<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>penangkapan pengedar Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/penangkapan-pengedar/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/penangkapan-pengedar</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 23 Jul 2024 03:58:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>penangkapan pengedar Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/penangkapan-pengedar</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bareskrim Polri Ungkap Jaringan Peredaran Obat Perangsang Berbahaya &#8216;Poppers&#8217;</title>
		<link>https://www.seketika.com/bareskrim-polri-ungkap-jaringan-peredaran-obat-perangsang-berbahaya-poppers</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jul 2024 03:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum dan Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Bareskrim Polri]]></category>
		<category><![CDATA[hukum obat berbahaya]]></category>
		<category><![CDATA[isobutil nitrit]]></category>
		<category><![CDATA[obat perangsang]]></category>
		<category><![CDATA[penangkapan pengedar]]></category>
		<category><![CDATA[Poppers]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=17134</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/bareskrim-polri-ungkap-jaringan-peredaran-obat-perangsang-berbahaya-poppers">Bareskrim Polri Ungkap Jaringan Peredaran Obat Perangsang Berbahaya &#8216;Poppers&#8217;</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Jakarta – 22 Juli 2024 &#8211; Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil menangkap tiga tersangka terkait peredaran obat perangsang berbahaya yang dikenal dengan nama &#8216;Poppers&#8217;. Obat ini dalam bentuk cairan dan sering digunakan dalam pesta seks sesama jenis.</p>



<p>Brigjen Mukti Juharsa, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, mengungkapkan, &#8220;Jadi ini obat digunakan untuk seks oleh kelompok tertentu yang sesama jenis. Iya (untuk pesta LGBTQ).&#8221;</p>



<p>Mukti menjelaskan bahwa Poppers mengandung isobutil nitrit, bahan kimia yang dilarang oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sejak 13 Oktober 2021. </p>



<p>Penggunaan bahan kimia ini memiliki risiko kesehatan yang serius dan dapat membahayakan penggunanya.</p>



<p>Pengungkapan jaringan peredaran Poppers ini dilakukan setelah polisi menemukan rencana transaksi obat tersebut di Bekasi Utara, Jawa Barat. </p>



<p>Pada 13 Juli 2024, tim Subdit III Bareskrim Polri menangkap RCL, seorang pengedar utama Poppers.</p>



<p>RCL, yang telah mengedarkan Poppers sejak tahun 2017, mengaku membeli obat tersebut melalui impor dari seorang individu bernama E di China. RCL menyimpan barang-barang tersebut di sebuah rumah yang dijadikan gudang.</p>



<p>&#8220;Obat perangsang ini sering digunakan oleh kelompok LGBTQ,&#8221; tambah Mukti.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/bareskrim-polri-ungkap-jaringan-peredaran-obat-perangsang-berbahaya-poppers">Bareskrim Polri Ungkap Jaringan Peredaran Obat Perangsang Berbahaya &#8216;Poppers&#8217;</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
