<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Legalitas Tanah Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/legalitas-tanah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/legalitas-tanah</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 24 Aug 2025 02:53:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>Legalitas Tanah Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/legalitas-tanah</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BHUMI: Aplikasi Peta Tanah Digital yang Bikin Mafia Tanah Panik</title>
		<link>https://www.seketika.com/bhumi-aplikasi-peta-tanah-digital-yang-bikin-mafia-tanah-panik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Aug 2025 02:53:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[ATR BPN]]></category>
		<category><![CDATA[Bhumi]]></category>
		<category><![CDATA[digital government]]></category>
		<category><![CDATA[Geospasial]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia 2045]]></category>
		<category><![CDATA[Legalitas Tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Mafia Tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Open Data]]></category>
		<category><![CDATA[Peta Tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Satu Peta Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Transparansi Data]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=29614</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/bhumi-aplikasi-peta-tanah-digital-yang-bikin-mafia-tanah-panik">BHUMI: Aplikasi Peta Tanah Digital yang Bikin Mafia Tanah Panik</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Di era digital, akses terhadap data publik kian menjadi kebutuhan. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) kini melangkah lebih jauh dengan meluncurkan aplikasi geoportal Bhumi, sebuah inovasi yang membuka peta dasar pertanahan untuk masyarakat luas.</p>



<p>Transparansi urusan pertanahan kini bukan lagi hanya jargon. Lewat Bhumi, publik dapat langsung menelusuri bidang tanah di seluruh Indonesia, lengkap dengan status hak dan informasi spasial yang sebelumnya sulit dijangkau.</p>



<p>Kepala Biro Humas dan Protokol ATR/BPN, Harison Mocodompis, menegaskan bahwa Bhumi menjadi jembatan penting antara pemerintah dan rakyat. </p>



<p>“Masyarakat bisa ikut menjadi mata bagi kerja-kerja pemerintah. Itu sebabnya kami membuka akses lewat portal https://bhumi.atrbpn.go.id/,” ujarnya.</p>



<p>Kehadiran aplikasi ini sejalan dengan semangat keterbukaan informasi publik, sekaligus menguatkan kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola pertanahan nasional.</p>



<p>Selama ini, data pertanahan kerap dianggap rumit, hanya bisa diakses kalangan tertentu, atau memerlukan prosedur panjang. </p>



<p>Bhumi mengubah paradigma tersebut dengan menghadirkan peta interaktif yang dapat diakses siapa pun dengan jaringan internet.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/bhumi-aplikasi-peta-tanah-digital-yang-bikin-mafia-tanah-panik">BHUMI: Aplikasi Peta Tanah Digital yang Bikin Mafia Tanah Panik</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
