<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sidang Isbat Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/sidang-isbat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/sidang-isbat</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Mar 2026 03:08:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>Sidang Isbat Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/sidang-isbat</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>4 Negara MABIMS Lebaran Serentak, Indonesia Idulfitri 2026 Jatuh pada 21 Maret</title>
		<link>https://www.seketika.com/4-negara-mabims-lebaran-serentak-indonesia-idulfitri-2026-jatuh-pada-21-maret</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2026 03:08:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[1 Syawal 1447 H]]></category>
		<category><![CDATA[Hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Idulfitri 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Kalender Hijriah]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran Serentak]]></category>
		<category><![CDATA[MABIMS]]></category>
		<category><![CDATA[Sidang Isbat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=35025</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/4-negara-mabims-lebaran-serentak-indonesia-idulfitri-2026-jatuh-pada-21-maret">4 Negara MABIMS Lebaran Serentak, Indonesia Idulfitri 2026 Jatuh pada 21 Maret</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Negara anggota Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) kompak menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah bertepatan dengan Sabtu, 21 Maret 2026. </p>



<p class="wp-block-paragraph">“Negara-negara MABIMS, yaitu Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura, secara umum menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada tanggal yang sama, yaitu Sabtu, 21 Maret 2026,” ujar Dirjen Bimas Islam Abu usai Konferensi Pers Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H di Jakarta, Kamis (19/3/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menjelaskan, kesamaan penetapan dipengaruhi penggunaan kriteria visibilitas hilal yang sama, yaitu kriteria MABIMS dengan parameter tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Abu Rokhmad, data hisab yang dipaparkan dalam seminar posisi hilal menunjukkan bahwa pada 29 Ramadan 1447 H, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia berada pada kisaran 0 derajat 54 menit 27 detik (0,91 derajat) hingga 3 derajat 7 menit 52 detik (3,13 derajat), dengan sudut elongasi antara 4 derajat 32 menit 40 detik (4,54 derajat) hingga 6 derajat 6 menit 11 detik. (6,1 derajat).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menambahkan, meskipun sebagian wilayah telah memenuhi parameter tinggi hilal, secara keseluruhan kriteria visibilitas belum terpenuhi karena elongasi masih di bawah batas minimal. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan kondisi tersebut, secara astronomis hilal tidak memungkinkan untuk dirukyat. Hal ini terkonfirnasi dengan hasil rukyat yang melaporkan tidak melihat hilal di semua titik  pemantauan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasil hisab dan rukyat ini menjadi dasar penetapan awal Syawal dengan nenyempurnakan Ramadan menjadi 30 hari (istikmal)</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Karena hilal tidak memenuhi kriteria visibilitas dan tidak berhasil dirukyat, maka penetapan awal Syawal dilakukan dengan istikmal, sehingga jatuh pada 21 Maret 2026,” ujarnya.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/4-negara-mabims-lebaran-serentak-indonesia-idulfitri-2026-jatuh-pada-21-maret">4 Negara MABIMS Lebaran Serentak, Indonesia Idulfitri 2026 Jatuh pada 21 Maret</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lebaran 2026 Jatuh Kapan? Kemenag Tunggu Hasil Sidang Isbat, Ini lokasi Pemantauan Hilal</title>
		<link>https://www.seketika.com/lebaran-2026-jatuh-kapan-kemenag-tunggu-hasil-sidang-isbat-ini-lokasi-pemantauan-hilal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2026 01:38:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Awal Syawal]]></category>
		<category><![CDATA[Hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Idulfitri 1447 H]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan 2026]]></category>
		<category><![CDATA[rukyatul hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Sidang Isbat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=35003</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/lebaran-2026-jatuh-kapan-kemenag-tunggu-hasil-sidang-isbat-ini-lokasi-pemantauan-hilal">Lebaran 2026 Jatuh Kapan? Kemenag Tunggu Hasil Sidang Isbat, Ini lokasi Pemantauan Hilal</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat penetapan awal Syawal 1447 Hijriah pada 19 Maret 2026. Sidang ini dilaksanakan bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jalan M.H. Thamrin No. 6, Jakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sidang isbat akan dihadiri berbagai pihak, antara lain perwakilan duta besar negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, para pakar falak dari organisasi kemasyarakatan Islam, serta anggota Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menjelaskan, sidang isbat merupakan mekanisme pemerintah dalam menentukan awal bulan Hijriah, khususnya Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Seperti biasa, sidang isbat diawali dengan seminar pemaparan posisi hilal oleh Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama. Setelah itu dilanjutkan dengan sidang tertutup untuk membahas hasil rukyatulhilal yang masuk dari berbagai daerah, sebelum akhirnya diumumkan kepada masyarakat,” ujar Abu Rokhmad di Jakarta, Senin (16/3/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menjelaskan, berdasarkan perhitungan astronomi (hisab), pada hari rukyat atau 29 Ramadan 1447 H yang bertepatan dengan Kamis, 19 Maret 2026, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia berada di atas ufuk dengan kisaran antara 0°54’27’’ hingga 3°7’52’’. Sementara itu, sudut elongasi hilal berkisar antara 4°32’40’’ hingga 6°06’11’’.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, seluruh sistem hisab juga menunjukkan bahwa ijtimak menjelang Syawal 1447 H terjadi pada 19 Maret 2026 sekitar pukul 08.23 WIB. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski demikian, penentuan awal Syawal tetap menunggu hasil rukyatul hilal yang dilakukan di berbagai wilayah Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Penetapan awal Syawal 1447 H akan menunggu laporan hasil rukyatulhilal dari seluruh daerah yang kemudian dibahas dalam sidang isbat,” jelasnya.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/lebaran-2026-jatuh-kapan-kemenag-tunggu-hasil-sidang-isbat-ini-lokasi-pemantauan-hilal">Lebaran 2026 Jatuh Kapan? Kemenag Tunggu Hasil Sidang Isbat, Ini lokasi Pemantauan Hilal</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sidang Isbat Ramadan 1447 H Tetap Digelar! Menag Tegas: Posisi Hilal Masih Minus, Puasa Berpotensi Mundur?</title>
		<link>https://www.seketika.com/sidang-isbat-ramadan-1447-h-tetap-digelar-menag-tegas-posisi-hilal-masih-minus-puasa-berpotensi-mundur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2026 03:17:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[awal puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Imkanur Rukyat]]></category>
		<category><![CDATA[Kalender Hijriah]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[MABIMS]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasaruddin Umar]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan 1447 H]]></category>
		<category><![CDATA[Sidang Isbat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=34057</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/sidang-isbat-ramadan-1447-h-tetap-digelar-menag-tegas-posisi-hilal-masih-minus-puasa-berpotensi-mundur">Sidang Isbat Ramadan 1447 H Tetap Digelar! Menag Tegas: Posisi Hilal Masih Minus, Puasa Berpotensi Mundur?</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa sidang isbat tetap menjadi mekanisme resmi pemerintah dalam menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah. Hal ini disampaikan Menag dalam wawancara online bersama TVOne terkait dinamika penentuan awal puasa tahun ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menag menjelaskan, secara historis sidang isbat selalu menjadi rujukan bangsa Indonesia dalam menentukan awal Ramadan dan Idul Fitri. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam dua tahun terakhir memang terjadi dinamika perbedaan penentuan awal Ramadan di tengah masyarakat, namun Kemenag terus mencoba untuk mempertemukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau kita lihat sejarah bangsa Indonesia, memang sidang isbat selalu jadi faktor penentu lebaran dan puasa. Dalam dua tahun terakhir memang ada perkembangan dan perbedaan, tetapi kita berusaha menjadi media penyatu dalam penentuan hari penting keagamaan,” ujar Menag, Jakarta, Selasa (17/2/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menjelaskan bahwa perbedaan metode antara ormas Islam merupakan bagian dari khazanah fikih yang telah lama dikenal. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Muhammadiyah, misalnya, dulu menggunakan hisab sebagai penentu utama dan rukyat sebagai konfirmasi. Sementara ormas Islam lainnya menjadikan rukyat sebagai dasar utama dengan dukungan hisab.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kementerian Agama sebagai perwakilan pemerintah tentunya perlu konfirmasi secara langsung dengan melihat posisi hilal dan diputuskan melalui sidang isbat,” tegasnya. Tahun ini, pemantauan hilal dilakukan di 96 titik di seluruh Indonesia sebagai bagian dari ikhtiar ilmiah dan syar’i.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/sidang-isbat-ramadan-1447-h-tetap-digelar-menag-tegas-posisi-hilal-masih-minus-puasa-berpotensi-mundur">Sidang Isbat Ramadan 1447 H Tetap Digelar! Menag Tegas: Posisi Hilal Masih Minus, Puasa Berpotensi Mundur?</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tok! Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1446 Hijriah: Sabtu, 1 Maret 2025</title>
		<link>https://www.seketika.com/tok-pemerintah-tetapkan-1-ramadan-1446-hijriah-sabtu-1-maret-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Feb 2025 13:29:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[1 Ramadan 1446]]></category>
		<category><![CDATA[bulan Ramadan 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[MABIMS]]></category>
		<category><![CDATA[penetapan Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[perbedaan Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan 1446]]></category>
		<category><![CDATA[rukyah]]></category>
		<category><![CDATA[Sidang Isbat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=24662</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/tok-pemerintah-tetapkan-1-ramadan-1446-hijriah-sabtu-1-maret-2025">Tok! Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1446 Hijriah: Sabtu, 1 Maret 2025</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Sidang Isbat yang dipimpin oleh Menteri Agama, Nasarudin Umar, telah menetapkan bahwa 1 <a href="https://www.seketika.com/puasa-tanggal-berapa-jadwal-awal-puasa-2025-penetapan-ramadan-nu-dan-muhammadiyah" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Ramadan </a>1446 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 1 Maret 2025. Penetapan ini didasarkan pada hasil pemaparan Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama (Kemenag) serta laporan rukyatul hilal yang diterima dari berbagai titik di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sidang Isbat yang digelar pada Jumat, 27 Februari 2025, menyepakati keputusan ini setelah mempertimbangkan dua faktor utama. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertama, kriteria baru yang disepakati oleh Menteri Agama negara-negara anggota MABIMS, yakni hilal dengan tinggi minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua, laporan dari perukyah yang tersebar di 125 titik di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua, yang berhasil mengamati hilal. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini membuktikan bahwa secara astronomis, hilal sudah dapat dilihat dan menjadi dasar penetapan awal Ramadan.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/tok-pemerintah-tetapkan-1-ramadan-1446-hijriah-sabtu-1-maret-2025">Tok! Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1446 Hijriah: Sabtu, 1 Maret 2025</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Puasa Tanggal Berapa, Jadwal Awal Puasa 2025: Penetapan Ramadan NU dan Muhammadiyah</title>
		<link>https://www.seketika.com/puasa-tanggal-berapa-jadwal-awal-puasa-2025-penetapan-ramadan-nu-dan-muhammadiyah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Feb 2025 02:44:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[awal puasa]]></category>
		<category><![CDATA[hisab]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri 1446 H]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[MABIMS]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[NU]]></category>
		<category><![CDATA[puasa 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan 2025]]></category>
		<category><![CDATA[rukyatul hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Sidang Isbat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=24649</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/puasa-tanggal-berapa-jadwal-awal-puasa-2025-penetapan-ramadan-nu-dan-muhammadiyah">Puasa Tanggal Berapa, Jadwal Awal Puasa 2025: Penetapan Ramadan NU dan Muhammadiyah</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Jakarta – Pemerintah Indonesia telah menetapkan sidang isbat untuk menentukan awal Ramadan 1446 H pada 29 Syakban, yang jatuh pada 28 Februari 2025. Sidang isbat ini akan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk ormas Islam, MUI, BMKG, ahli falak, serta perwakilan DPR dan Mahkamah Agung. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sidang ini bertujuan untuk memastikan kesesuaian penentuan awal bulan Ramadan berdasarkan kriteria astronomi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut kriteria MABIMS, hilal harus terlihat dengan ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat agar imkanur rukyat terpenuhi. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Arsad Hidayat, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, menyatakan bahwa dengan kriteria ini, terdapat indikasi kuat bahwa hilal akan terlihat pada 29 Syakban, yang menandakan awal Ramadan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Proses ini sangat penting untuk memastikan kesepakatan di kalangan umat Islam tentang dimulainya puasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Nahdlatul Ulama (NU) belum mengumumkan keputusan resmi tentang awal Ramadan 2025. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/puasa-tanggal-berapa-jadwal-awal-puasa-2025-penetapan-ramadan-nu-dan-muhammadiyah">Puasa Tanggal Berapa, Jadwal Awal Puasa 2025: Penetapan Ramadan NU dan Muhammadiyah</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dasar Pemerintah Indonesia Menetapkan 10 April 2024 Hari Raya Idul Fitri 1445 H</title>
		<link>https://www.seketika.com/dasar-pemerintah-indonesia-menetapkan-10-april-2024-hari-raya-idul-fitri-1445-h</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Apr 2024 02:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[hisab dan rukyah Kementerian Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri 1445 H/2024 M]]></category>
		<category><![CDATA[keputusan pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[kesaksian perukyah]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Agama]]></category>
		<category><![CDATA[penetapan tanggal Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Sidang Isbat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=12601</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/dasar-pemerintah-indonesia-menetapkan-10-april-2024-hari-raya-idul-fitri-1445-h">Dasar Pemerintah Indonesia Menetapkan 10 April 2024 Hari Raya Idul Fitri 1445 H</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kementerian Agama selalu menggunakan dua metode yang saling melengkapi dalam menentukan awal bulan Qomariah, yaitu metode hisab dan metode rukyah.&#8221;</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Jakarta – Pemerintah mengumumkan bahwa Hari Raya Idul Fitri 1445 H/2024 M jatuh pada hari Rabu, 10 April 2024, berdasarkan keputusan yang diambil dalam sidang isbat yang dipimpin oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin No. 6, Jakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Dalam sidang isbat, diputuskan bahwa 1 Syawal 1445 H jatuh pada hari Rabu, 10 April 2024,&#8221; kata Menag dalam konferensi pers yang diadakan setelah Sidang Isbat 1 Syawal 1445 H, pada Selasa (9/4/2024).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Menag, keputusan ini diambil berdasarkan dua pertimbangan. &#8220;Pertama, kami mendengarkan paparan Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama tentang posisi hilal di seluruh Indonesia, dengan tinggi hilal antara 4° 52‘ 43“ hingga 7° 37‘ 50“, dan sudut elongasi antara 8° 23‘ 41“ hingga 10° 12‘ 56“,&#8221; kata Menag.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini menunjukkan bahwa secara hisab, posisi hilal di Indonesia saat sidang isbat awal Syawal 1445 H telah memenuhi kriteria baru yang ditetapkan oleh MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). </p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada tahun 2016, anggota MABIMS sepakat menggunakan kriteria baru yaitu tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Menag, hasil hisab tersebut telah dikonfirmasi oleh kesaksian para perukyah yang bekerja di bawah Kementerian Agama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rukyah dilakukan di 127 titik di Indonesia. &#8220;Kami mendapatkan laporan dari sejumlah perukyah hilal yang tersebar di 127 titik, mulai dari Aceh hingga Papua,&#8221; kata Menag.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/dasar-pemerintah-indonesia-menetapkan-10-april-2024-hari-raya-idul-fitri-1445-h">Dasar Pemerintah Indonesia Menetapkan 10 April 2024 Hari Raya Idul Fitri 1445 H</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sidang Isbat Penetapan 1 Syawal 1445 H Dilaksanakan 9 April 2024</title>
		<link>https://www.seketika.com/sidang-isbat-penetapan-1-syawal-1445-h-dilaksanakan-9-april-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Apr 2024 04:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[9 April 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Raya Idulfitri]]></category>
		<category><![CDATA[Ijtima' Hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Penetapan 1 Syawal 1445 H]]></category>
		<category><![CDATA[Rukyatulhilal]]></category>
		<category><![CDATA[Sidang Isbat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=12575</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/sidang-isbat-penetapan-1-syawal-1445-h-dilaksanakan-9-april-2024">Sidang Isbat Penetapan 1 Syawal 1445 H Dilaksanakan 9 April 2024</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Meskipun semua pihak sudah mengetahui posisi hilal, namun sidang isbat tetap harus dilakukan karena selain sebagai forum penetapan formal, sidang ini juga menjadi wadah silaturahmi dan literasi,&#8221; </p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Jakarta – Kementerian Agama akan menyelenggarakan Sidang Isbat (Penetapan) 1 Syawal 1445 H pada Selasa, 9 April 2024. Sidang isbat ini akan dilangsungkan di Auditorium HM. Rasjidi, Kantor Kemenag RI, yang terletak di Jalan MH. Thamrin, Jakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat Islam, Kamaruddin Amin, sidang isbat akan berlangsung secara tertutup dengan kehadiran Komisi VIII DPR RI, pimpinan MUI, duta besar negara sahabat, perwakilan ormas Islam, serta Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Sebagaimana biasanya, sidang isbat awal Syawal selalu dilaksanakan pada 29 Ramadan. Tahun ini, bertepatan dengan 9 April 2024,&#8221; ungkap Dirjen di Jakarta, pada hari Selasa, 2 April 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sidang isbat akan dimulai dengan Seminar Pemaparan Posisi Hilal oleh Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama. Berdasarkan data hisab, ijtimak terjadi pada Selasa, 29 Ramadan 1445 H / 9 April 2024 M, sekitar pukul 01.20 WIB. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada saat matahari terbenam, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia berada di atas ufuk antara 4° 52.71&#8242; hingga 7° 37.84&#8242;, dengan sudut elongasi antara 8° 23.68&#8242; hingga 10° 12.94&#8242;.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Berdasarkan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), posisi hilal tersebut telah memenuhi kriteria visibilitas hilal (Imkanur Rukyat), yaitu tinggi hilal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat,” imbuhnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kementerian Agama juga akan melakukan pemantauan hilal atau rukyatulhilal di berbagai provinsi. “Untuk sidang isbat awal Syawal ini, Kementerian Agama akan menurunkan tim ke 120 lokasi di seluruh Indonesia. Mereka akan melaporkan apakah pada hari itu hilal terlihat atau tidak,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasil hisab dan rukyatulhilal ini akan didiskusikan dan ditetapkan dalam sidang isbat. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/sidang-isbat-penetapan-1-syawal-1445-h-dilaksanakan-9-april-2024">Sidang Isbat Penetapan 1 Syawal 1445 H Dilaksanakan 9 April 2024</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
