<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>nasa Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/nasa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/nasa</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 29 May 2026 04:09:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>nasa Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/nasa</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Roket Blue Origin Meledak Saat Uji Coba, Langit Cape Canaveral Berubah Oranye</title>
		<link>https://www.seketika.com/roket-blue-origin-meledak-saat-uji-coba-langit-cape-canaveral-berubah-oranye</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2026 04:09:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Artemis]]></category>
		<category><![CDATA[Blue Origin]]></category>
		<category><![CDATA[Cape Canaveral]]></category>
		<category><![CDATA[Jeff Bezos]]></category>
		<category><![CDATA[nasa]]></category>
		<category><![CDATA[New Glenn]]></category>
		<category><![CDATA[Roket Meledak]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi antariksa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=36400</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/roket-blue-origin-meledak-saat-uji-coba-langit-cape-canaveral-berubah-oranye">Roket Blue Origin Meledak Saat Uji Coba, Langit Cape Canaveral Berubah Oranye</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Internasional – Roket New Glenn milik Blue Origin mengalami ledakan besar saat menjalani uji coba mesin di Cape Canaveral, Florida, Kamis malam waktu setempat. Insiden itu sempat mengguncang rumah warga sekitar dan memunculkan bola api oranye di langit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun ledakan ini memicu pertanyaan besar terkait kesiapan Blue Origin menjalankan misi antariksa berikutnya bersama NASA.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Blue Origin menghadapi insiden serius setelah roket New Glenn meledak ketika menjalani pengujian mesin sebelum jadwal peluncuran satelit pekan depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ledakan terjadi di Kompleks Peluncuran 36, Cape Canaveral, sekitar pukul 9 malam waktu setempat. Warga di sekitar Cocoa Beach dan Cape Canaveral mengaku rumah mereka sempat bergetar akibat dentuman besar tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Foto dan video bola api berwarna oranye langsung menyebar di media sosial hanya beberapa menit setelah kejadian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendiri Blue Origin, Jeff Bezos, mengakui insiden itu sebagai “hari yang sangat berat”. Meski begitu, ia memastikan timnya akan kembali membangun dan melanjutkan program penerbangan roket tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ledakan New Glenn menjadi perhatian besar karena roket ini diproyeksikan sebagai kendaraan utama Blue Origin untuk misi luar angkasa berat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelumnya, New Glenn juga sempat mengalami masalah pada April lalu setelah gagal menempatkan satelit di orbit yang tepat akibat gangguan mesin.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/roket-blue-origin-meledak-saat-uji-coba-langit-cape-canaveral-berubah-oranye">Roket Blue Origin Meledak Saat Uji Coba, Langit Cape Canaveral Berubah Oranye</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>53 Tahun Vakum, NASA Siap Kirim Manusia ke Bulan Lagi Pekan Ini, Misi Artemis II Ukir Sejarah Baru</title>
		<link>https://www.seketika.com/53-tahun-vakum-nasa-siap-kirim-manusia-ke-bulan-lagi-pekan-ini-misi-artemis-ii-ukir-sejarah-baru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 02:09:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Artemis II]]></category>
		<category><![CDATA[Astronaut]]></category>
		<category><![CDATA[eksplorasi luar angkasa]]></category>
		<category><![CDATA[Misi Bulan]]></category>
		<category><![CDATA[nasa]]></category>
		<category><![CDATA[Orion]]></category>
		<category><![CDATA[Sains]]></category>
		<category><![CDATA[Space Launch System]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=35246</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/53-tahun-vakum-nasa-siap-kirim-manusia-ke-bulan-lagi-pekan-ini-misi-artemis-ii-ukir-sejarah-baru">53 Tahun Vakum, NASA Siap Kirim Manusia ke Bulan Lagi Pekan Ini, Misi Artemis II Ukir Sejarah Baru</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Teknologi – NASA resmi memulai hitung mundur peluncuran misi Artemis II pada Senin (30/3/2026), menandai langkah bersejarah kembalinya manusia ke Bulan setelah lebih dari lima dekade.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Misi Artemis II akan menjadi penerbangan berawak pertama NASA ke orbit Bulan sejak era Apollo. Roket Space Launch System (SLS) setinggi sekitar 32 lantai dijadwalkan lepas landas pada Rabu malam, membawa empat astronaut dalam kapsul Orion.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Awak misi ini merupakan gabungan astronaut Amerika Serikat dan Kanada. Mereka mencetak sejarah sebagai kru Artemis pertama yang mencakup perempuan, orang kulit berwarna, serta astronaut non-AS.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu astronaut, Victor Glover, menekankan pentingnya representasi dalam eksplorasi luar angkasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya ingin anak-anak melihat kami dan merasa mereka juga bisa mencapai hal yang sama,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peluncuran dijadwalkan berlangsung dalam jendela waktu enam hari pada awal April dari Kennedy Space Center, Florida, AS. Jika tertunda, peluncuran akan dijadwalkan ulang pada akhir bulan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Misi ini menjadi tonggak penting dalam program Artemis yang bertujuan mengembalikan manusia ke Bulan dan membuka jalan bagi eksplorasi Mars. Selain itu, misi ini juga menandai era baru eksplorasi yang lebih inklusif dibandingkan program Apollo (1968–1972).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah peluncuran, kapsul Orion akan mengorbit Bumi selama satu hari sebelum melanjutkan perjalanan menuju Bulan. Misi ini tidak akan mendarat di permukaan, melainkan melakukan manuver mengelilingi Bulan dan kembali ke Bumi.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/53-tahun-vakum-nasa-siap-kirim-manusia-ke-bulan-lagi-pekan-ini-misi-artemis-ii-ukir-sejarah-baru">53 Tahun Vakum, NASA Siap Kirim Manusia ke Bulan Lagi Pekan Ini, Misi Artemis II Ukir Sejarah Baru</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pesawat Ulang-Alik Mini Rahasia Militer AS X-37B Kembali ke Bumi Setelah 434 Hari Kelilingi Dunia</title>
		<link>https://www.seketika.com/pesawat-ulang-alik-mini-rahasia-militer-as-x-37b-kembali-ke-bumi-setelah-434-hari-kelilingi-dunia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2025 19:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[antariksa]]></category>
		<category><![CDATA[eksperimen militer]]></category>
		<category><![CDATA[militer AS]]></category>
		<category><![CDATA[misi rahasia]]></category>
		<category><![CDATA[nasa]]></category>
		<category><![CDATA[Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg]]></category>
		<category><![CDATA[pesawat canggih]]></category>
		<category><![CDATA[pesawat dapat digunakan kembali]]></category>
		<category><![CDATA[pesawat luar angkasa]]></category>
		<category><![CDATA[pesawat ulang-alik mini]]></category>
		<category><![CDATA[SpaceX]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi antariksa]]></category>
		<category><![CDATA[X-37B]]></category>
		<category><![CDATA[X-37B misi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=24944</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/pesawat-ulang-alik-mini-rahasia-militer-as-x-37b-kembali-ke-bumi-setelah-434-hari-kelilingi-dunia">Pesawat Ulang-Alik Mini Rahasia Militer AS X-37B Kembali ke Bumi Setelah 434 Hari Kelilingi Dunia</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Internasional – Pesawat ulang-alik mini rahasia milik militer AS, X-37B, kembali ke Bumi pada hari Jumat setelah menghabiskan 434 hari mengelilingi dunia. Misi yang sangat tertutup ini dimulai pada bulan Desember 2023, ketika pesawat antariksa tersebut diluncurkan dari Kennedy Space Center milik NASA dengan bantuan roket SpaceX. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbeda dengan misi antariksa lainnya, pesawat X-37B tidak membawa penumpang dan hanya mengangkut eksperimen militer yang sangat penting.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah hampir 15 bulan mengorbit Bumi, pesawat luar angkasa ini mendarat sebelum fajar di Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg di California. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendaratan tersebut baru diumumkan beberapa jam setelah kejadian, menjaga kerahasiaan misi tersebut. Foto-foto yang dirilis memperlihatkan pesawat X-37B yang diparkir di landasan pacu dalam keadaan gelap, menunjukkan kecanggihan teknologi yang ada pada pesawat ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pesawat X-37B adalah wahana uji buatan Boeing yang dirancang untuk dapat digunakan kembali. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/pesawat-ulang-alik-mini-rahasia-militer-as-x-37b-kembali-ke-bumi-setelah-434-hari-kelilingi-dunia">Pesawat Ulang-Alik Mini Rahasia Militer AS X-37B Kembali ke Bumi Setelah 434 Hari Kelilingi Dunia</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>NASA Peringatkan Asteroid Berpotensi Tabrak Bumi pada 2032</title>
		<link>https://www.seketika.com/nasa-peringatkan-asteroid-berpotensi-tabrak-bumi-pada-2032</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Feb 2025 14:19:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[antariksa]]></category>
		<category><![CDATA[asteroid]]></category>
		<category><![CDATA[nasa]]></category>
		<category><![CDATA[YR4]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=24427</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/nasa-peringatkan-asteroid-berpotensi-tabrak-bumi-pada-2032">NASA Peringatkan Asteroid Berpotensi Tabrak Bumi pada 2032</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Dunia – NASA mengonfirmasi bahwa asteroid 2024 YR4 berpotensi menabrak Bumi dalam kurun waktu tujuh tahun ke depan, tepatnya pada Desember 2032. Berdasarkan perhitungan awal, kemungkinan tabrakan asteroid ini mencapai 2,3% atau 1 banding 43.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Asteroid 2024 YR4 saat ini terus bergerak mendekati Bumi dengan jarak 828.800 kilometer, menurut pantauan terakhir pada Desember 2024. Para ilmuwan memprediksi bahwa asteroid tersebut akan semakin dekat pada Desember 2032. Dengan ukuran yang diperkirakan antara 40 hingga 100 meter, asteroid ini dijuluki &#8216;penghancur kota&#8217; karena potensi dampaknya yang bisa menyebabkan kerusakan signifikan jika benar-benar menghantam Bumi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Negara-Negara yang Berpotensi Terdampak<br>NASA juga mengungkap wilayah yang kemungkinan besar terkena dampak jika 2024 YR4 benar-benar menabrak Bumi. Berdasarkan prediksi, jalur tabrakan asteroid mencakup wilayah dari Amerika Selatan bagian utara hingga Samudra Pasifik, Asia Selatan, Laut Arab, dan Afrika. Beberapa negara yang disebut harus bersiap menghadapi ancaman ini adalah:</p>



<p class="wp-block-paragraph">India, Pakistan, Bangladesh (Asia Selatan)<br>Etiopia, Sudan, Nigeria (Afrika)<br>Venezuela, Kolombia, Ekuador (Amerika Selatan)<br>Meskipun prediksi ini belum sepenuhnya akurat, NASA menegaskan bahwa observasi lebih lanjut akan terus dilakukan untuk memahami dampak potensial yang dapat ditimbulkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ancaman Nyata atau Masih Bisa Dicegah?<br>NASA menyatakan bahwa asteroid ini masih bisa dikeluarkan dari daftar ancaman jika analisis lebih lanjut menunjukkan perubahan orbitnya. Namun, kemungkinan ancaman tetap ada dan terus diawasi oleh para ilmuwan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika asteroid benar-benar menabrak Bumi, kecepatan hantaman diperkirakan mencapai 17 kilometer per detik. Kendati demikian, NASA meyakinkan bahwa dampak kerusakan bisa dilokalisasi dan tidak menyebabkan peristiwa kepunahan global seperti yang terjadi pada era dinosaurus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hingga kini, ilmuwan di berbagai lembaga luar angkasa masih memantau pergerakan 2024 YR4 dan mencari solusi terbaik jika ancaman ini semakin nyata. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah menggunakan teknologi defleksi asteroid, seperti misi DART (Double Asteroid Redirection Test) yang telah berhasil mengubah jalur asteroid kecil sebelumnya.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/nasa-peringatkan-asteroid-berpotensi-tabrak-bumi-pada-2032">NASA Peringatkan Asteroid Berpotensi Tabrak Bumi pada 2032</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>NASA Ungkap Fakta Baru, Bumi Tidak Secara Langsung Mengelilingi Matahari</title>
		<link>https://www.seketika.com/nasa-ungkap-fakta-baru-bumi-tidak-secara-langsung-mengelilingi-matahari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Dec 2024 07:35:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[astronomi]]></category>
		<category><![CDATA[bumi]]></category>
		<category><![CDATA[matahari]]></category>
		<category><![CDATA[nasa]]></category>
		<category><![CDATA[Sains]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=22679</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/nasa-ungkap-fakta-baru-bumi-tidak-secara-langsung-mengelilingi-matahari">NASA Ungkap Fakta Baru, Bumi Tidak Secara Langsung Mengelilingi Matahari</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, SAINS &#8211; Selama ini, kita diajarkan bahwa Bumi dan planet-planet lainnya mengorbit Matahari sebagai pusat Tata Surya. Namun, penjelasan ilmiah terbaru menunjukkan bahwa kenyataannya lebih kompleks. Hukum Ketiga Kepler dan konsep gravitasi dua arah mengungkapkan fakta menarik tentang bagaimana Tata Surya bekerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Hukum Ketiga Kepler, orbit planet tidak hanya bergantung pada satu objek pusat. Hukum ini menjelaskan hubungan antara massa dua benda yang saling berinteraksi secara gravitasi dan menentukan parameter orbit mereka. Dalam hal ini, Bumi dan planet-planet lain sebenarnya tidak mengelilingi Matahari secara langsung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penjelasan lebih rinci dari NASA mengungkapkan istilah &#8220;barycenter,&#8221; yaitu pusat massa bersama antara dua benda yang berinteraksi secara gravitasi. Pusat ini adalah titik di mana kedua benda tersebut &#8220;mengorbit,&#8221; meskipun ukuran dan massa mereka sangat berbeda. Dalam konteks Tata Surya, barycenter sering kali berada di dekat Matahari karena massanya yang sangat besar. Namun, pengaruh gravitasi dari planet masif seperti Jupiter dan Saturnus membuat barycenter ini sering berada di luar inti Matahari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">James O&#8217;Donoghue, seorang astronom planet dan komunikator sains, juga mengonfirmasi hal ini melalui unggahannya di akun X (sebelumnya Twitter). Ia menjelaskan bahwa meskipun planet-planet secara umum mengorbit Matahari, secara teknis mereka mengorbit barycenter, titik pusat gravitasi bersama yang tidak selalu berada di dalam Matahari. &#8220;Gravitasi Jupiter, misalnya, sering kali membuat planet-planet mengorbit di titik baru di luar angkasa, bukan langsung ke Matahari,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fenomena serupa juga terjadi antara Bumi dan Bulannya. Bulan tidak mengorbit tepat di pusat Bumi. Sebaliknya, ia mengorbit sekitar 5.000 kilometer dari inti Bumi. Posisi barycenter ini terus berubah karena Bulan perlahan menjauhi Bumi setiap tahunnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konsep barycenter telah menjadi alat penting bagi para astronom untuk mendeteksi sistem planet di sekitar bintang-bintang jauh. Dengan memahami gerakan bintang yang &#8220;mengelilingi&#8221; barycenter bersama planetnya, para ilmuwan dapat mengidentifikasi keberadaan planet di luar Tata Surya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengetahuan ini memberikan perspektif baru tentang dinamika gravitasi di Tata Surya dan menjelaskan bahwa orbit Bumi dan planet-planet lainnya tidak sesederhana yang kita bayangkan. Tata Surya adalah sistem yang kompleks, di mana semua benda langit saling memengaruhi melalui gravitasi.</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/nasa-ungkap-fakta-baru-bumi-tidak-secara-langsung-mengelilingi-matahari">NASA Ungkap Fakta Baru, Bumi Tidak Secara Langsung Mengelilingi Matahari</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kapsul SpaceX Mendarat dengan Selamat, Kembalikan Astronot dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS)</title>
		<link>https://www.seketika.com/kapsul-spacex-mendarat-dengan-selamat-kembalikan-astronot-dari-stasiun-luar-angkasa-internasional-iss</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Oct 2024 17:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[astronot]]></category>
		<category><![CDATA[Boeing]]></category>
		<category><![CDATA[Butch Wilmore]]></category>
		<category><![CDATA[Dragon]]></category>
		<category><![CDATA[Elon Musk]]></category>
		<category><![CDATA[iss]]></category>
		<category><![CDATA[Misi Luar Angkasa]]></category>
		<category><![CDATA[nasa]]></category>
		<category><![CDATA[SpaceX]]></category>
		<category><![CDATA[Starliner]]></category>
		<category><![CDATA[Suni Williams]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=19811</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kapsul-spacex-mendarat-dengan-selamat-kembalikan-astronot-dari-stasiun-luar-angkasa-internasional-iss">Kapsul SpaceX Mendarat dengan Selamat, Kembalikan Astronot dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS)</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Internasional – Kapsul SpaceX Dragon telah berhasil merapat di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) untuk mengangkut kembali dua astronot yang terdampar. Kapsul ini membawa dua kursi kosong untuk Butch Wilmore dan Suni Williams, dan berlabuh pada pukul 17:30 waktu timur (22:30 BST).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wilmore dan Williams sebelumnya tiba di ISS dengan kapsul Starliner milik Boeing pada bulan Juni untuk misi delapan hari. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, mereka terpaksa tinggal lebih lama setelah kesalahan teknis terdeteksi selama penerbangan. Diperkirakan, keduanya akan kembali ke Bumi pada bulan Februari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kapsul Dragon lepas landas dari Cape Canaveral, Florida, pada hari Sabtu, membawa astronot NASA Nick Hague dan kosmonot Rusia Alexander Gorbunov. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah kedatangan mereka, Hague dan Gorbunov bergabung dengan kru ISS sebelum membawa Wilmore dan Williams kembali ke Bumi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peluncuran kapsul Dragon awalnya dijadwalkan pada hari Kamis, tetapi ditunda akibat Badai Helene, yang telah menyebabkan kerusakan signifikan di kawasan tenggara AS, termasuk Florida.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kapsul-spacex-mendarat-dengan-selamat-kembalikan-astronot-dari-stasiun-luar-angkasa-internasional-iss">Kapsul SpaceX Mendarat dengan Selamat, Kembalikan Astronot dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS)</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>30 Juni Diperingati sebagai Hari Asteroid Sedunia</title>
		<link>https://www.seketika.com/30-juni-diperingati-sebagai-hari-asteroid-sedunia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Jun 2024 09:32:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[asteroid]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Asteroid]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Asteroid Sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[nasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=16226</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/30-juni-diperingati-sebagai-hari-asteroid-sedunia">30 Juni Diperingati sebagai Hari Asteroid Sedunia</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Jakarta – Setiap tahun pada tanggal 30 Juni, dunia memperingati Hari Asteroid Sedunia. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan peran penting asteroid dalam kehidupan serta potensi bahaya yang bisa mereka timbulkan. Hari ini juga mengingatkan kita akan pentingnya upaya perlindungan terhadap asteroid demi keselamatan Bumi dan generasi mendatang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Wikipedia, asteroid, yang juga dikenal sebagai planet minor atau planetoid, adalah benda langit yang berukuran lebih kecil daripada planet tetapi lebih besar daripada meteoroid. Asteroid merupakan benda kecil berbatu yang mengorbit Matahari dan merupakan sisa dari pembentukan tata surya sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Latar belakang Hari Asteroid Sedunia berawal dari sebuah film tahun 2014 yang menggambarkan asteroid jatuh ke bumi, tepatnya di London. Film tersebut menampilkan sosok terkenal seperti kosmolog Stephen Hawking, astronot Apollo 9 Rusty Schweickart, dan ahli astrofisika Brian May. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran global tentang bahaya yang dapat ditimbulkan oleh asteroid.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu peristiwa penting yang menyoroti ancaman asteroid terjadi pada tanggal 15 Februari 2013. Sebuah bola api besar melaju dengan kecepatan 18,6 km per detik, memasuki atmosfer dan hancur di langit Chelyabinsk, Rusia. Menurut NASA, asteroid tersebut memiliki diameter sekitar 18 meter dan massa mencapai 11.000 ton. Total energi tumbukannya setara dengan 440 kiloton.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada bulan Desember 2016, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mengadopsi resolusi yang menetapkan tanggal 30 Juni sebagai Hari Asteroid Sedunia. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang asteroid dan tindakan yang dapat dilakukan untuk melindungi Bumi, keluarga, masyarakat, dan generasi mendatang dari potensi bencana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Asteroid, meskipun mengorbit Matahari seperti planet, jauh lebih kecil dari planet itu sendiri. Mereka memiliki bentuk yang bergerigi dan tidak beraturan. Sebagian besar asteroid terbuat dari berbagai jenis batuan, namun beberapa juga mengandung tanah liat atau logam seperti nikel dan besi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hari Asteroid Sedunia juga menjadi momentum penting untuk memperkuat penelitian dan pemantauan terhadap asteroid. Dengan perkembangan teknologi dan pengetahuan, kita dapat mengidentifikasi dan mempelajari asteroid dengan lebih baik, serta mengembangkan strategi untuk menghadapi potensi ancaman yang mereka bawa.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/30-juni-diperingati-sebagai-hari-asteroid-sedunia">30 Juni Diperingati sebagai Hari Asteroid Sedunia</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fenomena Langka! Enam Planet Berbaris di Langit pada Awal Juni 2024</title>
		<link>https://www.seketika.com/fenomena-langka-enam-planet-berbaris-di-langit-pada-awal-juni-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 May 2024 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[antariksa]]></category>
		<category><![CDATA[nasa]]></category>
		<category><![CDATA[planet]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=14870</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/fenomena-langka-enam-planet-berbaris-di-langit-pada-awal-juni-2024">Fenomena Langka! Enam Planet Berbaris di Langit pada Awal Juni 2024</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Jakarta – Pada awal Juni 2024, tepatnya pada tanggal 3 dan 4 Juni, kita akan punya kesempatan langka untuk menyaksikan parade planet yang luar biasa. Keenam planet yang akan terlihat adalah Merkurius, Mars, Jupiter, Saturnus, Neptunus, dan Uranus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kesempatan untuk melihat enam planet berbaris di langit tidak selalu ada. Fenomena ini terakhir kali terjadi pada Juni 2022 dan baru akan terjadi lagi pada tahun 2025.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fenomena barisan planet ini terjadi karena kesejajaran orbit mereka dalam waktu yang bersamaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setiap planet mengorbit Matahari dengan kecepatan dan jalur yang berbeda-beda. Ketika beberapa planet berada di sisi yang sama dari Matahari dan dalam garis pandang yang relatif dekat dari Bumi, kita dapat melihat mereka seolah-olah berbaris di langit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk mengamati peristiwa ini, pengamat perlu mencari tempat dengan pandangan yang jelas ke langit tanpa gangguan cahaya kota.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Waktu terbaik untuk melihat fenomena ini adalah sebelum Matahari terbit, sekitar jam 2-4 pagi, ketika langit cukup gelap namun planet-planet sudah mulai muncul terlihat.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/fenomena-langka-enam-planet-berbaris-di-langit-pada-awal-juni-2024">Fenomena Langka! Enam Planet Berbaris di Langit pada Awal Juni 2024</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>NASA Akan Luncurkan Teleskop Roman Coronagraph</title>
		<link>https://www.seketika.com/nasa-akan-luncurkan-teleskop-roman-coronagraph</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 May 2024 12:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[antariksa]]></category>
		<category><![CDATA[nasa]]></category>
		<category><![CDATA[Roman Coronagraph]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=14723</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/nasa-akan-luncurkan-teleskop-roman-coronagraph">NASA Akan Luncurkan Teleskop Roman Coronagraph</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Jakarta – Para peneliti dan astronom terus mengupayakan pencarian planet baru yang dapat dihuni seperti Bumi dengan perkembangan terbaru dari teleskop luar angkasa. Instrumen terbaru yang akan diinstal di Teleskop Nancy Grace Roman Space, yang dinamakan The Roman Coronagraph, diharapkan membawa terobosan signifikan dalam misi ini. Rencananya, alat ini akan diluncurkan pada 27 Mei 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">The Roman Coronagraph, yang merupakan kolaborasi dari berbagai lembaga luar angkasa nasional seperti NASA, ESA (European Space Agency), JAXA (Japanese Aerospace Exploration Agency), CNES (French Space Agency), dan Institut Astronomi Max Planck dari Jerman, bertujuan untuk mengamati planet di luar tata surya kita, yang mungkin memiliki potensi untuk dihuni.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu tantangan besar dalam pengamatan planet di luar tata surya adalah blokade cahaya bintang yang kuat, yang dapat menghalangi pandangan terhadap objek di sekitarnya. Roman Coronagraph telah melalui berbagai tes dan demonstrasi untuk mengatasi masalah ini, memungkinkan para astronom untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang exoplanet.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan Roman Coronagraph, para peneliti berharap dapat menganalisis atmosfer exoplanet yang terlihat, membuka jendela baru untuk pemahaman kita tentang planet di luar tata surya kita. Hingga saat ini, sekitar 5 ribu exoplanet telah ditemukan, tetapi hanya sedikit di antaranya yang dapat ditangkap langsung oleh lensa teleskop.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/nasa-akan-luncurkan-teleskop-roman-coronagraph">NASA Akan Luncurkan Teleskop Roman Coronagraph</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Astronom Temukan Planet Mirip Gulali, WASP-193b</title>
		<link>https://www.seketika.com/astronom-temukan-planet-mirip-gulali-wasp-193b</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 May 2024 06:31:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[nasa]]></category>
		<category><![CDATA[planet]]></category>
		<category><![CDATA[Planet Mirip Gulali]]></category>
		<category><![CDATA[WASP-193b]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=14494</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/astronom-temukan-planet-mirip-gulali-wasp-193b">Astronom Temukan Planet Mirip Gulali, WASP-193b</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Jakarta – Sebuah planet baru yang dijuluki mirip dengan gulali atau permen kapas telah ditemukan oleh para astronom. Planet ini, yang dinamai WASP-193b, terletak sejauh 1.200 tahun cahaya dari Bumi. WASP-193b memiliki ukuran sangat besar, yakni mencapai 50% dari ukuran Jupiter, planet terbesar di Tata Surya. Namun, keunikan planet ini tidak berhenti pada ukurannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Planet ini sangat ringan, jadi cukup sulit mencari material padat yang analog,&#8221; ucap Khalid Barkaoui, penulis utama studi dari Massachusetts Institute of Technology, dalam wawancaranya dengan CNN Internasional, Jumat (17/5/2024).</p>



<p class="wp-block-paragraph">WASP-193b dikenal sebagai planet kedua paling ringan yang pernah ditemukan hingga saat ini, setelah Kepler 51-d yang 100 kali lebih ringan dari Jupiter. Barkaoui menjelaskan bahwa planet ini mirip dengan gulali atau permen kapas karena terdiri dari gas ringan. &#8220;Pada dasarnya planet ini sangat halus,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Planet ini memiliki massa hanya 14% dari massa Jupiter. Untuk menentukan massa tersebut, para peneliti memerlukan waktu yang cukup lama. Biasanya, massa planet dihitung menggunakan teknik kecepatan radial, yaitu dengan menganalisis pergeseran spektrum bintang saat sebuah planet mengorbitnya. Namun, karena WASP-193b sangat ringan, planet ini tidak menimbulkan tarikan yang signifikan pada bintang induknya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tim peneliti membutuhkan waktu empat tahun untuk mengumpulkan data dan menghitung massa WASP-193b. Karena angka massa yang sangat rendah, mereka harus melakukan beberapa uji analisis data untuk memastikan hasilnya. &#8220;Awalnya kami mendapatkan kepadatan yang sangat rendah, yang sulit dipercaya,&#8221; ungkap Francisco Pozuelos, peneliti dari Institute of Astrophysics of Andalucia di Spanyol.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun telah ditemukan, asal-usul dan proses pembentukan WASP-193b masih menjadi misteri. Model evolusi raksasa gas yang ada saat ini belum cukup untuk menjelaskan fenomena tersebut. &#8220;WASP-193b adalah planet asing dari semua planet yang ditemukan hingga sekarang,&#8221; pungkas Barkaoui.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/astronom-temukan-planet-mirip-gulali-wasp-193b">Astronom Temukan Planet Mirip Gulali, WASP-193b</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
