<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Supratman Andi Agtas Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/supratman-andi-agtas/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/supratman-andi-agtas</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 Aug 2026 05:57:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>Supratman Andi Agtas Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/supratman-andi-agtas</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Naturalisasi WNA Diperketat, DPR Soroti Potensi Penguasaan Aset dan Lahan</title>
		<link>https://www.seketika.com/naturalisasi-wna-diperketat-dpr-soroti-potensi-penguasaan-aset-dan-lahan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2026 05:56:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[hukum dan kewarganegaraan]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kewarganegaraan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[naturalisasi WNA]]></category>
		<category><![CDATA[Supratman Andi Agtas]]></category>
		<category><![CDATA[Willy Aditya]]></category>
		<category><![CDATA[WNI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=36856</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/naturalisasi-wna-diperketat-dpr-soroti-potensi-penguasaan-aset-dan-lahan">Naturalisasi WNA Diperketat, DPR Soroti Potensi Penguasaan Aset dan Lahan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">​<a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Komisi XIII DPR RI mendukung penuh langkah tegas pemerintah untuk memperketat proses naturalisasi Warga Negara Asing (WNA) menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Kebijakan ini dinilai krusial guna melindungi aset nasional serta mencegah penyalahgunaan status kewarganegaraan untuk kepentingan kepemilikan properti dan lahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya menegaskan bahwa pemerintah harus memiliki regulasi yang jelas dan komprehensif. Menurutnya, pemberian status WNI tidak boleh sekadar didasarkan pada alasan praktis seperti status atlet, investasi, maupun ikatan pernikahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​&#8221;Menjadi warga negara itu bukan hanya soal utilitarian untuk jadi atlet, menanam investasi, menikah, atau bahkan penguasaan aset. Seseorang yang memilih menjadi WNI harus sadar dan mau mengintegrasikan dirinya secara totalitas bukan hanya status hukum, tetapi juga budaya, nilai sosial, hingga falsafah Pancasila,&#8221; ujar Willy melalui rilisnya di Jakarta, Minggu (9/8/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">​Ia membandingkan proses naturalisasi di sejumlah negara lain yang menerapkan standar ketat. Australia, misalnya, mensyaratkan masa residensi yang panjang, kontribusi pajak, serta ujian integrasi budaya. Sementara di Swiss, pemohon wajib tinggal selama belasan tahun dan menjalani evaluasi langsung dari komunitas lokal terkait sejauh mana mereka terasimilasi secara kultural.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​Dirinya pun menekankan pentingnya pengawasan agar kewarganegaraan Indonesia tidak dimanfaatkan untuk menguasai sumber daya strategis. Maka dari itu, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh lagi membiarkan wilayah pesisir pantai dikuasai oleh WNI hasil naturalisasi yang mengabaikan kepentingan nasional, serta menghindarkan negara dari kerugian sosial dan ekonomi akibat proses pewarganegaraan yang longgar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​Dukungan dari Komisi XIII DPR RI ini merespons langkah Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, yang sebelumnya mengumumkan rencana pengetatan aturan naturalisasi biasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​Dalam kesempatan terpisah pada Jumat (7/8/2026) lalu, Supratman mengungkapkan bahwa pemerintah menemukan indikasi sejumlah permohonan naturalisasi diajukan oleh WNA yang telah memiliki usaha di Indonesia tanpa menyertakan anggota keluarga inti.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, ia menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa tujuan permohonan menjadi WNI bukan semata-mata untuk mengamankan aset bisnis atau memperoleh Hak Milik atas tanah di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/naturalisasi-wna-diperketat-dpr-soroti-potensi-penguasaan-aset-dan-lahan">Naturalisasi WNA Diperketat, DPR Soroti Potensi Penguasaan Aset dan Lahan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menkum Supratman Bongkar Sistem Baru Royalti Musik: Lebih Transparan, Tak Ada yang Dirugikan</title>
		<link>https://www.seketika.com/menkum-supratman-bongkar-sistem-baru-royalti-musik-lebih-transparan-tak-ada-yang-dirugikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2025 05:06:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Hak Cipta]]></category>
		<category><![CDATA[Hak Cipta Lagu]]></category>
		<category><![CDATA[industri musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkumham]]></category>
		<category><![CDATA[LMK]]></category>
		<category><![CDATA[LMKN]]></category>
		<category><![CDATA[Musik nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Permenkum 27 Tahun 2025]]></category>
		<category><![CDATA[royalti musik]]></category>
		<category><![CDATA[Supratman Andi Agtas]]></category>
		<category><![CDATA[tata kelola royalti musik]]></category>
		<category><![CDATA[UU Hak Cipta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=31468</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/menkum-supratman-bongkar-sistem-baru-royalti-musik-lebih-transparan-tak-ada-yang-dirugikan">Menkum Supratman Bongkar Sistem Baru Royalti Musik: Lebih Transparan, Tak Ada yang Dirugikan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta &#8211; Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum) Supratman Andi Agtas menegaskan bahwa tata kelola royalti musik yang baru tidak akan merugikan industri musik Indonesia. Pemerintah, kata dia, justru berkomitmen kuat untuk melindungi pencipta lagu, pemegang hak cipta, dan seluruh pihak terkait dalam ekosistem musik nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pernyataan tersebut disampaikan Supratman dalam audiensi terbuka bersama pelaku industri musik Indonesia di Graha Pengayoman, Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, pada Jumat (31/10/2025).</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau ada yang bilang sistem tata kelola sekarang yang sedang diperbaiki akan merugikan industri, itu salah besar. Tidak ada niat pemerintah untuk mencampuri. Kewajiban pemerintah adalah melindungi semuanya,” ujar Supratman dalam keterangan resminya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Supratman, permasalahan utama dalam pengelolaan royalti hak cipta lagu dan musik selama ini bukan pada pelaku industri, melainkan pada ekosistem pengelolaannya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, perbaikan tata kelola menjadi hal mendesak agar tercipta transparansi dan keadilan bagi seluruh pemangku kepentingan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Yang kami lakukan supaya LMK dan LMKN sebagai satu kesatuan ekosistem itu bisa saling mengawasi maka kami pisahkan siapa yang memungut royalti, siapa yang mendistribusi. Ini pasti akan terjadi <em>check and balances </em>di antara keduanya,” jelasnya.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/menkum-supratman-bongkar-sistem-baru-royalti-musik-lebih-transparan-tak-ada-yang-dirugikan">Menkum Supratman Bongkar Sistem Baru Royalti Musik: Lebih Transparan, Tak Ada yang Dirugikan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
