<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Korupsi Daerah Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/korupsi-daerah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/korupsi-daerah</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Apr 2026 00:41:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>Korupsi Daerah Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/korupsi-daerah</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bupati Tulungagung Ditangkap KPK, Diduga Peras Pejabat dan Penerimaan Lainnya</title>
		<link>https://www.seketika.com/bupati-tulungagung-ditangkap-kpk-diduga-peras-pejabat-dan-penerimaan-lainnya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 00:41:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum dan Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[ASN]]></category>
		<category><![CDATA[berita korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[Forkopimda]]></category>
		<category><![CDATA[gratifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[OTT KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerasan Pejabat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=35573</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/bupati-tulungagung-ditangkap-kpk-diduga-peras-pejabat-dan-penerimaan-lainnya">Bupati Tulungagung Ditangkap KPK, Diduga Peras Pejabat dan Penerimaan Lainnya</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penangkapan terhadap sejumlah pihak yang tertangkap tangan melakukan dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan penerimaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, Jawa Timur.</p>



<p>KPK kemudian menetapkan GSW selaku Bupati Tulungagung periode 2025-2030 dan YOG selaku ADC atau ajudan Bupati, sebagai tersangka. Selanjutnya, para tersangka ditahan untuk 20 hari pertama sejak 11 s.d. 30 April 2026 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Gedung Merah Putih KPK.</p>



<p>Konstruksi perkaranya bermula pada tahun 2025-2026, GSW melantik sejumlah pejabat di Pemkab Tulungagung dan meminta para pejabat menandatangani surat pernyataan mundur dari jabatan dan ASN jika tidak mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan. </p>



<p>Surat yang sengaja tidak dicantumkan tanggal ini diduga digunakan oleh GSW sebagai sarana untuk mengendalikan dan “menekan” para pejabat agar dapat “tegak lurus” kepada Bupati.</p>



<p>Kemudian, GSW melalui ajudannya, YOG, meminta uang kepada para kepala OPD dan pejabat lainnya dengan total sekitar Rp5 miliar dari 16 OPD, dengan nominal bervariasi antara Rp15 juta hingga Rp2,8 miliar. </p>



<p>GSW juga turut melakukan pergeseran anggaran pada OPD dan meminta “jatah” hingga 50% dari nilai anggaran.</p>



<p>Dari permintaan tersebut, sekitar Rp2,7 miliar telah terkumpul dan diterima GSW. Kemudian, dana tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi serta pemberian THR kepada sejumlah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di wilayah Tulungagung.</p>



<p>Dalam kegiatan tangkap tangan ini, KPK selanjutnya mengamankan barang bukti dalam bentuk dokumen, barang bukti elektronik (BBE), beberapa pasang sepatu merek Louis Vuitton, serta uang tunai senilai Rp335,4 juta yang merupakan bagian dari uang senilai Rp2,7 miliar yang diterima oleh GSW.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/bupati-tulungagung-ditangkap-kpk-diduga-peras-pejabat-dan-penerimaan-lainnya">Bupati Tulungagung Ditangkap KPK, Diduga Peras Pejabat dan Penerimaan Lainnya</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Catatan Merah Pengadaan, KPK Bongkar Dugaan Ijon Proyek di Rejang Lebong</title>
		<link>https://www.seketika.com/catatan-merah-pengadaan-kpk-bongkar-dugaan-ijon-proyek-di-rejang-lebong</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 23:29:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum dan Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[bengkulu]]></category>
		<category><![CDATA[ijon proyek]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[MCSP KPK]]></category>
		<category><![CDATA[OTT KPK]]></category>
		<category><![CDATA[pengadaan barang dan jasa]]></category>
		<category><![CDATA[Rejang Lebong]]></category>
		<category><![CDATA[SPI KPK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=34894</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/catatan-merah-pengadaan-kpk-bongkar-dugaan-ijon-proyek-di-rejang-lebong">Catatan Merah Pengadaan, KPK Bongkar Dugaan Ijon Proyek di Rejang Lebong</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendeteksi risiko praktik korupsi di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Bengkulu, khususnya pada sektor pengadaan barang dan jasa (PBJ). Kondisi ini turut menjadi catatan KPK pasca peristiwa tertangkap tangan di lingkungan Pemkab Rejang Lebong.</p>



<p>“Dalam perkara yang terjadi di Pemkab Rejang Lebong, terjadi dugaan pengaturan proyek melalui praktik ‘ijon’ dengan penetapan fee sekitar 10-15 persen dari nilai proyek,” ucap Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Jakarta, Senin (16/3).</p>



<p>Lebih lanjut, kata Budi, KPK memandang praktik semacam ini tidak hanya berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas pembangunan dan pelayanan publik daerah. </p>



<p>Hal ini mempertegas pentingnya penguatan tata kelola, khususnya PBJ di lingkup pemerintah daerah yang berisiko tinggi terhadap praktik korupsi.</p>



<p>Jika dibiarkan, kata Budi, kondisi tersebut dapat berdampak pada kualitas infrastruktur yang dibangun karena penyedia jasa atau pihak swasta harus menyesuaikan kembali biaya produksi di lapangan. </p>



<p>Pada akhirnya, pembangunan tidak optimal dapat mengurangi manfaat bagi masyarakat, meskipun anggaran yang dialokasikan cukup besar.</p>



<p>“Hal ini menjadi ironi, pasalnya pemerintah saat ini tengah mendorong berbagai kebijakan efisiensi anggaran, sehingga setiap rupiah dalam proyek pembangunan seharusnya dapat dimanfaatkan maksimal dan tepat sasaran,” jelasnya.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/catatan-merah-pengadaan-kpk-bongkar-dugaan-ijon-proyek-di-rejang-lebong">Catatan Merah Pengadaan, KPK Bongkar Dugaan Ijon Proyek di Rejang Lebong</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>OTT di Pemkab Pekalongan Jadi Alarm Keras: KPK Ungkap Risiko Korupsi di Pengadaan hingga Pokir</title>
		<link>https://www.seketika.com/ott-di-pemkab-pekalongan-jadi-alarm-keras-kpk-ungkap-risiko-korupsi-di-pengadaan-hingga-pokir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 07:39:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum dan Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[good governance]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[MCSP KPK]]></category>
		<category><![CDATA[OTT Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[pengadaan barang dan jasa]]></category>
		<category><![CDATA[SPI KPK]]></category>
		<category><![CDATA[tata kelola pemerintahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=34747</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/ott-di-pemkab-pekalongan-jadi-alarm-keras-kpk-ungkap-risiko-korupsi-di-pengadaan-hingga-pokir">OTT di Pemkab Pekalongan Jadi Alarm Keras: KPK Ungkap Risiko Korupsi di Pengadaan hingga Pokir</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Peristiwa tertangkap tangan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menjadi pengingat, bahwa penguatan sistem pencegahan korupsi di daerah perlu terus konsisten. Salah satu fokus utamanya, mitigasi benturan kepentingan dan perbaikan tata kelola pemerintahan daerah agar berjalan sesuai prinsip good governance.</p>



<p>Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Budi Prasetyo, menegaskan penindakan KPK merupakan upaya dalam memastikan sistem pencegahan berjalan efektif, sekaligus memperkuat perbaikan tata kelola agar praktik serupa tidak terulang.</p>



<p>“Penindakan KPK tidak berdiri sendiri, namun bagian dari upaya memastikan sistem yang dibangun melalui berbagai instrumen pencegahan berjalan konsisten,” ungkap Budi.</p>



<p>Menurutnya, ketika masih ada praktik korupsi maka harus menjadi alarm evaluasi bersama guna memperkuat pengawasan dan tata kelola di daerah. </p>



<p>Lebih jauh, Budi menambahkan KPK terus memantau tata kelola pemerintahan daerah melalui sejumlah instrumen pencegahan, di antaranya Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP) dan Survei Penilaian Integritas (SPI).</p>



<p>“MCSP dan SPI tidak hanya sekadar indikator kinerja sistem pencegahan, melainkan rujukan pemerintah daerah untuk mengevaluasi dan memperbaiki secara berkelanjutan,” kata Budi.</p>



<p>Sebelum tangkap tangan, KPK telah memitigasi potensi korupsi melalui Kedeputian Koordinasi dan Supervisi (Korsup) dengan mendampingi Pemkab Pekalongan, salah satunya lewat rapat koordinasi pencegahan korupsi pada Agustus 2025 lalu. </p>



<p>Dalam forum tersebut, KPK mengidentifikasi sejumlah potensi risiko korupsi pada beberapa sektor strategis di daerah.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/ott-di-pemkab-pekalongan-jadi-alarm-keras-kpk-ungkap-risiko-korupsi-di-pengadaan-hingga-pokir">OTT di Pemkab Pekalongan Jadi Alarm Keras: KPK Ungkap Risiko Korupsi di Pengadaan hingga Pokir</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kredit Fiktif Rp275 M di Bank Kaltimtara, Ditreskrimsus Polda Kalimantan Utara Sita Ratusan Dokumen</title>
		<link>https://www.seketika.com/kredit-fiktif-rp275-m-di-bank-kaltimtara-ditreskrimsus-polda-kalimantan-utara-sita-ratusan-dokumen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2025 08:37:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum dan Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Kaltimtara]]></category>
		<category><![CDATA[BPD]]></category>
		<category><![CDATA[Ditreskrimsus]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimantan Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi Perbankan]]></category>
		<category><![CDATA[Kredit Fiktif]]></category>
		<category><![CDATA[Penggeledahan Bank]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Kaltara]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<category><![CDATA[SPK Fiktif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=29474</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kredit-fiktif-rp275-m-di-bank-kaltimtara-ditreskrimsus-polda-kalimantan-utara-sita-ratusan-dokumen">Kredit Fiktif Rp275 M di Bank Kaltimtara, Ditreskrimsus Polda Kalimantan Utara Sita Ratusan Dokumen</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Bulungan &#8211; Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Utara menyita ratusan dokumen terkait kasus kredit fiktif di Bank Kaltimtara dalam penggeledahan yang dilakukan serentak di beberapa lokasi, Jumat (15/8/2025). Penggeledahan berlangsung di Kantor Wilayah Bank Kaltimtara di Jalan Jelarai Raya, Tanjung Selor, serta kantor cabang di Nunukan dan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.</p>



<p>Direktur Reskrimsus Polda Kaltara, Kombes Pol Dadang Wahyudi, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari proses penyidikan atas dugaan tindak pidana korupsi kredit fiktif yang terjadi di bank milik daerah tersebut. </p>



<p>“Kasus ini bermula dari temuan 47 fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) untuk pengadaan barang dan jasa, yang diduga menggunakan Surat Perintah Kerja (SPK) fiktif,” ujarnya pada Minggu (17/8/2025).</p>



<p>Dari 47 fasilitas kredit yang diperiksa, nilai kerugian negara diperkirakan mencapai Rp275,2 miliar. </p>



<p>Dugaan kuat menyebutkan bahwa pelaku berasal dari luar wilayah Kalimantan Utara dan mengajukan kredit dengan menggunakan dokumen jaminan palsu. </p>



<p>Setelah dana cair, pelaku langsung menarik uang dari Bank Kaltimtara. Aksi ini diperkirakan berlangsung dari tahun 2022 hingga 2024.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kredit-fiktif-rp275-m-di-bank-kaltimtara-ditreskrimsus-polda-kalimantan-utara-sita-ratusan-dokumen">Kredit Fiktif Rp275 M di Bank Kaltimtara, Ditreskrimsus Polda Kalimantan Utara Sita Ratusan Dokumen</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
