<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Imunisasi anak Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/imunisasi-anak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/imunisasi-anak</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 May 2026 03:21:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>Imunisasi anak Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/imunisasi-anak</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Anak Zero Dose di Bandung Jadi Sorotan, Farhan Ungkap Ancaman Serius</title>
		<link>https://www.seketika.com/anak-zero-dose-di-bandung-jadi-sorotan-farhan-ungkap-ancaman-serius</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 May 2026 03:21:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Zero Dose]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Dante Saksono Harbuwono]]></category>
		<category><![CDATA[Imunisasi anak]]></category>
		<category><![CDATA[Jabar]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan anak]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Farhan]]></category>
		<category><![CDATA[Penolakan Vaksin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=36182</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/anak-zero-dose-di-bandung-jadi-sorotan-farhan-ungkap-ancaman-serius">Anak Zero Dose di Bandung Jadi Sorotan, Farhan Ungkap Ancaman Serius</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Bandung – Pemerintah Kota Bandung menyoroti masih tingginya jumlah anak yang belum menerima imunisasi dasar atau dikenal sebagai anak zero dose. Kondisi ini dinilai menjadi ancaman serius karena dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular di masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan persoalan tersebut bukan hanya soal angka, tetapi menyangkut masa depan dan hak kesehatan anak-anak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fenomena anak zero dose kembali menjadi perhatian dalam kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono di Bandung. Anak zero dose merupakan kelompok anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi dasar pada tahun pertama kehidupannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam agenda tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyoroti tantangan besar yang masih dihadapi pemerintah daerah, terutama terkait penolakan vaksin dan maraknya informasi keliru di masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Farhan menilai persoalan imunisasi tidak bisa diselesaikan hanya oleh tenaga kesehatan. Menurutnya, dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak mulai dari tokoh agama, kader Posyandu, media, akademisi hingga pengurus wilayah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rendahnya cakupan imunisasi dapat memicu kembali munculnya penyakit menular seperti campak, polio, dan difteri. Pemerintah pusat menyebut kekebalan komunal baru dapat tercapai jika cakupan imunisasi menyentuh minimal 90 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat ini, angka imunisasi nasional disebut baru berada di kisaran 80 persen. Kondisi tersebut membuat jutaan anak masih rentan terkena penyakit yang sebenarnya dapat dicegah lewat vaksinasi.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/anak-zero-dose-di-bandung-jadi-sorotan-farhan-ungkap-ancaman-serius">Anak Zero Dose di Bandung Jadi Sorotan, Farhan Ungkap Ancaman Serius</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jelang Mudik Lebaran, Kasus Campak Tembus 10 Ribu! Kemenkes Ingatkan Risiko Penularan di Kerumunan</title>
		<link>https://www.seketika.com/jelang-mudik-lebaran-kasus-campak-tembus-10-ribu-kemenkes-ingatkan-risiko-penularan-di-kerumunan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2026 05:55:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Campak]]></category>
		<category><![CDATA[campak 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Imunisasi anak]]></category>
		<category><![CDATA[Imunisasi kejar]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi MR]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkes RI]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan anak]]></category>
		<category><![CDATA[KLB campak]]></category>
		<category><![CDATA[mudik lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[wabah campak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=34624</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/jelang-mudik-lebaran-kasus-campak-tembus-10-ribu-kemenkes-ingatkan-risiko-penularan-di-kerumunan">Jelang Mudik Lebaran, Kasus Campak Tembus 10 Ribu! Kemenkes Ingatkan Risiko Penularan di Kerumunan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Kementerian Kesehatan RI mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak menjelang periode mudik dan libur Lebaran. Mobilitas masyarakat yang meningkat dan potensi kerumunan dinilai dapat memperbesar risiko penularan penyakit menular, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hingga minggu ke-8 tahun 2026, tercatat 10.453 suspek campak dengan 8.372 kasus dan 6 kematian. Selain itu, terdapat 45 kejadian luar biasa (KLB) campak di 29 kabupaten/kota pada 11 provinsi, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Andi Saguni, menyampaikan bahwa tren kasus campak sempat meningkat pada Januari 2026, namun mulai menunjukkan penurunan sepanjang Februari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Tren kasus suspek campak meningkat pada Januari dan mulai menurun sepanjang Februari 2026. Hingga minggu ke-8 tahun ini tercatat lebih dari sepuluh ribu suspek campak. Pemerintah terus melakukan respons cepat untuk mencegah penularan yang lebih luas,” ujar dr. Andi Saguni dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara daring, pada Jumat (6/3).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski tren mulai menurun, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan menjelang libur panjang Lebaran karena mobilitas masyarakat dan aktivitas berkumpul dapat meningkatkan risiko penularan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Menjelang mudik Lebaran, mobilitas masyarakat akan meningkat dan potensi kerumunan lebih besar. Karena itu masyarakat perlu tetap waspada terhadap penularan campak, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai langkah pengendalian, Kementerian Kesehatan mempercepat pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) dan Catch Up Campaign (imunisasi kejar) campak-rubella (MR) di wilayah terdampak maupun wilayah berisiko. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/jelang-mudik-lebaran-kasus-campak-tembus-10-ribu-kemenkes-ingatkan-risiko-penularan-di-kerumunan">Jelang Mudik Lebaran, Kasus Campak Tembus 10 Ribu! Kemenkes Ingatkan Risiko Penularan di Kerumunan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kasus Campak Rubella, Pemkot Tangsel Imbau Orang Tua Segera Lengkapi Imunisasi Anak</title>
		<link>https://www.seketika.com/kasus-campak-rubella-pemkot-tangsel-imbau-orang-tua-segera-lengkapi-imunisasi-anak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2025 04:45:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Campak]]></category>
		<category><![CDATA[Campak Rubella]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Tangsel]]></category>
		<category><![CDATA[Imunisasi anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Tangerang Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Tangerang Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Tangsel]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksin MR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=31572</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kasus-campak-rubella-pemkot-tangsel-imbau-orang-tua-segera-lengkapi-imunisasi-anak">Kasus Campak Rubella, Pemkot Tangsel Imbau Orang Tua Segera Lengkapi Imunisasi Anak</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Kesehatan – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) melalui Dinas <a href="https://www.seketika.com/?s=Kesehatan&amp;post_type%5B%5D=post" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Kesehatan</a> Kota Tangerang Selatan mengimbau para orang tua untuk melengkapi imunisasi campak rubella bagi anak-anak. Langkah ini dilakukan guna menekan peningkatan kasus campak rubella di Tangsel yang belakangan mengalami lonjakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, dr. Allin Hendallin Mahdaniar, mengungkapkan bahwa hingga 31 Oktober 2025, terdapat 538 kasus suspek campak rubella, dengan 66 kasus positif campak dan 9 kasus positif rubella.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Sebagian besar kasus terjadi pada anak usia 1–4 tahun yang memiliki status imunisasi tidak lengkap atau belum mendapatkan imunisasi sama sekali,” ujar Allin, Selasa (4/11/2025).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, campak (measles) adalah penyakit yang sangat menular akibat virus RNA dari genus Morbillivirus. Penularan bisa terjadi dengan cepat di lingkungan yang tidak terlindungi oleh imunisasi. </p>



<p class="wp-block-paragraph">“Hampir 100 persen anak yang belum memiliki kekebalan berisiko tertular karena manusia merupakan satu-satunya reservoir alami virus campak,” jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Allin menuturkan, masyarakat perlu mewaspadai gejala awal campak rubella agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat. Beberapa gejala yang perlu dikenali antara lain:</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kasus-campak-rubella-pemkot-tangsel-imbau-orang-tua-segera-lengkapi-imunisasi-anak">Kasus Campak Rubella, Pemkot Tangsel Imbau Orang Tua Segera Lengkapi Imunisasi Anak</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>4 Tips Penting Agar Anak Tidak Sakit, Memahami Mencegah dan Melindungi Anak dari Penyakit</title>
		<link>https://www.seketika.com/4-tips-penting-agar-anak-tidak-sakit-memahami-mencegah-dan-melindungi-anak-dari-penyakit</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Mar 2024 05:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Gizi seimbang untuk anak]]></category>
		<category><![CDATA[Imunisasi anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkes]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan anak]]></category>
		<category><![CDATA[mencegah anak sakit]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[Perilaku hidup bersih dan sehat anak]]></category>
		<category><![CDATA[PHBS]]></category>
		<category><![CDATA[Stimulasi perkembangan anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=11361</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/4-tips-penting-agar-anak-tidak-sakit-memahami-mencegah-dan-melindungi-anak-dari-penyakit">4 Tips Penting Agar Anak Tidak Sakit, Memahami Mencegah dan Melindungi Anak dari Penyakit</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Melibatkan anak dalam proses ini akan membantu membentuk kebiasaan baik yang berkelanjutan untuk kesehatan mereka di masa depan&#8221;</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Jakarta – Anak-anak, terutama yang berusia kurang dari 5 tahun, rentan terhadap infeksi virus ringan yang dapat terjadi sebanyak 8-12 kali dalam setahun. Seiring dengan masuknya usia sekolah, frekuensi sakit biasanya menurun menjadi sekitar 5-6 kali setahun, dan pada masa remaja hanya sekitar 2-3 kali dalam setahun. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh anak yang masih dalam tahap perkembangan dan belum sepenuhnya matang, sehingga wajar jika mereka rentan terhadap infeksi ringan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, perlu diingat bahwa penyakit serius tetap merupakan ancaman bagi kesehatan anak-anak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa <a href="https://www.seketika.com/?s=penyebab+kematian&amp;post_type%5B%5D=post">penyebab kematian</a> utama pada anak termasuk pneumonia, komplikasi pada bayi prematur, asfiksia pada bayi baru lahir, kelainan kongenital, diare, infeksi berat/sepsis, dan lain sebagainya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, menjaga kesehatan anak menjadi prioritas utama bagi orangtua. Bahkan ketika sakit, langkah pencegahan harus diambil sebelum penyakit berkembang menjadi lebih serius.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat diterapkan untuk mencegah anak dari penyakit:</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/4-tips-penting-agar-anak-tidak-sakit-memahami-mencegah-dan-melindungi-anak-dari-penyakit">4 Tips Penting Agar Anak Tidak Sakit, Memahami Mencegah dan Melindungi Anak dari Penyakit</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
