<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>stres Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/stres/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/stres</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 May 2024 12:00:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>stres Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/stres</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Studi: Stres pada Ibu Hamil Dapat Menurunkan IQ Anak Laki-Laki</title>
		<link>https://www.seketika.com/studi-stres-pada-ibu-hamil-dapat-menurunkan-iq-anak-laki-laki</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 May 2024 10:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Hamil]]></category>
		<category><![CDATA[IQ Anak]]></category>
		<category><![CDATA[stres]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=14667</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/studi-stres-pada-ibu-hamil-dapat-menurunkan-iq-anak-laki-laki">Studi: Stres pada Ibu Hamil Dapat Menurunkan IQ Anak Laki-Laki</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Jakarta – Sebuah penelitian terbaru dari Rumah Sakit Universitas Odense mengungkapkan temuan penting mengenai pengaruh stres ibu hamil terhadap perkembangan kognitif anak. Dilansir dari BBC Science Focus, peneliti menemukan bahwa tingkat IQ anak laki-laki dapat menurun jika sang ibu mengalami stres tinggi selama masa kehamilan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penelitian ini menunjukkan bahwa stres yang dialami ibu hamil memiliki dampak signifikan pada perkembangan bahasa anak, yang efeknya baru terlihat ketika anak mencapai usia 7 tahun. Namun, dampak ini tampaknya tidak berlaku sama pada anak perempuan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut para peneliti, bayi perempuan lebih tahan terhadap paparan hormon stres, kortisol, dibandingkan bayi laki-laki. Hal ini disebabkan oleh kemampuan plasenta pada bayi perempuan untuk mengontrol kadar hormon kortisol lebih efektif, melalui enzim yang mengubah kortisol menjadi bentuk tidak aktif, yakni kortison. Proses ini tidak seefektif pada bayi laki-laki, yang membuat mereka lebih rentan terhadap efek negatif kortisol.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Studi ini melibatkan pengukuran kadar kortisol dan kortison pada lebih dari 900 wanita hamil, yang kemudian dibandingkan dengan IQ anak-anak mereka saat berusia 7 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa anak laki-laki yang terpapar tingkat kortisol tinggi selama kehamilan memiliki IQ lebih rendah dibandingkan anak perempuan.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/studi-stres-pada-ibu-hamil-dapat-menurunkan-iq-anak-laki-laki">Studi: Stres pada Ibu Hamil Dapat Menurunkan IQ Anak Laki-Laki</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Atasi Kesepian, Warga Korsel Banyak yang Pelihara Batu</title>
		<link>https://www.seketika.com/cara-atasi-kesepian-warga-korsel-banyak-yang-pelihara-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2024 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kesepian]]></category>
		<category><![CDATA[Korsel]]></category>
		<category><![CDATA[pelihara batu]]></category>
		<category><![CDATA[stres]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=13463</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/cara-atasi-kesepian-warga-korsel-banyak-yang-pelihara-batu">Cara Atasi Kesepian, Warga Korsel Banyak yang Pelihara Batu</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">Tren ini menandai pergeseran dalam konsep kesehatan mental di Korea Selatan </p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, JAKARTA – Kesibukan modern seringkali meninggalkan orang dalam kesendirian yang mendalam. Namun, di tengah tantangan tersebut, sejumlah warga Korea Selatan telah menemukan solusi unik, mereka memelihara batu sebagai teman curhat untuk mengatasi kesepian dan tekanan di tempat kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut laporan dari The Wall Street Journal pada Senin (29/4/2024), orang dewasa di Korea Selatan kini mengadopsi tren memelihara batu sebagai bentuk terapi untuk melawan kesepian dan burnout di lingkungan kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fenomena ini, meskipun pertama kali muncul di AS pada tahun 1970-an sebagai sekadar hadiah, kini muncul kembali di Asia dengan peran yang lebih berarti: menjadi teman dalam keseharian dan tempat curhat yang aman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jiyoung Sohn dari The Wall Street Journal melakukan wawancara dengan sejumlah milenial di Korsel, termasuk Koo Ah-young (33), yang menceritakan pengalaman pribadinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Setelah lelah bekerja, saya tidak memiliki siapa-siapa untuk berbicara. Saya juga tidak ingin membuat keluarga atau teman-teman saya khawatir,&#8221; ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Koo Ah-young memilih untuk berbagi cerita dengan batu peliharaannya, yang selalu menemaninya ke mana pun ia pergi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menekankan bahwa memelihara hewan membutuhkan tanggung jawab yang besar, dan dengan memilih batu sebagai teman, ia merasa memiliki ruang yang lebih fleksibel untuk mengungkapkan perasaannya tanpa beban.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/cara-atasi-kesepian-warga-korsel-banyak-yang-pelihara-batu">Cara Atasi Kesepian, Warga Korsel Banyak yang Pelihara Batu</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
