<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>WHO Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/who/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/who</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Feb 2026 22:38:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>WHO Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/who</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kemenkes–WHO Teken Hibah Rp240 Miliar untuk 2026–2027, Perkuat Sistem Kesehatan Indonesia</title>
		<link>https://www.seketika.com/kemenkes-who-teken-hibah-rp240-miliar-untuk-2026-2027-perkuat-sistem-kesehatan-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2026 22:38:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Grant Agreement]]></category>
		<category><![CDATA[Hibah Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Joint Workplan 2026–2027]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkes]]></category>
		<category><![CDATA[RPJMN 2025–2029]]></category>
		<category><![CDATA[sistem kesehatan nasional]]></category>
		<category><![CDATA[transformasi kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[WHO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=34147</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kemenkes-who-teken-hibah-rp240-miliar-untuk-2026-2027-perkuat-sistem-kesehatan-indonesia">Kemenkes–WHO Teken Hibah Rp240 Miliar untuk 2026–2027, Perkuat Sistem Kesehatan Indonesia</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama World Health Organization (WHO) resmi menandatangani Grant Agreement dan Joint Workplan WHO Biennium 2026–2027 sebagai langkah strategis untuk memperkuat pembangunan dan ketahanan sistem kesehatan nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kerja sama ini mendukung implementasi program kesehatan yang selaras dengan WHO 14th General Programme of Work, Rencana Strategis Kementerian Kesehatan, RPJMN 2025–2029, serta enam pilar transformasi kesehatan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui perjanjian ini, WHO Indonesia memberikan dukungan pendanaan sebesar USD 14.859.366 dalam bentuk hibah uang, barang, dan jasa untuk mendukung pelaksanaan program kesehatan selama periode biennium.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha menyampaikan apresiasi atas kemitraan yang selama ini terjalin erat antara Kementerian Kesehatan dan WHO. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, dukungan WHO telah berkontribusi signifikan dalam penguatan upaya promotif dan preventif, peningkatan mutu layanan kesehatan, penguatan sistem ketahanan kesehatan, serta pengembangan kebijakan kesehatan berbasis bukti.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Penandatanganan Grant Agreement dan Joint Workplan Biennium 2026–2027 merupakan langkah strategis untuk memastikan kesinambungan dukungan WHO terhadap prioritas pembangunan kesehatan nasional. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat sistem kesehatan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Kunta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut, Sekjen Kunta menegaskan komitmen Kementerian Kesehatan untuk mengoptimalkan pelaksanaan Joint Workplan melalui koordinasi yang erat dengan seluruh unit teknis penerima hibah. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kemenkes-who-teken-hibah-rp240-miliar-untuk-2026-2027-perkuat-sistem-kesehatan-indonesia">Kemenkes–WHO Teken Hibah Rp240 Miliar untuk 2026–2027, Perkuat Sistem Kesehatan Indonesia</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menkes Budi Bongkar Fakta Mengejutkan: Kusta Bukan Kutukan, Bisa Sembuh dan Hampir Mustahil Menular!</title>
		<link>https://www.seketika.com/menkes-budi-bongkar-fakta-mengejutkan-kusta-bukan-kutukan-bisa-sembuh-dan-hampir-mustahil-menular</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 04:40:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Kusta]]></category>
		<category><![CDATA[Kusta Bisa Sembuh]]></category>
		<category><![CDATA[Menkes]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan Kusta]]></category>
		<category><![CDATA[Stop Stigma]]></category>
		<category><![CDATA[WHO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=33239</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/menkes-budi-bongkar-fakta-mengejutkan-kusta-bukan-kutukan-bisa-sembuh-dan-hampir-mustahil-menular">Menkes Budi Bongkar Fakta Mengejutkan: Kusta Bukan Kutukan, Bisa Sembuh dan Hampir Mustahil Menular!</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta &#8211; Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa penyakit kusta masih kuat distigmatisasi di tengah masyarakat akibat minimnya informasi yang benar. Padahal, kusta bukan penyakit kutukan, melainkan penyakit infeksi bakteri yang sulit menular, tingkat fatalitasnya hampir nol, dan dapat disembuhkan sepenuhnya dengan pengobatan yang tepat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pernyataan tersebut disampaikan Menkes Budi dalam talkshow bertajuk “Ending Leprosy Without Stigma” yang digelar di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Kamis (15/1). </p>



<p class="wp-block-paragraph">Acara ini turut menghadirkan WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination, Yohei Sasakawa, serta Samsul, seorang penyintas kusta yang berbagi pengalaman hidupnya melawan stigma dan diskriminasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kusta bukan kutukan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri, penularannya sangat sulit dan membutuhkan waktu lama. Yang paling penting, kusta sudah ada obatnya dan bisa sembuh,” tegas Menkes Budi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menkes Budi menjelaskan bahwa stigma sosial menjadi hambatan terbesar dalam eliminasi kusta di Indonesia. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketakutan akan pengucilan membuat banyak penderita enggan melapor dan terlambat mendapatkan pengobatan, sehingga meningkatkan risiko kecacatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, edukasi berbasis fakta ilmiah adalah kunci utama untuk memutus rantai stigma sekaligus mempercepat penanganan kusta di masyarakat.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/menkes-budi-bongkar-fakta-mengejutkan-kusta-bukan-kutukan-bisa-sembuh-dan-hampir-mustahil-menular">Menkes Budi Bongkar Fakta Mengejutkan: Kusta Bukan Kutukan, Bisa Sembuh dan Hampir Mustahil Menular!</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Indonesia Resmi Bebas Polio Tipe 2: WHO Umumkan KLB Berakhir</title>
		<link>https://www.seketika.com/indonesia-resmi-bebas-polio-tipe-2-who-umumkan-klb-berakhir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2025 03:29:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Imunisasi Polio Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Bebas Polio]]></category>
		<category><![CDATA[KLB Polio]]></category>
		<category><![CDATA[nOPV2]]></category>
		<category><![CDATA[Polio Tipe 2]]></category>
		<category><![CDATA[Program Kesehatan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Surveilans AFP]]></category>
		<category><![CDATA[UNICEF]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksin Heksavalen]]></category>
		<category><![CDATA[WHO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=32087</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/indonesia-resmi-bebas-polio-tipe-2-who-umumkan-klb-berakhir">Indonesia Resmi Bebas Polio Tipe 2: WHO Umumkan KLB Berakhir</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Indonesia resmi mengakhiri status Kejadian Luar Biasa (KLB) polio tipe 2 setelah Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan penutupan KLB pada 19 November 2025. Keputusan ini diambil setelah lebih dari satu tahun tidak ditemukan virus polio pada anak maupun lingkungan sejak Juni 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penutupan KLB ini menjadi tonggak penting dalam upaya Indonesia mempertahankan status bebas polio, setelah melalui rangkaian respons intensif sejak KLB diumumkan pada Oktober 2022.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indonesia menghentikan status KLB polio tipe 2 setelah berhasil memutus transmisi cVDPV2 (circulating vaccine-derived poliovirus type 2). </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebanyak hampir 60 juta dosis imunisasi polio tambahan diberikan selama masa respons darurat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">KLB polio pertama kali terdeteksi di Aceh pada 2022, kemudian menyebar ke beberapa provinsi, termasuk Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Maluku Utara, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Selatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kasus terakhir cVDPV2 ditemukan di Papua Selatan pada 27 Juni 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indonesia melakukan respons  Oktober 2022 Triwulan III 2024 Dua putaran imunisasi tambahan menggunakan vaksin nOPV2.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/indonesia-resmi-bebas-polio-tipe-2-who-umumkan-klb-berakhir">Indonesia Resmi Bebas Polio Tipe 2: WHO Umumkan KLB Berakhir</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bupati Tangerang: Tak Ada Anak yang Boleh Luput dari Imunisasi Polio</title>
		<link>https://www.seketika.com/bupati-tangerang-tak-ada-anak-yang-boleh-luput-dari-imunisasi-polio</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Oct 2025 18:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Tangerang Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Polio Sedunia 2025]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi polio]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan anak]]></category>
		<category><![CDATA[Maesyal Rasyid]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan Polio anak]]></category>
		<category><![CDATA[Polio di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Posyandu Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Rotary International]]></category>
		<category><![CDATA[UNICEF]]></category>
		<category><![CDATA[WHO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=31284</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/bupati-tangerang-tak-ada-anak-yang-boleh-luput-dari-imunisasi-polio">Bupati Tangerang: Tak Ada Anak yang Boleh Luput dari Imunisasi Polio</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Tangerang – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk memastikan seluruh anak di wilayahnya mendapatkan imunisasi Polio lengkap dan pelayanan kesehatan yang merata. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Peringatan Hari Polio Sedunia (World Polio Day) 2025 yang digelar di Halaman Parkir Supermall Karawaci, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, pada Minggu (26/10/2025).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengungkapkan bahwa cakupan imunisasi Polio di Kabupaten Tangerang telah mencapai lebih dari 95 persen pada tahun 2024. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, masih terdapat sekitar 5 persen anak yang belum terimunisasi lengkap, sehingga upaya terus dilakukan melalui Puskesmas dan Posyandu di seluruh kecamatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Masih ada sekitar lima persen sasaran imunisasi yang perlu kita tuntaskan. Ini akan terus kita estafetkan kepada Puskesmas dan Posyandu di seluruh wilayah. Kami mohon dukungan semua pihak, termasuk Rotary, agar anak-anak kita terlindungi dari ancaman Polio,” ujar Bupati Tangerang Maesyal Rasyid.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Maesyal Rasyid menegaskan bahwa Polio tidak dapat disembuhkan, namun dapat dicegah dengan imunisasi Polio lengkap dan tepat waktu. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia mengajak seluruh orang tua, guru, tokoh agama, dan kader kesehatan untuk aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya imunisasi anak.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/bupati-tangerang-tak-ada-anak-yang-boleh-luput-dari-imunisasi-polio">Bupati Tangerang: Tak Ada Anak yang Boleh Luput dari Imunisasi Polio</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Usai Dilantik Jadi Presiden, Bisakah Trump Menarik AS dari WHO?</title>
		<link>https://www.seketika.com/usai-dilantik-jadi-presiden-bisakah-trump-menarik-as-dari-who</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jan 2025 08:45:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[AS]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[dampak Trump pada WHO]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan dunia]]></category>
		<category><![CDATA[kontribusi AS kepada WHO]]></category>
		<category><![CDATA[Organisasi Kesehatan Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[penarikan AS dari WHO]]></category>
		<category><![CDATA[politik global]]></category>
		<category><![CDATA[trump]]></category>
		<category><![CDATA[WHO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=23440</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/usai-dilantik-jadi-presiden-bisakah-trump-menarik-as-dari-who">Usai Dilantik Jadi Presiden, Bisakah Trump Menarik AS dari WHO?</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Internasional – Pada masa kepresidenannya, Donald Trump mengungkapkan keinginannya untuk menarik Amerika Serikat (AS) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Lalu, bisakah Trump benar-benar melakukannya? Jawabannya adalah ya, namun dengan beberapa syarat. Pertama, Trump harus memperoleh persetujuan dari Kongres dan memastikan AS memenuhi kewajiban keuangannya untuk tahun fiskal yang berjalan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">AS bergabung dengan WHO melalui resolusi bersama yang disahkan oleh Kongres pada 1948, yang mengharuskan pemberitahuan satu tahun jika negara ini memutuskan untuk keluar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika AS benar-benar menarik diri, dampaknya akan sangat signifikan bagi WHO. Selama ini, AS adalah salah satu donor terbesar bagi badan kesehatan PBB tersebut, menyumbang ratusan juta dolar setiap tahun. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam satu dekade terakhir, kontribusi AS kepada WHO berkisar antara $160 juta hingga $815 juta per tahun. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Kehilangan dana sebesar ini bisa melumpuhkan berbagai program penting WHO, seperti pemberantasan polio, kesehatan ibu dan anak, serta penelitian penyakit baru. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/usai-dilantik-jadi-presiden-bisakah-trump-menarik-as-dari-who">Usai Dilantik Jadi Presiden, Bisakah Trump Menarik AS dari WHO?</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>WHO Sarankan Kurangi Paparan Radiasi Gadget Terutama saat Tidur, Ini Bahayanya!</title>
		<link>https://www.seketika.com/who-sarankan-kurangi-paparan-radiasi-gadget-terutama-saat-tidur-ini-bahayanya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jan 2025 04:39:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[gadget]]></category>
		<category><![CDATA[kanker]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[WHO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=22983</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/who-sarankan-kurangi-paparan-radiasi-gadget-terutama-saat-tidur-ini-bahayanya">WHO Sarankan Kurangi Paparan Radiasi Gadget Terutama saat Tidur, Ini Bahayanya!</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Health &#8211; Kebiasaan tidur dekat gadget, terutama ponsel, sudah menjadi hal umum bagi banyak orang. Kesenangan bermain ponsel sebelum tidur sering kali berujung pada kebiasaan ini. Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan tersebut ternyata memiliki dampak negatif yang dapat membahayakan kesehatan?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), radiasi elektromagnetik yang dipancarkan oleh ponsel berpotensi bersifat karsinogenik, yaitu dapat meningkatkan risiko kanker. Meskipun belum ada bukti ilmiah yang sepenuhnya memastikan bahwa radiasi gadget secara langsung menyebabkan kanker, penggunaannya diduga berkaitan dengan risiko kanker glioma dan tumor otak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kendati demikian, ancaman radiasi elektromagnetik ini tetap menjadi perhatian utama bagi para ahli kesehatan. WHO menyarankan untuk mengurangi paparan radiasi dari gadget, terutama saat tidur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain risiko radiasi, tidur dekat gadget juga berdampak buruk pada kualitas tidur. Penelitian menunjukkan bahwa paparan radiasi ponsel dapat membuat seseorang membutuhkan waktu lebih lama untuk memasuki fase tidur yang dalam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebuah penelitian yang dilakukan di Arab Saudi pada 2020 menemukan bahwa orang yang bermain gadget lebih dari 8 jam per hari dan tidur dekat ponsel memiliki kualitas tidur yang lebih buruk. Gangguan ini dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan, seperti menurunkan daya tahan tubuh dan meningkatkan risiko penyakit kronis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Radiasi cahaya biru dari layar gadget menjadi salah satu penyebab utama gangguan tidur. Menurut penelitian dalam Journal of Psychiatric Research, cahaya biru dapat menghambat produksi hormon melatonin, yang berfungsi mengatur siklus tidur. Selain itu, cahaya biru juga dapat mengacaukan ritme sirkadian tubuh, menyebabkan kesulitan tidur atau tidur yang tidak nyenyak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cahaya biru memancarkan gelombang panjang yang menyerupai cahaya siang hari, sehingga otak akan mengira bahwa masih siang. Hal ini membuat tubuh tetap terjaga meski seharusnya sudah memasuki waktu istirahat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gangguan tidur yang terus-menerus akibat tidur dekat gadget dapat memicu berbagai masalah kesehatan lainnya, seperti:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Penurunan konsentrasi dan produktivitas.</li>



<li>Meningkatkan risiko gangguan mental, seperti kecemasan dan depresi.</li>



<li>Meningkatkan risiko penyakit kronis, seperti diabetes dan hipertensi.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk menjaga kesehatan, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/who-sarankan-kurangi-paparan-radiasi-gadget-terutama-saat-tidur-ini-bahayanya">WHO Sarankan Kurangi Paparan Radiasi Gadget Terutama saat Tidur, Ini Bahayanya!</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wajib Tahu Gejala, Penularan, dan Cara Pencegahan Mpox</title>
		<link>https://www.seketika.com/wajib-tahu-gejala-penularan-dan-cara-pencegahan-mpox</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Sep 2024 20:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Cacar Monyet]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala Mpox]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Mpox]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan Mpox]]></category>
		<category><![CDATA[Penularan Mpox]]></category>
		<category><![CDATA[WHO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=18956</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/wajib-tahu-gejala-penularan-dan-cara-pencegahan-mpox">Wajib Tahu Gejala, Penularan, dan Cara Pencegahan Mpox</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Tangerang – Mpox, atau cacar monyet, merupakan penyakit yang kini perlu mendapatkan perhatian lebih dari masyarakat, termasuk warga Kota Tangerang. Pada 14 Agustus lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengategorikan mpox sebagai kedaruratan global, menandakan pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Darto, menjelaskan bahwa mpox sebaiknya tidak perlu ditakuti berlebihan, namun harus diwaspadai. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain memahami gejala, penting untuk memahami cara penularan mpox agar bisa mengambil langkah pencegahan yang tepat. Dr. Darto mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Jika mengalami keluhan atau menemui orang dengan gejala yang mencurigakan seperti demam, flu, dan terutama disertai ruam atau bintik, segera konsultasikan ke tenaga kesehatan. Ini bukan untuk menimbulkan ketakutan, tetapi untuk meningkatkan kewaspadaan,” ujar dr. Darto pada Rabu (4/9/24).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mpox dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak erat dengan individu yang memiliki ruam mpox. Penularan bisa terjadi melalui berbagai cara, termasuk:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Kontak tatap muka</li>



<li>Kontak kulit ke kulit</li>



<li>Kontak mulut ke mulut atau mulut ke kulit, termasuk melalui kontak seksual</li>
</ul>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/wajib-tahu-gejala-penularan-dan-cara-pencegahan-mpox">Wajib Tahu Gejala, Penularan, dan Cara Pencegahan Mpox</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Di Tengah Jeda Pertempuran, PBB Mulai Vaksinasi Polio untuk 640.000 Anak di Jalur Gaza</title>
		<link>https://www.seketika.com/di-tengah-jeda-pertempuran-pbb-mulai-vaksinasi-polio-untuk-640-000-anak-di-jalur-gaza</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Aug 2024 02:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Gaza]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan anak]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik Gaza]]></category>
		<category><![CDATA[Perserikatan Bangsa Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksinasi Polio]]></category>
		<category><![CDATA[WHO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=18691</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/di-tengah-jeda-pertempuran-pbb-mulai-vaksinasi-polio-untuk-640-000-anak-di-jalur-gaza">Di Tengah Jeda Pertempuran, PBB Mulai Vaksinasi Polio untuk 640.000 Anak di Jalur Gaza</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Internasional – Pada hari Minggu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan meluncurkan kampanye vaksinasi polio untuk sekitar 640.000 anak di Jalur Gaza. Kampanye ini akan memerlukan jeda delapan jam setiap hari dari pertempuran antara Israel dan militan Hamas di area tertentu dari wilayah yang terkepung tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kampanye vaksinasi yang kompleks ini ditujukan untuk anak-anak di bawah usia 10 tahun dan dilatarbelakangi oleh konfirmasi kasus pertama polio tipe 2 di wilayah tersebut dalam 25 tahun terakhir, yang menyebabkan seorang bayi mengalami kelumpuhan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), agar kampanye ini berhasil, setidaknya 90 persen anak-anak harus menerima dua dosis vaksin dengan jarak empat minggu antar dosis. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, pelaksanaan kampanye ini menghadapi berbagai tantangan di Gaza, yang telah hancur akibat hampir 11 bulan konflik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rik Peeperkorn, pejabat senior WHO untuk wilayah Palestina, mengatakan, “Kondisinya tidak ideal. Namun, kami yakin ini bisa dilakukan jika semua elemen yang diperlukan tersedia.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kampanye vaksinasi akan dilakukan dalam tiga tahap, mencakup Gaza tengah, selatan, dan utara. Pertempuran akan dihentikan sementara selama delapan jam setiap hari dalam setiap fase selama tiga hari berturut-turut. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/di-tengah-jeda-pertempuran-pbb-mulai-vaksinasi-polio-untuk-640-000-anak-di-jalur-gaza">Di Tengah Jeda Pertempuran, PBB Mulai Vaksinasi Polio untuk 640.000 Anak di Jalur Gaza</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>WHO Minta Semua Negara Larang Penggunaan Vape Beraroma atau Perasa</title>
		<link>https://www.seketika.com/who-minta-semua-negara-larang-penggunaan-vape-beraroma-atau-perasa</link>
					<comments>https://www.seketika.com/who-minta-semua-negara-larang-penggunaan-vape-beraroma-atau-perasa#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Dec 2023 13:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[rokok]]></category>
		<category><![CDATA[rokok elektrik]]></category>
		<category><![CDATA[vape]]></category>
		<category><![CDATA[WHO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=6994</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/who-minta-semua-negara-larang-penggunaan-vape-beraroma-atau-perasa">WHO Minta Semua Negara Larang Penggunaan Vape Beraroma atau Perasa</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Seruan WHO ini mencerminkan keprihatinan global terhadap dampak kesehatan dari penggunaan vape, terutama di kalangan anak-anak dan remaja&#8221;</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mengeluarkan seruan mendesak seluruh negara untuk melarang penggunaan semua vape beraroma atau perasa, dan untuk memperlakukan vape serupa dengan rokok konvensional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam seruannya, WHO menekankan perlunya perubahan kebijakan, termasuk larangan penggunaan semua bahan penyedap rasa seperti mentol pada produk vape. Langkah-langkah pengendalian tembakau, seperti penerapan pajak yang tinggi dan larangan penggunaan di tempat umum, juga diusulkan sebagai solusi untuk mengatasi meningkatnya prevalensi penggunaan vape.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut keterangan resmi WHO, anak-anak usia 13-15 tahun secara global cenderung lebih banyak menggunakan produk vape daripada orang dewasa. Hal ini menimbulkan keprihatinan serius terkait pengaruh negatif pada kesehatan generasi muda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyampaikan kekhawatiran terhadap perekrutan dan kecanduan nikotin pada usia dini akibat penggunaan rokok elektrik. &#8220;Anak-anak direkrut dan dijebak pada usia dini untuk menggunakan rokok elektrik dan mungkin kecanduan nikotin,&#8221; ujar Tedros.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pentingnya tindakan ini ditegaskan oleh WHO dengan merinci dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh vape. Produk ini dapat menghasilkan berbagai zat yang telah diketahui menyebabkan kanker, meningkatkan risiko terhadap penyakit jantung dan paru-paru, serta berpotensi memengaruhi perkembangan otak pada generasi muda.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/who-minta-semua-negara-larang-penggunaan-vape-beraroma-atau-perasa">WHO Minta Semua Negara Larang Penggunaan Vape Beraroma atau Perasa</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.seketika.com/who-minta-semua-negara-larang-penggunaan-vape-beraroma-atau-perasa/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
