<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>planet Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/planet/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/planet</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 16 Mar 2025 15:58:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>planet Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/planet</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Fenomena Langka, Cincin Saturnus Akan &#8220;Menghilang&#8221; pada 23 Maret 2025</title>
		<link>https://www.seketika.com/fenomena-langka-cincin-saturnus-akan-menghilang-pada-23-maret-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2025 15:58:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[planet]]></category>
		<category><![CDATA[Sains]]></category>
		<category><![CDATA[saturnus]]></category>
		<category><![CDATA[sturnus]]></category>
		<category><![CDATA[tata surya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=25123</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/fenomena-langka-cincin-saturnus-akan-menghilang-pada-23-maret-2025">Fenomena Langka, Cincin Saturnus Akan &#8220;Menghilang&#8221; pada 23 Maret 2025</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, SAINS &#8211; Saturnus, planet terbesar kedua di Tata Surya yang dikenal dengan sistem cincinnya yang ikonik, akan mengalami fenomena langka. Pada 23 Maret 2025, cincin Saturnus akan tampak menghilang dari pandangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fenomena ini terjadi akibat kemiringan Saturnus saat mengorbit Matahari, yang membuat cincinnya sejajar dengan sudut pandang dari Bumi. Peristiwa serupa hanya terjadi setiap 29,5 tahun sekali, sebagaimana dikutip dari Unilad, Selasa (11/3/2025).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, cincin Saturnus tidak benar-benar menghilang. Pada 21 September 2025, cincin akan kembali terlihat dengan kecerahan maksimal. Meski demikian, fenomena serupa akan terjadi lagi pada November 2025, sekitar sembilan bulan setelah kejadian pertama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain fenomena sementara ini, para ilmuwan juga mengungkapkan bahwa cincin Saturnus memang dapat menghilang sepenuhnya—tetapi dalam waktu yang sangat lama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut penelitian, cincin Saturnus diperkirakan akan lenyap dalam kurun waktu sekitar 300 juta tahun. Data dari wahana antariksa Cassini milik NASA pada 2017 juga menyebutkan bahwa cincin ini mungkin akan hilang dalam waktu sekitar 100 juta tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada beberapa faktor yang menyebabkan cincin Saturnus perlahan memudar, antara lain:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Radiasi ultraviolet (UV) dari Matahari, yang menyebabkan partikel es di cincin menguap.</li>



<li>Tabrakan dengan meteoroid, yang dapat menghancurkan bagian-bagian cincin.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Sejarah Penemuan Cincin Saturnus<br>Cincin Saturnus pertama kali ditemukan oleh astronom legendaris Galileo Galilei pada tahun 1610. Sejak itu, para ilmuwan terus mengamati dan meneliti fenomena unik ini.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/fenomena-langka-cincin-saturnus-akan-menghilang-pada-23-maret-2025">Fenomena Langka, Cincin Saturnus Akan &#8220;Menghilang&#8221; pada 23 Maret 2025</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fenomena Langka! Enam Planet Berbaris di Langit pada Awal Juni 2024</title>
		<link>https://www.seketika.com/fenomena-langka-enam-planet-berbaris-di-langit-pada-awal-juni-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 May 2024 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[antariksa]]></category>
		<category><![CDATA[nasa]]></category>
		<category><![CDATA[planet]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=14870</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/fenomena-langka-enam-planet-berbaris-di-langit-pada-awal-juni-2024">Fenomena Langka! Enam Planet Berbaris di Langit pada Awal Juni 2024</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Jakarta – Pada awal Juni 2024, tepatnya pada tanggal 3 dan 4 Juni, kita akan punya kesempatan langka untuk menyaksikan parade planet yang luar biasa. Keenam planet yang akan terlihat adalah Merkurius, Mars, Jupiter, Saturnus, Neptunus, dan Uranus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kesempatan untuk melihat enam planet berbaris di langit tidak selalu ada. Fenomena ini terakhir kali terjadi pada Juni 2022 dan baru akan terjadi lagi pada tahun 2025.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fenomena barisan planet ini terjadi karena kesejajaran orbit mereka dalam waktu yang bersamaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setiap planet mengorbit Matahari dengan kecepatan dan jalur yang berbeda-beda. Ketika beberapa planet berada di sisi yang sama dari Matahari dan dalam garis pandang yang relatif dekat dari Bumi, kita dapat melihat mereka seolah-olah berbaris di langit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk mengamati peristiwa ini, pengamat perlu mencari tempat dengan pandangan yang jelas ke langit tanpa gangguan cahaya kota.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Waktu terbaik untuk melihat fenomena ini adalah sebelum Matahari terbit, sekitar jam 2-4 pagi, ketika langit cukup gelap namun planet-planet sudah mulai muncul terlihat.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/fenomena-langka-enam-planet-berbaris-di-langit-pada-awal-juni-2024">Fenomena Langka! Enam Planet Berbaris di Langit pada Awal Juni 2024</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Astronom Temukan Planet Mirip Gulali, WASP-193b</title>
		<link>https://www.seketika.com/astronom-temukan-planet-mirip-gulali-wasp-193b</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 May 2024 06:31:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[nasa]]></category>
		<category><![CDATA[planet]]></category>
		<category><![CDATA[Planet Mirip Gulali]]></category>
		<category><![CDATA[WASP-193b]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=14494</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/astronom-temukan-planet-mirip-gulali-wasp-193b">Astronom Temukan Planet Mirip Gulali, WASP-193b</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Jakarta – Sebuah planet baru yang dijuluki mirip dengan gulali atau permen kapas telah ditemukan oleh para astronom. Planet ini, yang dinamai WASP-193b, terletak sejauh 1.200 tahun cahaya dari Bumi. WASP-193b memiliki ukuran sangat besar, yakni mencapai 50% dari ukuran Jupiter, planet terbesar di Tata Surya. Namun, keunikan planet ini tidak berhenti pada ukurannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Planet ini sangat ringan, jadi cukup sulit mencari material padat yang analog,&#8221; ucap Khalid Barkaoui, penulis utama studi dari Massachusetts Institute of Technology, dalam wawancaranya dengan CNN Internasional, Jumat (17/5/2024).</p>



<p class="wp-block-paragraph">WASP-193b dikenal sebagai planet kedua paling ringan yang pernah ditemukan hingga saat ini, setelah Kepler 51-d yang 100 kali lebih ringan dari Jupiter. Barkaoui menjelaskan bahwa planet ini mirip dengan gulali atau permen kapas karena terdiri dari gas ringan. &#8220;Pada dasarnya planet ini sangat halus,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Planet ini memiliki massa hanya 14% dari massa Jupiter. Untuk menentukan massa tersebut, para peneliti memerlukan waktu yang cukup lama. Biasanya, massa planet dihitung menggunakan teknik kecepatan radial, yaitu dengan menganalisis pergeseran spektrum bintang saat sebuah planet mengorbitnya. Namun, karena WASP-193b sangat ringan, planet ini tidak menimbulkan tarikan yang signifikan pada bintang induknya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tim peneliti membutuhkan waktu empat tahun untuk mengumpulkan data dan menghitung massa WASP-193b. Karena angka massa yang sangat rendah, mereka harus melakukan beberapa uji analisis data untuk memastikan hasilnya. &#8220;Awalnya kami mendapatkan kepadatan yang sangat rendah, yang sulit dipercaya,&#8221; ungkap Francisco Pozuelos, peneliti dari Institute of Astrophysics of Andalucia di Spanyol.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun telah ditemukan, asal-usul dan proses pembentukan WASP-193b masih menjadi misteri. Model evolusi raksasa gas yang ada saat ini belum cukup untuk menjelaskan fenomena tersebut. &#8220;WASP-193b adalah planet asing dari semua planet yang ditemukan hingga sekarang,&#8221; pungkas Barkaoui.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/astronom-temukan-planet-mirip-gulali-wasp-193b">Astronom Temukan Planet Mirip Gulali, WASP-193b</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Astronom Sebut Bulan Terancam Karena Berpotensi Dijajah Manusia</title>
		<link>https://www.seketika.com/astronom-sebut-bulan-terancam-karena-berpotensi-dijajah-manusia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Apr 2024 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Astronom]]></category>
		<category><![CDATA[astronot]]></category>
		<category><![CDATA[Bulan]]></category>
		<category><![CDATA[nasa]]></category>
		<category><![CDATA[planet]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=12409</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/astronom-sebut-bulan-terancam-karena-berpotensi-dijajah-manusia">Astronom Sebut Bulan Terancam Karena Berpotensi Dijajah Manusia</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Para peneliti menekankan pentingnya adanya kerjasama internasional dalam melindungi situs-situs di Bulan&#8221;</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Jakarta – Para astronom dari seluruh dunia telah menyerukan perlindungan mendesak terhadap situs-situs di Bulan yang dianggap sebagai tempat terbaik di tata surya untuk pengamatan ilmiah yang mendalam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Situs-situs ini, yang dikenal sebagai Situs dengan Kepentingan Ilmiah yang Luar Biasa (Sesis), menawarkan kondisi ideal untuk pengamatan astronomi karena mereka bebas dari getaran tanah, terlindung dari sinyal-sinyal siaran Bumi yang bising, dan sangat cocok untuk peralatan sensitif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, situs-situs ini kini menghadapi ancaman serius karena gelombang misi dari Bumi yang semakin banyak, termasuk satelit navigasi dan komunikasi bulan, robot penjelajah, dan operasi penambangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Paling tidak, diperkirakan akan ada 22 misi internasional yang akan mendarat di Bulan pada akhir 2026, dengan setengahnya menuju ke lokasi dekat kutub selatan Bulan. Lebih banyak lagi misi diharapkan menyusul, termasuk pendarat komersial dan sipil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Risiko kerusakan terhadap situs-situs berharga di Bulan sangat beragam, mulai dari tabrakan fisik hingga gangguan elektromagnetik akibat aktivitas manusia di Bulan.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/astronom-sebut-bulan-terancam-karena-berpotensi-dijajah-manusia">Astronom Sebut Bulan Terancam Karena Berpotensi Dijajah Manusia</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
