<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tradisi Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/tradisi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/tradisi</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 01 Nov 2024 03:48:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>tradisi Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/tradisi</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Perayaan Diwali yang Megah di Kota Kelahiran Dewa Rama</title>
		<link>https://www.seketika.com/perayaan-diwali-yang-megah-di-kota-kelahiran-dewa-rama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Nov 2024 17:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Ayodhya]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya India]]></category>
		<category><![CDATA[Deepotsav]]></category>
		<category><![CDATA[Dewa Rama]]></category>
		<category><![CDATA[Diwali]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Hindu]]></category>
		<category><![CDATA[Ramayana]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=21216</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/perayaan-diwali-yang-megah-di-kota-kelahiran-dewa-rama">Perayaan Diwali yang Megah di Kota Kelahiran Dewa Rama</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Budaya &#8211; Di tepi Sungai Saryu, seorang pendeta berdiri dengan tangan terlipat, berdoa ke arah matahari terbit. Di sekitarnya, sekelompok wanita mengenakan sari sambil berenang di sungai, sementara seorang tukang cukur memangkas kumis pria bertelanjang dada.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemandangan seperti ini telah berlangsung selama berabad-abad di Ayodhya, kota kuno yang dihormati umat Hindu sebagai tempat kelahiran Dewa Rama. Pada pagi Rabu, 30 Oktober, sehari sebelum Diwali festival Hindu terbesar yang dirayakan di seluruh dunia kota ini bersiap menyambut perayaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut epos Ramayana, saat Rama kembali ke Ayodhya setelah 14 tahun diasingkan bersama istrinya, Sita, dan saudara laki-lakinya, Laksmana, warga setempat menyalakan lampu untuk menyambut kedatangan mereka. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Diwali, yang berarti &#8220;serangkaian lampu,&#8221; merayakan momen ini, melambangkan kemenangan kebaikan atas kejahatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jutaan umat Hindu di seluruh India menerangi rumah mereka dengan lampu minyak dan lampu listrik pada hari bulan baru. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka juga membagikan permen, menyalakan petasan, serta berbelanja emas dan peralatan rumah tangga selama perayaan yang berlangsung lima hari, dengan Diwali sebagai puncaknya.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/perayaan-diwali-yang-megah-di-kota-kelahiran-dewa-rama">Perayaan Diwali yang Megah di Kota Kelahiran Dewa Rama</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perayaan 12 Tahunan Gotong Toapekong di Tangerang</title>
		<link>https://www.seketika.com/perayaan-12-tahunan-gotong-toapekong-di-tangerang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Sep 2024 04:58:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[budaya Tionghoa]]></category>
		<category><![CDATA[Cina Benteng]]></category>
		<category><![CDATA[Gotong Toapekong]]></category>
		<category><![CDATA[Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=19399</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/perayaan-12-tahunan-gotong-toapekong-di-tangerang">Perayaan 12 Tahunan Gotong Toapekong di Tangerang</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Tangerang – Akhir pekan ini, perayaan 12 tahunan Gotong Toapekong bakal mengguncang Kota Tangerang. Perayaan ikonik dari kebudayaan Tionghoa (Cina Benteng) ini baru aja dibuka dengan prosesi seru: iringan kuda dan gotong joli Khongco Hok Tek Ceng Sin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua Pelaksana, Friska Ong, menjelaskan bahwa prosesi ini adalah ritual wajib yang menandai dimulainya perayaan 12 tahunan oleh Perkumpulan Boen Tek Bio. Diikuti puluhan orang, ritual ini mencakup pemandian kuda, membawa kuda ke Altar Pakung, dan doa bersama yang dipimpin oleh Romo Cewang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Hari ini kami memandikan tiga kuda yang disiapkan khusus untuk menyemarakkan sembahyang sebagai pembuka perayaan Gotong Toapekong yang digelar besok,&#8221; kata Friska pada Jumat (20/9/24).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ritual ini juga dilengkapi dengan prosesi turun kimsin (memandikan patung Dewa Bumi) dan menempatkan joli Khongco Hoe Tek Ceng Sin di bantaran Sungai Cisadane. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini adalah simbol harapan agar semua proses perayaan 12 tahunan ini berjalan lancar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Nanti malam akan ada doa bersama hingga tengah malam supaya semua kegiatan besok sukses, aman, dan lancar,&#8221; tambahnya.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/perayaan-12-tahunan-gotong-toapekong-di-tangerang">Perayaan 12 Tahunan Gotong Toapekong di Tangerang</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8216;Sedekah Cai&#8217; Tradisi Warga Adat Kampung Janut Bogor Kembali Digelar</title>
		<link>https://www.seketika.com/sedekah-cai-tradisi-warga-adat-kampung-janut-bogor-kembali-digelar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 May 2024 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[adat budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Sedekah Cai]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=14726</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/sedekah-cai-tradisi-warga-adat-kampung-janut-bogor-kembali-digelar">&#8216;Sedekah Cai&#8217; Tradisi Warga Adat Kampung Janut Bogor Kembali Digelar</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Bogor – Warga Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, kembali menggelar tradisi &#8216;Sedekah Cai&#8217; di bantaran Sungai Cikaniki, Kampung Jatake-Nutug (Janut), pada Minggu (26/5/2024). Tradisi ini diadakan dengan penuh kemeriahan dan suka cita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kasepuhan Kampung Janut, Abah Adih Goler mengatakan &#8216;Sedekah Cai&#8217; merupakan tradisi yang telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu di Desa Bantar Karet dan kegiatan ini merupakan simbol rasa syukur warga atas keberkahan air yang melimpah dari Sang Maha Pencipta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Air ini sangat penting bagi kehidupan masyarakat, terutama untuk lahan pertanian dan kegiatan sehari-hari,&#8221; kata Abah Adih Goler ditemui dilokasi.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="700" height="400" src="https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/05/Sedekah-Cai-Tradisi-Warga-Adat-Kampung-Janut-Bogor-Kembali-Digelar2-700x400.jpg" alt="" class="wp-image-14728" /><figcaption class="wp-element-caption">Warga makan bersama saat acara Sedekah Cai. (Foto: Seketika.com)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu Abah Adih juga menyebut &#8216;Sedekah Cai&#8217; juga bertujuan untuk mengingatkan warga akan pentingnya menjaga keseimbangan alam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Tradisi ini memperkuat silaturahmi antar warga, menciptakan kerukunan dalam kehidupan sosial masyarakat,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Saya mengapresiasi tahun ini acara Sedekah Cai sangat meriah dan berjalan dengan baik berkat anak-anak muda di Desa Bantar Karet yang mau turut ikut peran menjaga dan melestarikan kegiatan ini,&#8221; lanjutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu Ketua Desa Wisata Bantar Karet, Yosef Saputra mengatakan dengan diadakannya acara ini masyarakat dapat lebih memperhatikan lagi terhadap lingkungan seperti merawat sungat dengan tidak membuang sampah ke sungai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Jadi pengingat kita untuk lebih menjaga alam, menjaga sungai sebagai sumber kehidupan,&#8221; kata Yosef.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Acara &#8216;Sedekah Cai&#8217; dimulai dengan ritual adat dan diiringi dengan kesenian khas Sunda seperti Jaipongan dan gamelan. Berbagai kegiatan turut memeriahkan acara, termasuk gotong royong membersihkan Sungai Cikaniki dan melepas ikan ke sungai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8216;Sedekah Cai&#8217; biasanya dilaksanakan setiap bulan Hapit atau bulan Dzulqa&#8217;dah, bulan ke-11 dalam kalender Islam, yang jatuh setelah bulan Syawal dan sebelum bulan Dzulhijjah.***</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/sedekah-cai-tradisi-warga-adat-kampung-janut-bogor-kembali-digelar">&#8216;Sedekah Cai&#8217; Tradisi Warga Adat Kampung Janut Bogor Kembali Digelar</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Perbedaan Antara Chinese New Year dan Lunar New Year: Apa yang Harus Anda Ketahui</title>
		<link>https://www.seketika.com/5-perbedaan-antara-chinese-new-year-dan-lunar-new-year-apa-yang-harus-anda-ketahui</link>
					<comments>https://www.seketika.com/5-perbedaan-antara-chinese-new-year-dan-lunar-new-year-apa-yang-harus-anda-ketahui#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Feb 2024 13:15:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Asia Timur]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Chinese New Year]]></category>
		<category><![CDATA[Imlek]]></category>
		<category><![CDATA[Lunar New Year]]></category>
		<category><![CDATA[penanggalan]]></category>
		<category><![CDATA[perbedaan]]></category>
		<category><![CDATA[simbolisme]]></category>
		<category><![CDATA[Tionghoa]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=8841</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/5-perbedaan-antara-chinese-new-year-dan-lunar-new-year-apa-yang-harus-anda-ketahui">5 Perbedaan Antara Chinese New Year dan Lunar New Year: Apa yang Harus Anda Ketahui</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Meskipun Chinese New Year dan Lunar New Year seringkali digunakan secara bergantian, memahami perbedaan antara keduanya dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang keragaman budaya yang merayakannya.&#8221;</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Jakarta – <a href="https://www.seketika.com/?s=Chinese+New+Year&amp;post_type%5B%5D=post">Chinese New Year</a> dan Lunar New Year sering kali digunakan secara bergantian untuk merujuk pada perayaan tahun baru Tionghoa yang sama. Namun, sebenarnya ada perbedaan antara keduanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>1. Nama</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/?s=Chinese+New+Year&amp;post_type%5B%5D=post">Chinese New Year</a>: Nama ini lebih spesifik dan menekankan asal usul perayaan, yaitu berasal dari Tiongkok.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/?s=Lunar+New+Year&amp;post_type%5B%5D=post">Lunar New Year</a>: Ini lebih umum dan mencakup perayaan tahun baru berdasarkan penanggalan bulan yang diadopsi oleh banyak budaya di seluruh Asia Timur.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>2. Cakupan Budaya</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/?s=Chinese+New+Year&amp;post_type%5B%5D=post">Chinese New Year</a>: Secara tradisional, ini adalah perayaan yang paling penting di Tiongkok dan dianggap sebagai momen penting untuk berkumpul bersama keluarga.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/?s=Lunar+New+Year&amp;post_type%5B%5D=post">Lunar New Year</a>: Selain Tiongkok, perayaan ini juga dirayakan dengan cara yang serupa di berbagai negara Asia Timur seperti Korea, Vietnam, dan Tibet.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/5-perbedaan-antara-chinese-new-year-dan-lunar-new-year-apa-yang-harus-anda-ketahui">5 Perbedaan Antara Chinese New Year dan Lunar New Year: Apa yang Harus Anda Ketahui</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.seketika.com/5-perbedaan-antara-chinese-new-year-dan-lunar-new-year-apa-yang-harus-anda-ketahui/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
