<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Remaja Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/remaja/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/remaja</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Apr 2026 13:14:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>Remaja Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/remaja</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gubernur Banten Ajak Muhammadiyah Awasi Gadget Anak, Ini Dampaknya Jika Diabaikan</title>
		<link>https://www.seketika.com/gubernur-banten-ajak-muhammadiyah-awasi-gadget-anak-ini-dampaknya-jika-diabaikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 18:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Andra Soni]]></category>
		<category><![CDATA[Banten]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[literasi digital]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan anak]]></category>
		<category><![CDATA[Perlindungan anak]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[Serang]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi digital]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=35780</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/gubernur-banten-ajak-muhammadiyah-awasi-gadget-anak-ini-dampaknya-jika-diabaikan">Gubernur Banten Ajak Muhammadiyah Awasi Gadget Anak, Ini Dampaknya Jika Diabaikan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Serang – Gubernur Banten Andra Soni mengajak Muhammadiyah untuk ikut serta aktif bersama pemerintah dalam memperkuat pendidikan anak-anak dan remaja.</p>



<p>Muhammadiyah merupakan mitra strategis dalam pengembangan pendidikan, kesehatan, serta ekonomi keumatan.</p>



<p>Hal itu dikatakan Andra Soni saat menghadiri acara Silaturahmi Idul Fitri di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Banten, Jl. Ki Ajurum No. 2 Cipocok, Kota Serang, Minggu (19/4/2026).</p>



<p>Turut hadir Penasihat Khusus Presiden untuk Urusan Haji Muhajir Efendi dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto.</p>



<p>Menurut Andra Soni, penguatan pendidikan dan perlindungan anak-anak serta remaja merupakan salah satu isu strategis pemerintah. Terutama dalam mencegah dampak negatif perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.</p>



<p>&#8220;Kebijakan ini akan benar-benar diterapkan dan dirasakan di lapangan,&#8221; katanya.</p>



<p>Menurut Andra Soni, saat ini ada perubahan besar dalam pergaulan anak-anak dan remaja yang semakin banyak hidup di dunia virtual, namun semakin sedikit berinteraksi di dunia nyata.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/gubernur-banten-ajak-muhammadiyah-awasi-gadget-anak-ini-dampaknya-jika-diabaikan">Gubernur Banten Ajak Muhammadiyah Awasi Gadget Anak, Ini Dampaknya Jika Diabaikan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kesbangpol Kabupaten Tangerang Berkomitmen Memerangi Narkoba di Kalangan Remaja</title>
		<link>https://www.seketika.com/kesbangpol-kabupaten-tangerang-berkomitmen-memerangi-narkoba-di-kalangan-remaja</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Oct 2024 17:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[BNN]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi Narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Kesbangpol]]></category>
		<category><![CDATA[Narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[P4GN]]></category>
		<category><![CDATA[Pramuka]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=20488</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kesbangpol-kabupaten-tangerang-berkomitmen-memerangi-narkoba-di-kalangan-remaja">Kesbangpol Kabupaten Tangerang Berkomitmen Memerangi Narkoba di Kalangan Remaja</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Tangerang – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tangerang terus menunjukkan komitmennya dalam memerangi penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan remaja. Melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), Kesbangpol mengajak anggota pramuka dari Kwartir Cabang Kabupaten Tangerang untuk memahami bahaya narkoba.</p>



<p>Kepala Kesbangpol Kabupaten Tangerang, Rudi Lesmana, menekankan pentingnya edukasi tentang narkoba. </p>



<p>Narkoba dapat memberikan dampak negatif yang serius terhadap kesehatan, mental, dan masa depan remaja. </p>



<p>Dengan memberikan pemahaman yang tepat sejak dini, diharapkan peserta sosialisasi dapat menjadi agen perubahan di lingkungan mereka dan mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan teman sebaya.</p>



<p>Kegiatan sosialisasi ini berlangsung di Hotel Yasmin, Kecamatan Curug, dan dihadiri oleh peserta yang beragam. </p>



<p>Ini mencerminkan komitmen Kesbangpol Kabupaten Tangerang dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari narkoba. Langkah ini sejalan dengan program pemerintah dalam menangani masalah narkoba di Indonesia.</p>



<p>&#8220;Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan apa itu narkoba dan bahayanya kepada organisasi kepramukaan, sehingga mereka dapat terhindar dari penyalahgunaan narkoba,&#8221; ujar Rudi Lesmana.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kesbangpol-kabupaten-tangerang-berkomitmen-memerangi-narkoba-di-kalangan-remaja">Kesbangpol Kabupaten Tangerang Berkomitmen Memerangi Narkoba di Kalangan Remaja</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penelitian Sebut Remaja Jomblo Lebih Sehat Mentalnya Dibandingkan yang Pacaran</title>
		<link>https://www.seketika.com/penelitian-sebut-remaja-jomblo-lebih-sehat-mentalnya-dibandingkan-yang-pacaran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Oct 2024 14:24:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[gaya hidup]]></category>
		<category><![CDATA[jomblo]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan mental]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=20041</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/penelitian-sebut-remaja-jomblo-lebih-sehat-mentalnya-dibandingkan-yang-pacaran">Penelitian Sebut Remaja Jomblo Lebih Sehat Mentalnya Dibandingkan yang Pacaran</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Health &#8211; Sebuah penelitian dari University of Georgia yang diterbitkan dalam The Journal of School Health mengungkap temuan menarik tentang hubungan antara status pacaran dan kesehatan mental pada remaja. Studi yang melibatkan 594 siswa kelas 10 ini menyimpulkan bahwa remaja yang tidak menjalin hubungan romantis atau jomblo cenderung memiliki tingkat depresi lebih rendah dibandingkan mereka yang berpacaran.</p>



<p>Selain itu, remaja yang tidak memiliki pacar menunjukkan kemampuan sosial dan kepemimpinan yang lebih baik. Temuan ini memberikan perspektif baru terhadap tekanan sosial yang sering dirasakan oleh remaja yang merasa &#8220;ketinggalan&#8221; karena tidak memiliki pasangan. Banyak remaja yang berpikir bahwa tidak pacaran akan menghambat mereka secara sosial, namun penelitian ini membuktikan bahwa mereka tetap mampu menyesuaikan diri dengan baik dalam kehidupan sosial dan akademis.</p>



<p>Salah satu peneliti, Brooke Douglas, menjelaskan bahwa banyak remaja, terutama yang berusia 17 tahun ke atas, sering mengalami hubungan pacaran yang singkat, biasanya hanya berlangsung sekitar satu bulan. Penelitian ini menegaskan bahwa tidak memiliki pasangan selama masa remaja tidak berdampak negatif pada perkembangan emosional atau sosial mereka.</p>



<p>Sebaliknya, remaja yang memilih untuk tidak pacaran tetap menjalani perkembangan yang sehat, baik secara emosional maupun dalam kemampuan sosial. Studi ini menambah wawasan tentang dinamika sosial pada remaja, mengirimkan pesan positif bahwa pacaran bukanlah indikator utama keberhasilan atau kebahagiaan selama masa muda.</p>



<p>Penelitian ini diharapkan dapat mengurangi tekanan sosial yang sering dialami remaja akibat norma yang menekankan pentingnya memiliki pasangan, serta memberi kepercayaan diri bagi mereka yang memilih untuk tetap fokus pada perkembangan diri dan pendidikan.</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/penelitian-sebut-remaja-jomblo-lebih-sehat-mentalnya-dibandingkan-yang-pacaran">Penelitian Sebut Remaja Jomblo Lebih Sehat Mentalnya Dibandingkan yang Pacaran</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Arzeti Bilbina Kritik Peraturan Pemerintah tentang Penyediaan Alat Kontrasepsi untuk Remaja</title>
		<link>https://www.seketika.com/arzeti-bilbina-kritik-peraturan-pemerintah-tentang-penyediaan-alat-kontrasepsi-untuk-remaja</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Aug 2024 09:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[ArzetiBilbina]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Kontrasepsi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Seksual]]></category>
		<category><![CDATA[PP Nomor 28 Tahun 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[Reproduksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=17790</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/arzeti-bilbina-kritik-peraturan-pemerintah-tentang-penyediaan-alat-kontrasepsi-untuk-remaja">Arzeti Bilbina Kritik Peraturan Pemerintah tentang Penyediaan Alat Kontrasepsi untuk Remaja</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina, baru-baru ini memberikan kritik tajam terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 mengenai penyediaan alat kontrasepsi untuk siswa dan remaja. Dalam pandangan Arzeti, aturan ini perlu ditinjau ulang karena berpotensi menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang serta memicu pergaulan bebas di kalangan remaja.</p>



<p>Aturan mengenai penyediaan alat kontrasepsi ini diatur dalam PP Nomor 28 Tahun 2024 yang berfokus pada kesehatan di mana isi beleid itu terkait dengan upaya sistem reproduksi sesuai siklus. </p>



<p>Dalam keterangannya, Selasa (6/8/2024), Arzeti Bilbina mengungkapkan &#8220;Hati-hati, jika gagal pengawasan justru jadi racun perusak anak-anak! Pemerintah harus memastikan bahwa kebijakan ini diimbangi dengan pendidikan seksual yang holistik dan pendekatan yang sensitif terhadap nilai-nilai masyarakat karena bisa jadi bumerang bagi anak muda Indonesia.&#8221;</p>



<p>Arzeti juga mengkritik kekurangan dalam pasal 103 yang mengatur tentang alat kontrasepsi. Pasal ini tidak mencantumkan dengan jelas siapa saja yang akan mendapatkan edukasi terkait alat kontrasepsi, yang membuatnya rawan disalahartikan. “Saya kira perlu ada penjelasan dan edukasi yang <em>clear</em>, karena bunyi pasal yang sekarang bisa membuat salah tafsir,” ujarnya.</p>



<p>Pasal 103 Ayat (4) PP Nomor 28 Tahun 2024 menyebutkan bahwa pelayanan kesehatan reproduksi usia sekolah dan remaja meliputi penyediaan alat kontrasepsi, namun Arzeti berpendapat bahwa ini bertentangan dengan norma-norma yang berlaku di Indonesia. </p>



<p>Berikut bunyi aturan tersebut adalah sebagai berikut: Pelayanan kesehatan reproduksi sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) paling sedikit meliputi: a. deteksi dini penyakit atau skrining, b. pengobatan, c. rehabilitasi, d. konseling, e. penyediaan alat kontrasepsi’.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/arzeti-bilbina-kritik-peraturan-pemerintah-tentang-penyediaan-alat-kontrasepsi-untuk-remaja">Arzeti Bilbina Kritik Peraturan Pemerintah tentang Penyediaan Alat Kontrasepsi untuk Remaja</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bawa Bendera Besar dan Petasan, Polres Metro Jakarta Utara Amankan Ratusan Remaja dalam Konvoi Takbiran</title>
		<link>https://www.seketika.com/bawa-bendera-besar-dan-petasan-polres-metro-jakarta-utara-amankan-ratusan-remaja-dalam-konvoi-takbiran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Apr 2024 04:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum dan Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[konvoi takbiran]]></category>
		<category><![CDATA[Malam Takbiran]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Metro Jakarta Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=12629</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/bawa-bendera-besar-dan-petasan-polres-metro-jakarta-utara-amankan-ratusan-remaja-dalam-konvoi-takbiran">Bawa Bendera Besar dan Petasan, Polres Metro Jakarta Utara Amankan Ratusan Remaja dalam Konvoi Takbiran</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>&#8220;Dalam konteks penindakan, kami melakukan upaya penyelamatan,&#8221;</p>
</blockquote>



<p><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Jakarta – Dalam upaya menjaga kondusifitas, Polres Metro Jakarta Utara telah mengamankan ratusan remaja yang terlibat dalam aksi konvoi pada malam <a href="https://www.seketika.com/?s=takbiran&amp;post_type%5B%5D=post">takbiran</a> di wilayah Jakarta Utara. </p>



<p>Polda Metro Jaya sebelumnya telah mengeluarkan himbauan terkait perayaan malam <a href="https://www.seketika.com/?s=takbiran&amp;post_type%5B%5D=post">takbiran</a> di Jakarta, termasuk konvoi takbir keliling.</p>



<p>&#8220;Ratusan remaja ini diamankan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi terjadinya gesekan antarwarga selama malam <a href="https://www.seketika.com/?s=takbiran&amp;post_type%5B%5D=post">takbiran</a> ini,&#8221; kata Kombes Gidion Arif Setyawan, Kapolres Metro Jakarta Utara, pada Rabu (10/4/2024).</p>



<p>&#8220;Totalnya ada sebanyak 124 remaja yang berhasil diamankan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Kapolres juga menyatakan bahwa ratusan remaja ini ditangkap di berbagai wilayah di Jakarta Utara.</p>



<p>&#8220;Mereka diamankan di beberapa lokasi berbeda, mulai dari kawasan Kelapa Gading hingga Sunter,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Gidion menjelaskan bahwa ratusan remaja ini melakukan konvoi malam <a href="https://www.seketika.com/?s=takbiran&amp;post_type%5B%5D=post">takbiran</a> dengan membawa bendera besar dan petasan.</p>



<p>&#8220;Selain itu, peserta konvoi ini menggunakan kendaraan yang tidak memenuhi standar, seperti truk bak terbuka,&#8221; ungkapnya.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/bawa-bendera-besar-dan-petasan-polres-metro-jakarta-utara-amankan-ratusan-remaja-dalam-konvoi-takbiran">Bawa Bendera Besar dan Petasan, Polres Metro Jakarta Utara Amankan Ratusan Remaja dalam Konvoi Takbiran</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Istilah Remaja Jompo Merebak Dikalangan Gen-Z, Penyebab dan Cara Mengatasinya</title>
		<link>https://www.seketika.com/istilah-remaja-jompo-merebak-dikalangan-gen-z-penyebab-dan-cara-mengatasinya</link>
					<comments>https://www.seketika.com/istilah-remaja-jompo-merebak-dikalangan-gen-z-penyebab-dan-cara-mengatasinya#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Feb 2024 11:01:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[ABG]]></category>
		<category><![CDATA[Gen Z]]></category>
		<category><![CDATA[olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[remaja jompo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=10304</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/istilah-remaja-jompo-merebak-dikalangan-gen-z-penyebab-dan-cara-mengatasinya">Istilah Remaja Jompo Merebak Dikalangan Gen-Z, Penyebab dan Cara Mengatasinya</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>&#8220;Menerapkan langkah-langkah ini, diharapkan generasi muda dapat menjauhkan diri dari fenomena remaja jompo&#8221;</p>
</blockquote>



<p><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Jakarta –  Fenomena yang sering kali dibahas di media sosial, dikenal sebagai remaja jompo, menjadi sorotan dalam keseharian anak muda.</p>



<p>Meskipun istilah ini tidak mencerminkan kondisi medis tertentu, namun menjadi suatu perwujudan klinis yang timbul akibat berbagai faktor, seperti kelelahan, kurang gerak, dan masalah kesehatan mental.</p>



<p>Dalam pandangan medis, remaja jompo adalah istilah yang merujuk pada kondisi fisik dan mental yang lemah, umumnya ditemui pada usia 12-24 tahun menurut World Health Organization (WHO). Meskipun bukan penyakit, fenomena ini muncul akibat kebiasaan hidup yang tidak sehat.</p>



<p>Penyebab Remaja Jompo</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Kemudahan Teknologi</li>
</ol>



<p>Teknologi memberikan kenyamanan, tetapi juga membuat remaja malas bergerak.</p>



<ol class="wp-block-list" start="2">
<li>Polusi Makanan</li>
</ol>



<p>Akses mudah ke fast food dan kebiasaan makan tidak sehat dapat menyebabkan berbagai penyakit.</p>



<ol class="wp-block-list" start="3">
<li>Kebiasaan Kurang Aktif</li>
</ol>



<p>Jarang bergerak dapat mengakibatkan penurunan massa otot, nyeri sendi, dan kelelahan.</p>



<ol class="wp-block-list" start="4">
<li>Stres</li>
</ol>



<p>Masalah sekolah, keluarga, teman, dan media sosial dapat menjadi pemicu stres yang mempengaruhi kondisi fisik.</p>



<ol class="wp-block-list" start="5">
<li>Kurang Tidur</li>
</ol>



<p>Waktu tidur yang kurang dapat menyebabkan ketidakstabilan mood dan penurunan daya tahan tubuh.</p>



<ol class="wp-block-list" start="6">
<li>Posisi Duduk</li>
</ol>



<p>Salah Posisi duduk yang tidak benar tanpa peregangan dapat menimbulkan ketegangan otot.</p>



<ol class="wp-block-list" start="7">
<li>Gaya Hidup Tidak Sehat</li>
</ol>



<p>Merokok, minum alkohol, dan pola makan yang buruk juga berkontribusi pada kondisi kejompoan.</p>



<p>Tips Menghindari Fenomena Remaja Jompo</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/istilah-remaja-jompo-merebak-dikalangan-gen-z-penyebab-dan-cara-mengatasinya">Istilah Remaja Jompo Merebak Dikalangan Gen-Z, Penyebab dan Cara Mengatasinya</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.seketika.com/istilah-remaja-jompo-merebak-dikalangan-gen-z-penyebab-dan-cara-mengatasinya/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hai Gen Z, Remaja Tak Buru-Buru Menikah Kurangi Risiko Stunting</title>
		<link>https://www.seketika.com/hai-gen-z-remaja-tak-buru-buru-menikah-kurangi-risiko-stunting</link>
					<comments>https://www.seketika.com/hai-gen-z-remaja-tak-buru-buru-menikah-kurangi-risiko-stunting#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Dec 2023 08:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Aliyah Mustika Ilham]]></category>
		<category><![CDATA[Duta Generasi berencana]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi IX DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[program Genre]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[risiko stunting]]></category>
		<category><![CDATA[Sulawesi Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[tidak buru-buru menikah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=6579</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/hai-gen-z-remaja-tak-buru-buru-menikah-kurangi-risiko-stunting">Hai Gen Z, Remaja Tak Buru-Buru Menikah Kurangi Risiko Stunting</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>“(Para remaja) melaksanakan rekomendasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), yakni menikah pada usia minimal 21 tahun untuk perempuan, dan 25 tahun untuk laki-laki”</p>
</blockquote>



<p><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Jakarta – Anggota <a href="https://www.seketika.com/?s=Komisi+IX+DPR+RI&amp;post_type%5B%5D=post">Komisi IX DPR RI</a> <a href="https://www.seketika.com/?s=Aliyah+Mustika+Ilham+&amp;post_type%5B%5D=post">Aliyah Mustika Ilham </a>menilai remaja yang memutuskan untuk <a href="https://www.seketika.com/?s=tidak+buru-buru+menikah+&amp;post_type%5B%5D=post">tidak buru-buru menikah </a>dapat mengurangi<a href="https://www.seketika.com/?s=+risiko+stunting&amp;post_type%5B%5D=post"> risiko stunting</a> kelak saat melahirkan seorang anak. Karena itu, ia menilai bahwa remaja memiliki peran penting untuk memutus rantai stunting sehingga harus menjadi generasi hebat, sehat dan berkualitas.</p>



<p>&#8220;Remaja berperan sebagai pemutus rantai kasus stunting melalui program pencegahan stunting dari hulu, caranya dengan memperbaiki derajat gizi keluarga, tidak terburu-buru menikah, dan menghindari perilaku berisiko,&#8221; kata Aliyah dalam sosialisasi, advokasi dan komunikasi, informasi, edukasi (KIE) pencegahan stunting dari hulu di Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, pada Jumat (15/12).</p>



<p>Dalam maklumat kepada media yang diterima di Jakarta, Minggu (17/12/2023), Aliyah berharap, melalui <a href="https://www.seketika.com/?s=Duta+Generasi+berencana&amp;post_type%5B%5D=post">Duta Generasi berencana</a> (Genre) yang terdiri dari para remaja mampu menjadi figur dan percontohan yang dapat membantu pemerintah dalam memberikan pemahaman tentang dampak buruk menikah pada usia anak, termasuk dalam program pencegahan stunting mulai dari hulu hingga hilir.</p>



<p>&#8220;Harapan kami, remaja di <a href="https://www.seketika.com/?s=Sulawesi+Selatan&amp;post_type%5B%5D=post">Sulawesi Selatan</a> bisa berkolaborasi dalam memberikan pemahaman kepada teman sebaya untuk tidak melakukan pernikahan dini, dan melaksanakan rekomendasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), yakni menikah pada usia minimal 21 tahun untuk perempuan, dan 25 tahun untuk laki-laki,&#8221; ucap Politisi Fraksi Partai Demokrat ini.</p>



<p>Melalui <a href="https://www.seketika.com/?s=program+Genre&amp;post_type%5B%5D=post">program Genre</a>, ia berharap kegiatan tersebut mampu membekali remaja di Sulawesi Selatan dalam mempersiapkan kehidupan berkeluarga sehingga Indonesia akan menghasilkan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/hai-gen-z-remaja-tak-buru-buru-menikah-kurangi-risiko-stunting">Hai Gen Z, Remaja Tak Buru-Buru Menikah Kurangi Risiko Stunting</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.seketika.com/hai-gen-z-remaja-tak-buru-buru-menikah-kurangi-risiko-stunting/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
