<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rabies Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/rabies/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/rabies</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 06 Jul 2024 06:20:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>Rabies Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/rabies</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Peringatan Hari Zoonosis Sedunia, Mengenang Jasa Louis Pasteur dalam Vaksinasi Rabies</title>
		<link>https://www.seketika.com/peringatan-hari-zoonosis-sedunia-mengenang-jasa-louis-pasteur-dalam-vaksinasi-rabies</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jul 2024 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Zoonosis]]></category>
		<category><![CDATA[Rabies]]></category>
		<category><![CDATA[vaksin]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksinasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=16524</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/peringatan-hari-zoonosis-sedunia-mengenang-jasa-louis-pasteur-dalam-vaksinasi-rabies">Peringatan Hari Zoonosis Sedunia, Mengenang Jasa Louis Pasteur dalam Vaksinasi Rabies</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Jakarta – Tanggal 6 Juli yang jatuh pada hari Sabtu tahun ini, diperingati sebagai Hari Zoonosis Sedunia. Zoonosis adalah istilah yang mengacu pada penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), patogen zoonosis bisa berupa bakteri, virus, atau parasit, yang dapat menyebar melalui kontak langsung, makanan, air, atau lingkungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peringatan Hari Zoonosis Sedunia ini bertujuan untuk menghargai jasa ilmuwan Louis Pasteur. Pada tanggal 6 Juli 1885, Pasteur berhasil melakukan vaksinasi pertama terhadap penyakit rabies pada seorang anak yang digigit anjing terinfeksi rabies di Prancis. Keberhasilan ini menandai tonggak penting dalam sejarah medis dunia, karena vaksin rabies tidak hanya mencegah tetapi juga dapat mengobati penyakit tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan memperingati Hari Zoonosis Sedunia juga didukung oleh berbagai pihak, termasuk Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kementerian Kesehatan, serta Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rabies merupakan salah satu contoh penyakit zoonosis yang masih menjadi ancaman di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Saat ini, Indonesia mencatat peningkatan kasus rabies, terutama di Pulau Bali. Oleh karena itu, peringatan Hari Zoonosis Sedunia ini juga menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya vaksinasi hewan peliharaan serta menjaga kebersihan, seperti mencuci tangan setelah kontak dengan hewan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan untuk menghadapi ancaman zoonosis. Pendekatan kolaborasi &#8216;One Health&#8217; yang melibatkan berbagai sektor seperti kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan satwa liar sangat relevan dalam upaya pengendalian zoonosis. &#8216;One Health&#8217; berfokus pada integrasi berbagai disiplin ilmu untuk mencapai hasil kesehatan yang optimal bagi manusia, hewan, dan lingkungan.</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/peringatan-hari-zoonosis-sedunia-mengenang-jasa-louis-pasteur-dalam-vaksinasi-rabies">Peringatan Hari Zoonosis Sedunia, Mengenang Jasa Louis Pasteur dalam Vaksinasi Rabies</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gejala Rabies dan Cara Mengatasinya</title>
		<link>https://www.seketika.com/gejala-rabies-dan-cara-mengatasinya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Jun 2024 09:03:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala Rabies]]></category>
		<category><![CDATA[Rabies]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=15934</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/gejala-rabies-dan-cara-mengatasinya">Gejala Rabies dan Cara Mengatasinya</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Jakarta – Rabies adalah infeksi virus yang menyerang sistem saraf pusat, khususnya otak. Penyakit ini umumnya ditularkan melalui gigitan hewan yang terinfeksi. Menjadi masalah kesehatan serius di lebih dari 150 negara, rabies sangat menonjol di Asia dan Afrika. Meski sering terabaikan, rabies menyebabkan puluhan ribu kematian setiap tahunnya, dengan 40% korbannya adalah anak-anak di bawah usia 15 tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hewan yang sering menularkan rabies meliputi anjing, kucing, dan kera. Di Indonesia, 98% kasus rabies ditularkan oleh anjing, sedangkan sisanya oleh kucing dan kera. Selain itu, hewan liar seperti rubah, musang, dan anjing liar juga bisa menjadi sumber penularan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gejala rabies pada manusia biasanya muncul antara 3 hingga 12 minggu setelah kontak dengan hewan terinfeksi. Gejala awal meliputi:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Rasa tidak nyaman di sekitar tempat gigitan</li>



<li>Tidak enak badan</li>



<li>Sakit kepala</li>



<li>Demam</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa hari kemudian, gejala akan berkembang menjadi lebih parah:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Halusinasi</li>



<li>Agresif</li>



<li>Mulut memproduksi banyak air liur</li>



<li>Kesulitan menelan dan bernapas</li>



<li>Lumpuh</li>



<li>Kejang otot</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Jika gejala klinis sudah muncul, rabies hampir selalu berakibat fatal. Oleh karena itu, penting untuk mendapatkan penanganan segera setelah gigitan. Vaksin rabies harus diberikan tidak lebih dari dua hari setelah gigitan, dan segera periksa ke dokter jika gejala lanjutan muncul dalam waktu satu bulan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hewan yang terinfeksi rabies menunjukkan dua tipe gejala: ganas dan tenang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tipe Ganas</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Lupa pulang</li>



<li>Berkelahi tanpa henti</li>



<li>Ekor di antara dua paha</li>



<li>Kejang-kejang hingga lumpuh</li>



<li>Suara menjadi parau</li>



<li>Tidak patuh pada majikan</li>



<li>Menggigit dan menyerang segala hal yang bergerak</li>



<li>Berlarian tanpa arah</li>



<li>Mati dalam 4-7 hari setelah gejala muncul</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Tipe Tenang</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Mulut terbuka</li>



<li>Air liur bercucuran</li>



<li>Tidak mampu menelan</li>



<li>Bersembunyi di tempat gelap dan sejuk</li>



<li>Kejang-kejang singkat yang sering tidak terlihat</li>



<li>Lumpuh</li>



<li>Mati dalam waktu singkat</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Jika terjadi gigitan hewan, langkah pertolongan pertama meliputi:</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/gejala-rabies-dan-cara-mengatasinya">Gejala Rabies dan Cara Mengatasinya</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
