<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>THR Pejabat Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/thr-pejabat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/thr-pejabat</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Mar 2026 23:58:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>THR Pejabat Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/thr-pejabat</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>KPK Peringatkan ASN dan Pejabat: Minta atau Terima THR Bisa Berujung Korupsi</title>
		<link>https://www.seketika.com/kpk-peringatkan-asn-dan-pejabat-minta-atau-terima-thr-bisa-berujung-korupsi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 23:56:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum dan Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[ASN]]></category>
		<category><![CDATA[gratifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[THR Pejabat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=34900</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kpk-peringatkan-asn-dan-pejabat-minta-atau-terima-thr-bisa-berujung-korupsi">KPK Peringatkan ASN dan Pejabat: Minta atau Terima THR Bisa Berujung Korupsi</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan seluruh Penyelenggara Negara (PN) dan Aparatur Sipil Negara (ASN), agar menolak dan menghindari segala bentuk gratifikasi, khususnya berhubungan dengan jabatan dan kewenangan yang melekat. <a href="https://www.seketika.com/?s=KPK&amp;post_type%5B%5D=post" type="link" id="https://www.seketika.com/?s=KPK&amp;post_type%5B%5D=post" target="_blank" rel="noreferrer noopener">KPK</a> menegaskan segala bentuk permintaan dana, hadiah, atau Tunjangan Hari Raya (THR) tersebut bukan hanya melanggar etika, namun merupakan bibit tindak pidana korupsi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adapun imbauan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Pengendalian Gratifikasi Terkait Hari Raya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">SE tersebut diterbitkan sebagai langkah menguatkan integritas aparatur negara menjelang Hari Raya Idul Fitri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Tradisi saling memberi di momentum hari raya tidak boleh dimanfaatkan sebagai gratifikasi. Terlebih bertujuan memengaruhi independensi aparatur negara dalam bertugas dan wewenangnya,” terang Juru Bicara <a href="https://www.seketika.com/?s=KPK&amp;post_type%5B%5D=post" type="link" id="https://www.seketika.com/?s=KPK&amp;post_type%5B%5D=post" target="_blank" rel="noreferrer noopener">KPK</a>, Budi Prasetyo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk diketahui, sampai saat ini <a href="https://www.seketika.com/?s=KPK&amp;post_type%5B%5D=post" type="link" id="https://www.seketika.com/?s=KPK&amp;post_type%5B%5D=post" target="_blank" rel="noreferrer noopener">KPK</a> mencatat sebanyak 32 pelaporan gratifikasi senilai Rp13,6 juta, masuk dalam kategori jelang Hari Raya. Dimana sebanyak 14 atau sekitar 43,75 persen laporan masih dalam proses telaah dan validasi <a href="https://www.seketika.com/?s=KPK&amp;post_type%5B%5D=post" type="link" id="https://www.seketika.com/?s=KPK&amp;post_type%5B%5D=post" target="_blank" rel="noreferrer noopener">KPK</a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Sedangkan ada 12 laporan lainnya atau sekitar 37,5 persen telah disalurkan sebagai bentuk bantuan sosial,” tambah Budi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih jauh, Budi menegaskan kembali agar setiap pihak mendukung upaya pencegahan korupsi, khususnya pengendali gratifikasi terkait Hari Raya keagamaan atau perayaan hari besar lainnya. Selain itu, dirinya mengingatkan agar PN maupun ASN dapat menjadi teladan bagi masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Permintaan dana atau hadiah, seperti THR atau sebutan lain, baik individu maupun institusi kepada masyarakat, perusahaan, atau sesama PN dapat berimplikasi tindak pidana korupsi,” pungkas Budi.</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kpk-peringatkan-asn-dan-pejabat-minta-atau-terima-thr-bisa-berujung-korupsi">KPK Peringatkan ASN dan Pejabat: Minta atau Terima THR Bisa Berujung Korupsi</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>OTT KPK di Cilacap: Bupati dan Sekda Jadi Tersangka, Uang “Setoran THR” Rp610 Juta Disita</title>
		<link>https://www.seketika.com/ott-kpk-di-cilacap-bupati-dan-sekda-jadi-tersangka-uang-setoran-thr-rp610-juta-disita</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2026 07:06:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum dan Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[berita korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[gratifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[OTT KPK]]></category>
		<category><![CDATA[pemerasan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Sekda Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[THR Pejabat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=34843</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/ott-kpk-di-cilacap-bupati-dan-sekda-jadi-tersangka-uang-setoran-thr-rp610-juta-disita">OTT KPK di Cilacap: Bupati dan Sekda Jadi Tersangka, Uang “Setoran THR” Rp610 Juta Disita</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penangkapan terhadap sejumlah pihak yang tertangkap tangan melakukan dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan penerimaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap, Jawa Tengah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">KPK kemudian menetapkan AUL selaku Bupati periode 2025-2030 dan SAD selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cilacap, sebagai tersangka. Selanjutnya, para tersangka ditahan untuk 20 hari pertama sejak 14 Maret s.d. 2 April 2026 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Gedung Merah Putih KPK.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konstruksi perkaranya bermula dari permintaan AUL untuk mengumpulkan uang kebutuhan THR pihak-pihak eksternal, yaitu Forkopimda. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, AUL menginstruksikan SAD untuk mengumpulkan uang tersebut dari sejumlah perangkat daerah. </p>



<p class="wp-block-paragraph">SAD kemudian meminta Asisten Daerah (Asda) I, II, dan III untuk memenuhi permintaan tersebut dengan membuat “target setoran” mencapai Rp750 juta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika perangkat daerah tidak melakukan penyetoran, SAD melalui para Asda akan melakukan penagihan dengan dibantu oleh Kepala Satpol PP dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Cilacap dengan tenggat waktu pada tanggal 13 Maret 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada tenggat waktu yang telah ditentukan tersebut, uang setoran telah terkumpul sebanyak Rp610 juta. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/ott-kpk-di-cilacap-bupati-dan-sekda-jadi-tersangka-uang-setoran-thr-rp610-juta-disita">OTT KPK di Cilacap: Bupati dan Sekda Jadi Tersangka, Uang “Setoran THR” Rp610 Juta Disita</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
