<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pelanggaran privasi Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/pelanggaran-privasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/pelanggaran-privasi</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Sep 2025 12:09:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>pelanggaran privasi Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/pelanggaran-privasi</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Google Didenda Rp6,5 Triliun Akibat Langgar Privasi 98 Juta Pengguna</title>
		<link>https://www.seketika.com/google-didenda-rp65-triliun-akibat-langgar-privasi-98-juta-pengguna</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2025 18:04:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[CNIL]]></category>
		<category><![CDATA[Data pengguna]]></category>
		<category><![CDATA[Denda Google 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Google Alphabet]]></category>
		<category><![CDATA[Google Incognito]]></category>
		<category><![CDATA[Gugatan class action]]></category>
		<category><![CDATA[pelanggaran privasi]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan data]]></category>
		<category><![CDATA[Privasi digital]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=29975</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/google-didenda-rp65-triliun-akibat-langgar-privasi-98-juta-pengguna">Google Didenda Rp6,5 Triliun Akibat Langgar Privasi 98 Juta Pengguna</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Teknologi – Google Alphabet kembali menjadi sorotan setelah juri federal di Amerika Serikat memutuskan bahwa perusahaan teknologi raksasa tersebut telah melanggar privasi pengguna. Google diperintahkan membayar denda sebesar $425 juta atas tuduhan mengumpulkan data pribadi jutaan pengguna secara tidak sah, meskipun pengguna telah menonaktifkan fitur pelacakan di akun mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Putusan ini muncul setelah sidang di pengadilan federal San Francisco, menyusul gugatan class action privasi yang diajukan sejak Juli 2020. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Penggugat menuduh Google telah mengakses data dari perangkat seluler pengguna selama delapan tahun melalui layanan analitik yang digunakan oleh aplikasi pihak ketiga seperti Uber, Venmo, dan Instagram. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Juri memutuskan Google bersalah atas dua dari tiga tuduhan pelanggaran privasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Total pengguna yang terdampak diperkirakan mencapai 98 juta, dengan 174 juta perangkat terlibat dalam kasus ini. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun juri tidak menemukan bukti niat jahat, sehingga tidak menjatuhkan ganti rugi punitif, Google tetap diwajibkan membayar kompensasi besar.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/google-didenda-rp65-triliun-akibat-langgar-privasi-98-juta-pengguna">Google Didenda Rp6,5 Triliun Akibat Langgar Privasi 98 Juta Pengguna</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Korea Selatan Denda Meta $15 Juta karena Mengumpulkan Data Pribadi Secara Ilegal</title>
		<link>https://www.seketika.com/korea-selatan-denda-meta-15-juta-karena-mengumpulkan-data-pribadi-secara-ilegal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Nov 2024 08:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[data sensitif]]></category>
		<category><![CDATA[denda Meta]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[hukum privasi]]></category>
		<category><![CDATA[iklan bertarget]]></category>
		<category><![CDATA[Instagram]]></category>
		<category><![CDATA[Korea Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Meta]]></category>
		<category><![CDATA[pelanggaran keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[pelanggaran privasi]]></category>
		<category><![CDATA[pengumpulan data pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan data]]></category>
		<category><![CDATA[Privasi Data]]></category>
		<category><![CDATA[privasi pengguna]]></category>
		<category><![CDATA[WhatsApp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=21360</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/korea-selatan-denda-meta-15-juta-karena-mengumpulkan-data-pribadi-secara-ilegal">Korea Selatan Denda Meta $15 Juta karena Mengumpulkan Data Pribadi Secara Ilegal</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Internasional – Komisi Perlindungan Informasi Pribadi Korea Selatan baru saja menjatuhkan denda sebesar 21,6 miliar won (sekitar $15 juta) kepada Meta, perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp, setelah ditemukan bahwa perusahaan tersebut mengumpulkan informasi pribadi sensitif secara ilegal dari penggunanya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Denda ini merupakan bagian dari serangkaian tindakan keras yang dijatuhkan kepada Meta oleh pihak berwenang Korea Selatan, yang semakin memperketat regulasi privasi data di negara tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penyelidikan yang berlangsung selama empat tahun mengungkapkan bahwa antara Juli 2018 hingga Maret 2022, Meta mengumpulkan data sensitif tentang sekitar 980.000 pengguna Facebook, termasuk informasi mengenai pandangan politik, agama, dan orientasi seksual. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Data tersebut didapatkan dengan menganalisis aktivitas pengguna, seperti halaman yang disukai atau iklan yang mereka klik. Data yang terkumpul kemudian dibagikan dengan sekitar 4.000 pengiklan, tanpa persetujuan eksplisit dari pengguna.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hukum privasi Korea Selatan memberikan perlindungan ketat terhadap informasi pribadi yang berhubungan dengan keyakinan pribadi, pandangan politik, dan perilaku seksual. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Undang-undang tersebut melarang perusahaan untuk memproses atau menggunakan data sensitif tanpa izin khusus dari individu yang bersangkutan. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/korea-selatan-denda-meta-15-juta-karena-mengumpulkan-data-pribadi-secara-ilegal">Korea Selatan Denda Meta $15 Juta karena Mengumpulkan Data Pribadi Secara Ilegal</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
