<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Karakter Bangsa Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/karakter-bangsa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/karakter-bangsa</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Apr 2026 00:34:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>Karakter Bangsa Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/karakter-bangsa</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Prabowo Tegaskan Pencak Silat Bukan Sekadar Bela Diri: Ini Kunci Jati Diri Bangsa Indonesia</title>
		<link>https://www.seketika.com/prabowo-tegaskan-pencak-silat-bukan-sekadar-bela-diri-ini-kunci-jati-diri-bangsa-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 00:33:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bela diri tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[budaya Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[IPSI]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jati diri bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Karakter Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Munas IPSI 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Pencak Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=35570</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/prabowo-tegaskan-pencak-silat-bukan-sekadar-bela-diri-ini-kunci-jati-diri-bangsa-indonesia">Prabowo Tegaskan Pencak Silat Bukan Sekadar Bela Diri: Ini Kunci Jati Diri Bangsa Indonesia</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga, melainkan cerminan jati diri dan karakter bangsa Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada Musyawarah Nasional XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Sabtu, 11 April 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Presiden, pencak silat merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya bangsa yang mengandung nilai-nilai luhur, seperti keberanian, kehormatan, kerendahan hati, serta komitmen untuk membela kebenaran dan keadilan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pencak silat itu bagian dari budaya kita dan pencak silat itu bagian daripada ilmu kesatria,” ujar Presiden.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Presiden Prabowo menekankan bahwa seorang pendekar tidak hanya dituntut kuat secara fisik, tetapi juga memiliki kekuatan jiwa, akhlak, dan keimanan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia mengingatkan bahwa semakin tinggi ilmu seseorang, semakin besar pula tuntutan untuk bersikap rendah hati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ajaran guru-guru kita semakin berisi, semakin menunduk. Ilmu kita adalah demikian. Kerendahan hati, bukan kerendahan diri. Kita hormat, sopan, santun, itu adalah budaya kita. Kesatria, pendekar, selalu membela kebenaran, selalu membela yang lemah, selalu membela yang tertindas, selalu membela keadilan, selalu membela kebenaran,” tegasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyoroti pentingnya kebanggaan terhadap budaya sendiri di tengah arus globalisasi. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/prabowo-tegaskan-pencak-silat-bukan-sekadar-bela-diri-ini-kunci-jati-diri-bangsa-indonesia">Prabowo Tegaskan Pencak Silat Bukan Sekadar Bela Diri: Ini Kunci Jati Diri Bangsa Indonesia</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dosen UIN Malang Perkuat Moderasi Beragama di Yayasan Ummu Aiman Lawang</title>
		<link>https://www.seketika.com/dosen-uin-malang-perkuat-moderasi-beragama-di-yayasan-ummu-aiman-lawang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2025 08:02:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Tiktok]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Toleran]]></category>
		<category><![CDATA[Inklusivitas Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Karakter Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Moderasi Beragama]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[UIN Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=31418</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/dosen-uin-malang-perkuat-moderasi-beragama-di-yayasan-ummu-aiman-lawang">Dosen UIN Malang Perkuat Moderasi Beragama di Yayasan Ummu Aiman Lawang</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>,&nbsp;Malang – Tim dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pelatihan dan Penguatan Moderasi Beragama bagi Guru dan Pengurus Yayasan Ummu Aiman Lawang,” pada Sabtu (13/9/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 75 peserta yang terdiri atas guru dan pengurus yayasan, dengan tujuan menanamkan nilai-nilai moderasi beragama sebagai fondasi pembentukan karakter di lingkungan pendidikan Islam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua tim pengabdian, Dr. Hj. Iffat Maimunah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian kepada masyarakat. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, guru dan pengurus yayasan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam membangun pemahaman keagamaan yang toleran, berimbang, dan menghargai perbedaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama pelatihan, peserta mendapat penguatan tentang empat pilar moderasi beragama, yakni komitmen kebangsaan, penolakan terhadap kekerasan, penerimaan terhadap budaya lokal, dan sikap moderat dalam beragama. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Narasumber Prof. Dr. H. Wildana Wargadinata, Lc., M.Ag. memberikan contoh konkret serta simulasi pembelajaran berbasis moderasi yang dapat diterapkan di sekolah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, materi juga dikaitkan dengan aspek psikologi sosial oleh narasumber Kukuh Setyo Pambudi, S.Psi., M.Han., yang menekankan pentingnya ketahanan pribadi di era hiperialitas &#8211; saat arus informasi begitu cepat. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/dosen-uin-malang-perkuat-moderasi-beragama-di-yayasan-ummu-aiman-lawang">Dosen UIN Malang Perkuat Moderasi Beragama di Yayasan Ummu Aiman Lawang</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menteri Abdul Mu&#8217;ti Luncurkan Kebijakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Pagi Ceria</title>
		<link>https://www.seketika.com/menteri-abdul-muti-luncurkan-kebijakan-7-kebiasaan-anak-indonesia-hebat-dan-pagi-ceria</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jan 2025 12:27:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Indonesia Hebat]]></category>
		<category><![CDATA[Karakter Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Keterampilan Abad ke-21]]></category>
		<category><![CDATA[Mendikdasmen]]></category>
		<category><![CDATA[Pagi Ceria]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Tangguh]]></category>
		<category><![CDATA[Program Pendidikan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Senam Anak Indonesia Hebat]]></category>
		<category><![CDATA[SMAN 3 Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=23040</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/menteri-abdul-muti-luncurkan-kebijakan-7-kebiasaan-anak-indonesia-hebat-dan-pagi-ceria">Menteri Abdul Mu&#8217;ti Luncurkan Kebijakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Pagi Ceria</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, meluncurkan dua kebijakan baru yang inovatif, yaitu 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Pagi Ceria, dalam kunjungan kerjanya di Semarang. Kebijakan ini bertujuan untuk membentuk generasi Indonesia yang lebih tangguh dan berkarakter.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bertindak sebagai pembina upacara di SMAN 3 Semarang pada Senin (6/1/2025), Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan visi besar untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berkarakter kuat. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat menjadi inti dari visi tersebut, dengan tujuan membentuk siswa yang tidak hanya kuat secara fisik dan rohani, tetapi juga cakap dalam sains, teknologi, dan keterampilan hidup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketujuh kebiasaan tersebut adalah:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Bangun Pagi</li>



<li>Berdoa</li>



<li>Berolahraga</li>



<li>Makan Sehat dan Bergizi</li>



<li>Gemar Belajar</li>



<li>Bermasyarakat</li>



<li>Istirahat Cukup</li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">“Mulai tahun 2025, kami mendorong seluruh siswa di Indonesia untuk mengimplementasikan kebiasaan-kebiasaan ini. Tujuannya adalah mencetak generasi yang tidak hanya hebat secara akademis, tetapi juga berkarakter kuat,” ujar Mu’ti dalam keterangan tertulisnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, Mendikdasmen juga meluncurkan program Pagi Ceria, yang dirancang untuk memulai hari dengan aktivitas positif. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/menteri-abdul-muti-luncurkan-kebijakan-7-kebiasaan-anak-indonesia-hebat-dan-pagi-ceria">Menteri Abdul Mu&#8217;ti Luncurkan Kebijakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Pagi Ceria</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
