<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Naufal Al Harist Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/naufal-al-harist/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/naufal-al-harist</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Oct 2024 15:02:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>Naufal Al Harist Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/naufal-al-harist</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kontak Manusia dalam Penggunaan Internet sebagai Media Penanganan Gangguan Depresi</title>
		<link>https://www.seketika.com/kontak-manusia-dalam-penggunaan-internet-sebagai-media-penanganan-gangguan-depresi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Oct 2024 18:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Akses Pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[Depresi]]></category>
		<category><![CDATA[Gangguan Mental]]></category>
		<category><![CDATA[Intervensi Berbasis Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan mental]]></category>
		<category><![CDATA[Naufal Al Harist]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan Depresi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Terapi Online]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=20834</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kontak-manusia-dalam-penggunaan-internet-sebagai-media-penanganan-gangguan-depresi">Kontak Manusia dalam Penggunaan Internet sebagai Media Penanganan Gangguan Depresi</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Tak dapat dipungkiri, depresi merupakan salah satu gangguan mental yang paling umum terjadi di dunia. Dengan perkiraan sekitar 280 juta individu di seluruh dunia terdiagnosis depresi, permasalahan gangguan mental ini tidak bisa dipandang dengan sebelah mata. </p>



<p>Meski telah banyak dikembangkan metode pengobatan dan penanganan yang efektif, tidak semua orang dapat dengan mudah mengakses hal tersebut. </p>



<p>Akses terhadap penanganan dan pengobatan gangguan mental yang tidak merata masihlah menjadi permasalahan utama dalam penanggulangan kasus depresi.</p>



<p>Salah satu solusi terhadap permasalahan akses penanganan ini adalah dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, yaitu Intervensi Berbasis Internet (<em>Internet-Based Intervension</em>) (IBI). </p>



<p>IBI adalah program yang dirancang untuk membantu orang mengatasi depresi melalui modul-modul online yang dapat diakses secara mandiri. Program-program ini biasanya mencakup sekitar 6 hingga 12 minggu sesi terapi, yang terdiri dari materi berbasis teks, video, atau audio, serta latihan yang bisa dilakukan sendiri. </p>



<p>Keuntungan dari IBI adalah aksesibilitasnya yang tinggi pengguna dapat mengikuti program di mana saja dan kapan saja. Program IBI ini memungkinkan pengguna untuk mengikuti serangkaian sesi secara mandiri melalui komputer atau ponsel.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kontak-manusia-dalam-penggunaan-internet-sebagai-media-penanganan-gangguan-depresi">Kontak Manusia dalam Penggunaan Internet sebagai Media Penanganan Gangguan Depresi</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Love Language: Mitos Populer atau Fakta Ilmiah?</title>
		<link>https://www.seketika.com/love-language-mitos-populer-atau-fakta-ilmiah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Aug 2024 21:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta dan Hubungan]]></category>
		<category><![CDATA[Gary Chapman]]></category>
		<category><![CDATA[Hubungan Bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Hubungan]]></category>
		<category><![CDATA[Keseimbangan Emosional]]></category>
		<category><![CDATA[Konsep Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Love Language]]></category>
		<category><![CDATA[Naufal Al Harist]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi Hubungan]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Love Language]]></category>
		<category><![CDATA[Teori Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=18591</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/love-language-mitos-populer-atau-fakta-ilmiah">Love Language: Mitos Populer atau Fakta Ilmiah?</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Gaya Hidup – Pernahkah terbersit dalam benak kamu, apakah berbicara dengan <em>Love Language</em> pasangan kamu dapat menjadi rahasia hubungan yang bahagia? Gagasan ini telah mendapatkan popularitas yang luar biasa, tetapi seberapa ilmiahkah hal ini?</p>



<p>Konsep dari <em>love language</em> dipopulerkan oleh Gary Chapman dalam bukunya yang berjudul ‘<em>The 5 Love Language</em>’ . </p>



<p>Sejak awal publikasinya pada tahun 1992, buku tersebut berhasil mendapatkan popularitas yang tinggi dengan telah menjual lebih dari 20 juta eksemplar di seluruh dunia dan telah diterjemahkan ke dalam 50 bahasa.</p>



<p>Chapman memaparkan bahwa terdapat suatu perbedaan sistematis dalam cara-cara yang disukai seseorang untuk mengekspresikan dan menerima cinta, yang disebut sebagai <em>love language</em>. </p>



<p>Konsep <em>love language</em> ini memiliki tiga bagian penting, yaitu:</p>



<p>1. Setiap individu memiliki satu love language utama yang ia gunakan paling sering ketika mengekspresikan dan merasakan rasa cinta</p>



<p>2. Terdapat lima kategori love language yaitu:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><em>words of affirmation</em> (ekspresi verbal dari apresiasi, pujian, atau penyemangat),</li>



<li><em>quality time</em> (waktu yang disengaja untuk dihabiskan bersama dengan perhatian penuh)</li>



<li><em>receiving gifts</em> (tanda penghargaan berbentuk fisik)</li>



<li><em>acts of service</em> (dukungan praktikal melalui tindakan), dan</li>



<li><em>physical touch </em>(kontak fisik mulai dari berpegangan tangan hingga interaksi seksual)</li>
</ul>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/love-language-mitos-populer-atau-fakta-ilmiah">Love Language: Mitos Populer atau Fakta Ilmiah?</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Achievement Society: Sebuah Pengantar Singkat Psikopolitik Byung-Chul Han</title>
		<link>https://www.seketika.com/achievement-society-sebuah-pengantar-singkat-psikopolitik-byung-chul-han</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Aug 2024 05:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Achievement Society]]></category>
		<category><![CDATA[Byung-Chul Han]]></category>
		<category><![CDATA[Depresi dan Kecemasan]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan mental]]></category>
		<category><![CDATA[Kontrol Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Kuasa Positif]]></category>
		<category><![CDATA[Narsisme Modern]]></category>
		<category><![CDATA[Naufal Al Harist]]></category>
		<category><![CDATA[Neoliberalisme]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi dan Isolasi]]></category>
		<category><![CDATA[UM]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=18361</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/achievement-society-sebuah-pengantar-singkat-psikopolitik-byung-chul-han">Achievement Society: Sebuah Pengantar Singkat Psikopolitik Byung-Chul Han</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Politik – &#8220;<em>Freedom turns out to be a form of control</em>.&#8221; Kebebasan ternyata merupakan salah satu wujud dari kontrol. Kutipan ini berasal dari Byung-Chul Han, seorang filsuf modern Jerman kelahiran Korea Selatan, yang mengamati kondisi masyarakat kontemporer abad ini. Namun, apa sebenarnya maksud dari kutipan ini?</p>



<p>Byung-Chul Han memandang bahwa kondisi masyarakat saat ini berbeda secara mendasar dari zaman sebelumnya. Pemikirannya berpusat pada bagaimana &#8216;kuasa&#8217; bekerja. Di masa lalu, masyarakat sebagian besar dikontrol melalui apa yang ia sebut sebagai &#8216;kuasa negatif&#8217; (<em>negative power</em>). </p>



<p><em>Negative power</em> ini dapat dipahami sebagai segala bentuk kontrol yang diterapkan melalui pembatasan atau pelarangan, seperti “kau tidak bisa melakukan itu” atau “kau seharusnya tidak melakukan itu.” </p>



<p>Sepanjang sejarah manusia, <em>negative power</em> adalah cara utama untuk mengontrol masyarakat.<br>Namun, Han berpendapat bahwa di zaman kapitalistik modern ini, kontrol manusia lebih sering dilakukan melalui &#8216;kuasa positif&#8217; (<em>positive power</em>). </p>



<p>Berbeda dengan negative power, positive power berbunyi seperti ini:</p>



<p>“<em>Dirimu saat ini bisa menjadi apapun yang kamu mau! Tidak ada satu orang pun yang dapat memaksa dan menyuruhmu menjadi sesuatu; kau sendirilah yang mengemudikan hidupmu! Kau bisa menjadi ‘apapun’! Sekarang, karena kita telah menetapkan bahwa ‘kau bisa menjadi apa saja,’ saatnya untuk &#8216;kamu&#8217; memilih ingin menjadi apa. Apakah kau adalah seseorang yang tanpa tujuan atau impian yang ingin dicapai? Apakah kau adalah orang yang ingin mencapai mimpimu, atau apakah kau hanya ingin tidur-tiduran di kamar seumur hidupmu? Mau menjadi orang yang seperti apa dirimu?</em>&#8220;</p>



<p>Artinya, jika kau bisa menjadi ‘apa saja,’ bukankah kau ingin menjadi seseorang yang memiliki posisi prestisius, tinggi, dan hebat sehingga tidak ada batasan dalam hidupmu? Bukankah itulah cara orang-orang dulu dikendalikan, melalui batasan dari luar dirinya? Tapi kini, kau tidak memiliki batasan apapun! Selama kau dapat bekerja sekeras mungkin, menundukkan kepala, fokus, grind, gapai tujuan jangka pendek, tetapkan tujuan baru, kemudian capai lagi, dan lagi. Satu-satunya orang yang menghalangimu untuk menjadi seorang milioner suatu saat nanti hanyalah dirimu sendiri! Dan sekarang adalah saatnya untuk menggapai tujuan-tujuan itu.”</p>



<p>Itulah <em>positive power. Positive power</em> mengatakan “kau bisa (<em>can</em>),” sementara <em>negative power</em> mengatakan “kau harus (<em>should</em>).” Dan sebagaimana kata Han, “<em>can</em> jauh lebih efektif daripada kenegativitas-an <em>should</em>.&#8221; Sehingga, ketidaksadaran sosial berubah dari <em>should</em> menjadi<em> can</em>.</p>



<p>Menurut Han, kita hidup di zaman ‘masyarakat penghargaan’ (<em>achievement society</em>). Tidak ada yang mengarahkan moncong pistol ke kepala kita dan mengatakan apa yang harus kita lakukan. </p>



<p>Itu adalah taktik yang sudah kuno. Yang perlu dilakukan untuk mengendalikan orang adalah memberi tahu mereka ‘semua hal yang bisa mereka lakukan secara teori,’ jika saja mereka bisa membuat diri mereka seberharga mungkin dan jika saja mereka bisa bekerja cukup keras untuk membuat pikiran mereka seefisien dan seoptimal mungkin.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/achievement-society-sebuah-pengantar-singkat-psikopolitik-byung-chul-han">Achievement Society: Sebuah Pengantar Singkat Psikopolitik Byung-Chul Han</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
