<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Psikologi Sosial Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/psikologi-sosial/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/psikologi-sosial</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 18 Nov 2024 10:57:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>Psikologi Sosial Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/psikologi-sosial</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Polri Kirim Tim Trauma Healing untuk Pemulihan Psikologis Korban Erupsi Gunung Lewotobi di Flores Timur</title>
		<link>https://www.seketika.com/polri-kirim-tim-trauma-healing-untuk-pemulihan-psikologis-korban-erupsi-gunung-lewotobi-di-flores-timur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Nov 2024 17:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Biro Psikologi SSDM]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Gunung Lewotobi]]></category>
		<category><![CDATA[Flores Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kearifan Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Pemulihan Psikologis]]></category>
		<category><![CDATA[Pengungsi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengungsi Gunung Lewotobi]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi Klinis]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Teknik Grounding]]></category>
		<category><![CDATA[Terapi Pernapasan]]></category>
		<category><![CDATA[Trauma Anak-Anak]]></category>
		<category><![CDATA[trauma healing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=21835</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/polri-kirim-tim-trauma-healing-untuk-pemulihan-psikologis-korban-erupsi-gunung-lewotobi-di-flores-timur">Polri Kirim Tim Trauma Healing untuk Pemulihan Psikologis Korban Erupsi Gunung Lewotobi di Flores Timur</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Polri mengirimkan tim trauma healing dari Biro Psikologi Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) untuk membantu pemulihan psikologis warga yang terdampak bencana erupsi Gunung Lewotobi di Flores Timur. Tim ini bertugas untuk memberikan dukungan mental kepada para korban dan pengungsi yang mengalami trauma akibat bencana alam tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan keterangan dari SSDM Polri, pada Senin (18/11/2024), tim trauma healing mengunjungi lima posko pengungsian yang terletak di Flores Timur, yaitu Posko Ile Gerong, Posko Bokang, Posko Epu Tobi, Posko Konga, dan Posko Lewolaga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Biro Psikologi SSDM Polri, Brigjen Kristiyono, menjelaskan bahwa pendekatan trauma healing yang dilakukan tidak hanya berbasis psikologi klinis, tetapi juga melibatkan pendekatan humanis dan memanfaatkan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat setempat. </p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami memahami pentingnya nilai-nilai budaya dalam masyarakat Flores Timur. Oleh karena itu, kami berusaha mengintegrasikan nilai budaya dalam proses pemulihan agar lebih relevan dan diterima oleh warga,&#8221; ujar Kristiyono.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Anak-anak menjadi kelompok yang paling terdampak secara psikologis oleh bencana ini. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, tim trauma healing Polri mengadakan berbagai kegiatan interaktif seperti permainan edukasi, permainan energizer, dan kegiatan menari yang dirancang untuk membantu mereka mengalihkan perhatian dari pengalaman traumatis dan memulihkan kemampuan sosial mereka.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/polri-kirim-tim-trauma-healing-untuk-pemulihan-psikologis-korban-erupsi-gunung-lewotobi-di-flores-timur">Polri Kirim Tim Trauma Healing untuk Pemulihan Psikologis Korban Erupsi Gunung Lewotobi di Flores Timur</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membangun Kepercayaan di Tengah Konflik: Memahami Trusting the Enemy dalam Konteks Indonesia</title>
		<link>https://www.seketika.com/membangun-kepercayaan-di-tengah-konflik-memahami-trusting-the-enemy-dalam-konteks-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Aug 2024 02:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Community Healing]]></category>
		<category><![CDATA[FPsi UM]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Intergroup Conflict]]></category>
		<category><![CDATA[Kepercayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kepercayaan KonflikAntarkelompok]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Mediator]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Konflik]]></category>
		<category><![CDATA[Perdamaian]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi Perdamaian]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Rekonsiliasi]]></category>
		<category><![CDATA[Trusting The Enemy]]></category>
		<category><![CDATA[UM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=17910</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/membangun-kepercayaan-di-tengah-konflik-memahami-trusting-the-enemy-dalam-konteks-indonesia">Membangun Kepercayaan di Tengah Konflik: Memahami Trusting the Enemy dalam Konteks Indonesia</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Lifestyle – Kepercayaan adalah fondasi dari setiap hubungan manusia. Namun, apa yang terjadi ketika kepercayaan harus dibangun antara dua kelompok yang selama ini terlibat dalam konflik? Inilah pertanyaan yang dijawab dalam penelitian bertajuk &#8220;Trusting the Enemy—Towards a Comprehensive Understanding of Trust in Intergroup Conflict.&#8221; Studi ini mendalami bagaimana kepercayaan dapat terbentuk bahkan di antara pihak-pihak yang selama ini dianggap sebagai musuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memahami Kepercayaan dalam Konflik</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam situasi konflik, baik antar kelompok sosial, agama, maupun politik, kepercayaan sering kali menjadi elemen yang paling rapuh. Konflik berkepanjangan menciptakan prasangka, kebencian, dan ketidakpercayaan yang mendalam, yang kemudian menghalangi upaya rekonsiliasi. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Penelitian ini berusaha memahami bagaimana kepercayaan dapat muncul dan berkembang dalam konteks yang penuh dengan ketidakpercayaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penelitian ini menunjukkan bahwa kepercayaan dalam konflik antarkelompok adalah proses yang kompleks dan multidimensional. Tidak hanya melibatkan faktor psikologis individu, tetapi juga pengaruh sosial, budaya, dan politik yang lebih luas. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan kata lain, membangun kepercayaan bukan hanya tentang mengubah sikap individu, tetapi juga membutuhkan perubahan struktural dan institusional yang mendukung.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Kepercayaan dalam Konteks Indonesia</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Di Indonesia, isu kepercayaan dalam konflik sangat relevan, mengingat negara ini memiliki sejarah panjang konflik antarkelompok, baik yang berlatar belakang etnis, agama, maupun politik. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Konflik di Maluku, Poso, dan Aceh adalah contoh nyata bagaimana ketidakpercayaan dapat mengakar dan menyebabkan kekerasan yang berkepanjangan. Namun, Indonesia juga memberikan banyak contoh bagaimana kepercayaan dapat dibangun kembali.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/membangun-kepercayaan-di-tengah-konflik-memahami-trusting-the-enemy-dalam-konteks-indonesia">Membangun Kepercayaan di Tengah Konflik: Memahami Trusting the Enemy dalam Konteks Indonesia</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Cara Membangun Hubungan Sosial Menurut Ahli Psikologi</title>
		<link>https://www.seketika.com/5-cara-membangun-hubungan-sosial-menurut-ahli-psikologi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Aug 2024 00:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Hubungan Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Interaksi Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Jessica Encell]]></category>
		<category><![CDATA[Keterampilan Interpersonal]]></category>
		<category><![CDATA[Komunikasi efektif]]></category>
		<category><![CDATA[Membangun Koneksi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[UM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=17851</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/5-cara-membangun-hubungan-sosial-menurut-ahli-psikologi">5 Cara Membangun Hubungan Sosial Menurut Ahli Psikologi</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>,&nbsp;Health &#8211; Anak-anak dapat membangun hubungan sosial secara natural dari keluarga ataupun lingkungan rumah. Tetapi, seiring bertambahnya usia hubungan yang sudah terbentuk seringkali merenggang. Sebuah penelitian tentang persahabatan remaja menemukan dinamika persahabatan akan menurun jika semakin jauh jarak fisik dan komunikasi antar individunya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jessica Encell Coleman, seorang yang mempelajari cara membangun dan mempertahankan hubungan sosial memberikan lima strategi untuk membangun hubungan sosial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lima strategi tersebut sebagai berikut:</p>



<p class="wp-block-paragraph">1. Menyapa orang lain dengan <em>best friend energy</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Momen awal saat bertemu dengan orang baru sangat berpengaruh dengan bagaimana interaksi kalian kedepannya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Bayangkan orang baru yang kamu temui memberikan kamu senyuman hangat dan bersemangat dengan kehadiranmu tentunya kamu akan merasa diterima dan nyaman dengan orang tersebut. Hal seperti inilah yang disebut best friend energy. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan menampilkan best friend energy anda memberikan sinyal ke sistem saraf orang lain bahwa anda ingin membangun hubungan sosial yang baik dengan orang tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">2. Perhatikan kekuatan &amp; kelebihan lawan bicara</p>



<p class="wp-block-paragraph">Coleman menekankan pentingnya mengenali kekuatan dan kehebatan orang-orang yang kamu temui. Anggaplah dirimu sebagai seorang detektif yang sedang menjalankan misi untuk mengungkap kehebatan dalam diri setiap orang di sekitar kamu. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika kamu fokus untuk melihat yang terbaik dalam diri orang lain, mereka akan merasakannya sehingga dapat memperdalam hubunganmu. Dengan mengakui dan menghargai kekuatan dan kelebihan unik dari orang-orang di sekitarmu, kamu membangun dasar untuk saling menghormati dan mengagumi.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/5-cara-membangun-hubungan-sosial-menurut-ahli-psikologi">5 Cara Membangun Hubungan Sosial Menurut Ahli Psikologi</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Profil Dr. Tutut Chusniyah, S.Psi, M.Si: Dekan Fakultas Psikologi Universitas Malang yang Mendorong Inovasi Psikologi di Era Siber </title>
		<link>https://www.seketika.com/profil-dr-tutut-chusniyah-s-psi-m-si-dekan-fakultas-psikologi-universitas-malang-yang-mendorong-inovasi-psikologi-di-era-siber</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jul 2024 04:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Dekan Fakultas Psikologi Universitas Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Tutut Chusniyah]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan mental]]></category>
		<category><![CDATA[Pelopor Psikologi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=17397</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/profil-dr-tutut-chusniyah-s-psi-m-si-dekan-fakultas-psikologi-universitas-malang-yang-mendorong-inovasi-psikologi-di-era-siber">Profil Dr. Tutut Chusniyah, S.Psi, M.Si: Dekan Fakultas Psikologi Universitas Malang yang Mendorong Inovasi Psikologi di Era Siber </a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Malang – Dr. Tutut Chusniyah, S.Psi, M.Si, adalah salah satu pelopor dalam dunia akademik <a href="https://www.seketika.com/?s=psikologi+&amp;post_type%5B%5D=post">psikologi</a> di Indonesia. Sebagai Dekan Fakultas Psikologi Universitas Malang, beliau berperan penting dalam mengarahkan dan mengembangkan fakultas tersebut, membawa pengaruh signifikan baik dalam lingkup universitas maupun dunia psikologi secara umum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dr. Tutut Chusniyah lahir di Lumajang pada 2 Juni 1964 dari pasangan H. Zarkasyi dan Hj. Zanifah, yang aktif di dunia pendidikan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Memiliki gelar Sarjana <a href="https://www.seketika.com/?s=psikologi+&amp;post_type%5B%5D=post">Psikologi</a> dari Universitas Airlangga (1993), beliau melanjutkan studi pascasarjana di Universitas Indonesia, meraih gelar Master (2005) dan Doktor Psikologi (2012).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dr. Tutut Chusniyah telah menghasilkan berbagai karya ilmiah yang berfokus pada <a href="https://www.seketika.com/?s=psikologi+&amp;post_type%5B%5D=post">psikologi</a> sosial, kesehatan mental, dan pendidikan, antara lain:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>&#8220;Radikalisasi dan Demokrasi pada Mahasiswa Indonesia: Peran Identitas Sosial, Religiusitas, dan Persepsi Ancaman&#8221;</li>



<li>&#8220;Rasa Malu dan Pengelolaannya pada Berbagai Etnik di Indonesia&#8221;</li>



<li>&#8220;Kesehatan Mental Positif, Literasi Informasi, Kebahagiaan Subjektif, dan Pemanfaatan pada Mahasiswa di Indonesia, Malaysia, dan Thailand dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0&#8221;</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Karier akademis Dr. Tutut Chusniyah dimulai sebagai dosen di Fakultas Psikologi Universitas Malang. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dedikasi dan inovasinya dalam metode pengajaran membimbing banyak mahasiswa menjadi profesional di bidang <a href="https://www.seketika.com/?s=psikologi+&amp;post_type%5B%5D=post">psikologi</a>. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai dekan, beliau fokus pada peningkatan kualitas kurikulum dan penelitian, serta mendorong dosen dan mahasiswa untuk aktif dalam publikasi ilmiah.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/profil-dr-tutut-chusniyah-s-psi-m-si-dekan-fakultas-psikologi-universitas-malang-yang-mendorong-inovasi-psikologi-di-era-siber">Profil Dr. Tutut Chusniyah, S.Psi, M.Si: Dekan Fakultas Psikologi Universitas Malang yang Mendorong Inovasi Psikologi di Era Siber </a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
