<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pendidikan era digital Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/pendidikan-era-digital/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/pendidikan-era-digital</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 15 Nov 2025 12:46:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>pendidikan era digital Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/pendidikan-era-digital</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gubernur Jabar Larang Hukuman Fisik di Sekolah, Surati Semua Satuan Pendidikan</title>
		<link>https://www.seketika.com/gubernur-jabar-larang-hukuman-fisik-di-sekolah-surati-semua-satuan-pendidikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Nov 2025 12:46:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Dedi Mulyadi]]></category>
		<category><![CDATA[disiplin edukatif]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Jabar]]></category>
		<category><![CDATA[kasus tampar siswa Subang]]></category>
		<category><![CDATA[KDM]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan pendidikan Jabar]]></category>
		<category><![CDATA[larangan hukuman fisik]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan era digital]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan siswa]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Aman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=31895</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/gubernur-jabar-larang-hukuman-fisik-di-sekolah-surati-semua-satuan-pendidikan">Gubernur Jabar Larang Hukuman Fisik di Sekolah, Surati Semua Satuan Pendidikan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Bandung &#8211; Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi resmi mengeluarkan Surat Edaran (SE) Larangan Hukuman Fisik di Sekolah, menyusul kasus dugaan penamparan siswa oleh seorang guru SMP di Subang. Kebijakan ini menjadi langkah tegas Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memastikan proses pendidikan berjalan secara aman, edukatif, dan melindungi hak-hak siswa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam SE tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa setiap sanksi terhadap pelanggaran siswa harus berorientasi pada pembelajaran, bukan kekerasan fisik. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Guru diimbau menerapkan metode disiplin yang mendidik, seperti membersihkan halaman, mengecat tembok, membersihkan kaca, hingga mengelola sampah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau anak salah itu cukup berikan hukuman mendidik, seperti bersihkan halaman, ngecat tembok, bersihkan kaca, ngurus sampah. Tidak boleh hukuman fisik karena berisiko hukum,” ujar Dedi Mulyadi, Jumat (7/11/2025).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kebijakan ini lahir setelah terjadi perselisihan antara orang tua murid dan seorang guru SMP di Subang. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Orang tua keberatan karena anaknya dihukum dengan cara ditampar. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/gubernur-jabar-larang-hukuman-fisik-di-sekolah-surati-semua-satuan-pendidikan">Gubernur Jabar Larang Hukuman Fisik di Sekolah, Surati Semua Satuan Pendidikan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gen Z Bersuara: Mahasiswa UNIS Tangerang, Ruang Diskusi yang Harus Berisik, Berdampak, dan Berani</title>
		<link>https://www.seketika.com/gen-z-bersuara-mahasiswa-unis-tangerang-ruang-diskusi-yang-harus-berisik-berdampak-dan-berani</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2025 19:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[agen perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[Banten]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi dan anak muda]]></category>
		<category><![CDATA[forum diskusi pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[generasi Z]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Emas 2045]]></category>
		<category><![CDATA[kepemimpinan mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa UNIS Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Organisasi Kepemudaan]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan era digital]]></category>
		<category><![CDATA[ruang dialog terbuka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=28167</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/gen-z-bersuara-mahasiswa-unis-tangerang-ruang-diskusi-yang-harus-berisik-berdampak-dan-berani">Gen Z Bersuara: Mahasiswa UNIS Tangerang, Ruang Diskusi yang Harus Berisik, Berdampak, dan Berani</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Tangerang – Dalam semangat menuju Indonesia Emas 2045, mahasiswa semester empat Ilmu Komunikasi Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) Tangerang menyelenggarakan forum diskusi pemuda bertajuk &#8220;Ruang Diskusi yang Harus Berisik, Berdampak, dan Berani&#8221;, pada Sabtu (28/6/25) di Gedung Pemuda, Kota Tangerang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka bagi Generasi Z dan mahasiswa untuk menyuarakan gagasan, keresahan, serta solusi terhadap berbagai isu strategis bangsa. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Diskusi lintas fakultas ini juga melibatkan pemuda dari berbagai organisasi kepemudaan Kota Tangerang, menjadikannya wadah kolaboratif untuk membangun karakter kepemimpinan dan daya pikir kritis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua pelaksana kegiatan, Wisa Bayu Brelian Saifulloh, menyampaikan bahwa forum ini bertujuan untuk menghidupkan kembali semangat kritis, konstruktif, dan kolaboratif di kalangan mahasiswa dan Generasi Z.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami ingin menunjukkan bahwa Gen Z bukan hanya generasi digital, tetapi juga generasi yang peduli dan siap menjadi pelopor perubahan,” ujar Wisa di sela-sela acara.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/gen-z-bersuara-mahasiswa-unis-tangerang-ruang-diskusi-yang-harus-berisik-berdampak-dan-berani">Gen Z Bersuara: Mahasiswa UNIS Tangerang, Ruang Diskusi yang Harus Berisik, Berdampak, dan Berani</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
