<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Imunisasi kejar Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/imunisasi-kejar/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/imunisasi-kejar</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Mar 2026 05:55:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>Imunisasi kejar Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/imunisasi-kejar</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jelang Mudik Lebaran, Kasus Campak Tembus 10 Ribu! Kemenkes Ingatkan Risiko Penularan di Kerumunan</title>
		<link>https://www.seketika.com/jelang-mudik-lebaran-kasus-campak-tembus-10-ribu-kemenkes-ingatkan-risiko-penularan-di-kerumunan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2026 05:55:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Campak]]></category>
		<category><![CDATA[campak 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Imunisasi anak]]></category>
		<category><![CDATA[Imunisasi kejar]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi MR]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkes RI]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan anak]]></category>
		<category><![CDATA[KLB campak]]></category>
		<category><![CDATA[mudik lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[wabah campak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=34624</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/jelang-mudik-lebaran-kasus-campak-tembus-10-ribu-kemenkes-ingatkan-risiko-penularan-di-kerumunan">Jelang Mudik Lebaran, Kasus Campak Tembus 10 Ribu! Kemenkes Ingatkan Risiko Penularan di Kerumunan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Kementerian Kesehatan RI mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak menjelang periode mudik dan libur Lebaran. Mobilitas masyarakat yang meningkat dan potensi kerumunan dinilai dapat memperbesar risiko penularan penyakit menular, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.</p>



<p>Hingga minggu ke-8 tahun 2026, tercatat 10.453 suspek campak dengan 8.372 kasus dan 6 kematian. Selain itu, terdapat 45 kejadian luar biasa (KLB) campak di 29 kabupaten/kota pada 11 provinsi, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.</p>



<p>Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Andi Saguni, menyampaikan bahwa tren kasus campak sempat meningkat pada Januari 2026, namun mulai menunjukkan penurunan sepanjang Februari.</p>



<p>“Tren kasus suspek campak meningkat pada Januari dan mulai menurun sepanjang Februari 2026. Hingga minggu ke-8 tahun ini tercatat lebih dari sepuluh ribu suspek campak. Pemerintah terus melakukan respons cepat untuk mencegah penularan yang lebih luas,” ujar dr. Andi Saguni dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara daring, pada Jumat (6/3).</p>



<p>Meski tren mulai menurun, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan menjelang libur panjang Lebaran karena mobilitas masyarakat dan aktivitas berkumpul dapat meningkatkan risiko penularan.</p>



<p>“Menjelang mudik Lebaran, mobilitas masyarakat akan meningkat dan potensi kerumunan lebih besar. Karena itu masyarakat perlu tetap waspada terhadap penularan campak, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap,” tambahnya.</p>



<p>Sebagai langkah pengendalian, Kementerian Kesehatan mempercepat pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) dan Catch Up Campaign (imunisasi kejar) campak-rubella (MR) di wilayah terdampak maupun wilayah berisiko. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/jelang-mudik-lebaran-kasus-campak-tembus-10-ribu-kemenkes-ingatkan-risiko-penularan-di-kerumunan">Jelang Mudik Lebaran, Kasus Campak Tembus 10 Ribu! Kemenkes Ingatkan Risiko Penularan di Kerumunan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Pelaksanaan Imunisasi Kejar dan Keamanannya Menurut Ahli Kesehatan</title>
		<link>https://www.seketika.com/pentingnya-pelaksanaan-imunisasi-kejar-dan-keamanannya-menurut-ahli-kesehatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Mar 2024 03:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Imunisasi anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[Imunisasi kejar]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[KIPI]]></category>
		<category><![CDATA[Komite Nasional Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pelaksanaan imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Profesor Hartono Gunardi]]></category>
		<category><![CDATA[Suntikan ganda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=11589</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/pentingnya-pelaksanaan-imunisasi-kejar-dan-keamanannya-menurut-ahli-kesehatan">Pentingnya Pelaksanaan Imunisasi Kejar dan Keamanannya Menurut Ahli Kesehatan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>“Kita telah melakukan imunisasi, bukan lagi ribuan atau puluhan ribu, tapi jutaan, tingkat pelaporan efeknya masih rendah dibanding negara lain. Artinya, imunisasi itu aman,”</p>
</blockquote>



<p><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Jakarta – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Profesor Hartono Gunardi, menyoroti pentingnya pelaksanaan <a href="https://www.seketika.com/?s=imunisasi+kejar&amp;post_type%5B%5D=post">imunisasi kejar</a> sebagai pelengkap bagi imunisasi tertunda pada anak-anak.</p>



<p>Pelaksanaan <a href="https://www.seketika.com/?s=imunisasi+kejar&amp;post_type%5B%5D=post">imunisasi kejar</a> dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu memberikan imunisasi tanpa mengulang dari awal atau menerapkan program suntikan ganda yang telah terbukti aman dan efektif.</p>



<p>“Tidak ada imunisasi yang hangus, jadi yang belum dapat tinggal dilanjutkan saja,” ujar Profesor Hartono melalui pernyataan resminya pada hari Selasa, tanggal 19 Maret 2024.</p>



<p>Ketua Komite Nasional Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI), Profesor Hindra Irawan Satari, menegaskan bahwa Indonesia telah mengakumulasi pengalaman yang luas dalam menjalankan program <a href="https://www.seketika.com/?s=imunisasi&amp;post_type%5B%5D=post">imunisasi</a> pada anak-anak, yaitu dengan memberikan 450 juta suntikan <a href="https://www.seketika.com/?s=imunisasi&amp;post_type%5B%5D=post">imunisasi</a> kepada lima juta anak yang lahir setiap tahunnya.</p>



<p>“Kita telah melakukan <a href="https://www.seketika.com/?s=imunisasi&amp;post_type%5B%5D=post">imunisasi</a>, bukan lagi ribuan atau puluhan ribu, tapi jutaan, tingkat pelaporan efeknya masih rendah dibanding negara lain. Artinya, <a href="https://www.seketika.com/?s=imunisasi&amp;post_type%5B%5D=post">imunisasi</a> itu aman,” ujar Profesor Hindra.</p>



<p>Selain itu, ia juga menekankan bahwa keamanan ini berlaku tidak hanya pada suntikan tunggal tetapi juga pada suntikan ganda. </p>



<p>Berbagai penelitian juga telah menunjukkan bahwa tidak ada peningkatan yang signifikan dalam angka kejadian KIPI atau reaksi samping pasca-imunisasi.</p>



<p>“KIPI memang ada, ada yang serius ada juga yang ringan tapi jumlahnya sangat rendah,” tambah Profesor Hindra.</p>



<p class="has-text-color has-link-color has-small-font-size wp-elements-f09fc8ad2d5bf46f8864fdf82b65a71f" style="color:#eae4e4">(infopublik)</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/pentingnya-pelaksanaan-imunisasi-kejar-dan-keamanannya-menurut-ahli-kesehatan">Pentingnya Pelaksanaan Imunisasi Kejar dan Keamanannya Menurut Ahli Kesehatan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
