<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kebebasan berekspresi Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/kebebasan-berekspresi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/kebebasan-berekspresi</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Sep 2025 03:21:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>kebebasan berekspresi Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/kebebasan-berekspresi</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Nepal Bergolak! 19 Tewas Usai Protes Larangan Media Sosial</title>
		<link>https://www.seketika.com/nepal-bergolak-19-tewas-usai-protes-larangan-media-sosial</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2025 03:21:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[berita internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Gen Z]]></category>
		<category><![CDATA[Kathmandu]]></category>
		<category><![CDATA[kebebasan berekspresi]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Nepal]]></category>
		<category><![CDATA[Protes Nepal]]></category>
		<category><![CDATA[RUU Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>
		<category><![CDATA[YouTube]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=30065</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/nepal-bergolak-19-tewas-usai-protes-larangan-media-sosial">Nepal Bergolak! 19 Tewas Usai Protes Larangan Media Sosial</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Internasional – Pemerintah Nepal resmi mencabut larangan media sosial pada Selasa (9/9), sehari setelah gelombang protes di Kathmandu yang berujung pada bentrokan berdarah. Setidaknya 19 orang dilaporkan tewas setelah aparat keamanan melepaskan tembakan ke arah demonstran yang memprotes pembatasan akses ke platform seperti Facebook, X (Twitter), dan YouTube.</p>



<p>Larangan yang diberlakukan sejak pekan lalu ini memicu kemarahan warga, terutama kalangan muda dari generasi Z, yang merasa kebebasan berekspresi mereka dibungkam oleh RUU pengaturan media sosial yang diajukan oleh pemerintah. </p>



<p>Aksi unjuk rasa di sekitar Gedung Parlemen Kathmandu berkembang menjadi kerusuhan setelah polisi mulai menembaki massa.</p>



<p>Pemerintah Nepal menyatakan bahwa perusahaan media sosial harus mendaftar secara resmi di negara tersebut, menunjuk kantor penghubung, dan tunduk pada regulasi lokal. </p>



<p>Beberapa platform seperti TikTok dan Viber telah mematuhi aturan ini, sementara Meta, Google, dan X belum memberikan respons resmi atas permintaan pemerintah.</p>



<p>Situasi semakin memanas setelah Menteri Dalam Negeri Nepal, Ramesh Lekhak, mengundurkan diri pada Senin malam dalam rapat darurat kabinet. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/nepal-bergolak-19-tewas-usai-protes-larangan-media-sosial">Nepal Bergolak! 19 Tewas Usai Protes Larangan Media Sosial</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Teror Kepala Babi ke Jurnalis, Menkomdigi Meutya Hafid Tegaskan Kebebasan Pers Pilar Demokrasi yang Tak Tergoyahkan</title>
		<link>https://www.seketika.com/teror-kepala-babi-ke-jurnalis-menkomdigi-meutya-hafid-tegaskan-kebebasan-pers-pilar-demokrasi-yang-tak-tergoyahkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Mar 2025 08:35:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum dan Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Pers]]></category>
		<category><![CDATA[kebebasan berekspresi]]></category>
		<category><![CDATA[Kebebasan Pers]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Media Massa]]></category>
		<category><![CDATA[Meutya Hafid]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[proses hukum kebebasan pers]]></category>
		<category><![CDATA[supremasi hukum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=25398</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/teror-kepala-babi-ke-jurnalis-menkomdigi-meutya-hafid-tegaskan-kebebasan-pers-pilar-demokrasi-yang-tak-tergoyahkan">Teror Kepala Babi ke Jurnalis, Menkomdigi Meutya Hafid Tegaskan Kebebasan Pers Pilar Demokrasi yang Tak Tergoyahkan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa kebebasan pers adalah pilar utama demokrasi yang tidak dapat ditawar atau dikompromikan. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap kekhawatiran publik terkait dugaan pelanggaran terhadap media massa yang belakangan mencuat. Menurut Menkomdigi, pemerintah berkomitmen penuh untuk melindungi kebebasan pers dan ruang berekspresi agar tetap terjaga di Indonesia.</p>



<p>&#8220;Saya sebagai mantan jurnalis sangat menyayangkan jika ada ancaman terhadap kebebasan pers. Kami mendukung kejadian ini untuk dilaporkan dan diproses hukum oleh Kepolisian,&#8221; ujar Menkomdigi Meutya Hafid seusai Sidang Kabinet Paripurna yang membahas persiapan jelang Idulfitri 1446 H di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (21/03/2025).</p>



<p>Menkomdigi juga menegaskan bahwa pemerintah terus menjaga kebebasan pers dengan memastikan bahwa kritik dan masukan dari masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam pembuatan kebijakan pemerintah. </p>



<p>&#8220;Presiden selama ini sangat terbuka terhadap masukan, termasuk yang datang dari masyarakat melalui media sosial. Tidak jarang, beberapa kebijakan kami koreksi berdasarkan masukan tersebut,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Menkomdigi Meutya Hafid juga menyatakan bahwa pemerintah mendukung langkah yang akan diambil oleh Dewan Pers maupun aparat penegak hukum untuk menyelesaikan permasalahan terkait kebebasan pers secara adil dan transparan. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/teror-kepala-babi-ke-jurnalis-menkomdigi-meutya-hafid-tegaskan-kebebasan-pers-pilar-demokrasi-yang-tak-tergoyahkan">Teror Kepala Babi ke Jurnalis, Menkomdigi Meutya Hafid Tegaskan Kebebasan Pers Pilar Demokrasi yang Tak Tergoyahkan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
