<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Warisan Budaya Tak Benda Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/warisan-budaya-tak-benda/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/warisan-budaya-tak-benda</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Oct 2025 04:40:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>Warisan Budaya Tak Benda Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/warisan-budaya-tak-benda</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jaran Kencak: Warisan Majapahit yang Bangkit dari Lumajang</title>
		<link>https://www.seketika.com/jaran-kencak-warisan-majapahit-yang-bangkit-dari-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2025 04:40:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Arya Wiraraja]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Jaran Kencak]]></category>
		<category><![CDATA[Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[Kuda Kencak]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Ranggalawe]]></category>
		<category><![CDATA[Reog Ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Majapahit]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Tradisional Madura]]></category>
		<category><![CDATA[Tapal Kuda]]></category>
		<category><![CDATA[Warisan Budaya Tak Benda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=30874</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/jaran-kencak-warisan-majapahit-yang-bangkit-dari-lumajang">Jaran Kencak: Warisan Majapahit yang Bangkit dari Lumajang</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Tren – Kalau kamu pernah main ke daerah Lumajang, pasti nggak asing dengan pertunjukan Jaran Kencak alias Kuda Kencak. Kesenian tradisional ini bukan sekadar hiburan, tapi juga menyimpan sejarah panjang yang menarik banget untuk digali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jaran Kencak dipercaya berasal dari seni tradisional Madura yang kemudian diadopsi oleh masyarakat Pandalungan di wilayah Tapal Kuda, termasuk Lumajang. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Uniknya, seni ini diyakini terinspirasi dari kuda milik Ranggalawe, seorang pendekar legendaris dan putra dari Arya Wiraraja, tokoh penting dalam pendirian Kerajaan Majapahit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Aries Purwanti, staf arkeologi Museum Daerah Lumajang, hubungan sejarah antara Jaran Kencak dan Arya Wiraraja sangat masuk akal karena budaya ini memang lahir dari akar Madura dan berkembang di Lumajang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jaran Kencak sendiri menggabungkan tarian kuda yang dinamis dengan iringan musik gamelan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Biasanya tampil dalam acara pernikahan, hajatan, hingga perayaan budaya lainnya. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/jaran-kencak-warisan-majapahit-yang-bangkit-dari-lumajang">Jaran Kencak: Warisan Majapahit yang Bangkit dari Lumajang</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gotong Toapekong: Ritual Budaya Tionghoa yang Dilestarikan di Tangerang</title>
		<link>https://www.seketika.com/gotong-toapekong-ritual-budaya-tionghoa-yang-dilestarikan-di-tangerang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Feb 2025 21:08:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Tionghoa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Gotong Toapekong]]></category>
		<category><![CDATA[Kelenteng Boen Tek Bio]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Patung Dewa Toapekong]]></category>
		<category><![CDATA[Ritual Gotong Toapekong]]></category>
		<category><![CDATA[Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Tionghoa]]></category>
		<category><![CDATA[Warisan Budaya Tak Benda]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Tangerang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=24118</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/gotong-toapekong-ritual-budaya-tionghoa-yang-dilestarikan-di-tangerang">Gotong Toapekong: Ritual Budaya Tionghoa yang Dilestarikan di Tangerang</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Tangerang – Indonesia dikenal dengan keberagaman budaya yang sangat kaya, termasuk tradisi unik dari komunitas Tionghoa yang telah ada sejak ratusan tahun lalu. Salah satu tradisi yang masih dilestarikan hingga kini adalah Gotong Toapekong, sebuah ritual khas masyarakat Tionghoa di Tangerang yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari warisan budaya mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Toapekong merujuk pada patung dewa atau leluhur yang dihormati oleh masyarakat Tionghoa. Dalam tradisi Gotong Toapekong, patung-patung tersebut diarak keliling kota sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi kemakmuran serta perlindungan masyarakat. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Tradisi ini dilaksanakan setiap 12 tahun sekali, dan sudah berlangsung lebih dari satu abad, menjadikannya salah satu ritual budaya yang paling dihormati di Kota Tangerang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tradisi Gotong Toapekong terkait erat dengan sejarah Kelenteng Boen Tek Bio, salah satu kelenteng tertua di kawasan Tangerang. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Kelenteng ini menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat Tionghoa di Banten sejak kedatangan mereka di Indonesia, khususnya di wilayah pesisir seperti Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/gotong-toapekong-ritual-budaya-tionghoa-yang-dilestarikan-di-tangerang">Gotong Toapekong: Ritual Budaya Tionghoa yang Dilestarikan di Tangerang</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemkot Tangerang Usulkan Tiga Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) untuk 2025</title>
		<link>https://www.seketika.com/pemkot-tangerang-usulkan-tiga-warisan-budaya-tak-benda-wbtb-untuk-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Feb 2025 00:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Alat Musik Tehyan]]></category>
		<category><![CDATA[Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Keramas Bareng]]></category>
		<category><![CDATA[Perahu Maulid]]></category>
		<category><![CDATA[Peran Masyarakat dalam Pelestarian Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Usulan Budaya 2025]]></category>
		<category><![CDATA[warisan budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Warisan Budaya Tak Benda]]></category>
		<category><![CDATA[WBTb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=23948</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/pemkot-tangerang-usulkan-tiga-warisan-budaya-tak-benda-wbtb-untuk-2025">Pemkot Tangerang Usulkan Tiga Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) untuk 2025</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Tangerang – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) tengah memproses usulan tiga Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) pada tahun 2025. Kepala Bidang Budaya Disbudpar Kota Tangerang, Sumangku, mengungkapkan bahwa ketiga usulan WBTb tersebut meliputi alat musik tehyan, arak-arakan perahu maulid Masjid Kalipasir, dan keramas bareng Sungai Cisadane.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ketiganya kami ajukan kembali dengan narasi dan berkas administratif yang lebih lengkap. Kami berharap, tahun ini ketiganya dapat ditetapkan sebagai WBTb oleh Kementerian Kebudayaan,” tutur Sumangku pada Kamis (6/2/25).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengajuan WBTb Kota Tangerang ini juga melibatkan Tim Ahli yang tengah mendalami berbagai budaya lain yang potensial untuk diajukan sebagai WBTb, seperti seni usik kasidah, ritus nazaran, dan bahasa benteng.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Disbudpar Kota Tangerang mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses pengumpulan data sebagai salah satu syarat pengesahan WBTb ini. </p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami sangat mengharapkan dukungan masyarakat dalam mendokumentasikan dan melestarikan warisan budaya Kota Tangerang,” harap Sumangku.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/pemkot-tangerang-usulkan-tiga-warisan-budaya-tak-benda-wbtb-untuk-2025">Pemkot Tangerang Usulkan Tiga Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) untuk 2025</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejarah Perahu Pinisi Yang Muncul di Google Doodle, Raih Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda Indonesia</title>
		<link>https://www.seketika.com/sejarah-perahu-pinisi-yang-muncul-di-google-doodle-raih-sertifikat-warisan-budaya-tak-benda-indonesia</link>
					<comments>https://www.seketika.com/sejarah-perahu-pinisi-yang-muncul-di-google-doodle-raih-sertifikat-warisan-budaya-tak-benda-indonesia#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Dec 2023 05:30:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Bulukumba]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal Pinisi]]></category>
		<category><![CDATA[kapal pinisi berasal dari]]></category>
		<category><![CDATA[Perahu Pinisi]]></category>
		<category><![CDATA[Sertifikat Pinisi]]></category>
		<category><![CDATA[Warisan Budaya Tak Benda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=5795</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/sejarah-perahu-pinisi-yang-muncul-di-google-doodle-raih-sertifikat-warisan-budaya-tak-benda-indonesia">Sejarah Perahu Pinisi Yang Muncul di Google Doodle, Raih Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda Indonesia</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Berbeda dengan teknik yang berada di Barat, untuk membuat kapal orang pakai komputer, pakai hitung-hitungan, harus sekolah tinggi dulu, itu pun kerangkanya dulu baru badannya. Kalau di sini orang turun temurun membuat perahu mulai dari bungkusnya dan baru kemudian kerangkanya tanpa menggunakan komputer,&#8221; </p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Bulukumba –Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan menyerahkan Sertifikat Pinisi sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Bulukumba.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dilansir infopublik.id, Sertifikat diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid, kepada Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan, A. Musyaffar Syah dan Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto, di Pelabuhan Bira, Bulukumbu, pada 27/03/2018.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seni pembuatan <a href="https://www.seketika.com/?s=Perahu+Pinisi&amp;post_type%5B%5D=post">Perahu Pinisi</a> ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda milik Indonesia pada Sidang ke-12 Komite WBTB oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan (UNESCO) PBB pada tanggal 7 Desember 2017, di Jeju Island, Korea Selatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam sambutannya, Hilmar Farid, menjelaskan arti penting Pinisi merupakan teknik perkapalan tradisional yang dimiliki nenek moyang bangsa Indonesia dan masih berkembang sampai saat ini serta menakjubkan bagi dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Berbeda dengan teknik yang berada di Barat, untuk membuat kapal orang pakai komputer, pakai hitung-hitungan, harus sekolah tinggi dulu, itu pun kerangkanya dulu baru badannya. Kalau di sini orang turun temurun membuat perahu mulai dari bungkusnya dan baru kemudian kerangkanya tanpa menggunakan komputer,&#8221; ungkap Hilmar dalam sambutannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan penetapan Pinisi ini, maka Indonesia telah memiliki delapan elemen budaya dalam daftar WBTB UNESCO. Tujuh elemen yang telah terdaftar sebelumnya adalah Wayang (2008), Keris (2008), Batik (2009), Angklung (2010), Tari Saman (2011), Noken Papua (2012), Tiga Genre Tari Tradisional Bali (2015), serta satu program pendidikan dan pelatihan tentang batik di Museum Batik Pekalongan (2009).</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/sejarah-perahu-pinisi-yang-muncul-di-google-doodle-raih-sertifikat-warisan-budaya-tak-benda-indonesia">Sejarah Perahu Pinisi Yang Muncul di Google Doodle, Raih Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda Indonesia</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.seketika.com/sejarah-perahu-pinisi-yang-muncul-di-google-doodle-raih-sertifikat-warisan-budaya-tak-benda-indonesia/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
