<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KUHAP Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/kuhap/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/kuhap</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Feb 2026 03:05:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>KUHAP Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/kuhap</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>KUHP dan KUHAP Baru Jadi Instrumen Strategis Kedaulatan Pangan dan Energi 2026</title>
		<link>https://www.seketika.com/kuhp-dan-kuhap-baru-jadi-instrumen-strategis-kedaulatan-pangan-dan-energi-2026</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 03:04:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum dan Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Deregulasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kedaulatan Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Kedaulatan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[KUHAP]]></category>
		<category><![CDATA[KUHP]]></category>
		<category><![CDATA[Rapim Polri 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi Hukum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=33957</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kuhp-dan-kuhap-baru-jadi-instrumen-strategis-kedaulatan-pangan-dan-energi-2026">KUHP dan KUHAP Baru Jadi Instrumen Strategis Kedaulatan Pangan dan Energi 2026</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, menegaskan bahwa penerapan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru menjadi instrumen strategis dalam mendukung kedaulatan pangan dan energi nasional. Hal tersebut ditegaskan Menkum dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Polri Tahun 2026 di Grand Krakatau Ballroom, Jakarta, Rabu (11/02/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">“KUHP dan KUHAP yang baru akan meningkatkan kepastian hukum dalam kedaulatan pangan dan energi, serta ekonomi yang produktif dan inklusif,” ujar Supratman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, agenda pembangunan nasional tahun 2026 yang mengusung tema Kedaulatan Pangan dan Energi serta Ekonomi yang Produktif dan Inklusif membutuhkan dukungan regulasi yang efektif. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Reformasi hukum, termasuk melalui pembaruan KUHP dan KUHAP, menjadi bagian penting dalam menciptakan kepastian hukum serta iklim usaha yang kondusif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Supratman menyoroti masih adanya persoalan regulasi yang menghambat pertumbuhan investasi dan daya saing nasional, seperti aturan yang tumpang tindih, multitafsir, hingga menimbulkan biaya tinggi. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, deregulasi dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi hambatan struktural dan memperkuat efektivitas kebijakan pemerintah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di bidang pangan, tantangan regulasi masih terlihat dari adanya tumpang tindih kewenangan pusat-daerah, disharmoni regulasi antarkementerian, rumitnya perizinan dan rantai distribusi, dan bantuan serta subsidi yang tidak tepat sasaran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Langkah deregulasi yang dibutuhkan dalam sektor pangan meliputi penyederhanaan rantai distribusi pangan, penyederhanaan perizinan usaha pertanian dan industri pangan, pengurangan biaya transaksi, pemajuan investasi di sektor agroindustri dan pangan, dan penguatan kepastian hukum bagi investor,” tuturnya.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kuhp-dan-kuhap-baru-jadi-instrumen-strategis-kedaulatan-pangan-dan-energi-2026">KUHP dan KUHAP Baru Jadi Instrumen Strategis Kedaulatan Pangan dan Energi 2026</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Komisi III DPR RI Minta Kasus Hogi Minaya Dihentikan</title>
		<link>https://www.seketika.com/komisi-iii-dpr-ri-minta-kasus-hogi-minaya-dihentikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2026 21:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum dan Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Habiburokhman]]></category>
		<category><![CDATA[Hogi Minaya]]></category>
		<category><![CDATA[kasus Sleman]]></category>
		<category><![CDATA[keadilan substantif]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi III DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[kriminalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[KUHAP]]></category>
		<category><![CDATA[KUHP]]></category>
		<category><![CDATA[pembelaan diri]]></category>
		<category><![CDATA[Penegakan Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Sleman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=33494</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/komisi-iii-dpr-ri-minta-kasus-hogi-minaya-dihentikan">Komisi III DPR RI Minta Kasus Hogi Minaya Dihentikan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menegaskan bahwa penanganan perkara hukum yang menjerat Hogi Minaya perlu dievaluasi secara menyeluruh karena dinilai tidak mencerminkan rasa keadilan. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR RI bersama Kepala Kejaksaan Negeri Sleman, Kapolresta Sleman, serta kuasa hukum Hogi Minaya yang digelar di Ruang Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Habiburokhman menyampaikan bahwa Komisi III DPR RI, berdasarkan hasil pendalaman dan keterangan para pihak, menilai terdapat dasar hukum yang kuat untuk menghentikan perkara tersebut demi kepentingan hukum. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga menekankan, Komisi III DPR menjalankan fungsi pengawasan agar proses penegakan hukum tetap berjalan sesuai prinsip keadilan substantif dan tidak semata-mata berorientasi pada kepastian hukum formal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Komisi III DPR RI meminta agar perkara ini dihentikan demi kepentingan hukum, dengan berpedoman pada ketentuan Pasal 65 huruf m Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP dan alasan pembenar sebagaimana diatur dalam Pasal 34 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP,” ujar Habiburokhman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menjelaskan bahwa Pasal 34 KUHP secara tegas mengatur mengenai pembelaan terpaksa terhadap serangan atau ancaman yang melawan hukum. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks perkara Hogi Minaya, Komisi III DPR menilai peristiwa yang terjadi merupakan bentuk pembelaan diri terhadap kejahatan pencurian dengan kekerasan, sehingga tidak dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Habiburokhman juga mengingatkan agar aparat penegak hukum memedomani prinsip keadilan sebagaimana diatur dalam Pasal 53 ayat (2) KUHP, yang menegaskan bahwa dalam penegakan hukum, keadilan harus lebih diutamakan daripada kepastian hukum semata. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/komisi-iii-dpr-ri-minta-kasus-hogi-minaya-dihentikan">Komisi III DPR RI Minta Kasus Hogi Minaya Dihentikan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
