<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kesehatan konsumen Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/kesehatan-konsumen/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/kesehatan-konsumen</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Oct 2024 16:02:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>kesehatan konsumen Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/kesehatan-konsumen</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BPOM Resmi Turunkan Batas Cemaran Kosmetik: PerBPOM Nomor 16 Tahun 2024</title>
		<link>https://www.seketika.com/bpom-resmi-turunkan-batas-cemaran-kosmetik-perbpom-nomor-16-tahun-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Oct 2024 18:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[1]]></category>
		<category><![CDATA[4-Dioxane]]></category>
		<category><![CDATA[BPOM]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Kosmetik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan Kosmetik]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan konsumen]]></category>
		<category><![CDATA[Peraturan Kosmetik]]></category>
		<category><![CDATA[Regulasi Kosmetik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=21022</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/bpom-resmi-turunkan-batas-cemaran-kosmetik-perbpom-nomor-16-tahun-2024">BPOM Resmi Turunkan Batas Cemaran Kosmetik: PerBPOM Nomor 16 Tahun 2024</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah resmi mengeluarkan Peraturan BPOM (PerBPOM) Nomor 16 Tahun 2024 mengenai Batas Cemaran Dalam Kosmetik. Regulasi baru ini menggantikan PerBPOM Nomor 12 Tahun 2019, yang dianggap tidak lagi relevan dengan perkembangan terkini dalam ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kosmetik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu pembaruan signifikan dari regulasi ini adalah penurunan kadar cemaran 1,4-dioxane, senyawa karsinogenik, dari 25 part per million (ppm) menjadi 10 ppm. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Penyesuaian ini sejalan dengan standar yang telah disepakati di ASEAN. Untuk informasi lebih lanjut tentang batas cemaran dalam kosmetik, Anda dapat mengunjungi situs resmi BPOM di jdih.pom.go.id.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam keterangan resminya pada Sabtu (27/10/2024), BPOM menyatakan bahwa penyesuaian ini dilakukan setelah serangkaian kajian di tingkat Asia Tenggara, guna memberikan perlindungan yang lebih baik kepada konsumen. </p>



<p class="wp-block-paragraph">“1,4-dioxane adalah cemaran kimia yang umum dalam kosmetik, namun perlu dibatasi dan diawasi kadarnya,” ungkap BPOM.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum diundangkan, PerBPOM ini telah melalui proses konsultasi publik pada 10 November 2023 dan dilanjutkan dengan harmonisasi bersama Kementerian Hukum dan HAM pada 25 Juli 2024. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/bpom-resmi-turunkan-batas-cemaran-kosmetik-perbpom-nomor-16-tahun-2024">BPOM Resmi Turunkan Batas Cemaran Kosmetik: PerBPOM Nomor 16 Tahun 2024</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Temuan Bromat Berlebih di Air Minum Kemasan Ancam Kesehatan Konsumen</title>
		<link>https://www.seketika.com/temuan-bromat-berlebih-di-air-minum-kemasan-ancam-kesehatan-konsumen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 May 2024 01:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[air minum dalam kemasan]]></category>
		<category><![CDATA[Air Minum Kemasan]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya bromat]]></category>
		<category><![CDATA[BBPOM Padang]]></category>
		<category><![CDATA[bromat dalam AMDK]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan konsumen]]></category>
		<category><![CDATA[regulasi SNI]]></category>
		<category><![CDATA[uji laboratorium]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=14734</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/temuan-bromat-berlebih-di-air-minum-kemasan-ancam-kesehatan-konsumen">Temuan Bromat Berlebih di Air Minum Kemasan Ancam Kesehatan Konsumen</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Pengujian terhadap produk AMDK penting untuk dilakukan secara berkala, &#8220;</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Jakarta – Penemuan air minum dalam kemasan (AMDK) yang mengandung senyawa bromat melebihi ambang batas dinilai merugikan konsumen dan membahayakan kesehatan. Hal ini disampaikan oleh Ahli Madya Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Padang, Azfrianty, dalam keterangan tertulis yang diterima pada Minggu (26/5/2024).</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Sesuai regulasi, AMDK yang terbukti memiliki kandungan senyawa bromat di atas ambang batas membahayakan kesehatan dan bisa ditarik dari peredaran,” ujar Azfrianty. Berdasarkan standar SNI, kandungan bromat pada AMDK tidak boleh melebihi 10 ppb.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adanya AMDK dengan kandungan bromat melebihi 10 ppb telah menjadi kekhawatiran publik akhir-akhir ini. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Kekhawatiran ini muncul setelah beredarnya informasi mengenai kandungan bromat pada beberapa merek AMDK di media sosial. Temuan mengejutkan mengungkapkan satu merek dengan kandungan bromat mencapai 58 ppb.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasil uji laboratorium yang dikutip dari laman CekFakta Klik Positif menunjukkan bahwa 3 dari 11 merek AMDK mengandung bromat melebihi ambang batas, yaitu 19 ppb, 29 ppb, dan 48 ppb.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Guru Besar Lingkungan Universitas Negeri Padang, Prof. Dr. Indang Dewata, menjelaskan bahwa bromat pada AMDK muncul akibat proses ozonisasi dari air yang mengandung bromida. </p>



<p class="wp-block-paragraph">“Jika sumber air mengandung bromida, maka bisa dipastikan air kemasannya mengandung bromat,” katanya.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/temuan-bromat-berlebih-di-air-minum-kemasan-ancam-kesehatan-konsumen">Temuan Bromat Berlebih di Air Minum Kemasan Ancam Kesehatan Konsumen</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
