<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Universitas Malang Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/universitas-malang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/universitas-malang</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 Apr 2025 03:35:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>Universitas Malang Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/universitas-malang</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Profil Basma Tania, Inspirasi Wisuda UM ke-132: Prestasi Lokal hingga Internasional</title>
		<link>https://www.seketika.com/profil-basma-tania-inspirasi-wisuda-um-ke-132-prestasi-lokal-hingga-internasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2025 21:37:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Basma Tania]]></category>
		<category><![CDATA[Double Degree]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Tutut Chusniyah]]></category>
		<category><![CDATA[IcoPsy 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnal Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Tinggi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Prestasi Mahasiswa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi UM]]></category>
		<category><![CDATA[Tutut Chusniyah]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Terbuka]]></category>
		<category><![CDATA[Wisuda Universitas Negeri Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Wisudawan Terbaik Non akademik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=26059</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/profil-basma-tania-inspirasi-wisuda-um-ke-132-prestasi-lokal-hingga-internasional">Profil Basma Tania, Inspirasi Wisuda UM ke-132: Prestasi Lokal hingga Internasional</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>,&nbsp;Malang – Wisuda Universitas Negeri Malang (UM) periode ke-132 menjadi momen istimewa, tak hanya karena tingginya capaian akademik para lulusan, tetapi juga karena hadirnya sosok inspiratif seperti Basma Tania, S.Psi. Lulusan Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi UM ini dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik Nonakademik, berkat prestasi gemilang di dalam dan luar negeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Basma Tania, yang akrab disapa Tania, adalah putri dari <a href="https://www.seketika.com/peran-agama-dalam-penanggulangan-perubahan-iklim-dan-kerusakan-global" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Prof. Dr. H. Wildana Wargadinata, Lc., M.Ag</a>, guru besar pertama Prodi BSA Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan Dr. Hj. Iffat Maimunah, S.S, M.Pd. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Latar belakang pendidikannya di Pondok Modern Darussalam Gontor memberikan fondasi kuat dalam disiplin dan kepemimpinan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu pencapaiannya yang menonjol adalah perolehan Gold Medal dalam International Conference of Psychology (IcoPsy) 2024 di Universitas Negeri Malang. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak hanya itu, Tania juga memublikasikan jurnal internasional berjudul “K-Pop and Buying Behaviour: A Study of Self Regulation on Students’ Purchase Intention in a K-Pop Era” di Ilomata International Journal of Social Science tahun 2025.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain menamatkan studi S1 Psikologi, Tania kini menjalani program double degree dengan mengambil jurusan Hukum di Universitas Terbuka (UT) dan telah mendaftar untuk melanjutkan S2 Psikologi di UM. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/profil-basma-tania-inspirasi-wisuda-um-ke-132-prestasi-lokal-hingga-internasional">Profil Basma Tania, Inspirasi Wisuda UM ke-132: Prestasi Lokal hingga Internasional</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kontak Manusia dalam Penggunaan Internet sebagai Media Penanganan Gangguan Depresi</title>
		<link>https://www.seketika.com/kontak-manusia-dalam-penggunaan-internet-sebagai-media-penanganan-gangguan-depresi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Oct 2024 18:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Akses Pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[Depresi]]></category>
		<category><![CDATA[Gangguan Mental]]></category>
		<category><![CDATA[Intervensi Berbasis Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan mental]]></category>
		<category><![CDATA[Naufal Al Harist]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan Depresi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Terapi Online]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=20834</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kontak-manusia-dalam-penggunaan-internet-sebagai-media-penanganan-gangguan-depresi">Kontak Manusia dalam Penggunaan Internet sebagai Media Penanganan Gangguan Depresi</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Tak dapat dipungkiri, depresi merupakan salah satu gangguan mental yang paling umum terjadi di dunia. Dengan perkiraan sekitar 280 juta individu di seluruh dunia terdiagnosis depresi, permasalahan gangguan mental ini tidak bisa dipandang dengan sebelah mata. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski telah banyak dikembangkan metode pengobatan dan penanganan yang efektif, tidak semua orang dapat dengan mudah mengakses hal tersebut. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Akses terhadap penanganan dan pengobatan gangguan mental yang tidak merata masihlah menjadi permasalahan utama dalam penanggulangan kasus depresi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu solusi terhadap permasalahan akses penanganan ini adalah dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, yaitu Intervensi Berbasis Internet (<em>Internet-Based Intervension</em>) (IBI). </p>



<p class="wp-block-paragraph">IBI adalah program yang dirancang untuk membantu orang mengatasi depresi melalui modul-modul online yang dapat diakses secara mandiri. Program-program ini biasanya mencakup sekitar 6 hingga 12 minggu sesi terapi, yang terdiri dari materi berbasis teks, video, atau audio, serta latihan yang bisa dilakukan sendiri. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Keuntungan dari IBI adalah aksesibilitasnya yang tinggi pengguna dapat mengikuti program di mana saja dan kapan saja. Program IBI ini memungkinkan pengguna untuk mengikuti serangkaian sesi secara mandiri melalui komputer atau ponsel.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kontak-manusia-dalam-penggunaan-internet-sebagai-media-penanganan-gangguan-depresi">Kontak Manusia dalam Penggunaan Internet sebagai Media Penanganan Gangguan Depresi</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengurangi Jumlah Perokok: Cara Efektif Menghadapi Tantangan Kesehatan Global</title>
		<link>https://www.seketika.com/mengurangi-jumlah-perokok-cara-efektif-menghadapi-tantangan-kesehatan-global</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Oct 2024 07:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Anti Rokok]]></category>
		<category><![CDATA[Kampanye Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesadaran Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kukuh Setyo Pambudi]]></category>
		<category><![CDATA[Larangan Merokok]]></category>
		<category><![CDATA[pajak rokok]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi Universitas Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Tembakau]]></category>
		<category><![CDATA[UM]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=20221</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/mengurangi-jumlah-perokok-cara-efektif-menghadapi-tantangan-kesehatan-global">Mengurangi Jumlah Perokok: Cara Efektif Menghadapi Tantangan Kesehatan Global</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Kesehatan – Tembakau merupakan salah satu ancaman kesehatan terbesar di dunia, menyebabkan 8,7 juta kematian setiap tahun. Banyak negara telah menerapkan kebijakan untuk mengurangi konsumsi tembakau, namun efektivitasnya beragam. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu intervensi paling efektif adalah kampanye anti-rokok. Kampanye ini, terutama melalui media massa, mampu meningkatkan upaya berhenti merokok hingga 16%. Menurut penelitian, semakin sering dan intensif kampanye dilakukan, semakin besar dampaknya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Kampanye yang didukung oleh peringatan kesehatan bergambar pada kemasan rokok juga terbukti meningkatkan niat berhenti merokok hingga 69%.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peringatan kesehatan, terutama yang grafis, efektif meningkatkan kesadaran perokok terhadap risiko kesehatan. Negara seperti Kanada telah melihat perubahan signifikan, di mana 90% perokok memperhatikan peringatan tersebut, dan 44% mengaku berniat berhenti merokok. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Di negara lain, efeknya bervariasi, tetapi peringatan tetap menjadi salah satu cara yang paling murah dan efektif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kebijakan lain yang sangat efektif adalah kenaikan pajak rokok. Ketika harga rokok naik, konsumsi cenderung turun, terutama di kalangan anak muda dan kelompok berpenghasilan rendah. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/mengurangi-jumlah-perokok-cara-efektif-menghadapi-tantangan-kesehatan-global">Mengurangi Jumlah Perokok: Cara Efektif Menghadapi Tantangan Kesehatan Global</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kecerdasan Finansial: Mengenal Kecerdasan Finansial dan Cara Meningkatkannya</title>
		<link>https://www.seketika.com/kecerdasan-finansial-mengenal-kecerdasan-finansial-dan-cara-meningkatkannya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Sep 2024 01:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Kecerdasan Finansial]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi Finansial]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Rayhan I’tisham]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Perilaku Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi Universitas Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[UM]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=19321</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kecerdasan-finansial-mengenal-kecerdasan-finansial-dan-cara-meningkatkannya">Kecerdasan Finansial: Mengenal Kecerdasan Finansial dan Cara Meningkatkannya</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Bisnis – Kecerdasan finansial adalah diksi yang sering terdengar dan digunakan pada beberapa dekade belakangan ini. Meningkatnya jumlah investor terutama investor muda di Indonesia pasca pandemi dan melalui upaya sosialisasi dan tren nabung saham menjadikan kecerdasan finansial menjadi salah satu bagian dari kecerdasan yang dianggap penting. </p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Namun, apa itu kecerdasan finansial?</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebetulnya, kecerdasan finansial adalah topik yang cukup baru dan belum dianalisis secara akademis dan secara luas. Selama ini kecerdasan finansial dimaknai sebatas pengetahuan tentang keuangan, yang mana ini menimbulkan tumpang tindih dengan literasi finansial yang sudah eksis lebih lama sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun baru-baru ini, mahasiswa Fakultas Psikologi UM (Universitas Negeri Malang) melakukan penelitian untuk mendefinisikan dan menyelesaikan masalah tumpang tindih antara kecerdasan finansial dan literasi finansial. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Di bawah bimbingan utama dari Dr. Tutut Chusniyah, S.Psi., M.Si. yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Psikologi UM, kecerdasan finansial didefinisikan sebagai kemampuan mental dalam mengelaborasikan pengetahuan dan emosi untuk memecahkan masalah-masalah finansial. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut definisi ini, posisi kecerdasan finansial tidak hanya sebatas pengetahuan finansial saja, tapi juga kemampuan mental, terutama emosi. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal itu karena perilaku pengelolaan keuangan, seperti keputusan keuangan sangat melibatkan emosi. Meski berdasar ilmu ekonomi, perilaku ekonomi melibatkan hitungan angka rasional, namun pada kenyataannnya perilaku ekonomi manusia merupakan perilaku yang irasional.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kecerdasan-finansial-mengenal-kecerdasan-finansial-dan-cara-meningkatkannya">Kecerdasan Finansial: Mengenal Kecerdasan Finansial dan Cara Meningkatkannya</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Politik Gentong Babi dan Dinasti: Mengurai Dinamika Pemilihan Kepala Daerah di Indonesia Menjelang 2024</title>
		<link>https://www.seketika.com/politik-gentong-babi-dan-dinasti-mengurai-dinamika-pemilihan-kepala-daerah-di-indonesia-menjelang-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Sep 2024 21:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Demonstrasi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[DPR Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Integritas Demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kampanye Pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Mahkamah Konstitusi]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Izzudin Haq]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilihan Gubernur DKI Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Pencalonan Kepala Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Polarisasi Pemilih]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Gentong Babi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=18831</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/politik-gentong-babi-dan-dinasti-mengurai-dinamika-pemilihan-kepala-daerah-di-indonesia-menjelang-2024">Politik Gentong Babi dan Dinasti: Mengurai Dinamika Pemilihan Kepala Daerah di Indonesia Menjelang 2024</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Politik – Baru-baru ini, Indonesia mengalami gelombang demonstrasi besar yang dipicu oleh keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang persyaratan pencalonan kepala daerah. Banyak orang melihat keputusan ini sebagai langkah yang kontroversial karena diduga akan diubah oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk memuluskan jalan bagi Kaesang Pangarep, putra Presiden Joko Widodo, agar bisa maju dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Keputusan ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat bahwa ada upaya untuk mengubah aturan demi kepentingan politik keluarga presiden.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Demonstrasi ini menunjukkan ketidakpuasan masyarakat terhadap indikasi bahwa lembaga-lembaga negara seperti MK dan DPR semakin terpengaruh oleh kepentingan politik tertentu. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi ini mencerminkan ketidakpercayaan yang semakin meluas terhadap integritas demokrasi di Indonesia, terutama dalam hal pemilu yang seharusnya berlangsung adil dan bebas dari campur tangan politik yang berlebihan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Politik Gentong Babi dan Polarisasi Pemilih</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks politik gentong babi, Woo Chang Kang dalam penelitiannya &#8220;Presidential Pork Barrel Politics with Polarized Voters&#8221; mengeksplorasi bagaimana presiden di Amerika Serikat mengalokasikan dana federal untuk menarik dukungan di daerah-daerah tertentu, terutama yang dikuasai oposisi, selama masa kampanye pemilihan ulang. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa presiden cenderung memberikan lebih banyak dana kepada kabupaten yang tidak mendukung mereka dalam pemilu sebelumnya, terutama di negara bagian yang kompetitif.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/politik-gentong-babi-dan-dinasti-mengurai-dinamika-pemilihan-kepala-daerah-di-indonesia-menjelang-2024">Politik Gentong Babi dan Dinasti: Mengurai Dinamika Pemilihan Kepala Daerah di Indonesia Menjelang 2024</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Asia Tengah: Bagaimana Indonesia Bisa Mengatasi Dampak Feodalisme dalam Pertumbuhan Ekonomi</title>
		<link>https://www.seketika.com/belajar-dari-asia-tengah-bagaimana-indonesia-bisa-mengatasi-dampak-feodalisme-dalam-pertumbuhan-ekonomi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Sep 2024 04:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Desentralisasi]]></category>
		<category><![CDATA[ECO Countries]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Feodalisme]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Ketimpangan Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Izzudin Haq]]></category>
		<category><![CDATA[pakistan]]></category>
		<category><![CDATA[partisipasi politik]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Penelitian Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Redistribusi Lahan]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi Agraria]]></category>
		<category><![CDATA[transparansi]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=18741</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/belajar-dari-asia-tengah-bagaimana-indonesia-bisa-mengatasi-dampak-feodalisme-dalam-pertumbuhan-ekonomi">Belajar dari Asia Tengah: Bagaimana Indonesia Bisa Mengatasi Dampak Feodalisme dalam Pertumbuhan Ekonomi</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Bisnis – Penelitian Muhammad Ayub Mehar yang berjudul<em> Feudalism, ethnic conflicts and economic geography: political economy of ECO countries</em> membahas bagaimana praktik feodalisme di negara-negara Economic Cooperation Organization (ECO) yang terdiri dari negara kawasan Asia Tengah seperti negara Pakistan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Muhammad Ayub Mehar menyoroti bagaimana kekuasaan dan penguasaan sumber daya oleh kelompok-kelompok elit mempengaruhi ekonomi dan politik, yang dapat menyebabkan ketimpangan ekonomi yang signifikan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks Indonesia, feodalisme modern memiliki pola yang mirip, di mana segelintir elit menguasai lahan, sumber daya alam, dan institusi politik, sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi dan memperburuk ketimpangan sosial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam sistem feodalisme modern di Indonesia, penguasaan lahan dan sumber daya oleh kelompok elit menciptakan hambatan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagaimana dijelaskan dalam artikel tersebut, feodalisme menghalangi distribusi yang adil atas sumber daya, sehingga mempersempit kesempatan bagi masyarakat luas untuk berpartisipasi dalam ekonomi. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Penguasaan lahan yang besar oleh elit menyebabkan ketimpangan dalam akses terhadap tanah, yang menjadi penghalang utama bagi peningkatan produktivitas pertanian dan usaha kecil, yang merupakan tulang punggung ekonomi lokal.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/belajar-dari-asia-tengah-bagaimana-indonesia-bisa-mengatasi-dampak-feodalisme-dalam-pertumbuhan-ekonomi">Belajar dari Asia Tengah: Bagaimana Indonesia Bisa Mengatasi Dampak Feodalisme dalam Pertumbuhan Ekonomi</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menemukan Jejak Ritual Kuno: Memahami Budaya Abadi dan Dampaknya bagi Psikologi di Indonesia</title>
		<link>https://www.seketika.com/menemukan-jejak-ritual-kuno-memahami-budaya-abadi-dan-dampaknya-bagi-psikologi-di-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Aug 2024 05:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Cloggs Cave]]></category>
		<category><![CDATA[GunaiKurnai]]></category>
		<category><![CDATA[Identitas Psikologis]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kesejahteraan Psikologis]]></category>
		<category><![CDATA[Kukuh Setyo Pambudi]]></category>
		<category><![CDATA[Penelitian Arkeologi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Ritual Kuno]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Kuno]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Malang]]></category>
		<category><![CDATA[warisan budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=18685</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/menemukan-jejak-ritual-kuno-memahami-budaya-abadi-dan-dampaknya-bagi-psikologi-di-indonesia">Menemukan Jejak Ritual Kuno: Memahami Budaya Abadi dan Dampaknya bagi Psikologi di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Gaya Hidup – Ritual kuno yang tertanam dalam budaya masyarakat adat seringkali menjadi jendela yang membuka pemahaman mendalam tentang warisan psikologis yang diwariskan turun-temurun. Temuan baru dari Cloggs Cave di Australia Tenggara, yang diungkapkan melalui penelitian arkeologi mutakhir, memberikan wawasan tak ternilai tentang daya tahan budaya dan relevansinya bagi para psikolog di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Studi ini membuka peluang baru untuk memahami bagaimana warisan budaya dapat membentuk identitas psikologis individu dan masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Jejak Budaya yang Bertahan 12.000 Tahun</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Human Behaviour menunjukkan bagaimana tradisi ritual masyarakat adat GunaiKurnai bertahan selama lebih dari 12.000 tahun. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Temuan ini mencakup instalasi ritual yang tersembunyi di dalam gua, terdiri dari perapian mini dengan artefak kayu yang dilumuri lemak hewan atau manusia. Yang luar biasa, konfigurasi ini sangat mirip dengan deskripsi ritual yang didokumentasikan oleh etnografer pada abad ke-19.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi para psikolog di Indonesia, penelitian ini menggarisbawahi pentingnya memahami konteks budaya dalam menilai perilaku individu. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti halnya ritual GunaiKurnai yang berhasil diwariskan dari generasi ke generasi, budaya Indonesia yang kaya dan beragam juga memiliki lapisan-lapisan tradisi yang terus mempengaruhi psikologi modern masyarakatnya.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/menemukan-jejak-ritual-kuno-memahami-budaya-abadi-dan-dampaknya-bagi-psikologi-di-indonesia">Menemukan Jejak Ritual Kuno: Memahami Budaya Abadi dan Dampaknya bagi Psikologi di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menilik Dampak Positif Video Game terhadap Kesejahteraan Mental di Tengah Pandemi: Refleksi untuk Indonesia</title>
		<link>https://www.seketika.com/menilik-dampak-positif-video-game-terhadap-kesejahteraan-mental-di-tengah-pandemi-refleksi-untuk-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Aug 2024 22:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan mental]]></category>
		<category><![CDATA[Kesejahteraan Mental]]></category>
		<category><![CDATA[Kukuh Setyo Pambudi]]></category>
		<category><![CDATA[Nintendo Switch]]></category>
		<category><![CDATA[Pandemi COVID-19]]></category>
		<category><![CDATA[Penelitian Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[PlayStation 5]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Regulasi Video Game]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Video Game]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=18670</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/menilik-dampak-positif-video-game-terhadap-kesejahteraan-mental-di-tengah-pandemi-refleksi-untuk-indonesia">Menilik Dampak Positif Video Game terhadap Kesejahteraan Mental di Tengah Pandemi: Refleksi untuk Indonesia</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Teknologi – Di tengah perdebatan global mengenai dampak video game terhadap kesehatan mental, sebuah penelitian baru dari Jepang yang terbit di jurnal Nature memberikan perspektif yang mengejutkan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Studi ini menunjukkan bahwa bermain video game justru dapat meningkatkan kesejahteraan mental, terutama di tengah situasi pandemi COVID-19. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Temuan ini menantang pandangan umum yang sering kali mengasosiasikan video game dengan dampak negatif seperti kecanduan dan gangguan kesehatan mental. Lalu, apa relevansinya bagi kita di Indonesia?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Video Game sebagai Pelipur Lara di Masa Pandemi</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Pandemi COVID-19 memaksa miliaran orang di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, untuk menghabiskan lebih banyak waktu di rumah. Pembatasan sosial yang ketat memicu peningkatan signifikan dalam aktivitas digital, termasuk bermain video game. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Di Jepang, penelitian yang dilakukan dari tahun 2020 hingga 2022 menemukan bahwa kepemilikan konsol game, seperti Nintendo Switch dan PlayStation 5, berkorelasi dengan peningkatan kesejahteraan mental. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Studi tersebut menemukan bahwa individu yang memiliki konsol game mengalami penurunan tingkat stres psikologis dan peningkatan kepuasan hidup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks Indonesia, situasi serupa juga terjadi. Dengan lonjakan pengguna internet yang mencapai lebih dari 73% dari total populasi pada tahun 2021, video game menjadi salah satu bentuk hiburan utama selama masa pandemi. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/menilik-dampak-positif-video-game-terhadap-kesejahteraan-mental-di-tengah-pandemi-refleksi-untuk-indonesia">Menilik Dampak Positif Video Game terhadap Kesejahteraan Mental di Tengah Pandemi: Refleksi untuk Indonesia</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Love Language: Mitos Populer atau Fakta Ilmiah?</title>
		<link>https://www.seketika.com/love-language-mitos-populer-atau-fakta-ilmiah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Aug 2024 21:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta dan Hubungan]]></category>
		<category><![CDATA[Gary Chapman]]></category>
		<category><![CDATA[Hubungan Bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Hubungan]]></category>
		<category><![CDATA[Keseimbangan Emosional]]></category>
		<category><![CDATA[Konsep Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Love Language]]></category>
		<category><![CDATA[Naufal Al Harist]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi Hubungan]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Love Language]]></category>
		<category><![CDATA[Teori Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=18591</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/love-language-mitos-populer-atau-fakta-ilmiah">Love Language: Mitos Populer atau Fakta Ilmiah?</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Gaya Hidup – Pernahkah terbersit dalam benak kamu, apakah berbicara dengan <em>Love Language</em> pasangan kamu dapat menjadi rahasia hubungan yang bahagia? Gagasan ini telah mendapatkan popularitas yang luar biasa, tetapi seberapa ilmiahkah hal ini?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konsep dari <em>love language</em> dipopulerkan oleh Gary Chapman dalam bukunya yang berjudul ‘<em>The 5 Love Language</em>’ . </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak awal publikasinya pada tahun 1992, buku tersebut berhasil mendapatkan popularitas yang tinggi dengan telah menjual lebih dari 20 juta eksemplar di seluruh dunia dan telah diterjemahkan ke dalam 50 bahasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Chapman memaparkan bahwa terdapat suatu perbedaan sistematis dalam cara-cara yang disukai seseorang untuk mengekspresikan dan menerima cinta, yang disebut sebagai <em>love language</em>. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Konsep <em>love language</em> ini memiliki tiga bagian penting, yaitu:</p>



<p class="wp-block-paragraph">1. Setiap individu memiliki satu love language utama yang ia gunakan paling sering ketika mengekspresikan dan merasakan rasa cinta</p>



<p class="wp-block-paragraph">2. Terdapat lima kategori love language yaitu:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><em>words of affirmation</em> (ekspresi verbal dari apresiasi, pujian, atau penyemangat),</li>



<li><em>quality time</em> (waktu yang disengaja untuk dihabiskan bersama dengan perhatian penuh)</li>



<li><em>receiving gifts</em> (tanda penghargaan berbentuk fisik)</li>



<li><em>acts of service</em> (dukungan praktikal melalui tindakan), dan</li>



<li><em>physical touch </em>(kontak fisik mulai dari berpegangan tangan hingga interaksi seksual)</li>
</ul>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/love-language-mitos-populer-atau-fakta-ilmiah">Love Language: Mitos Populer atau Fakta Ilmiah?</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>TikTok dan Ilusi Kebebasan: Bagaimana Generasi Z Terjebak dalam Kontrol Psikopolitik</title>
		<link>https://www.seketika.com/tiktok-dan-ilusi-kebebasan-bagaimana-generasi-z-terjebak-dalam-kontrol-psikopolitik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Aug 2024 11:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Algoritma Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Byung-Chul Han]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak Psikologis Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak Tiktok]]></category>
		<category><![CDATA[generasi Z]]></category>
		<category><![CDATA[Identitas Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kebebasan Bereskpresi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesejahteraan Mental]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Izzudin Haq]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikopolitik]]></category>
		<category><![CDATA[Tiktok]]></category>
		<category><![CDATA[UM]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=18581</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/tiktok-dan-ilusi-kebebasan-bagaimana-generasi-z-terjebak-dalam-kontrol-psikopolitik">TikTok dan Ilusi Kebebasan: Bagaimana Generasi Z Terjebak dalam Kontrol Psikopolitik</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Teknologi – Ketika kebebasan menjadi alat kekuasaan dalam konteks psikopolitik Byung-Chul Han, fenomena ini memiliki resonansi khusus dengan budaya generasi Z, terutama dalam platform media sosial seperti TikTok. Generasi Z, yang dikenal sebagai digital natives, tumbuh di era di mana teknologi digital dan media sosial telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. </p>



<p class="wp-block-paragraph">TikTok, sebagai salah satu platform paling populer di kalangan mereka, menggambarkan bagaimana kebebasan untuk berekspresi dan mengikuti tren dapat menjadi alat yang digunakan oleh kekuasaan untuk mengarahkan perilaku dan membentuk identitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">TikTok menawarkan kebebasan bagi penggunanya untuk mengekspresikan diri melalui video pendek, seringkali dalam bentuk tantangan, tarian, atau meme yang viral. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi banyak anggota generasi Z, mengikuti tren ini adalah cara untuk terhubung dengan komunitas, mendapatkan pengakuan, dan membangun identitas mereka secara online. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, meskipun tampak sebagai ekspresi kebebasan, fenomena ini sebenarnya merupakan contoh bagaimana kekuasaan bekerja secara halus melalui kebebasan itu sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Algoritma TikTok, yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan dan mempertahankan perhatian pengguna, memainkan peran penting dalam menentukan tren apa yang menjadi populer. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Video yang sesuai dengan tren tertentu lebih mungkin untuk mendapatkan eksposur, yang pada gilirannya mendorong lebih banyak pengguna untuk ikut serta. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/tiktok-dan-ilusi-kebebasan-bagaimana-generasi-z-terjebak-dalam-kontrol-psikopolitik">TikTok dan Ilusi Kebebasan: Bagaimana Generasi Z Terjebak dalam Kontrol Psikopolitik</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
