<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Media Sosial Anak Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/media-sosial-anak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/media-sosial-anak</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Mar 2026 05:24:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>Media Sosial Anak Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/media-sosial-anak</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pemerintah Menunda Akses Media Sosial Bagi Anak Di bawah 16 Tahun</title>
		<link>https://www.seketika.com/pemerintah-menunda-akses-media-sosial-bagi-anak-di-bawah-16-tahun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2026 05:24:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[AI dan anak]]></category>
		<category><![CDATA[batas usia medsos]]></category>
		<category><![CDATA[cyberbullying]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan Digital]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[kecanduan gawai]]></category>
		<category><![CDATA[literasi digital]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Perlindungan Anak Digital]]></category>
		<category><![CDATA[PP TUNAS 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=34688</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/pemerintah-menunda-akses-media-sosial-bagi-anak-di-bawah-16-tahun">Pemerintah Menunda Akses Media Sosial Bagi Anak Di bawah 16 Tahun</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Pemerintah menunda akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun sebagai langkah perlindungan dari berbagai risiko di ruang digital, mulai dari kecanduan gawai hingga paparan konten berbahaya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kebijakan tersebut merupakan bagian dari implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan kebijakan ini bukan bertujuan melarang anak menggunakan teknologi, melainkan memastikan mereka memiliki kesiapan mental dan psikologis sebelum memasuki ruang media sosial yang kompleks.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Usia yang dinilai paling tepat untuk mulai mengakses media sosial adalah sekitar 16 tahun. Ini bukan keputusan sepihak pemerintah, tetapi hasil diskusi panjang dengan para psikolog, pemerhati tumbuh kembang anak, serta berbagai penelitian mengenai dampak media sosial terhadap perkembangan anak,” ujar Meutya dalam kegiatan Kelas Digital Sahabat Tunas: Tunggu Anak Siap di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta, Senin (9/3/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Meutya, pemerintah menerima banyak masukan dari masyarakat mengenai meningkatnya risiko penggunaan media sosial bagi anak. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Risiko tersebut mencakup kecanduan digital, paparan konten negatif, perundungan siber, hingga penipuan daring yang kerap menyasar pengguna usia muda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pemerintah hadir agar orang tua tidak lagi bertarung sendirian menghadapi kekuatan algoritma,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menambahkan perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (AI) juga memperbesar tantangan di ruang digital karena memungkinkan manipulasi konten yang semakin sulit dibedakan dari informasi asli.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/pemerintah-menunda-akses-media-sosial-bagi-anak-di-bawah-16-tahun">Pemerintah Menunda Akses Media Sosial Bagi Anak Di bawah 16 Tahun</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Resmi! PP Tunas Wajibkan Batas Usia Media Sosial Anak: Akses Penuh Baru di Atas 18 Tahun!</title>
		<link>https://www.seketika.com/resmi-pp-tunas-wajibkan-batas-usia-media-sosial-anak-akses-penuh-baru-di-atas-18-tahun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2025 17:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Aturan Digital Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Batas Usia Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi Digital Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Meutya Hafid]]></category>
		<category><![CDATA[Online Safety]]></category>
		<category><![CDATA[Pelindungan Anak Digital]]></category>
		<category><![CDATA[PP 17 Tahun 2025]]></category>
		<category><![CDATA[PP Tunas]]></category>
		<category><![CDATA[Regulasi Digital]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=27081</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/resmi-pp-tunas-wajibkan-batas-usia-media-sosial-anak-akses-penuh-baru-di-atas-18-tahun">Resmi! PP Tunas Wajibkan Batas Usia Media Sosial Anak: Akses Penuh Baru di Atas 18 Tahun!</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Pemerintah Indonesia resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik Dalam Pelindungan Anak, atau dikenal sebagai PP Tunas. Regulasi ini menjadi langkah strategis negara dalam memberikan pelindungan anak di ruang digital, terutama dari risiko penggunaan media sosial secara tidak terkendali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa penyusunan PP Tunas dilakukan dengan mengacu pada praktik terbaik dari negara lain, seperti Australia, yang telah lebih dahulu menerapkan regulasi serupa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kita belajar dari Australia tentang cara mengimplementasikan pembatasan media sosial untuk anak. Fokusnya adalah bagaimana PP Tunas ini bisa dilaksanakan secara optimal di lapangan,&#8221; ujar Meutya Hafid usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (15/05/2025).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam regulasi digital anak ini, PP Tunas menetapkan klasifikasi penggunaan media sosial berdasarkan usia anak dan tingkat risiko platform. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Berikut rincian batas usia penggunaan media sosial menurut PP Tunas:</p>



<p class="wp-block-paragraph">1. Usia di bawah 13 tahun: Hanya boleh mengakses platform dengan risiko rendah, dan harus dengan persetujuan orang tua.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/resmi-pp-tunas-wajibkan-batas-usia-media-sosial-anak-akses-penuh-baru-di-atas-18-tahun">Resmi! PP Tunas Wajibkan Batas Usia Media Sosial Anak: Akses Penuh Baru di Atas 18 Tahun!</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
