<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kardiovaskuler Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/kardiovaskuler/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/kardiovaskuler</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Aug 2023 12:54:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>Kardiovaskuler Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/kardiovaskuler</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sadari Ancaman Jantung Koroner Pada Perempuan</title>
		<link>https://www.seketika.com/sadari-ancaman-jantung-koroner-pada-perempuan</link>
					<comments>https://www.seketika.com/sadari-ancaman-jantung-koroner-pada-perempuan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Aug 2023 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Jantung Koroner]]></category>
		<category><![CDATA[Kardiovaskuler]]></category>
		<category><![CDATA[KemenPPPA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=1055</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/sadari-ancaman-jantung-koroner-pada-perempuan">Sadari Ancaman Jantung Koroner Pada Perempuan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com">Seketika.com</a>, Bali &#8211; Menteri Pemberdayaan <a href="https://www.seketika.com/?s=perempuan&amp;post_type%5B%5D=post">Perempuan</a> dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga menyambut baik pertemuan The <em>12th Bali Cardiology Update</em> (BAC-UP) yang diselenggarakan setiap tahunnya oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI) Cabang Bali. Menteri PPPA mengungkapkan, penyakit kardiovaskuler kini tak lagi dianggap sebagai penyakit laki-laki semata, namun <a href="https://www.seketika.com/?s=perempuan&amp;post_type%5B%5D=post">perempuan</a> pun mulai terdampak dan tidak sedikit yang mengembuskan nafas terakhirnya akibat penyakit tersebut , (27/8).</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Selama ini, penyakit jantung koroner pada umumnya dianggap sebagai penyakit laki-laki atau pada usia lanjut, namun faktanya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa satu dari empat <a href="https://www.seketika.com/?s=perempuan&amp;post_type%5B%5D=post">perempuan</a> meninggal karena penyakit jantung koroner. Jumlah ini lebih banyak dari kematian yang disebabkan oleh semua jenis penyakit kanker dan hal tersebut menjadikan penyakit kardiovaskuler menjadi salah satu penyebab kematian utama pada <a href="https://www.seketika.com/?s=perempuan&amp;post_type%5B%5D=post">perempuan</a>,” ungkap Menteri PPPA dalam sambutannya pada pembukaan BAC-UP di Nusa Dua, Bali (25/8).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menteri PPPA menyampaikan, penyakit kardiovaskuler atau penyakit jantung koroner pada <a href="https://www.seketika.com/?s=perempuan&amp;post_type%5B%5D=post">perempuan</a> memiliki risiko penyebab kematian yang lebih besar dibandingkan terhadap laki-laki. Berdasarkan data dari Kementerian <a href="https://www.seketika.com/?s=kesehatan&amp;post_type%5B%5D=post">Kesehatan</a> juga menunjukkan bahwa penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyakit yang menjadi penyebab utama kematian ibu di bawah kematian akibat pendarahan saat persalinan, hipertensi, gangguan sistem peredaran darah, infeksi, dan gangguan metabolisme. Selain itu, penyakit jantung juga menjadi salah satu penyakit utama pada kematian bayi, dibawah pneumonia, diare, dan syaraf. Data epidemiologi global pun menunjukkan sekitar 80% <a href="https://www.seketika.com/?s=perempuan&amp;post_type%5B%5D=post">perempuan</a> berusia 40-60 tahun memiliki setidaknya satu atau lebih faktor risiko penyakit jantung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dengan terjadinya perubahan gaya hidup di masa kini, penyakit jantung pada <a href="https://www.seketika.com/?s=perempuan&amp;post_type%5B%5D=post">perempuan</a> bisa terjadi pada usia produktif bahkan dalam masa kehamilan, dan berdampak pada kesejahteraan <a href="https://www.seketika.com/?s=perempuan&amp;post_type%5B%5D=post">perempuan</a> termasuk berdampak pada angka kematian ibu. Maka dari itu dibutuhkan kesadaran kita bersama untuk memastikan dan mengutamakan para <a href="https://www.seketika.com/?s=perempuan&amp;post_type%5B%5D=post">perempuan</a> Indonesia untuk mendapatkan akses layanan <a href="https://www.seketika.com/?s=kesehatan&amp;post_type%5B%5D=post">Kesehatan</a> dan informasi yang memadai, termasuk edukasi mengenai pencegahan penyakit jantung koroner,” ujar Menteri PPPA.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/sadari-ancaman-jantung-koroner-pada-perempuan">Sadari Ancaman Jantung Koroner Pada Perempuan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.seketika.com/sadari-ancaman-jantung-koroner-pada-perempuan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
