<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kekayaan budaya Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/kekayaan-budaya/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/kekayaan-budaya</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Apr 2024 04:30:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>kekayaan budaya Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/kekayaan-budaya</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jatiluwih Bali: Destinasi World Water Forum ke-10 dan Keindahan Pariwisata Berkelanjutan</title>
		<link>https://www.seketika.com/jatiluwih-bali-destinasi-world-water-forum-ke-10-dan-keindahan-pariwisata-berkelanjutan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Apr 2024 03:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[delegasi]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Jatiluwih]]></category>
		<category><![CDATA[keberlanjutan lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[kekayaan budaya]]></category>
		<category><![CDATA[keragaman budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata Berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[sumber daya alam]]></category>
		<category><![CDATA[World Water Forum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=13393</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/jatiluwih-bali-destinasi-world-water-forum-ke-10-dan-keindahan-pariwisata-berkelanjutan">Jatiluwih Bali: Destinasi World Water Forum ke-10 dan Keindahan Pariwisata Berkelanjutan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Desa Jatiluwih mempraktikkan pariwisata berbasis masyarakat, yang melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat setempat,&#8221;</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Bali – Desa wisata Jatiluwih di Bali telah dipilih sebagai destinasi unggulan untuk kunjungan delegasi World Water Forum ke-10, sebuah forum air internasional terkemuka yang akan digelar pada tanggal 18 hingga 25 Mei 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">World Water Forum ke-10 akan menjadi kesempatan berharga bagi Indonesia untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan pariwisata, khususnya dari Bali, ke panggung dunia. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini juga merupakan kesempatan untuk menyoroti upaya Indonesia dalam menjaga dan merawat sumber daya alam sebagai bagian tak terpisahkan dari budaya dan kehidupan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada tahun 2012, Jatiluwih diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Desa ini menjadi contoh nyata dari pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia, menganut konsep pariwisata yang berfokus pada keberlanjutan lingkungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Mneparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, dalam pernyataan tertulis yang diterima oleh InfoPublik pada Minggu (28/4/2024), menyatakan komitmennya untuk terus mendukung upaya pengembangan pariwisata berkelanjutan di Jatiluwih.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami sangat mendukung upaya pengembangan pariwisata berkelanjutan di Jatiluwih karena pendekatan ini sejalan dengan kebijakan Kemenparekraf yang bergerak dari pariwisata berbasis kuantitas menjadi kualitas,&#8221; kata Sandiaga.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/jatiluwih-bali-destinasi-world-water-forum-ke-10-dan-keindahan-pariwisata-berkelanjutan">Jatiluwih Bali: Destinasi World Water Forum ke-10 dan Keindahan Pariwisata Berkelanjutan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
