<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pendidikan 2026 Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/pendidikan-2026/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/pendidikan-2026</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jan 2026 03:30:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>Pendidikan 2026 Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/pendidikan-2026</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kabar Gembira Guru Honorer! Pemerintah Anggarkan Rp14 Triliun untuk Tunjangan Guru Non-ASN pada 2026</title>
		<link>https://www.seketika.com/kabar-gembira-guru-honorer-pemerintah-anggarkan-rp14-triliun-untuk-tunjangan-guru-non-asn-pada-2026</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 03:29:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Non-ASN]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendikdasmen]]></category>
		<category><![CDATA[Kesejahteraan Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan 2026]]></category>
		<category><![CDATA[PPG]]></category>
		<category><![CDATA[PPPK]]></category>
		<category><![CDATA[Tunjangan Guru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=33430</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kabar-gembira-guru-honorer-pemerintah-anggarkan-rp14-triliun-untuk-tunjangan-guru-non-asn-pada-2026">Kabar Gembira Guru Honorer! Pemerintah Anggarkan Rp14 Triliun untuk Tunjangan Guru Non-ASN pada 2026</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTKPG) terus menegaskan komitmen dan keberpihakan kepada guru non-ASN di tahun 2026. Tahun ini, Kemendikdasmen telah menganggarkan lebih dari Rp14 triliun untuk aneka tunjangan bagi guru non-ASN. Dengan penyaluran ini, diharapkan guru semakin sejahtera dan berkomitmen dalam menjalankan tugasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejumlah kebijakan strategis secara bertahap dan berkelanjutan telah disiapkan untuk meningkatkan kesejahteraan, kepastian status, serta perlindungan bagi guru non-ASN. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya Kemendikdasmen dalam memastikan guru dapat menjalankan perannya secara profesional dan bermartabat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami menyadari dan memahami betul tantangan yang dihadapi guru, baik ASN dan non-ASN. Karena itu, pemerintah berkomitmen memperkuat sejumlah kebijakan strategis termasuk penataan status, sertifikasi, kesejahteraan dan perlindungan guru. Semua ini dilakukan bertahap dan berkelanjutan dengan melibatkan pemangku kepentingan terkait,” ujar Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Dirjen GTKPG) Nunuk Suryani, di Jakarta, Senin (26/1).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut, Dirjen Nunuk menguraikan bahwa komitmen tahun 2026 tersebut dibangun di atas berbagai langkah kebijakan yang telah dijalankan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertama, pengangkatan guru honorer menjadi ASN PPPK (Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam 5 tahun terakhir, pemerintah secara konsisten telah mengangkat lebih dari 900 ribu guru honorer menjadi ASN melalui skema PPPK.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kabar-gembira-guru-honorer-pemerintah-anggarkan-rp14-triliun-untuk-tunjangan-guru-non-asn-pada-2026">Kabar Gembira Guru Honorer! Pemerintah Anggarkan Rp14 Triliun untuk Tunjangan Guru Non-ASN pada 2026</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
