<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sejarah Indonesia Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/sejarah-indonesia/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/sejarah-indonesia</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Mar 2026 06:19:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>Sejarah Indonesia Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/sejarah-indonesia</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Try Sutrisno Wafat di Usia 90 Tahun, Jejak Jenderal Tempur yang Jadi Wakil Presiden RI ke-6</title>
		<link>https://www.seketika.com/try-sutrisno-wafat-di-usia-90-tahun-jejak-jenderal-tempur-yang-jadi-wakil-presiden-ri-ke-6</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2026 06:19:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[KSAD]]></category>
		<category><![CDATA[Panglima ABRI]]></category>
		<category><![CDATA[Profil Try Sutrisno]]></category>
		<category><![CDATA[RSPAD Gatot Soebroto]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Try Sutrisno]]></category>
		<category><![CDATA[Try Sutrisno meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Presiden ke-6 RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=34465</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/try-sutrisno-wafat-di-usia-90-tahun-jejak-jenderal-tempur-yang-jadi-wakil-presiden-ri-ke-6">Try Sutrisno Wafat di Usia 90 Tahun, Jejak Jenderal Tempur yang Jadi Wakil Presiden RI ke-6</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno, meninggal dunia pada Senin pukul 06.58 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Try wafat dalam usia 90 tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kabar duka ini menandai berakhirnya perjalanan panjang seorang prajurit tempur yang kemudian menjadi tokoh penting dalam sejarah militer dan politik Indonesia. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Try Sutrisno menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia keenam pada periode 1993–1998, mendampingi Presiden saat itu di masa transisi penting Orde Baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Try Sutrisno lahir pada 15 November 1935 di Surabaya, Jawa Timur. Ia merupakan putra dari Subandi, seorang sopir ambulans Dinas Kesehatan Kota Surabaya asal Garut, dan Mardiyah, ibu rumah tangga asal Surabaya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masa kecil Try tak lepas dari gejolak revolusi. Pasca Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, keluarganya sempat mengungsi ke Mojokerto ketika Belanda kembali melakukan agresi militer. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam situasi sulit tersebut, Try muda bahkan harus berhenti sekolah dan membantu keluarga dengan berjualan rokok serta koran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada usia 13 tahun, semangat perjuangannya sudah terlihat. Ia ingin bergabung dengan Batalyon Poncowati, meski akhirnya hanya diterima sebagai kurir. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/try-sutrisno-wafat-di-usia-90-tahun-jejak-jenderal-tempur-yang-jadi-wakil-presiden-ri-ke-6">Try Sutrisno Wafat di Usia 90 Tahun, Jejak Jenderal Tempur yang Jadi Wakil Presiden RI ke-6</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>10 November: Dari Hotel Yamato Jadi Hotel Majapahit, Rahasia Heroik di Balik Pertempuran Surabaya yang Menggetarkan Dunia</title>
		<link>https://www.seketika.com/10-november-dari-hotel-yamato-jadi-hotel-majapahit-rahasia-heroik-di-balik-pertempuran-surabaya-yang-menggetarkan-dunia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2025 03:31:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[10 November]]></category>
		<category><![CDATA[Bung Tomo]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[Hotel Yamato]]></category>
		<category><![CDATA[Perjuangan Kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertempuran Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Semangat Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[Soekarno]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=31696</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/10-november-dari-hotel-yamato-jadi-hotel-majapahit-rahasia-heroik-di-balik-pertempuran-surabaya-yang-menggetarkan-dunia">10 November: Dari Hotel Yamato Jadi Hotel Majapahit, Rahasia Heroik di Balik Pertempuran Surabaya yang Menggetarkan Dunia</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Peringatan Hari Pahlawan 10 November setiap tahunnya menjadi momentum penting bagi bangsa Indonesia untuk mengenang keberanian rakyat Surabaya dalam mempertahankan kemerdekaan. Tanggal bersejarah ini bukan sekadar seremoni, tetapi simbol perjuangan dan pengorbanan luar biasa para pejuang yang rela mengorbankan jiwa demi tegaknya kedaulatan Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hari Pahlawan diperingati setiap 10 November sebagai bentuk penghormatan terhadap Pertempuran Surabaya 1945, salah satu peristiwa paling heroik dalam sejarah perjuangan Indonesia. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertempuran ini terjadi tak lama setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, saat rakyat Surabaya harus menghadapi pasukan Sekutu yang datang bersama Netherlands Indies Civil Administration (NICA).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut buku “Pertempuran 10 November 1945: Kesaksian dan Pengalaman Seorang Aktor Sejarah” karya Sutomo (Bung Tomo), kedatangan pasukan Sekutu ke Surabaya semula bertujuan untuk melucuti senjata pasukan Jepang. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, di balik misi tersebut terselip upaya mengembalikan kekuasaan kolonial Belanda di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rakyat Surabaya, yang telah bertekad mempertahankan kemerdekaan, menolak keras kehadiran NICA. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/10-november-dari-hotel-yamato-jadi-hotel-majapahit-rahasia-heroik-di-balik-pertempuran-surabaya-yang-menggetarkan-dunia">10 November: Dari Hotel Yamato Jadi Hotel Majapahit, Rahasia Heroik di Balik Pertempuran Surabaya yang Menggetarkan Dunia</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pertempuran 5 Hari di Semarang: Warisan Perjuangan yang Tak Pernah Padam</title>
		<link>https://www.seketika.com/pertempuran-5-hari-di-semarang-warisan-perjuangan-yang-tak-pernah-padam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2025 04:40:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Luthfi]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi Anak Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pertempuran Lima Hari]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Semangat Perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Tugu Muda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=31000</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/pertempuran-5-hari-di-semarang-warisan-perjuangan-yang-tak-pernah-padam">Pertempuran 5 Hari di Semarang: Warisan Perjuangan yang Tak Pernah Padam</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Semarang – Pertempuran Lima Hari di Semarang kembali dikenang sebagai salah satu tonggak penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Pada Selasa malam, 14 Oktober 2025, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meneladani semangat juang para pahlawan dalam membangun Indonesia yang lebih baik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertempuran Lima Hari di Semarang adalah peristiwa heroik yang terjadi pada 14–18 Oktober 1945, saat rakyat Semarang berjuang melawan tentara Jepang yang mengganggu kemerdekaan Indonesia. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Peristiwa ini menjadi simbol semangat perjuangan, persatuan, dan pengorbanan demi mempertahankan kemerdekaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peringatan yang digelar di kawasan Tugu Muda, Semarang, dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti Sekda Jateng Sumarno, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Forkopimda Jawa Tengah dan Kota Semarang, serta para veteran pejuang. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Upacara diawali dengan pembacaan nukilan sejarah oleh St Sukirno, dilanjutkan pertunjukan kolosal dari Teater Pitoelas Universitas 17 Agustus Semarang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam sambutannya sebagai inspektur upacara, Gubernur Ahmad Luthfi menekankan bahwa perjuangan belum selesai. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/pertempuran-5-hari-di-semarang-warisan-perjuangan-yang-tak-pernah-padam">Pertempuran 5 Hari di Semarang: Warisan Perjuangan yang Tak Pernah Padam</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal 10 Pahlawan Revolusi Indonesia di Balik Hari Kesaktian Pancasila</title>
		<link>https://www.seketika.com/mengenal-10-pahlawan-revolusi-indonesia-di-balik-hari-kesaktian-pancasila</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2025 18:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[G30S PKI]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Kesaktian Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Lubang Buaya]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan Revolusi]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[TNI AD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=30645</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/mengenal-10-pahlawan-revolusi-indonesia-di-balik-hari-kesaktian-pancasila">Mengenal 10 Pahlawan Revolusi Indonesia di Balik Hari Kesaktian Pancasila</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Oktober sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai dasar negara Indonesia. Peringatan ini juga menjadi momentum untuk mengenang gugurnya para Pahlawan Revolusi dalam tragedi kelam Gerakan 30 September atau G30S/PKI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pusat peringatan Hari Kesaktian Pancasila biasanya digelar di Lubang Buaya, Jakarta, tempat para jenderal TNI AD diculik dan dibunuh. Untuk mengenang jasa mereka, Presiden Soekarno menganugerahkan gelar Pahlawan Revolusi kepada 10 tokoh militer dan kepolisian yang gugur dalam peristiwa tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berikut adalah 10 Pahlawan Revolusi Indonesia:</p>



<p class="wp-block-paragraph">1. Jenderal (Anumerta) Ahmad Yani<br>Lahir di Purworejo, Jawa Tengah, Ahmad Yani dikenal sebagai pemimpin tangguh dalam penumpasan pemberontakan. Ia gugur pada 1 Oktober 1965 setelah ditembak pasukan G30S.</p>



<p class="wp-block-paragraph">2. Letjen (Anumerta) Suprapto<br>Asal Purwokerto ini dikenal karena karier militernya yang cemerlang. Ia diculik dan dibunuh dalam usia 45 tahun, lalu dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">3.Letjen (Anumerta) Haryono<br>Lahir di Surabaya, Haryono dikenal cerdas dan fasih dalam tiga bahasa asing. Ia menentang rencana pembentukan Angkatan Kelima oleh PKI dan dibunuh karena sikapnya tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">4. Letjen (Anumerta) Siswondo Parman<br>Ahli intelijen kelahiran Wonosobo ini turut menjadi target G30S karena perannya membongkar jaringan musuh negara.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/mengenal-10-pahlawan-revolusi-indonesia-di-balik-hari-kesaktian-pancasila">Mengenal 10 Pahlawan Revolusi Indonesia di Balik Hari Kesaktian Pancasila</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Surat Kartini Diakui Dunia! Masuk Daftar UNESCO Memory of the World</title>
		<link>https://www.seketika.com/surat-kartini-diakui-dunia-masuk-daftar-unesco-memory-of-the-world</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Aug 2025 20:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Kartini]]></category>
		<category><![CDATA[Emansipasi]]></category>
		<category><![CDATA[kesetaraan gender]]></category>
		<category><![CDATA[Memory of the World]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri PPPA]]></category>
		<category><![CDATA[Perjuangan Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[R.A Kartini]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Surat Kartini]]></category>
		<category><![CDATA[UNESCO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=29543</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/surat-kartini-diakui-dunia-masuk-daftar-unesco-memory-of-the-world">Surat Kartini Diakui Dunia! Masuk Daftar UNESCO Memory of the World</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta &#8211; Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA), Arifah Fauzi, memberikan apresiasi tinggi kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) atas keberhasilan penetapan Arsip dan Surat Kartini: Perjuangan Kesetaraan Gender sebagai bagian dari Memory of the World oleh UNESCO pada 17 April 2025.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pemikiran progresif R.A Kartini tentang martabat, hak pendidikan, dan kesetaraan gender yang melampaui zamannya tetap relevan hingga kini. Penetapan arsip surat-surat Kartini sebagai Memory of the World bukan sekadar administratif, melainkan simbolik, strategis, dan praktis untuk menjaga warisan intelektual perempuan Indonesia yang visioner,” ujar Menteri PPPA saat membuka Seminar dan Pameran Arsip Kartini di Gedung ANRI, Jakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menteri PPPA menegaskan bahwa arsip Kartini mencerminkan tantangan struktural yang dihadapi perempuan pada masa kolonial, namun juga menjadi bukti nyata perjuangan perempuan dalam menuntut hak yang setara, khususnya dalam bidang pendidikan dan partisipasi publik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dampak perjuangan Kartini melampaui dirinya sendiri dan menginspirasi perubahan sosial yang masih kita rasakan hingga kini. Semangat ini semakin relevan saat Indonesia merayakan 80 tahun kemerdekaannya. Perempuan bukan sekadar penerima manfaat pembangunan, melainkan agen perubahan di berbagai bidang,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam sambutannya, Menteri Arifah menegaskan komitmen Kementerian PPPA dalam mendukung pelestarian arsip dan penguatan peran perempuan sebagai agen perubahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ini bukan hanya menjaga sejarah, tetapi juga menghidupkan semangat perjuangan kesetaraan gender. Mari kita bergandengan tangan memastikan perempuan Indonesia mendapat akses dan kesempatan yang sama,” tegasnya.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/surat-kartini-diakui-dunia-masuk-daftar-unesco-memory-of-the-world">Surat Kartini Diakui Dunia! Masuk Daftar UNESCO Memory of the World</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peristiwa Unik Terkait Jenazah Habib Husein, Wisata Sejarah dan Spiritual di Masjid Luar Batang Jakarta Utara</title>
		<link>https://www.seketika.com/peristiwa-unik-terkait-jenazah-habib-husein-wisata-sejarah-dan-spiritual-di-masjid-luar-batang-jakarta-utara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Mar 2025 08:43:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi religi]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Husein]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta Utara]]></category>
		<category><![CDATA[masjid bersejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Luar Batang]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[spiritualitas Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[tempat ibadah Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[tempat ziarah]]></category>
		<category><![CDATA[wisata religi Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[wisata sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=25443</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/peristiwa-unik-terkait-jenazah-habib-husein-wisata-sejarah-dan-spiritual-di-masjid-luar-batang-jakarta-utara">Peristiwa Unik Terkait Jenazah Habib Husein, Wisata Sejarah dan Spiritual di Masjid Luar Batang Jakarta Utara</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Masjid Jami Keramat Luar Batang, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Luar Batang, adalah salah satu destinasi bersejarah yang wajib dikunjungi di Jakarta Utara. Terletak di kawasan pesisir yang dikelilingi rumah sederhana dan toko-toko kecil, masjid ini menyuguhkan atmosfer ketenangan yang sangat kontras dengan hiruk-pikuk kota Jakarta yang modern.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masjid Luar Batang bukan sekadar tempat ibadah. Bangunannya yang telah berdiri sejak abad ke-18 ini menyimpan kisah luar biasa tentang perjuangan seorang ulama asal Hadramaut, Yaman, bernama Habib Husein bin Abubakar Alaydrus. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Habib Husein datang ke tanah Jawa melalui Pelabuhan Sunda Kelapa pada tahun 1736 dan mendirikan masjid ini sebagai tempat beribadah umat. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain dikenal sebagai tokoh agama, Habib Husein juga adalah salah satu penentang Kolonial Belanda di kawasan Sunda Kelapa. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sayangnya, perjuangannya harus berakhir tragis karena ia wafat di usia yang masih muda pada tahun 1756.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/peristiwa-unik-terkait-jenazah-habib-husein-wisata-sejarah-dan-spiritual-di-masjid-luar-batang-jakarta-utara">Peristiwa Unik Terkait Jenazah Habib Husein, Wisata Sejarah dan Spiritual di Masjid Luar Batang Jakarta Utara</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BRIN: Buku Terbaru Asvi Warman Adam, Mengembalikan Tionghoa ke dalam Historiografi Indonesia</title>
		<link>https://www.seketika.com/brin-buku-terbaru-asvi-warman-adam-mengembalikan-tionghoa-ke-dalam-historiografi-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Nov 2024 18:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Sejarah Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Eksistensi Tionghoa]]></category>
		<category><![CDATA[Historiografi 1965]]></category>
		<category><![CDATA[Kontribusi Etnis Tionghoa]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan Nasional Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah 1965]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Sosial Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarawan Asvi Warman Adam]]></category>
		<category><![CDATA[Tionghoa dalam Sejarah Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=21382</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/brin-buku-terbaru-asvi-warman-adam-mengembalikan-tionghoa-ke-dalam-historiografi-indonesia">BRIN: Buku Terbaru Asvi Warman Adam, Mengembalikan Tionghoa ke dalam Historiografi Indonesia</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Buku terbaru ini membahas peran dan kontribusi masyarakat Tionghoa dalam konteks sejarah sosial politik Indonesia, terutama pada masa Reformasi. Hal ini disampaikan oleh Athiqah Nur Alami, Kepala Pusat Riset Politik BRIN. Menurut Prof. Asvi Warman Adam, penulis buku tersebut, penting untuk memasukkan peran etnis Tionghoa dalam sejarah nasional Indonesia. Bahkan, Asvi menekankan bahwa orang Tionghoa seharusnya diangkat menjadi Pahlawan Nasional Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Buku ini diharapkan menjadi referensi penting dalam memperdalam pemahaman tentang eksistensi etnis Tionghoa dan kontribusinya dalam pembangunan bangsa Indonesia. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, buku ini juga bertujuan untuk mendorong pengakuan atas kontribusi etnis Tionghoa dalam membentuk identitas nasional Indonesia. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Diharapkan pula, karya ini akan menjadi rujukan bagi para sejarawan, peneliti sejarah, dan masyarakat umum yang tertarik memahami peran kelompok minoritas dalam sejarah Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peluncuran buku ini juga bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-70 Asvi Warman Adam, seorang sejarawan terkemuka yang telah berkontribusi besar dalam dunia penelitian sejarah sosial politik Indonesia. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Tahun ini juga menandai purna tugasnya dari BRIN setelah hampir 40 tahun mengabdi dan menyaksikan metamorfosis lembaga riset nasional yang sebelumnya bernama Lembaga Riset Kebudayaan Nasional (LRKN) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), hingga kini menjadi BRIN.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/brin-buku-terbaru-asvi-warman-adam-mengembalikan-tionghoa-ke-dalam-historiografi-indonesia">BRIN: Buku Terbaru Asvi Warman Adam, Mengembalikan Tionghoa ke dalam Historiografi Indonesia</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ziarah Pahlawan Nasional Raden Aria Wangsakara: Memperingati Hari Jadi ke-392 Kabupaten Tangerang</title>
		<link>https://www.seketika.com/ziarah-pahlawan-nasional-raden-aria-wangsakara-memperingati-hari-jadi-ke-392-kabupaten-tangerang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Oct 2024 17:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya dan Tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pemimpin Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Raden Aria Wangsakara]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Ziarah Pahlawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=20104</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/ziarah-pahlawan-nasional-raden-aria-wangsakara-memperingati-hari-jadi-ke-392-kabupaten-tangerang">Ziarah Pahlawan Nasional Raden Aria Wangsakara: Memperingati Hari Jadi ke-392 Kabupaten Tangerang</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Tangerang – Pj Bupati Tangerang, Andi Ony, melaksanakan ziarah ke makam Pahlawan Nasional Raden Aria Wangsakara menjelang Hari Jadi ke-392 Kabupaten Tangerang pada Senin, 7 Oktober 2024. Dalam kegiatan ini, Andi Ony didampingi oleh Pj Sekda, kepala OPD, serta tokoh masyarakat setempat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ziarah ini dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa besar Raden Aria Wangsakara dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan sebagai pendiri Kabupaten Tangerang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Andi Ony menyatakan, “Kita hadir di sini untuk mengenang dan menghormati jasa pahlawan kita, Raden Aria Wangsakara, yang telah berjuang dengan gigih demi tanah air dan daerah ini. Semangat perjuangannya harus menjadi inspirasi bagi kita semua dalam membangun Kabupaten Tangerang yang lebih baik ke depan.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Raden Aria Wangsakara dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah Tangerang, tidak hanya dalam perjuangan melawan penjajahan, tetapi juga sebagai pendiri Kabupaten Tangerang yang terus berbenah dan berkembang menjadi salah satu wilayah strategis di Provinsi Banten.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Keteladanan Raden Aria Wangsakara sebagai tokoh pejuang dan pendiri Kabupaten Tangerang harus kita teruskan untuk membangun kabupaten ini agar semakin matang dan sejahtera masyarakatnya,” ujar Pj Andi Ony.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pj Bupati berharap seluruh masyarakat dapat mewarisi semangat dan nilai-nilai kepahlawanan yang dimiliki Raden Aria Wangsakara. “Mari kita berusaha dan mengembangkan potensi diri, serta berkolaborasi dalam pembangunan Kabupaten Tangerang,” tambahnya.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/ziarah-pahlawan-nasional-raden-aria-wangsakara-memperingati-hari-jadi-ke-392-kabupaten-tangerang">Ziarah Pahlawan Nasional Raden Aria Wangsakara: Memperingati Hari Jadi ke-392 Kabupaten Tangerang</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Memori dan Konflik: Menggali Kembali Masa Lalu untuk Mencegah Konflik di Indonesia</title>
		<link>https://www.seketika.com/memori-dan-konflik-menggali-kembali-masa-lalu-untuk-mencegah-konflik-di-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Aug 2024 03:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#KahayangBakery #RotiBerkualitas #UMKM #Tangerang #HargaTerjangkau #PengantaranLangsung]]></category>
		<category><![CDATA[FPsi UM]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Keberagaman Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik Dan Memori]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Memori Kolektif]]></category>
		<category><![CDATA[Peace And Conflict]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi Perdamaian]]></category>
		<category><![CDATA[Rekonsiliasi]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=17915</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/memori-dan-konflik-menggali-kembali-masa-lalu-untuk-mencegah-konflik-di-indonesia">Memori dan Konflik: Menggali Kembali Masa Lalu untuk Mencegah Konflik di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Lifestyle – Masa lalu memiliki dampak yang mendalam pada konflik masa kini. Dalam artikel &#8220;<em>Conflict and Memory: The Past in the Present</em>&#8221; yang diterbitkan dalam <em>Peace and Conflict: Journal of Peace Psychology</em>, penulis Brady Wagoner dan Ignacio Brescó menyoroti peran penting memori—baik individu maupun kolektif—dalam dinamika konflik antarkelompok. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Artikel ini memberikan wawasan berharga tentang bagaimana cara suatu masyarakat mengingat peristiwa masa lalu dapat memicu atau meredakan konflik yang sedang berlangsung. Dalam konteks Indonesia, dengan sejarah panjang konflik etnis dan agama, pemahaman ini sangat relevan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memori Sebagai Pemicu dan Penyelesaian Konflik</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Memori kolektif adalah bagaimana sekelompok orang mengingat masa lalu bersama mereka. Ini bukan hanya tentang fakta-fakta sejarah, tetapi juga tentang bagaimana peristiwa-peristiwa tersebut dipahami dan diinterpretasikan oleh anggota kelompok. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam banyak kasus, memori kolektif ini dapat memperkuat prasangka dan kebencian yang sudah ada, memicu siklus konflik yang berkelanjutan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai contoh, cara masyarakat Indonesia mengingat peristiwa-peristiwa penting seperti Kerusuhan Mei 1998 atau konflik Ambon dapat mempengaruhi hubungan antar kelompok hingga saat ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, memori juga memiliki potensi untuk menjadi alat penyembuhan dan rekonsiliasi. Wagoner dan Brescó menekankan bahwa dengan mengelola memori masa lalu dengan bijaksana, masyarakat dapat belajar dari kesalahan sejarah dan mencegah terulangnya konflik. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/memori-dan-konflik-menggali-kembali-masa-lalu-untuk-mencegah-konflik-di-indonesia">Memori dan Konflik: Menggali Kembali Masa Lalu untuk Mencegah Konflik di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kirab Duplikat Bendera dan Teks Proklamasi Tiba di Istana Negara IKN</title>
		<link>https://www.seketika.com/kirab-duplikat-bendera-dan-teks-proklamasi-tiba-di-istana-negara-ikn</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Aug 2024 02:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[HUT RI ke 79]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Kota Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Istana Negara IKN]]></category>
		<category><![CDATA[Kirab Bendera Merah Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Purna Paskibraka]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Teks Proklamasi]]></category>
		<category><![CDATA[Upacara Kemerdekaan RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=17934</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kirab-duplikat-bendera-dan-teks-proklamasi-tiba-di-istana-negara-ikn">Kirab Duplikat Bendera dan Teks Proklamasi Tiba di Istana Negara IKN</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Penajam Pasir Utara – Pada Sabtu, 10 Agustus 2024, kirab duplikat bendera Sang Merah Putih dan teks proklamasi tiba di Istana Negara, Ibu Kota Nusantara (IKN), Provinsi Kalimantan Timur. Prosesi ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya bendera dan teks proklamasi dibawa ke IKN.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setibanya di depan Istana Negara IKN, Purna Paskibraka Duta Pancasila, Naila Aulita Alqubra Sinapoy, sebagai pembawa bendera Merah Putih dan Lilly Wenda sebagai pembawa teks proklamasi, turun dari mobil “Maung”. Keduanya kemudian berjalan melewati jajar kehormatan Paspampres dan Purna Paskibraka Nasional 2023.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah itu, duplikat bendera Sang Merah Putih dan teks proklamasi dibawa melewati selasar barat koridor utama menuju Ruang Bendera di Istana Negara IKN. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Di ruang tersebut, bendera dan teks proklamasi diserahkan kepada Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bendera Merah Putih dan teks proklamasi tersebut akan disimpan di ruang khusus tersebut. Pada 17 Agustus 2024, dalam Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia, Presiden Joko Widodo akan menyerahkan bendera tersebut kepada Paskibraka untuk dikibarkan di Istana Negara IKN.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kirab ini mencatat sejarah sebagai yang pertama kali membawa duplikat bendera dan teks proklamasi menuju IKN. Selain itu, kirab ini menempuh perjalanan sekitar 1.320 kilometer dari Monas menuju Istana Negara IKN.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prosesi kirab ini tidak hanya sebagai simbol penghormatan terhadap sejarah dan perjuangan bangsa, tetapi juga menunjukkan tekad untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.</p>



<p class="has-text-color has-link-color has-small-font-size wp-elements-7c0e621db5f3a52baba1e1f761e7c832 wp-block-paragraph" style="color:#f0eded">(BPMI Setpres)</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kirab-duplikat-bendera-dan-teks-proklamasi-tiba-di-istana-negara-ikn">Kirab Duplikat Bendera dan Teks Proklamasi Tiba di Istana Negara IKN</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
