, atau Djoko Susanto, bos Alfamart, yang lahir dengan nama Kwok Kie Fo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah ini tidak dilakukan tanpa alasan. Kebijakan rasialis pemerintah di bawah Presiden Soeharto menjadi pemicu utama. Seperti dijelaskan oleh Amy Freedman dalam bukunya Political Institutions and Ethnic Chinese Identity in Indonesia (2010), Soeharto mendorong asimilasi warga Tionghoa untuk menghilangkan identitas mereka sebagai &#8220;bukan pribumi&#8221;.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada tahun 1967, Presiden Soeharto mengeluarkan Keputusan Presiden No. 240 Tahun 1967 yang mengharuskan warga keturunan asing, termasuk etnis Tionghoa, mengganti nama mereka dengan nama Indonesia. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menghapus identitas Tionghoa di Indonesia, yang saat itu dipandang negatif karena sentimen anti-komunisme dan hubungan dengan China.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, Instruksi Presiden No. 14 Tahun 1967 juga membatasi kebudayaan Tionghoa, termasuk bahasa Mandarin, perayaan Tahun Baru Imlek, hingga berbagai bentuk ekspresi budaya lainnya. Kebijakan ini tidak hanya melanggar hak asasi manusia, tetapi juga menghapus jejak kebudayaan Tionghoa yang telah menjadi bagian dari sejarah Indonesia.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/mayoritas-warga-tionghoa-di-ri-tak-gunakan-nama-asli">Mayoritas Warga Tionghoa di RI Tak Gunakan Nama Asli</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Promosi Kuliner Pecak dan Energi Listrik, Benyamin: Kunci Pengembangan Kekhasan Tangerang Selatan</title>
		<link>https://www.seketika.com/promosi-kuliner-pecak-dan-energi-listrik-benyamin-kunci-pengembangan-kekhasan-tangerang-selatan</link>
					<comments>https://www.seketika.com/promosi-kuliner-pecak-dan-energi-listrik-benyamin-kunci-pengembangan-kekhasan-tangerang-selatan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Mar 2024 12:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Benyamin Davnie]]></category>
		<category><![CDATA[daya tarik wisata]]></category>
		<category><![CDATA[energi listrik]]></category>
		<category><![CDATA[identitas budaya]]></category>
		<category><![CDATA[kekhasan kota]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner Pecak]]></category>
		<category><![CDATA[Pecak]]></category>
		<category><![CDATA[perlombaan memasak]]></category>
		<category><![CDATA[Pertumbuhan bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Perusahaan Listrik Negara]]></category>
		<category><![CDATA[promosi kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Tangerang Selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=10767</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/promosi-kuliner-pecak-dan-energi-listrik-benyamin-kunci-pengembangan-kekhasan-tangerang-selatan">Promosi Kuliner Pecak dan Energi Listrik, Benyamin: Kunci Pengembangan Kekhasan Tangerang Selatan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Bumbu Pecak dapat digunakan untuk berbagai jenis makanan, tidak hanya untuk ikan. Mulai dari ayam, tempe, tahu, hingga oncom,&#8221;</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Tangerang Selatan – Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menekankan pentingnya pengembangan kekhasan kota, terutama dalam bidang kuliner, sebagai upaya untuk meningkatkan daya tarik kota baru tersebut. Salah satu langkah yang diambil adalah memperkenalkan kuliner Pecak kepada masyarakat secara lebih luas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pernyataan ini disampaikan oleh Wali Kota saat meresmikan perlombaan memasak Pecak Nila yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam Electrifying Lifestyle Vaganza yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan, di Gerai Lengkong, pada hari Selasa (05/04/2024).</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Jadi sebagai daerah otonom baru kita belum punya sebuah ikon yang dikenal luas lebih publik, pecak salah satunya yang sedang kita galakkan dan digemari oleh lapisan masyarakat,&#8221; ujar Benyamin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, dalam acara ini, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berkolaborasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk mensosialisasikan penggunaan energi listrik. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, alat masak yang digunakan dalam perlombaan juga menggunakan energi listrik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain mempromosikan Pecak, Benyamin juga menyoroti pentingnya pengenalan sayur besan kepada masyarakat sebagai bagian dari identitas kuliner kota tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Jadi orang Betawi itu kalo besanan, negebesan itu banyak bawaannya dan salah satunya sayur tersebut,&#8221; tambahnya.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/promosi-kuliner-pecak-dan-energi-listrik-benyamin-kunci-pengembangan-kekhasan-tangerang-selatan">Promosi Kuliner Pecak dan Energi Listrik, Benyamin: Kunci Pengembangan Kekhasan Tangerang Selatan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.seketika.com/promosi-kuliner-pecak-dan-energi-listrik-benyamin-kunci-pengembangan-kekhasan-tangerang-selatan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
