<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Muhammadiyah Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/muhammadiyah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/muhammadiyah</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Apr 2026 13:14:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>Muhammadiyah Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/muhammadiyah</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gubernur Banten Ajak Muhammadiyah Awasi Gadget Anak, Ini Dampaknya Jika Diabaikan</title>
		<link>https://www.seketika.com/gubernur-banten-ajak-muhammadiyah-awasi-gadget-anak-ini-dampaknya-jika-diabaikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 18:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Andra Soni]]></category>
		<category><![CDATA[Banten]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[literasi digital]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan anak]]></category>
		<category><![CDATA[Perlindungan anak]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[Serang]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi digital]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=35780</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/gubernur-banten-ajak-muhammadiyah-awasi-gadget-anak-ini-dampaknya-jika-diabaikan">Gubernur Banten Ajak Muhammadiyah Awasi Gadget Anak, Ini Dampaknya Jika Diabaikan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Serang – Gubernur Banten Andra Soni mengajak Muhammadiyah untuk ikut serta aktif bersama pemerintah dalam memperkuat pendidikan anak-anak dan remaja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Muhammadiyah merupakan mitra strategis dalam pengembangan pendidikan, kesehatan, serta ekonomi keumatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal itu dikatakan Andra Soni saat menghadiri acara Silaturahmi Idul Fitri di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Banten, Jl. Ki Ajurum No. 2 Cipocok, Kota Serang, Minggu (19/4/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Turut hadir Penasihat Khusus Presiden untuk Urusan Haji Muhajir Efendi dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Andra Soni, penguatan pendidikan dan perlindungan anak-anak serta remaja merupakan salah satu isu strategis pemerintah. Terutama dalam mencegah dampak negatif perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kebijakan ini akan benar-benar diterapkan dan dirasakan di lapangan,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Andra Soni, saat ini ada perubahan besar dalam pergaulan anak-anak dan remaja yang semakin banyak hidup di dunia virtual, namun semakin sedikit berinteraksi di dunia nyata.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/gubernur-banten-ajak-muhammadiyah-awasi-gadget-anak-ini-dampaknya-jika-diabaikan">Gubernur Banten Ajak Muhammadiyah Awasi Gadget Anak, Ini Dampaknya Jika Diabaikan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Haedar Nashir Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Buka Suara soal Perbedaan Idulfitri 1447 H: Jangan Cari Pembenaran, Ini Seruannya!</title>
		<link>https://www.seketika.com/haedar-nashir-ketua-umum-pimpinan-pusat-pp-muhammadiyah-buka-suara-soal-perbedaan-idulfitri-1447-h-jangan-cari-pembenaran-ini-seruannya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2026 03:00:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Haedar Nashir]]></category>
		<category><![CDATA[Idulfitri 1447 H]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah Idulfitri]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[perbedaan lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Persatuan Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Toleransi Beragama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=35022</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/haedar-nashir-ketua-umum-pimpinan-pusat-pp-muhammadiyah-buka-suara-soal-perbedaan-idulfitri-1447-h-jangan-cari-pembenaran-ini-seruannya">Haedar Nashir Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Buka Suara soal Perbedaan Idulfitri 1447 H: Jangan Cari Pembenaran, Ini Seruannya!</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Yogyakarta – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengajak seluruh warga dan elite bangsa menjadikan momentum Idulfitri 1447 H sebagai jalan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta menghadirkan nilai-nilai ihsan dalam setiap aspek kehidupan, baik personal maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pesan tersebut disampaikan Haedar Nashir selepas menunaikan dan menyampaikan Khutbah Idulfitri 1447 H di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), pada Jumat (20/3).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terkait perbedaan penetapan Idulfitri, Haedar mengimbau masyarakat untuk tidak mempertajam perbedaan yang ada. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menekankan bahwa perbedaan merupakan hal yang biasa dan tidak perlu menjadi sumber konflik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Tidak perlu kita mempertajam perbedaan, apalagi mencari pembenaran diri dengan menyalahkan pihak lain. Baik dalam konteks kewargaan maupun pemerintahan, semua pihak harus menahan diri,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga mengajak para tokoh agama dan elite bangsa untuk menghindari pernyataan atau ujaran yang dapat memperkeruh suasana di tengah masyarakat. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Idulfitri, menurutnya, harus dijalani dengan kekhusyukan ibadah dan kejernihan jiwa serta pikiran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Jalani Idulfitri dengan khusyuk, baik yang merayakan pada 20 maupun 21 Maret, bahkan yang lebih dahulu, agar kita tidak terjebak dalam hasrat perbedaan yang justru meretakkan persatuan,” imbuhnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Haedar menyampaikan keyakinannya bahwa bangsa Indonesia memiliki kedewasaan dalam menyikapi perbedaan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga berharap ke depan dunia Islam dapat memiliki kalender global tunggal untuk meminimalisasi perbedaan penetapan hari besar keagamaan.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/haedar-nashir-ketua-umum-pimpinan-pusat-pp-muhammadiyah-buka-suara-soal-perbedaan-idulfitri-1447-h-jangan-cari-pembenaran-ini-seruannya">Haedar Nashir Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Buka Suara soal Perbedaan Idulfitri 1447 H: Jangan Cari Pembenaran, Ini Seruannya!</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Idulfitri Jatuh di Hari Jumat? Ini Penjelasan Muhammadiyah yang Bikin Banyak Orang Terkejut!</title>
		<link>https://www.seketika.com/idulfitri-jatuh-di-hari-jumat-ini-penjelasan-muhammadiyah-yang-bikin-banyak-orang-terkejut</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2026 05:39:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[Hadis]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Raya]]></category>
		<category><![CDATA[hukum Islam]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Iduladha]]></category>
		<category><![CDATA[Idulfitri]]></category>
		<category><![CDATA[Majelis Tarjih]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Salat Jumat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=34923</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/idulfitri-jatuh-di-hari-jumat-ini-penjelasan-muhammadiyah-yang-bikin-banyak-orang-terkejut">Idulfitri Jatuh di Hari Jumat? Ini Penjelasan Muhammadiyah yang Bikin Banyak Orang Terkejut!</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Dalam perjalanan kalender hijriah, terkadang hari raya Idulfitri atau Iduladha bertepatan dengan hari Jumat. Kondisi ini sesekali menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat: apakah setelah melaksanakan salat Id pada pagi hari seseorang masih berkewajiban menghadiri salat Jumat?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di kalangan warga Muhammadiyah, pandangan yang dianjurkan adalah tetap melaksanakan salat Jumat walaupun hari tersebut bertepatan dengan hari raya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Pandangan ini lahir dari upaya memahami keseluruhan hadis secara komprehensif, tidak hanya mengambil satu riwayat secara parsial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memang terdapat beberapa hadis yang memberi kesan adanya keringanan untuk tidak menghadiri salat Jumat bagi orang yang telah melaksanakan salat Id. Namun sebagian riwayat tersebut dinilai lemah oleh para ulama hadis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Misalnya hadis riwayat Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah dari Ilyas bin Abi Ramlah yang dinilai lemah karena terdapat perawi yang tidak dikenal. Ada pula hadis yang dinilai sebagai hadis mursal, seperti riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di samping itu terdapat hadis yang dinilai sahih yang menceritakan peristiwa pada masa sahabat. Hadis tersebut diriwayatkan oleh an-Nasa’i dan Abu Dawud dari Wahb bin Kaisan:</p>



<p class="has-text-align-right has-large-font-size wp-block-paragraph">حَدَّثَنِي وَهْبُ بْنُ كَيْسَانَ، قَالَ: اجْتَمَعَ عِيدَانِ عَلَى عَهْدِ ابْنِ الزُّبَيْرِ فَأَخَّرَ الْخُرُوجَ حَتَّى تَعَالَى النَّهَارُ، ثُمَّ خَرَجَ فَخَطَبَ فَأَطَالَ الْخُطْبَةَ، ثُمَّ نَزَلَ فَصَلَّى وَلَمْ يُصَلِّ لِلنَّاسِ يَوْمَئِذٍ الْجُمُعَةَ، فَذُكِرَ ذَلِكَ لِابْنِ عَبَّاسٍ فَقَالَ: أَصَابَ السُّنَّةَ</p>



<p class="wp-block-paragraph">“<em>Wahb bin Kaisan berkata: Pernah bertepatan dua hari raya pada masa Ibnu Zubair. Ia menunda keluar hingga matahari meninggi. Kemudian ia keluar lalu berkhutbah panjang, kemudian turun dan melaksanakan salat. Pada hari itu ia tidak melaksanakan salat Jumat bagi masyarakat. Hal itu kemudian diceritakan kepada Ibnu Abbas, lalu ia berkata: ‘Perbuatannya itu sesuai dengan sunnah</em>.’” (HR. an-Nasa’i dan Abu Dawud).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekilas, hadis tersebut memberi kesan bahwa ketika hari raya bertepatan dengan hari Jumat maka salat Jumat tidak perlu dilaksanakan lagi. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/idulfitri-jatuh-di-hari-jumat-ini-penjelasan-muhammadiyah-yang-bikin-banyak-orang-terkejut">Idulfitri Jatuh di Hari Jumat? Ini Penjelasan Muhammadiyah yang Bikin Banyak Orang Terkejut!</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lebaran 2026, Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal Jatuh pada 20 Maret</title>
		<link>https://www.seketika.com/lebaran-2026-muhammadiyah-tetapkan-1-syawal-jatuh-pada-20-maret</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2026 05:14:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[1 Syawal 1447 H]]></category>
		<category><![CDATA[Astronomi Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Idulfitri]]></category>
		<category><![CDATA[Kalender Hijriah Global Tunggal]]></category>
		<category><![CDATA[KHGT]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Penentuan Hilal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=34914</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/lebaran-2026-muhammadiyah-tetapkan-1-syawal-jatuh-pada-20-maret">Lebaran 2026, Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal Jatuh pada 20 Maret</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Penetapan awal bulan Syawal 1447 H tahun ini merujuk pada keputusan Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah tentang Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Berdasarkan kriteria kalender tersebut, 1 Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026 M.</p>



<p class="wp-block-paragraph">KHGT merupakan sistem kalender hijriah yang dirancang untuk menyatukan penentuan awal bulan Islam secara global. Dalam sistem ini, bumi dipandang sebagai satu kesatuan matlak sehingga awal bulan berlaku serentak bagi seluruh dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan pendekatan ini, awal bulan tidak lagi bergantung pada batas wilayah tertentu, tetapi pada terpenuhinya parameter astronomis di salah satu tempat di dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada beberapa kriteria yang digunakan dalam KHGT, di antaranya:</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertama, seluruh dunia dianggap sebagai satu kesatuan matlak sehingga bulan baru dimulai secara bersamaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua, bulan baru dimulai apabila sebelum pukul 24.00 UTC di suatu tempat di dunia telah terpenuhi parameter elongasi minimal 8 derajat dan tinggi hilal minimal 5 derajat pada saat matahari terbenam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketiga, apabila kriteria tersebut baru terpenuhi setelah pukul 24.00 UTC, maka bulan baru tetap dimulai dengan syarat parameter tersebut terjadi di daratan Benua Amerika dan peristiwa ijtimak berlangsung sebelum fajar di Selandia Baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Data astronomis menunjukkan bahwa kriteria tersebut telah terpenuhi untuk bulan Syawal 1447 H. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/lebaran-2026-muhammadiyah-tetapkan-1-syawal-jatuh-pada-20-maret">Lebaran 2026, Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal Jatuh pada 20 Maret</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sidang Isbat Ramadan 1447 H Tetap Digelar! Menag Tegas: Posisi Hilal Masih Minus, Puasa Berpotensi Mundur?</title>
		<link>https://www.seketika.com/sidang-isbat-ramadan-1447-h-tetap-digelar-menag-tegas-posisi-hilal-masih-minus-puasa-berpotensi-mundur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2026 03:17:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[awal puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Imkanur Rukyat]]></category>
		<category><![CDATA[Kalender Hijriah]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[MABIMS]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasaruddin Umar]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan 1447 H]]></category>
		<category><![CDATA[Sidang Isbat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=34057</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/sidang-isbat-ramadan-1447-h-tetap-digelar-menag-tegas-posisi-hilal-masih-minus-puasa-berpotensi-mundur">Sidang Isbat Ramadan 1447 H Tetap Digelar! Menag Tegas: Posisi Hilal Masih Minus, Puasa Berpotensi Mundur?</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa sidang isbat tetap menjadi mekanisme resmi pemerintah dalam menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah. Hal ini disampaikan Menag dalam wawancara online bersama TVOne terkait dinamika penentuan awal puasa tahun ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menag menjelaskan, secara historis sidang isbat selalu menjadi rujukan bangsa Indonesia dalam menentukan awal Ramadan dan Idul Fitri. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam dua tahun terakhir memang terjadi dinamika perbedaan penentuan awal Ramadan di tengah masyarakat, namun Kemenag terus mencoba untuk mempertemukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau kita lihat sejarah bangsa Indonesia, memang sidang isbat selalu jadi faktor penentu lebaran dan puasa. Dalam dua tahun terakhir memang ada perkembangan dan perbedaan, tetapi kita berusaha menjadi media penyatu dalam penentuan hari penting keagamaan,” ujar Menag, Jakarta, Selasa (17/2/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menjelaskan bahwa perbedaan metode antara ormas Islam merupakan bagian dari khazanah fikih yang telah lama dikenal. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Muhammadiyah, misalnya, dulu menggunakan hisab sebagai penentu utama dan rukyat sebagai konfirmasi. Sementara ormas Islam lainnya menjadikan rukyat sebagai dasar utama dengan dukungan hisab.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kementerian Agama sebagai perwakilan pemerintah tentunya perlu konfirmasi secara langsung dengan melihat posisi hilal dan diputuskan melalui sidang isbat,” tegasnya. Tahun ini, pemantauan hilal dilakukan di 96 titik di seluruh Indonesia sebagai bagian dari ikhtiar ilmiah dan syar’i.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/sidang-isbat-ramadan-1447-h-tetap-digelar-menag-tegas-posisi-hilal-masih-minus-puasa-berpotensi-mundur">Sidang Isbat Ramadan 1447 H Tetap Digelar! Menag Tegas: Posisi Hilal Masih Minus, Puasa Berpotensi Mundur?</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KPK–Muhammadiyah Perkuat Pendidikan Antikorupsi Lewat MoU Pencegahan Korupsi</title>
		<link>https://www.seketika.com/kpk-muhammadiyah-perkuat-pendidikan-antikorupsi-lewat-mou-pencegahan-korupsi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2026 04:18:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum dan Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[integritas]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[MoU KPK Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Antikorupsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=33390</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kpk-muhammadiyah-perkuat-pendidikan-antikorupsi-lewat-mou-pencegahan-korupsi">KPK–Muhammadiyah Perkuat Pendidikan Antikorupsi Lewat MoU Pencegahan Korupsi</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperluas strategi pencegahan korupsi melalui penguatan pendidikan karakter dan nilai integritas. Komitmen tersebut ditegaskan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah terkait tindak lanjut penguatan pencegahan korupsi yang berlangsung di Kantor Pusat Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (20/1).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, menegaskan strategi penegakan hukum akan selalu menemui jalan terjal jika tidak dibarengi dengan internalisasi nilai moral di akar rumput. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Muhammadiyah, dengan jutaan pengikut dan ribuan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), termasuk sekolah dan perguruan tinggi dipandang sebagai sekutu strategis guna mematikan sel-sel korupsi di ruang publik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kemitraan ini memperkuat strategi KPK yang tidak sekadar bertumpu pada penegakan hukum, melainkan pembentukan karakter,” tegas Ibnu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut, Ibnu menilai luasnya jejaring Muhammadiyah di sektor pendidikan, layanan kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat, menjadi modal penting guna menanamkan nilai antikorupsi secara berkelanjutan hingga mampu menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Ibnu, KPK membutuhkan daya dorong besar guna mengubah perilaku publik agar berani menolak korupsi sekecil apa pun. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan demikian, pembaharuan nota kesepahaman ini menjadi langkah nyata memperkuat kerja sama dalam upaya pencegahan korupsi melalui jalur pendidikan, dakwah, serta penguatan nilai integritas di ruang publik.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kpk-muhammadiyah-perkuat-pendidikan-antikorupsi-lewat-mou-pencegahan-korupsi">KPK–Muhammadiyah Perkuat Pendidikan Antikorupsi Lewat MoU Pencegahan Korupsi</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kementerian Haji dan Umrah Resmi Dibentuk, Siapa Pimpinannya</title>
		<link>https://www.seketika.com/kementerian-haji-dan-umrah-resmi-dibentuk-siapa-pimpinannya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2025 06:13:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[2030]]></category>
		<category><![CDATA[BP Haji]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Haji 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Hidayat NurWahid]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Haji]]></category>
		<category><![CDATA[Kuota Haji Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[NU]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[UU Haji Dan Umrah]]></category>
		<category><![CDATA[Visi Saudi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=29902</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kementerian-haji-dan-umrah-resmi-dibentuk-siapa-pimpinannya">Kementerian Haji dan Umrah Resmi Dibentuk, Siapa Pimpinannya</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hidayat Nur Wahid, menyambut baik disahkannya Perubahan Ketiga UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Salah satu poin krusial dari revisi tersebut adalah penetapan bahwa lembaga penyelenggara haji dan umrah kini berbentuk Kementerian, bukan lagi badan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pria yang akrab disapa HNW ini menegaskan, keputusan tersebut merupakan langkah penting dalam memperkuat kelembagaan Kementerian Haji dan Umrah, yang dipisahkan dari Kementerian Agama. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia mendukung agar Kepala dan Wakil Kepala BP Haji saat ini secara otomatis diangkat sebagai Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah, sesuai amanat dari UU yang telah disepakati DPR RI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Waktu menuju penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 semakin mepet. Maka, lebih baik Kementerian Haji dan Umrah nanti langsung melanjutkan kerja-kerja yang sudah dilakukan oleh BP Haji. </p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Keduanya telah menguasai amanat dan visi misi pengelolaan haji yg diinginkan Presiden Prabowo, selain penguasaan soliditas internal lembaga yang sangat dibutuhkan menghadapi persiapan haji 2026 yang sudah mulai berjalan, dan harapan besar Umat akan suksesnya lembaga Kementerian Haji,” ujar Hidayat dalam keterangannya, Selasa (2/9/2025).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Politisi Fraksi PKS ini menjelaskan bahwa setiap tahunnya, Indonesia memberangkatkan lebih dari 220 ribu jemaah haji, dengan total anggaran mencapai Rp 20 triliun. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kementerian-haji-dan-umrah-resmi-dibentuk-siapa-pimpinannya">Kementerian Haji dan Umrah Resmi Dibentuk, Siapa Pimpinannya</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Puasa Tanggal Berapa, Jadwal Awal Puasa 2025: Penetapan Ramadan NU dan Muhammadiyah</title>
		<link>https://www.seketika.com/puasa-tanggal-berapa-jadwal-awal-puasa-2025-penetapan-ramadan-nu-dan-muhammadiyah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Feb 2025 02:44:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[awal puasa]]></category>
		<category><![CDATA[hisab]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri 1446 H]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[MABIMS]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[NU]]></category>
		<category><![CDATA[puasa 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan 2025]]></category>
		<category><![CDATA[rukyatul hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Sidang Isbat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=24649</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/puasa-tanggal-berapa-jadwal-awal-puasa-2025-penetapan-ramadan-nu-dan-muhammadiyah">Puasa Tanggal Berapa, Jadwal Awal Puasa 2025: Penetapan Ramadan NU dan Muhammadiyah</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Jakarta – Pemerintah Indonesia telah menetapkan sidang isbat untuk menentukan awal Ramadan 1446 H pada 29 Syakban, yang jatuh pada 28 Februari 2025. Sidang isbat ini akan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk ormas Islam, MUI, BMKG, ahli falak, serta perwakilan DPR dan Mahkamah Agung. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sidang ini bertujuan untuk memastikan kesesuaian penentuan awal bulan Ramadan berdasarkan kriteria astronomi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut kriteria MABIMS, hilal harus terlihat dengan ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat agar imkanur rukyat terpenuhi. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Arsad Hidayat, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, menyatakan bahwa dengan kriteria ini, terdapat indikasi kuat bahwa hilal akan terlihat pada 29 Syakban, yang menandakan awal Ramadan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Proses ini sangat penting untuk memastikan kesepakatan di kalangan umat Islam tentang dimulainya puasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Nahdlatul Ulama (NU) belum mengumumkan keputusan resmi tentang awal Ramadan 2025. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/puasa-tanggal-berapa-jadwal-awal-puasa-2025-penetapan-ramadan-nu-dan-muhammadiyah">Puasa Tanggal Berapa, Jadwal Awal Puasa 2025: Penetapan Ramadan NU dan Muhammadiyah</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tok! Muhammadiyah Tetapkan Tanggal 1 Ramadan, Idulfitri, Iduladha 2025 Berdasarkan Hisab Wujudul Hilal</title>
		<link>https://www.seketika.com/tok-muhammadiyah-tetapkan-tanggal-1-ramadan-idulfitri-iduladha-2025-berdasarkan-hisab-wujudul-hilal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Feb 2025 09:25:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[1 Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[1 Zulhijah]]></category>
		<category><![CDATA[10 Zulhijah]]></category>
		<category><![CDATA[Haedar Nashir]]></category>
		<category><![CDATA[Hisab Wujudul Hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Iduladha 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Idulfitri 2025]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Sayuti]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Pimpinan Pusat Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa Arafah]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan 1446 H]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=24154</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/tok-muhammadiyah-tetapkan-tanggal-1-ramadan-idulfitri-iduladha-2025-berdasarkan-hisab-wujudul-hilal">Tok! Muhammadiyah Tetapkan Tanggal 1 Ramadan, Idulfitri, Iduladha 2025 Berdasarkan Hisab Wujudul Hilal</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Jakarta – Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan sejumlah tanggal penting untuk umat Islam pada tahun 1446 H, yang mencakup penetapan 1 Ramadan, Idulfitri, 1 Zulhijah, Puasa Arafah, dan Iduladha pada tahun 2025. Berdasarkan hasil Hisab Wujudul Hilal, berikut adalah informasi lengkap tentang penetapan tanggal-tanggal tersebut:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>1 Ramadan 1446 H jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025.</li>



<li>Idulfitri 1446 H akan dirayakan pada Senin, 31 Maret 2025 (1 Syawal 1446 H).</li>



<li>1 Zulhijah 1446 H jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025.</li>



<li>Puasa Arafah 9 Zulhijah 1446 H pada Kamis, 5 Juni 2025.</li>



<li>Iduladha 1446 H atau 10 Zulhijah akan dirayakan pada Jumat, 6 Juni 2025.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Pernyataan ini disampaikan oleh Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, dalam Konferensi Pers yang berlangsung pada 12 Februari 2025 di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jl. Cik Ditiro No. 23, Kota Yogyakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua PP Muhammadiyah Syamsul Anwar, dan Agung Danarto, yang turut mendukung penetapan ini. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Penetapan ini dilakukan berdasarkan metode Hisab Wujudul Hilal, yang menjadi pedoman dalam menentukan waktu-waktu penting bagi umat Islam di Indonesia.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/tok-muhammadiyah-tetapkan-tanggal-1-ramadan-idulfitri-iduladha-2025-berdasarkan-hisab-wujudul-hilal">Tok! Muhammadiyah Tetapkan Tanggal 1 Ramadan, Idulfitri, Iduladha 2025 Berdasarkan Hisab Wujudul Hilal</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perkiraan Awal Ramadhan 2025 Versi Pemerintah dan Muhammadiyah</title>
		<link>https://www.seketika.com/perkiraan-awal-ramadhan-2025-versi-pemerintah-dan-muhammadiyah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jan 2025 08:46:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=23146</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/perkiraan-awal-ramadhan-2025-versi-pemerintah-dan-muhammadiyah">Perkiraan Awal Ramadhan 2025 Versi Pemerintah dan Muhammadiyah</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta &#8211; Umat Islam di seluruh dunia akan segera menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, sebuah momen penting di mana muslim melaksanakan puasa selama satu bulan penuh, dari terbit hingga terbenam matahari. Lantas, kapan awal Ramadhan jatuh pada tahun 2025 ini?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Awal Ramadhan 2025 Versi Muhammadiyah<br>Pengurus Pusat Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1446 H jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025. Penetapan ini dilakukan dengan menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, yang memungkinkan mereka menentukan awal bulan hijriah jauh-jauh hari sebelum pengamatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prediksi Awal Ramadhan Versi Pemerintah<br>Merujuk pada jadwal SKB 3 Menteri tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama 2025, libur Idul Fitri diperkirakan jatuh pada 31 Maret dan 1 April 2025. Dengan demikian, awal Ramadhan 1446 H versi pemerintah kemungkinan besar juga jatuh pada 1 Maret 2025, sama dengan yang diumumkan oleh Muhammadiyah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, penetapan resmi pemerintah masih akan melalui sidang isbat yang dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag RI). Sidang isbat ini menggunakan dua metode, yaitu:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Rukyatul Hilal: Pengamatan hilal langsung.</li>



<li>Hisab: Perhitungan astronomis.</li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Sesuai dengan Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2024, jika hilal tidak terlihat saat rukyat, maka awal Ramadhan dapat bergeser dari prediksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadwal Libur Idul Fitri 1446 H Berdasarkan SKB 3 Menteri</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah telah menetapkan jadwal libur Idul Fitri 1446 H, termasuk cuti bersama. Berikut rinciannya:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Sabtu, 29 Maret 2025: Libur akhir pekan</li>



<li>Minggu, 30 Maret 2025: Libur akhir pekan</li>



<li>Senin, 31 Maret 2025: Idul Fitri 1446 H (Libur Nasional)</li>



<li>Selasa, 1 April 2025: Idul Fitri 1446 H (Libur Nasional)</li>



<li>Rabu, 2 April 2025: Cuti bersama Idul Fitri</li>



<li>Kamis, 3 April 2025: Cuti bersama Idul Fitri</li>



<li>Jumat, 4 April 2025: Cuti bersama Idul Fitri</li>



<li>Sabtu, 5 April 2025: Libur akhir pekan</li>



<li>Minggu, 6 April 2025: Libur akhir pekan</li>



<li>Senin, 7 April 2025: Cuti bersama Idul Fitri</li>
</ul>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/perkiraan-awal-ramadhan-2025-versi-pemerintah-dan-muhammadiyah">Perkiraan Awal Ramadhan 2025 Versi Pemerintah dan Muhammadiyah</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
