<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kredit UMKM Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/kredit-umkm/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/kredit-umkm</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Sep 2026 03:55:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>kredit UMKM Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/kredit-umkm</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>UMKM Sulut Jadi Sorotan, Hekal Ungkap Masalah Kredit dan Solusinya</title>
		<link>https://www.seketika.com/umkm-sulut-jadi-sorotan-hekal-ungkap-masalah-kredit-dan-solusinya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 03:55:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[kredit UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[Mohamad Hekal]]></category>
		<category><![CDATA[OJK]]></category>
		<category><![CDATA[Pembiayaan UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[Sulawesi Utara]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM Sulut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=37244</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/umkm-sulut-jadi-sorotan-hekal-ungkap-masalah-kredit-dan-solusinya">UMKM Sulut Jadi Sorotan, Hekal Ungkap Masalah Kredit dan Solusinya</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noopener">Seketika.com</a>, Manado &#8211; Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal menyoroti perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sulawesi Utara (Sulut) yang dinilai masih tertinggal dibandingkan pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan. Ia meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lembaga keuangan memperkuat akses pembiayaan yang diarahkan untuk meningkatkan produktivitas UMKM, bukan sekadar memenuhi kebutuhan konsumsi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal tersebut disampaikan Hekal saat memimpin agenda Kunjungan Kerja Komisi XI DPR RI ke Manado, Sulawesi Utara, Jumat (18/9/2026). Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Sulut relatif sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, kondisi UMKM masih membutuhkan perhatian, terutama dari sisi pemanfaatan kredit. “Kita melihat di Sulut ini perkembangan pertumbuhan ekonomi sebetulnya cukup mirip atau setara dengan nasional. Hanya saja, dari sisi UMKM agak tertinggal. Bahkan dari UMKM yang mendapatkan kredit pun agak lebih besar di konsumsinya ketimbang investasi ataupun kredit modal kerja,” kata Hekal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pun, ia meyakini kondisi tersebut perlu dibenahi agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dalam indikator makro, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas produksi dan kemandirian masyarakat. UMKM yang sehat dan produktif, lanjutnya, juga berpotensi memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bantuan sosial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau kita bisa menumbuhkan UMKM yang sehat, mereka bisa berkontribusi kepada penerimaan negara. Tentunya ini menjadi tambahan booster untuk peningkatan rasio penerimaan negara dan juga mengurangi beban APBN untuk bantuan-bantuan sosial karena masyarakatnya lebih mandiri,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, Hekal menekankan pentingnya memastikan masyarakat memiliki akses terhadap pembiayaan yang dapat digunakan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan penghasilan. Upaya tersebut, menurutnya, perlu diikuti penguatan literasi keuangan agar masyarakat mengetahui berbagai program pembiayaan dan pemberdayaan UMKM yang telah tersedia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Literasi ini harus ditambahkan dan harus digalakkan lagi. Banyak program yang sebenarnya sudah diadakan, tetapi peningkatan dari usaha mikro ke kecil kemudian menengah masih sangat terbatas,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hekal juga mendorong penguatan ekosistem pembiayaan UMKM secara berkelanjutan. Ia mencontohkan skema pendampingan yang menghubungkan pelaku usaha dengan lembaga seperti PNM, Pegadaian, hingga perbankan seperti BRI, sehingga pembiayaan dapat disesuaikan dengan perkembangan kapasitas usaha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dari sebelum mereka layak masuk ke perbankan, mereka bisa difasilitasi, misalnya oleh PNM, kemudian meningkat ke Pegadaian ataupun ke BRI. Itu harus sampai kepada mereka dan memang harus digalakkan,” tegas Hekal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, ia meminta perluasan pembiayaan UMKM tidak hanya mengandalkan bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Bank swasta dan lembaga pembiayaan nonbank juga perlu didorong untuk memperkuat fungsi intermediasi dan memperluas sumber likuiditas bagi masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kita juga sedang memikirkan bagaimana caranya menggalakkan effort ini dari bank-bank swasta, supaya nanti semua bisa ikut berkontribusi menjadi intermediasi. Kita mau lihat ada juga pertumbuhan dari yang nonperbankan untuk berpartisipasi dalam penyediaan likuiditas buat masyarakat,” jelas Hekal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain persoalan pembiayaan produktif, Hekal menyoroti kondisi pelaku UMKM yang terdampak bencana alam hingga kesulitan memenuhi kewajiban kredit. Menurutnya, relaksasi dan restrukturisasi dapat menjadi langkah awal yang ditempuh secara selektif berdasarkan kondisi masing-masing debitur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menjelaskan, penghapusan utang bukan merupakan langkah pertama. Namun, apabila bencana menyebabkan usaha masyarakat benar-benar lumpuh, opsi kebijakan lebih lanjut dapat dipertimbangkan dengan dasar hukum dan mekanisme yang jelas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau relaksasi dengan dasar yang jelas, itu bahkan kemarin di Undang-Undang P2SK kita memasukkan untuk menghapus utang-utang UMKM. Tentu itu harus ada sebab,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau memang dampak bencana alamnya begitu sehingga mereka lumpuh, ini harus kita pikirkan. Tetapi sebelum menghapuskan, tentunya ada tahapan relaksasi, restrukturisasi. Itu juga bisa diajukan case by case kepada perbankannya,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengakhiri pernyataannya, Hekal meminta masyarakat terdampak bencana yang mengalami kesulitan pembayaran untuk berkoordinasi dengan OJK. Komisi XI, kata dia, akan terus mendorong OJK memfasilitasi komunikasi antara masyarakat dan lembaga keuangan guna mencari penyelesaian sesuai kondisi masing-masing.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau mereka perlu bantuan, mereka bisa datang kepada OJK. Nanti kita bisa dorong OJK untuk bicara langsung kepada lembaga keuangan yang bersangkutan,” pungkas Hekal.</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/umkm-sulut-jadi-sorotan-hekal-ungkap-masalah-kredit-dan-solusinya">UMKM Sulut Jadi Sorotan, Hekal Ungkap Masalah Kredit dan Solusinya</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rumah kemasan, Harris Turino: UMKM Butuh Pendampingan Bukan Hanya Kredit</title>
		<link>https://www.seketika.com/rumah-kemasan-harris-turino-umkm-butuh-pendampingan-bukan-hanya-kredit</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Jan 2025 21:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[Harris Turino]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Koperasi]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi XI DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Kredit Perbankan]]></category>
		<category><![CDATA[kredit UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[Non Performing Loan]]></category>
		<category><![CDATA[OJK]]></category>
		<category><![CDATA[Pendampingan Usaha]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Kemasan]]></category>
		<category><![CDATA[Tegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=23747</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/rumah-kemasan-harris-turino-umkm-butuh-pendampingan-bukan-hanya-kredit">Rumah kemasan, Harris Turino: UMKM Butuh Pendampingan Bukan Hanya Kredit</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Tegal – Komisi XI DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kabupaten Tegal untuk membahas dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam penyaluran kredit UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Anggota Komisi XI DPR RI, Harris Turino, menekankan bahwa UMKM memiliki potensi besar, namun masih menghadapi tantangan dalam peningkatan skala usaha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Dari sisi perbankan, Non-Performing Loan (NPL) sudah terkendali dengan baik. Namun, masih perlu langkah lebih lanjut untuk memperkuat UMKM agar bisa berkembang menjadi usaha yang lebih besar,&#8221; ujar Harris usai pertemuan dengan perwakilan OJK di Kota Tegal, Kamis (30/1/2025).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Harris menyoroti peran OJK dalam memastikan kredit UMKM dapat tersalurkan dengan baik. Namun, ia juga mengingatkan bahwa tantangan utama yang dihadapi oleh masyarakat bukan hanya akses kredit, melainkan juga pendampingan usaha. </p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Yang dibutuhkan oleh pelaku UMKM bukan hanya kredit, tetapi juga pendampingan usaha, mulai dari penyusunan visi bisnis, pemasaran, hingga pengembangan kemasan produk,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai bagian dari upaya untuk mendukung UMKM, legislator Dapil Jawa Tengah IX ini juga mengungkapkan bahwa saat masih di Komisi VI DPR RI, ia mengusulkan pendirian rumah kemasan UMKM di Kota Slawi yang didukung oleh Kementerian Koperasi dan UMKM.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/rumah-kemasan-harris-turino-umkm-butuh-pendampingan-bukan-hanya-kredit">Rumah kemasan, Harris Turino: UMKM Butuh Pendampingan Bukan Hanya Kredit</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pertumbuhan Kredit UMKM Bank DKI Hingga Q1 2024</title>
		<link>https://www.seketika.com/pertumbuhan-kredit-umkm-bank-dki-hingga-q1-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2024 02:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Bank DKI]]></category>
		<category><![CDATA[DKI Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kredit UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[likuiditas bank]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan kredit]]></category>
		<category><![CDATA[portofolio UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[rasio CASA]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=13441</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/pertumbuhan-kredit-umkm-bank-dki-hingga-q1-2024">Pertumbuhan Kredit UMKM Bank DKI Hingga Q1 2024</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Penurunan ini merupakan bagian dari strategi bank untuk meningkatkan fokus pada kredit segmen UMKM.&#8221;</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Jakarta – <a href="https://www.seketika.com/?s=Bank+DKI&amp;post_type%5B%5D=post">Bank DKI</a> terus memperkuat portofolio UMKM sesuai dengan visi dan misi perbankan. Hingga Q1 2024, kredit dan pembiayaan untuk UMKM meningkat sebesar 39,18%, dari Rp3,8 triliun pada Maret 2023 menjadi Rp5,2 triliun pada Maret 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara kumulatif, porsi kredit dan pembiayaan UMKM terhadap total kredit dan pembiayaan juga meningkat, dari 7,77% pada Maret 2023 menjadi 10,36% pada Maret 2024, dari total kredit dan pembiayaan Bank DKI sebesar Rp50,5 triliun pada Maret 2024, sebagaimana tercatat dalam Publikasi Laporan Keuangan <a href="https://www.seketika.com/?s=Bank+DKI&amp;post_type%5B%5D=post">Bank DKI</a> periode Maret 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Romy Wijayanto, Direktur Keuangan dan Strategi <a href="https://www.seketika.com/?s=Bank+DKI&amp;post_type%5B%5D=post">Bank DKI</a>, menyampaikan bahwa pertumbuhan kredit dan pembiayaan UMKM didorong oleh pertumbuhan kredit dan pembiayaan segmen mikro sebesar 39,77% dari Rp2,7 triliun pada Maret 2023 menjadi Rp3,8 triliun pada Maret 2024, serta pertumbuhan kredit dan pembiayaan segmen ritel sebesar 37,70% dari Rp1,1 triliun pada Maret 2023 menjadi Rp1,5 triliun pada Maret 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di segmen lainnya, kredit dan pembiayaan segmen konsumer <a href="https://www.seketika.com/?s=Bank+DKI&amp;post_type%5B%5D=post">Bank DKI</a> juga mengalami pertumbuhan sebesar 9,96%, dari Rp20,5 triliun pada Maret 2023 menjadi Rp22,6 triliun pada Maret 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, kredit dan pembiayaan segmen menengah, komersial, dan sindikasi mengalami penurunan sebesar 5,67%, dari Rp24,1 triliun pada Maret 2023 menjadi Rp22,7 triliun pada Maret 2024. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Penurunan ini merupakan bagian dari strategi bank untuk meningkatkan fokus pada kredit segmen UMKM.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Romy Wijayanto juga mengungkapkan bahwa Dana Pihak Ketiga (DPK) <a href="https://www.seketika.com/?s=Bank+DKI&amp;post_type%5B%5D=post">Bank DKI</a> mencapai Rp62,1 triliun pada Maret 2024, di tengah periode suku bunga yang tinggi. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/pertumbuhan-kredit-umkm-bank-dki-hingga-q1-2024">Pertumbuhan Kredit UMKM Bank DKI Hingga Q1 2024</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
