<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Banjir dan longsor Sumatra Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/banjir-dan-longsor-sumatra/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/banjir-dan-longsor-sumatra</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 31 Dec 2025 04:33:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>Banjir dan longsor Sumatra Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/banjir-dan-longsor-sumatra</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pelukan Menteri di Pengungsian: Senyum Nenek 80 Tahun Korban Banjir Aceh Tamiang</title>
		<link>https://www.seketika.com/pelukan-menteri-di-pengungsian-senyum-nenek-80-tahun-korban-banjir-aceh-tamiang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 04:33:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Peduli]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[banjir Aceh Tamiang]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir dan longsor Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[bencana alam]]></category>
		<category><![CDATA[Kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Menkomdigi]]></category>
		<category><![CDATA[Meutya Hafid]]></category>
		<category><![CDATA[Nenek Siti]]></category>
		<category><![CDATA[Pengungsian Kampung Bundar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=32902</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/pelukan-menteri-di-pengungsian-senyum-nenek-80-tahun-korban-banjir-aceh-tamiang">Pelukan Menteri di Pengungsian: Senyum Nenek 80 Tahun Korban Banjir Aceh Tamiang</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Di antara deretan tenda pengungsian Kampung Bundar, Aceh Tamiang, suara tawa ringan seorang nenek memecah siang yang lembap. Dialah Siti Safura (80), warga terdampak banjir yang kini menjalani hari-harinya di posko pengungsian dengan senyum dan keteguhan hati.</p>



<p>Usianya telah senja, namun semangat hidup Nenek Siti tetap menyala. Wajahnya tenang, rambutnya memutih alami, dan tangannya cekatan merapikan daster yang dikenakannya. </p>



<p>Meski rumahnya terendam banjir, ia berusaha menjalani hari dengan lapang dada.</p>



<p>Pada Minggu (28/12/2025), Posko Pengungsian Kampung Bundar yang berada di sekitar Kantor Bupati Aceh Tamiang tampak lebih ramai dari biasanya. </p>



<p>Sejumlah pejabat pusat dan daerah datang meninjau langsung kondisi para pengungsi. Salah satunya adalah Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid.</p>



<p>Bagi Nenek Siti, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda resmi. Ia menyisakan cerita yang membekas di hatinya.</p>



<p>“Tadi ketemu Ibu Menteri sudah, sudah. Senang. Kami salaman,” ujar Nenek Siti sambil mengangguk kecil. Wajahnya tampak cerah saat mengenang momen itu.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/pelukan-menteri-di-pengungsian-senyum-nenek-80-tahun-korban-banjir-aceh-tamiang">Pelukan Menteri di Pengungsian: Senyum Nenek 80 Tahun Korban Banjir Aceh Tamiang</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dana Tunggu Hunian Cair, Korban Banjir Sumatra Mulai Terima Rp600 Ribu per Bulan</title>
		<link>https://www.seketika.com/dana-tunggu-hunian-cair-korban-banjir-sumatra-mulai-terima-rp600-ribu-per-bulan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 04:06:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir dan longsor Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Alam Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[BTH korban banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Dana Tunggu Hunian]]></category>
		<category><![CDATA[DTH BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Hunian Sementara]]></category>
		<category><![CDATA[pemulihan pascabencana]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Utara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=32899</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/dana-tunggu-hunian-cair-korban-banjir-sumatra-mulai-terima-rp600-ribu-per-bulan">Dana Tunggu Hunian Cair, Korban Banjir Sumatra Mulai Terima Rp600 Ribu per Bulan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Pemerintah mulai mencairkan Bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH/BTH) bagi warga terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Penyaluran bantuan ini menandai peralihan penanganan bencana ke fase transisi darurat, dengan fokus pada pemulihan awal serta kepastian tempat tinggal bagi masyarakat terdampak bencana.</p>



<p>Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa pencairan DTH telah berjalan, khususnya di Sumatra Barat, melalui mekanisme pendampingan langsung di lokasi pengungsian.</p>



<p>“Per hari ini, pencairan dana tunggu hunian sudah mulai dilakukan. Masyarakat didatangi langsung, diverifikasi identitasnya, lalu diberikan buku rekening untuk pencairan,” ujar Abdul Muhari dalam Konferensi Pers Update Penanganan Bencana Banjir dan Longsor, Selasa (30/12/2025).</p>



<p>Berdasarkan data BNPB, sebanyak 3.736 rekening telah dibuka oleh bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sesuai data resmi pemerintah daerah. </p>



<p>Penyaluran BTH dilakukan secara bertahap dengan mengacu pada pendataan by name by address yang ditetapkan melalui surat keputusan kepala daerah.</p>



<p>“Pendataan bersifat dinamis. Tahap pertama sudah selesai dan akan terus dilanjutkan seiring masuknya data dari kecamatan lain,” jelas Abdul Muhari.</p>



<p>Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, proses verifikasi penerima mengoptimalkan data kependudukan Dukcapil hingga level administrasi terkecil, mulai dari RT, RW, dusun, gampong, desa, hingga kecamatan.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/dana-tunggu-hunian-cair-korban-banjir-sumatra-mulai-terima-rp600-ribu-per-bulan">Dana Tunggu Hunian Cair, Korban Banjir Sumatra Mulai Terima Rp600 Ribu per Bulan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
