<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tujuh Warisan Budaya Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/tujuh-warisan-budaya/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/tujuh-warisan-budaya</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Oct 2023 02:11:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>Tujuh Warisan Budaya Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/tujuh-warisan-budaya</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>7 Warisan Budaya Takbenda Kota Tangerang</title>
		<link>https://www.seketika.com/7-warisan-budaya-takbenda-kota-tangerang</link>
					<comments>https://www.seketika.com/7-warisan-budaya-takbenda-kota-tangerang#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Oct 2023 03:25:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Bakcang Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Boen Tek Bio]]></category>
		<category><![CDATA[Gambang kromong]]></category>
		<category><![CDATA[Gambang Kromong Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Kapitan Oey Khe Tay]]></category>
		<category><![CDATA[Laksa Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Peh Cun]]></category>
		<category><![CDATA[Silat Beksi]]></category>
		<category><![CDATA[Silat Beksi Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Cisadane]]></category>
		<category><![CDATA[Tari Cokek]]></category>
		<category><![CDATA[Tujuh Warisan Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Upacara Cio Tao]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=2282</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/7-warisan-budaya-takbenda-kota-tangerang">7 Warisan Budaya Takbenda Kota Tangerang</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Tangerang –&nbsp;&nbsp;Kota Tangerang memiliki tujuh warisan budaya takbenda yang diakui secara nasional oleh Tim Ahli Warisan Budaya Takbenda Kemdikbudristek. Diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memang memiliki perhatian khusus terhadap warisan budaya tak benda. Pada 2023 ini, catatan warisan budaya takbenda <a href="https://www.seketika.com/?s=Kota+Tangerang&amp;post_type%5B%5D=post">Kota Tangerang</a> yang terbaru ialah Upacara Cio Tao dan makanan Laksa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini menunjukkan Kota Tangerang sebagai kota metropolitan tetap memiliki potensi budaya daerah yang luar biasa. Lantas, budaya apa saja yang ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda yang dimiliki Kota Tangerang?</p>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong><a href="https://www.seketika.com/?s=Tari+Cokek&amp;post_type%5B%5D=post">Tari Cokek</a> – 2016</strong><br>Kebudayaan <strong><a href="https://www.seketika.com/?s=Tari+Cokek&amp;post_type%5B%5D=post">Tari Cokek</a></strong> adalah seni pertunjukan yang berkembang pada abad ke 19 M. Tarian khas Tangerang ini diwarnai budaya etnik Cina, penarinya mengenakan kebaya yang disebut cokek. Sejarah munculnya <strong><a href="https://www.seketika.com/?s=Tari+Cokek&amp;post_type%5B%5D=post">Tari Cokek</a></strong> berawal dari adanya pentas hiburan yang diadakan oleh para tuan tanah Tionghoa yang tinggal di Tangerang. Keistimewaan <strong><a href="https://www.seketika.com/?s=Tari+Cokek&amp;post_type%5B%5D=post">Tari Cokek</a></strong> terlihat pada gerakan tubuh penarinya yang bergerak perlahan-lahan, sehingga mudah untuk diikuti.</li>



<li><strong><a href="https://www.seketika.com/?s=Peh+Cun&amp;post_type%5B%5D=post">Peh Cun</a> &#8211; 2020</strong><br>Perayaan <strong><a href="https://www.seketika.com/?s=Peh+Cun&amp;post_type%5B%5D=post">Peh Cun</a></strong> di <a href="https://www.seketika.com/?s=Sungai+Cisadane&amp;post_type%5B%5D=post">Sungai Cisadane</a>, Kota Tangerang, merupakan salah satu yang tertua di Indonesia. Salah satu bukti mengenai keberadaan tradisi <strong><a href="https://www.seketika.com/?s=Peh+Cun&amp;post_type%5B%5D=post">Peh Cun</a></strong> ini berdasarkan cerita sejarah mengenai perahu naga Empeh Pe Cun yang disumbang oleh <a href="https://www.seketika.com/?s=Kapitan+Oey+Khe+Tay&amp;post_type%5B%5D=post">Kapitan Oey Khe Tay</a> kepada Kelenteng Boen Tek Bio pada abad ke-19 dan masih disimpan di <a href="https://www.seketika.com/?s=Boen+Tek+Bio&amp;post_type%5B%5D=post">Boen Tek Bio</a> hingga saat ini. Perayaan yang digelar rutin oleh perkumpulan <a href="https://www.seketika.com/?s=Boen+Tek+Bio&amp;post_type%5B%5D=post">Tek Bio</a> pun masih terus berlangsung hingga saat ini, dengan berbagai ritual dan tradisi uniknya.</li>



<li><strong><a href="https://www.seketika.com/?s=Gambang+Kromong+Tangerang&amp;post_type%5B%5D=post">Gambang Kromong Tangerang</a> – 2022</strong><br><a href="https://www.seketika.com/?s=Gambang+kromong&amp;post_type%5B%5D=post">Gambang kromong</a> merupakan orkes tradisional Betawi yang di dalamnya banyak dipengaruhi kebudayaan Cina. Adapun alat musik gambang kromong antara lain, Gambang, Kromong, Kongahyan, Tehyan, Sukong, Ningnong, Jutao, Kecrek, Suling/Basing, Gendang, Kempul, dan Gong. Unsur perpaduan dari kebudayaan Cina tersebut dapat dilihat pada instrumen gesek dan tiup dari Cina, instrumen Gendang dari Sunda, dan instrumen Gambang, Kromong, Kempul, Kecrek serta Gong dari Jawa.</li>



<li><strong><a href="https://www.seketika.com/?s=Silat+Beksi&amp;post_type%5B%5D=post">Silat Beksi</a> Tangerang – 2022</strong><br><strong><a href="https://www.seketika.com/?s=Silat+Beksi&amp;post_type%5B%5D=post">Silat Beksi</a></strong> adalah bentuk nyata akulturasi budaya Cina dan Betawi, meski gerakannya lebih condong ke Betawi. <strong><a href="https://www.seketika.com/?s=Silat+Beksi&amp;post_type%5B%5D=post">Silat Beksi</a></strong> memiliki ciri gerakan yang terkenal cepat dan banyak menggunakan permainan tangan, terutama pada bentuk pukulannya. Pesilat Beksi sering menggunakan pukulan dengan telapak tangan yang mengepal dan menghadap ke atas. Selain itu, yang membuat seni bela diri Beksi ini berbeda adalah kekuatan hentakan kaki, sikut, dan cengkraman.</li>



<li><strong><a href="https://www.seketika.com/?s=Bakcang&amp;post_type%5B%5D=post">Bakcang</a> Tangerang – 2022</strong><br>Bacang merupakan kuliner asal Tionghoa yang terbuat dari nasi berisi daging cincang, kemudian dibungkus dengan daun berbentuk segi lima. Kuliner ini cukup dikenal saat perayaan Peh Cun atau perahu naga yang dulunya dilakukan oleh etnis peranakan di Kota Tangerang atau disebut Cina Benteng.</li>



<li><strong><a href="https://www.seketika.com/?s=Laksa&amp;post_type%5B%5D=post">Laksa</a> Tangerang – 2023</strong><br>Berawal dari peranakan budaya Tionghoa dan Melayu, laksa menjadi salah satu kuliner khas Kota Tangerang. Hingga saat ini, laksa tetap digemari oleh banyak kalangan di Indonesia. Laksa adalah salah satu dari sekian banyak makanan tradisional ternama yang tercipta lewat perpaduan antara Tionghoa dengan Melayu. Kini, Laksa Tangerang dinilai memiliki resep dan cita rasa yang berbeda dengan Laksa yang ada di Jakarta, Bangka, Malaysia dan daerah lain.</li>



<li><strong><a href="https://www.seketika.com/?s=Upacara+Cio+Tao&amp;post_type%5B%5D=post">Upacara Cio Tao</a> &#8211; 2023</strong><br>Secara sejarah dan budaya, Upacara Cio Tao memiliki nilai yang kuat. Faktor sosial-budaya Cina Benteng, dan juga keberlangsungan adat yang masih bertahan dan terus dilakukan bisa dibilang salah satunya hanya ada di Kota Tangerang se-nasional.</li>
</ol>



<p class="has-small-font-size wp-block-paragraph">(tangerangkota.go.id)</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/7-warisan-budaya-takbenda-kota-tangerang">7 Warisan Budaya Takbenda Kota Tangerang</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.seketika.com/7-warisan-budaya-takbenda-kota-tangerang/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
