<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KUHP Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/kuhp/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/kuhp</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 Feb 2026 15:03:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>KUHP Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/kuhp</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bareskrim Polri Tahan Tersangka Dugaan Pemalsuan Status Perkawinan di KTP</title>
		<link>https://www.seketika.com/bareskrim-polri-tahan-tersangka-dugaan-pemalsuan-status-perkawinan-di-ktp</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Feb 2026 18:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum dan Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Bareskrim Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Dittipid PPA-PPO]]></category>
		<category><![CDATA[Dukcapil]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Pidana]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[KTP]]></category>
		<category><![CDATA[KUHP]]></category>
		<category><![CDATA[Pemalsuan Dokumen]]></category>
		<category><![CDATA[SIAK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=34015</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/bareskrim-polri-tahan-tersangka-dugaan-pemalsuan-status-perkawinan-di-ktp">Bareskrim Polri Tahan Tersangka Dugaan Pemalsuan Status Perkawinan di KTP</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dittipid PPA-PPO) Bareskrim Polri mengungkap perkembangan penanganan kasus dugaan tindak pidana memasukkan keterangan palsu ke dalam akta autentik. Kasus tersebut tercatat dalam laporan polisi LP/B/55/II/2025/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal 3 Februari 2025.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Direktur Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim Polri Brigjen Pol Nurul Azizah menjelaskan, pengungkapan perkara bermula dari laporan seorang pelapor berinisial AC yang melaporkan adanya dugaan pemalsuan identitas pada akta autentik berupa KTP atas nama CVT dengan status perkawinan “belum kawin”. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Padahal, saat dilaporkan, CVT diketahui masih terikat perkawinan dengan pelapor, AC.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Setelah menerima laporan tersebut, penyidik langsung melakukan penyelidikan dan penyidikan dengan mendalami keterangan pelapor serta memeriksa 13 saksi dari Dukcapil Surabaya, Balikpapan, dan Alor, satu saksi rekan tersangka, serta tiga saksi ahli yang terdiri dari ahli pidana, ahli Kemendagri, dan ahli digital forensik. Berdasarkan hasil gelar perkara, penyidik menemukan bahwa perkara ini telah memenuhi unsur pidana sebagaimana dipersangkakan,” ujar Nurul Azizah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menambahkan, tersangka diduga meminta petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk mengubah status perkawinannya dari “kawin” menjadi “belum kawin”, sehingga seolah-olah keterangan tersebut sesuai dengan fakta yang sebenarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Penggunaan keterangan palsu tersebut berpotensi menimbulkan kerugian. Pelapor merasa dirugikan secara psikis bersama anak-anaknya, berpotensi menghilangkan hak-hak keperdataan anak, menghambat karier pelapor, serta mencemarkan nama baik,” jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam proses penyidikan, penyidik juga telah menyita sejumlah barang bukti berupa puluhan dokumen berdasarkan beberapa penetapan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Pengadilan Negeri Kalabahi Alor NTT, dan Pengadilan Negeri Balikpapan.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/bareskrim-polri-tahan-tersangka-dugaan-pemalsuan-status-perkawinan-di-ktp">Bareskrim Polri Tahan Tersangka Dugaan Pemalsuan Status Perkawinan di KTP</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KUHP dan KUHAP Baru Jadi Instrumen Strategis Kedaulatan Pangan dan Energi 2026</title>
		<link>https://www.seketika.com/kuhp-dan-kuhap-baru-jadi-instrumen-strategis-kedaulatan-pangan-dan-energi-2026</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 03:04:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum dan Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Deregulasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kedaulatan Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Kedaulatan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[KUHAP]]></category>
		<category><![CDATA[KUHP]]></category>
		<category><![CDATA[Rapim Polri 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi Hukum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=33957</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kuhp-dan-kuhap-baru-jadi-instrumen-strategis-kedaulatan-pangan-dan-energi-2026">KUHP dan KUHAP Baru Jadi Instrumen Strategis Kedaulatan Pangan dan Energi 2026</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, menegaskan bahwa penerapan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru menjadi instrumen strategis dalam mendukung kedaulatan pangan dan energi nasional. Hal tersebut ditegaskan Menkum dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Polri Tahun 2026 di Grand Krakatau Ballroom, Jakarta, Rabu (11/02/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">“KUHP dan KUHAP yang baru akan meningkatkan kepastian hukum dalam kedaulatan pangan dan energi, serta ekonomi yang produktif dan inklusif,” ujar Supratman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, agenda pembangunan nasional tahun 2026 yang mengusung tema Kedaulatan Pangan dan Energi serta Ekonomi yang Produktif dan Inklusif membutuhkan dukungan regulasi yang efektif. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Reformasi hukum, termasuk melalui pembaruan KUHP dan KUHAP, menjadi bagian penting dalam menciptakan kepastian hukum serta iklim usaha yang kondusif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Supratman menyoroti masih adanya persoalan regulasi yang menghambat pertumbuhan investasi dan daya saing nasional, seperti aturan yang tumpang tindih, multitafsir, hingga menimbulkan biaya tinggi. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, deregulasi dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi hambatan struktural dan memperkuat efektivitas kebijakan pemerintah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di bidang pangan, tantangan regulasi masih terlihat dari adanya tumpang tindih kewenangan pusat-daerah, disharmoni regulasi antarkementerian, rumitnya perizinan dan rantai distribusi, dan bantuan serta subsidi yang tidak tepat sasaran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Langkah deregulasi yang dibutuhkan dalam sektor pangan meliputi penyederhanaan rantai distribusi pangan, penyederhanaan perizinan usaha pertanian dan industri pangan, pengurangan biaya transaksi, pemajuan investasi di sektor agroindustri dan pangan, dan penguatan kepastian hukum bagi investor,” tuturnya.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kuhp-dan-kuhap-baru-jadi-instrumen-strategis-kedaulatan-pangan-dan-energi-2026">KUHP dan KUHAP Baru Jadi Instrumen Strategis Kedaulatan Pangan dan Energi 2026</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Komisi III DPR RI Minta Kasus Hogi Minaya Dihentikan</title>
		<link>https://www.seketika.com/komisi-iii-dpr-ri-minta-kasus-hogi-minaya-dihentikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2026 21:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum dan Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Habiburokhman]]></category>
		<category><![CDATA[Hogi Minaya]]></category>
		<category><![CDATA[kasus Sleman]]></category>
		<category><![CDATA[keadilan substantif]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi III DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[kriminalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[KUHAP]]></category>
		<category><![CDATA[KUHP]]></category>
		<category><![CDATA[pembelaan diri]]></category>
		<category><![CDATA[Penegakan Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Sleman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=33494</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/komisi-iii-dpr-ri-minta-kasus-hogi-minaya-dihentikan">Komisi III DPR RI Minta Kasus Hogi Minaya Dihentikan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menegaskan bahwa penanganan perkara hukum yang menjerat Hogi Minaya perlu dievaluasi secara menyeluruh karena dinilai tidak mencerminkan rasa keadilan. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR RI bersama Kepala Kejaksaan Negeri Sleman, Kapolresta Sleman, serta kuasa hukum Hogi Minaya yang digelar di Ruang Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Habiburokhman menyampaikan bahwa Komisi III DPR RI, berdasarkan hasil pendalaman dan keterangan para pihak, menilai terdapat dasar hukum yang kuat untuk menghentikan perkara tersebut demi kepentingan hukum. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga menekankan, Komisi III DPR menjalankan fungsi pengawasan agar proses penegakan hukum tetap berjalan sesuai prinsip keadilan substantif dan tidak semata-mata berorientasi pada kepastian hukum formal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Komisi III DPR RI meminta agar perkara ini dihentikan demi kepentingan hukum, dengan berpedoman pada ketentuan Pasal 65 huruf m Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP dan alasan pembenar sebagaimana diatur dalam Pasal 34 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP,” ujar Habiburokhman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menjelaskan bahwa Pasal 34 KUHP secara tegas mengatur mengenai pembelaan terpaksa terhadap serangan atau ancaman yang melawan hukum. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks perkara Hogi Minaya, Komisi III DPR menilai peristiwa yang terjadi merupakan bentuk pembelaan diri terhadap kejahatan pencurian dengan kekerasan, sehingga tidak dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Habiburokhman juga mengingatkan agar aparat penegak hukum memedomani prinsip keadilan sebagaimana diatur dalam Pasal 53 ayat (2) KUHP, yang menegaskan bahwa dalam penegakan hukum, keadilan harus lebih diutamakan daripada kepastian hukum semata. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/komisi-iii-dpr-ri-minta-kasus-hogi-minaya-dihentikan">Komisi III DPR RI Minta Kasus Hogi Minaya Dihentikan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>959 Tersangka Kerusuhan Demo Agustus 2025, 295 Anak di Bawah Umur Ikut Terlibat?</title>
		<link>https://www.seketika.com/959-tersangka-kerusuhan-demo-agustus-2025-295-anak-di-bawah-umur-ikut-terlibat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2025 20:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum dan Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Di Bawah Umur]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[berita terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Demo Agustus 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Kerusuhan 2025]]></category>
		<category><![CDATA[KUHP]]></category>
		<category><![CDATA[Penegakan Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Tersangka Kerusuhan]]></category>
		<category><![CDATA[UU ITE]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=30456</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/959-tersangka-kerusuhan-demo-agustus-2025-295-anak-di-bawah-umur-ikut-terlibat">959 Tersangka Kerusuhan Demo Agustus 2025, 295 Anak di Bawah Umur Ikut Terlibat?</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Polri resmi menetapkan 959 orang sebagai tersangka dalam kasus kerusuhan saat demonstrasi nasional pada 25–31 Agustus 2025. Dari total tersangka tersebut, 664 orang merupakan dewasa, sementara 295 lainnya adalah anak di bawah umur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri pada Rabu, 24 September 2025, Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono menjelaskan bahwa penetapan status hukum ini merupakan hasil dari penanganan 246 laporan polisi yang diterima dari berbagai Polda di Indonesia, termasuk laporan dari Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Penegakan hukum hanya dilakukan terhadap pelaku yang benar-benar melakukan kerusuhan, bukan masyarakat yang menyampaikan aspirasi secara damai,”  tegas Komjen Syahardiantono.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proses hukum terhadap anak di bawah umur yang terlibat kerusuhan dilakukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, yang mengedepankan pendekatan keadilan restoratif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Para tersangka kerusuhan demonstrasi Agustus 2025 dijerat dengan berbagai pasal sesuai dengan tindakan pidana yang dilakukan, antara lain:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Pasal 160 dan 161 KUHP – Penghasutan untuk melakukan kejahatan atau kekerasan terhadap penguasa umum.</li>



<li>Pasal 170 KUHP – Tindak pidana pengeroyokan.</li>



<li>Pasal 187 KUHP – Tindakan pembakaran yang membahayakan nyawa atau barang.</li>



<li>Pasal 212 hingga 214 KUHP – Perlawanan terhadap petugas saat menjalankan tugas resmi.</li>



<li>Pasal 351 KUHP – Penganiayaan.</li>



<li>Pasal 362 dan 363 KUHP – Tindak pidana pencurian.</li>



<li>Pasal 406 KUHP – Perusakan barang milik orang lain.</li>
</ul>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/959-tersangka-kerusuhan-demo-agustus-2025-295-anak-di-bawah-umur-ikut-terlibat">959 Tersangka Kerusuhan Demo Agustus 2025, 295 Anak di Bawah Umur Ikut Terlibat?</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
