<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Radikalisasi Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/radikalisasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/radikalisasi</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Aug 2024 13:28:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>Radikalisasi Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/radikalisasi</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ketika Algoritma Mengendalikan Kebebasan: Mengungkap Manipulasi Psikopolitik di Era Digital</title>
		<link>https://www.seketika.com/ketika-algoritma-mengendalikan-kebebasan-mengungkap-manipulasi-psikopolitik-di-era-digital</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Aug 2024 03:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Algoritma Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Byung-Chul Han]]></category>
		<category><![CDATA[Demokrasi Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Kontrol Opini Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Manipulasi Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Izzudin Haq]]></category>
		<category><![CDATA[Polarisasi Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Radikalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi dan Politik]]></category>
		<category><![CDATA[UM]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=18087</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/ketika-algoritma-mengendalikan-kebebasan-mengungkap-manipulasi-psikopolitik-di-era-digital">Ketika Algoritma Mengendalikan Kebebasan: Mengungkap Manipulasi Psikopolitik di Era Digital</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Teknologi – Dalam dunia digital modern, algoritma menjadi salah satu alat paling kuat mempengaruhi perilaku dan preferensi pengguna media sosial maupun internet. Byung-Chul Han seorang filsuf dari korea selatan banyak berbicara tentang peran teknologi digital dalam psikologi politik modern. </p>



<p>Teknologi terutama media sosial dan platform digital lainnya telah menjadi alat baru untuk mengendalikan serta mengarahkan perilaku politik. Data yang dikumpulkan dari aktivitas online digunakan untuk memprediksi, memanipulasi, dan bahkan mengontrol perilaku manusia.</p>



<p>Dalam dunia modern, kita bisa melihat dengan algoritma yang menentukan berita apa yang kita lihat, iklan apa yang sering muncul di layar kita, dan bahkan bagaimana opini politik dibentuk. </p>



<p>Teknologi telah menjadi alat psikopolitik yang sangat efektif, dimana kekuasaan dapat bekerja tanpa disadari oleh orang yang dikendalikan.</p>



<p>Salah satu contoh kasus dimana media sosial dan internet menjadi alat kontrol atas opini publik adalah saat kontestasi pemilihan presiden pada tahun 2024, dimana algoritma TikTok condong ke arah citra baik dari Prabowo Subianto, sedangkan Twitter condong ke kubu Anies Baswedan.</p>



<p>Ketika algoritma TikTok lebih condong mempromosikan konten yang mendukung Prabowo Subianto, dan Twitter lebih memunculkan konten yang mendukung Anies Baswedan, hal ini menciptakan ekosistem informasi yang terpolarisasi. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/ketika-algoritma-mengendalikan-kebebasan-mengungkap-manipulasi-psikopolitik-di-era-digital">Ketika Algoritma Mengendalikan Kebebasan: Mengungkap Manipulasi Psikopolitik di Era Digital</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mencari Arti dalam Hidup: Mengapa Sensation Seeking Memicu Kekerasan Politik</title>
		<link>https://www.seketika.com/mencari-arti-dalam-hidup-mengapa-sensation-seeking-memicu-kekerasan-politik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Aug 2024 07:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Intervensi Non-Kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[Journal of Personality and Social Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Kampanye Anti-Kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[Pencarian Makna Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi Ekstremisme]]></category>
		<category><![CDATA[Radikalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sensation Seeking]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[UM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=17971</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/mencari-arti-dalam-hidup-mengapa-sensation-seeking-memicu-kekerasan-politik">Mencari Arti dalam Hidup: Mengapa Sensation Seeking Memicu Kekerasan Politik</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Politik – Kekerasan politik adalah salah satu isu paling mendesak di dunia saat ini. Di balik tindakan ekstremis yang mengejutkan dunia, ada motivasi psikologis yang kompleks yang perlu dipahami untuk mengekang penyebaran ideologi kekerasan. Sebuah studi inovatif yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology menggali lebih dalam faktor-faktor psikologis yang mendorong individu, terutama kaum muda, untuk terlibat dalam kekerasan politik. </p>



<p>Studi ini menyoroti bagaimana pencarian makna hidup dan kecenderungan mencari sensasi (sensation seeking) berperan dalam meningkatkan dukungan terhadap kekerasan politik.</p>



<p><strong>Pencarian Makna: Sumber Motivasi Utama</strong></p>



<p>Manusia pada dasarnya memiliki kebutuhan untuk merasa berarti. Ketika individu merasa kurang berarti atau kehilangan arah dalam hidup, mereka cenderung mencari cara untuk mengembalikan rasa makna tersebut. </p>



<p>Dalam konteks ekstremisme politik, pencarian makna ini sering kali berujung pada tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain.</p>



<p>Menurut Significance Quest Theory (SQT), individu yang merasa hidupnya tidak berarti akan terdorong untuk mengambil tindakan ekstrem guna memulihkan perasaan tersebut. </p>



<p>Studi ini menemukan bahwa pencarian makna dapat meningkatkan kecenderungan untuk melakukan pengorbanan diri demi tujuan yang dianggap penting, yang pada gilirannya meningkatkan dukungan terhadap kekerasan politik.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/mencari-arti-dalam-hidup-mengapa-sensation-seeking-memicu-kekerasan-politik">Mencari Arti dalam Hidup: Mengapa Sensation Seeking Memicu Kekerasan Politik</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
